
Anna mengetuk kamar Kriss.
Tok..tok..tok..
Dari dalam Kriss pun membuka pintu.
"Ada apa?"tanya Kriss malas.
"Hmm...baiklah aku menerima tawaran mu.Berapa sebulan?"Anna menyetujui bisnis sewa mereka.
"Tergantung gaji mu.Seperempat dari gaji mu saja.Jika gaji mu naik maka uang sewa Juga naik."ucap Kriss.
"Baiklah."ucap Anna.
"Tapi.."Kriss mengacungkan jari telunjuk nya.
"Kau tidak boleh sembarang naik atau masuk ke kamar ku.Jika kau menggunakan dapur jangan pernh berantakan.Dan tugas mu membersihkan semua yang ada di lantai bawah."jelas Kriss.
"Baiklah.ada lagi?"tanya Anna masih dengan nada angkuh.
"Jangan pernah membawa tamu untuk menginap."ucap Kriss.
"Ok.itu saja?"tanya Anna lagi.
"Hmm... seperti nya untuk sekarang iya.Tapi kedepannya aku akan buat peraturan lagi.Sekarang aku masih belum tahu apa lagi."ujar Kriss.
"Baiklah.Satu peraturan dari ku.Di larang
menginjakkan kaki mu di depan kamar ku,oke?"Anna menggerakkan alis nya.
"Dasar!aku saja tidak berselera melihat mu."ucap Kriss lalu menutup pintu kamar.
"Ih...untung saja aku nyewa di rumah nya kalau tida melihat muka nya saja aku tidak sudi."gumam Anna.
"Hey! walaupun kau satu-satunya pria di dunia ini yang tersisa aku tidak akan pernah menyukai mu!"jerit Anna.
"Wanita ini benar-benar unik.Kita lihat saja nanti siapa yang akan jatuh cinta duluan."gumam Kriss karena mendengar jeritan Anna.
Kriss merebahkan tubuh di ranjang.
"Padahal aku yang sudah jatuh cinta duluan pada nya."gumam Kriss terlihat bodoh Mengacak-acak rambut nya.
___
Di sisi lain Anna bersenandung senang sambil merapikan baju ke dalam lemari.
"Ternyata dia pria baik.Semoga saja dugaan ku benar.Hu...sungguh keberuntungan ku.Dapat rumah sewa elegan."gumam Anna senang.
Malam pun tiba.Tidak satupun dari mereka berdua yang keluar dari kamar masing-masing.Gerimis pun seakan enggan untuk berhenti turun.
Krruurkkk.....
Alarm perut Anna berbunyi.
"Duh...laper ni..pria itu di dapur tidak ya?"Anna bangkit meletakkan ponsel nya di atas nakas.
Kemudian Anna keluar dari kamar menuju dapur.
Sesampainya di dapur,Anna melihat isi kulkas kosong.Tapi harapan muncul ketika ia membuka lemari kecil di sudut ruangan ada 3 mi instan rasa soto.
Anna segera memasak 2 mi instan saja.
Ia berniat berbagi dengan Kriss si pemilik rumah.
Ketika sebentar lagi akan selesai,Kriss turun dari atas menuju dapur menghampiri Anna.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Kriss sinis.
"Tidak ada.Hanya saja sedang menguji layak pakai kompor dan panci mu saja."jawab Anna bercanda dengan ekspresi datar.
'dasar wanita ini'celetuk Kriss dalam hati.
"Oh...masih layak atau tidak?Jika tidak akan ku suruh asisten ku beli sekarang yang baru.Sebutkan berapa kompor yang kau mau?"ledek Kriss tidak mau kalah dari Anna.
"Semampu mu saja tuan."jawab Anna tidak kehabisan kata kata.
Kriss hanya mendengus kesal kehabisan akal.
"Kau mau?"Anna menawarkan semangkuk mi yang ia hidangkan di depan Kriss.
Aroma mi instan langsung saja menusuk masuk ke indra penciuman Kriss.Sungguh menggoda perut.
Kriss hanya tersenyum tipis sembari mengambil garpu dan sendok yang berada di sisi kiri nya.
"Nama ku Anna."Anna memperkenalkan diri sambil duduk di hadapan Kriss memegang mangkuk mi instan miliknya.
"Aku Kriss."ucap Kriss datar lalu menyeruput mi miliknya.
"Apa pekerjaan mu?"sambung Kriss.
"Aku belum bekerja.mungkin besok aku mencari pekerjaan."ucap Anna mengadukan aduk mi nya.
Kriss menatap datar Anna.
"Heeh...kau tenang saja lah pak.Aku pasti dapat pekerjaan yang bisa untuk membayar sewa kamar ku."sambung Anna.
Kriss memalingkan wajahnya ke samping.
"Ayo makan lah mi instan mu.Jika terlalu lama nanti mi nya jadi keras lagi".Anna mengetuk mangkuk Kriss dengan garpu nya.
____
Kriss sedang mencuci wajah di kamar mandi.
Ia mendengus pelan sambil menatap wajah nya di cermin.
"Kenapa sih aku bisa tertarik pada wanita itu."gumam Kriss kesal akan perasaan nya.
"Kenapa semua bisa kebetulan seperti ini? berjumpa di toko buah,lalu di bar kemudian ia meneduh di luar pagar ku dan sekarang dia menyewa kamar di rumah ku.Hmm.....apa mungkin ini jodoh?"Tanya Kriss pada diri nya sendiri.
"Ahh...tidak... perasaan apa ini! Aku sungguh tidak suka pada nya!Dia itu hanya janda.Masa iya aku menyukai seorang janda.."Kriss mengusap kasar wajah nya dan kembali ke peraduan mimpi.
