Bring Me

Bring Me
Nomor asing



"Kenapa Kriss tidak memberitahu kita apapun,pa.Kenapa dia melakukan ini?!!"histeris Megi saat mengetahui anaknya mendonorkan jantung untuk Anna.


"Mama tenang ma!!!"bentak ayah Kriss yang masih fokus menyetir menuju rumah sakit cabang tempat Kriss berada.


Sedangkan kakek Kriss syok dan pingsan di rumah sakit pusat karena mengetahui cucu tersayangnya itu mendonorkan jantungnya.


Di sisi lain Arina terlihat semakin membenci Anna.Tapi ia juga terlihat sedikit lega karena jika Kriss tiada satu kejahatannya tidak akan Kriss ketahui ketika berusaha menghabisi nyawa Anna.


"Aku tidak tahu dosa apa yang sudah ku lakukan sehingga kau merebut semua yang seharusnya milik menjadi milik mu.Kau pikir kau akan terus bisa hidup tenang?Aku akan membuat mu gila segila-gilanya."geram Arina di lorong rumah sakit tepatnya di depan kamar Anna sekarang di rawat.


Sudah 12 berlalu setelah operasi Anna berjalan lancar.


Kini Anna di temani oleh ibunya, Abraham, Shaun dan Freya yang kebetulan sudah pulang dari luar negeri dan langsung mengunjungi Anna.


Perlahan mereka yang berada di sana melihat pergerakan tangan Anna yang berusaha bangun.Senyuman penuh harap terlukis di wajah perlahan kembali Anna membuka matanya dan berusaha menangkap pemandangan yang ia lihat.Mulai dari ia menatap semua orang yang berada satu persatu di sana.


"Anak ku..."lirih ibu Anna bahagia Anna sudah sadar.


"I.."dada Anna terasa nyeri ketika ingin bersuara.


"Anna,kau tenang dan jangan banyak bicara dulu."ucap Shaun.


"Kau baru saja menjalani operasi besar.Mungkin kau masih agak terbatas melakukan apapun."sambung Shaun.


Anna melotot kaget.


Benar saja ia kembali merasakan nyeri ketika sedikit bergerak.


"Kau baru saja tranplantasi jantung,nak."sambung ibunya.


Anna langsung menggerakkan perlahan tangannya mengelus perutnya.


"Anak mu baik-baik saja.Dia anak yang kuat."ucap Freya menyadari Anna mengelus janin di perutnya.


Anna menitikkan air matanya.


'Di sini ada Shaun,pasti Kriss juga berada di sini.Tapi di mana dia?'batin Anna.


'apa hanya Shaun saja yang mewakilkannya datang?huh...kenapa aku harus bertanya tentangnya?bukankah aku seharusnya pergi menghindarinya.Dan iya,aku ingat!aku kan baru saja mengalami kecelakaan pesawat..'batin Anna lagi mengingat kejadian kecelakaan pesawat itu.


Braakkk!!!!


Pintu kamar Anna di dobrak hebat oleh Megi yang marah.


"Hey wanita ******!!! beraninya kau membunuh anak ku!!!"maki Megi nyalang sambil menuju Anna sambil membawa vas bunga ingin memukul Anna.


Dengan sigap Shaun menangkap tangan wanita paruh baya itu dan menahannya.


Anna terlonjak kaget dengan penuturan Megi.


"Kau pembunuh!!!pembawa sial!!!kenapa anak ku harus bertemu dengan mu hah!!!****** kau!!"maki Megi.


"Hey ada apa ini?!!"tanya ibu Anna marah.


"Apa yang mama lakukan?!"bentak ayah Kriss yang baru saja masuk.


"Diam kau?!!!kau tidak usah sok pahlawan membela ****** kurang ajar itu!!"Megi menatap nyalang ibu Anna.


Plakkk!!satu tamparan mendarat sempurna di pipi Megi.


"Kurang ajar kau!!"maki Megi marah.


"Kau yang kurang ajar!!tidak tahu sopan santun!!"bentak ibu Anna tidak mau kalah.


"Aku ibunya!!jika kau punya masalah dengan anak ku hadapi aku!!"teraik ibu Anna.Freya Segera merangkul ibu Anna agar tidak terlalu emosi.


Megi ingin menghajar ibu Anna tapi di halangi balik oleh Shaun.


"Beraninya kau menghalangi ku?!ku pecat kau!!"ancam Megi pada Shaun.


"Mama!! tolong sedikit beretika!!"bentak ayah Kriss yang merasa malu akan tingkah laku istrinya.


"Nyonya silahkan pecat saya!!"Shaun menghempaskan tubuh Megi ke arah ayah Kriss dan di tangkap oleh ayah Kriss agar tidak terjatuh.