Fajar mulai hilang dengan muncul nya matahari pagi yang indah.Air hujan tadi yang menetesi dedaunan jatuh perlahan.Suara kicau burung menambah kedamaian pagi yang cerah.
Kriss sudah siap untuk berangkat kerja.Ia sudah terbiasa bangun pagi.Hari ini ia ada jadwal operasi jam 10 pagi.Kriss menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu.Bahkan hampir semua properti rumah nya terbuat dari kayu.
Ketika ia melihat ke arah dapur ia di kejutkan oleh sosok wanita berambut panjang lurus tertidur pulas dengan wajah dia atas meja makan berbantalkan kedua tangannya.
"Dasar wanita ini."kesal Kriss.
Ia langsung menghampiri sosok wanita yang tak lain adalah Anna.
"Hey!hey kau!"Kriss menggoyangkan bahu Anna.
Tapi Anna tidak bangun.
"Hey!dasar pemalas! Jam segini masih belum bangun.hey bangun!"ucap Kriss dengan suara bariton nya.
Anna mendengar terkejut dengan suara bariton Kriss.Ia terbangun tapi tidak berani mengangkat wajah nya dan memutuskan untuk berpura-pura tidur karena malu.
Kriss tidak menyadari kalau Anna sudah bangun.Ia segeralah meletakkan tas kerja nya dan menggendong Anna.Tapi Anna tatap saja kekeh tidak mau bangun.
'Aku harus apa? Apa aku bangun saja? Kalau aku bangun pasti dia marah.Tapi aku mau dia apakan?'gelisah Anna dalam hati.
Kriss membawanya ke kamar Anna dan memasukkan Anna ke dalam bathtub yang sudah terisi air dingin.
Kriss menceburkan Anna ke dalam bathtub.
Anna spontan menarik dasi Kriss dan Kriss yang hilang keseimbangan pun terjatuh kedalam bathtub bersama Anna dengan posisi Anna di bawah tubuh Kriss.
"Ahhh...dingiinn nyaa!!"jerit Anna.
"Kau!"hardik Kriss marah karena ia ikut basah.
"Aaa.....aku kenapa?"tanya Anna gugup tapi dengan wajah polos.
Kriss bangkit berdiri di hadapan Anna.
Anna melihat baju Kriss yang basah dan membuat tonjolan roti sobek Kriss terlihat.
Anna menelan Saliva nya kasar.
Glekk....
"Apa yang kau lihat?!"bentak Kriss.
Anna langsung fokus menatap marah wajah Kriss.
"Kenapa kau marah pada ku?!"bentak Anna tak mau kalah.
"Kau tidak lihat ini?!baju ku basah dan aku harus berangkat kerja!"Kriss mulai marah.
"Hey,hey.siapa yang melakukan nya?bukankah kau yang menceburkan ku ke sini?"Anna juga tak kalah marah dengan Kriss.
Anna bangkit.ia menggunakan baju tidur berwarna putih yang tipis dan karena terkena air dalaman Anna terlihat karena Anna menggunakan b*a dan cd berwarna hitam.
Gantian Kriss menelan Saliva nya melihat pemandangan ini.Semua lekuk tubuh Anna menonjol akibat basah.Dan bokong besar Anna terlihat jelas.
"Apa kau tidak lihat aku juga basah?!"bentak Anna.Tapi Kriss masih tertegun melihat penampilan Anna.
"Apa yang kau lihat?!dasar mesum!"maki Anna sembari keluar dari bathtub melewati Kriss dengan menyenggol lengan Kriss sengaja.
'Ada apa dengan otak ku?'Kriss menyadarkan diri nya.
"Keluarlah dari kamar ku!"pinta Anna memegang handuk dan menutupi sebagian tubuhnya.
Kriss membalikkan badannya dan hanya membuang muka lalu pergi dari kamar Anna.Anna menutup pintu dengan membanting keras.
Kriss menghela nafas.Lalu ia melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangan kiri nya.Jam menunjukkan pukul 8.16 pagi.
"Masih sempat."gumam Kriss kecil.
Ia kembali ke kamar nya berganti pakaian lalu berangkat bekerja.
Anna sudah siap untuk melamar kerja.Ia menggunakan celana jeans di padukan denga kemeja berwarna putih kotak kotak.Ia memakai sepatu sneaker putih.
Anna pun keluar dari rumah itu sambil bersenandung kecil.
Anna hanya tamatan SMA saja dan mungkin hanya akan di terima di toko pakaian atau menjadi pelayan resto saja.
Ketika melewati kedai kopi bernuansa klasik Anna melihat ada brosur lowongan pekerjaan yang di tempel di dinding dekat pintu masuk kedai kopi itu.
Mereka sedang mencari 2 orang wanita sebagai pelayan di kafe itu.
Anna bergegas masuk ke dalam.
"Permisi mas.Saya mau tanya.Masih ada lowongan pekerjaan di sini?"tanya Anna pada seorang barista laki-laki yang berada di situ.
"Masih mbak.Kami butuh satu orang lagi."ucap pria itu.
"Kalau begitu saya mau mas."pinta Anna.
"Mari mbak.Bertemu owner nya dulu."ajak barista itu.
Anna pun mengekor pria itu hingga sampai ke ruangan owner nya.
"Permisi pak.Ada yang ingin bekerja di sini."ucap pria itu.
Owner nya seorang pria yang sedang membaca majalah.seketika ia menurunkan majalah yang menghalangi wajah nya.
Anna ternganga melihat wajah owner itu.