"Beraninya kau!!!"bentak Megi.


"Sekarang aku hanya akan membantu nona Anna.Surat wasiat tuan muda mengatakan 50% semua aset tuan jatuh menjadi milik nona Anna.Sedangkan 50% lainnya masih atas nama Tuan Besar."jelas Shaun.


'apa?kenapa Kriss melakukan ini?kenapa ada surat wasiat?di mana Kriss sebenarnya?'batin Anna panik.


Anna berusaha bersuara tapi nyeri di dadanya membatasi.


"Cukup!!!jika kau ingin harta anak mu itu maka ambillah!"ucap ibu Anna nyalang.


"Kami tidak membutuhkan itu!!!kami memang berhutang budi pada mu tapi itu semua keputusan anak mu sendiri.Dia ingin bayi nya hidup!!"ucap ibu Anna lagi.


Anna pingsan karena syok dengan keadaan ini.Tapi tidak satupun dari mereka yang ribut itu menyadari hal itu.


"Bayi??anak mu si ****** itu hanya memanfaatkan bayinya saja!!belum tentu itu anak Kriss!!"hina Megi.


Plakk!!!


Satu tamparan mendarat di pipi Megi lagi.Ia melotot marah pada wanita yang sedang berselisih dengannya itu.


"Papa kenapa hanya diam?!! mereka mengambil anak kita pa."marah Megi pada suaminya yang hanya diam.


"Mama pantas mendapatkan itu.Mama seharusnya sedikit beretika,ma.Ayo keluar!"tarik ayah Kriss yang malu.


"Papa akan membiarkan ini begitu saja?!nasib anak kita bagaimana pa?!!"tolak Megi.


"Maaf sebelumnya nyonya atas perlakuan istri saya.Tapi saya akan tetap membawa hal ini ke jalur hukum.Jangan terlalu senang dulu."ancam ayah Kriss tenang.


Lalu ayah Kriss menarik paksa istrinya keluar dari kamar Anna.


Ibu Anna mendudukkan tubuhnya ke sofa.Shaun teringat akan Anna.Sesegera mungkin ia menoleh ke arah Anna dan menyadari Anna tidak sadarkan diri.


Sedikit panik ia mendekati wanita tuan mudanya itu.


"Nona!nona!"menepuk pelan bahu kanan Anna.


Ibu Anna dan Freya yang memperhatikan itu segera mendekati Anna dan Shaun.


"Kenapa dengan Anna?"tanya ibu Anna panik.


"Sepertinya dia pingsan nyonya."jawab Shaun lalu bergegas keluar mencari dokter.


"Sudah tante.Jangan khawatir dulu,mungkin tadi Anna hanya sedikit terkejut saja makanya pingsan."Freya menenangkan ibu Anna yang gelisah.


Beberapa saat kemudian Shaun datang bersama dokter.Dokter pun segera memeriksa Anna.


"Pasien hanya pingsan.Mungkin sebentar lagi akan bangun.Apa ada keluhan lain sebelum pasien pingsan?"tanya dokter.


"Sepertinya tidak ada,dok."sahut ibu Anna.


"Kalau begitu saya akan pamit dulu.Tolong untuk menjaga pasien agar tidak terlalu tertekan apa lagi harus sampai syok.Pasien masih masa pemulihan."saran dokter.


"Baik dokter.Terimakasih."ucap ibu Anna.


"Sama sama nyonya."sahut dokter itu.


"Saya pamit dulu."ucap dokter itu.


"Baik,dok.Terimakasih."ucap Shaun.


Dokter tersenyum lalu pergi keluar dari kamar itu.


Drrtttt....


Telepon Shaun bergetar.Shaun pun menatap layar ponselnya,ada panggilan masuk dari nomor tidak di kenal.


'Siapa ini?'batin Shaun.


Shaun enggan menjawab nomor asing itu.Tapi setelah ponsel itu berhenti berdering nomor itu lagi-lagi masuk.


Karena merasa mungkin ini sesuatu yang penting Shaun pun izin pamit keluar untuk mengangkat telepon tersebut.


"Hallo?"sapa Shaun pada orang yang di sebrang sana.


"Kenapa kau lama sekali?!"amuk pria yang di sebrang telepon itu.


Shaun yang sangat mengenal suara itu pun terkejut bukan main.


💨💨💨


Jangan lupa tinggalkan jejak di like,komen dan pastika n masukkan ke daftar favorit kalian ya para readers 🤗🥰


Terimakasih buat kalian yang masih setia baca sampai bab ini🥰🥰🥰...


...****************...