
Pagi menyapa perlahan anna membuka matanya.
Ia menangkap pemandangan kriss sedang memainkan ponselnya.
"Sudah bangun?"sapa kriss.
Anna hanya tersenyum.
"Aku ingin pulang.."pinta anna.
"Pulang?"kriss tersenyum kecil.
"Kau sudah merasa mendingan?"tanya kriss sambil mendekati anna.
"Sudah..ayo lah pulang."rengek anna.
"Nanti saja sekalian aku pulang kerja,kita akan pulang."ucap kriss mengelus puncak kepala anna.
"Kau akan pergi bekerja?"tanya anna.
"Iya."jawab kriss.
"Kau bekerja pulang sore dan aku di sini hanya sendiri.Lebih baik hubungi freya jika dia tida sibuk."ketus anna kesal.
"Ya ampun bukan begitu.."sela kriss.
Kriss ingat perkataan lussi bahwa ibu hamil akan lebih sensitif.
"Begini,aku akan membawa mu ke ruangan ku.Di ruangan ku ada kamar istirahat di sana.Jadi aku bisa menemani mu jika tidak sibuk."jelas Kriss.
"Ruangan mu?"anna memicingkan matanya.
"Iya...ehmm...anna sekarang ini kita berada di rumah sakit milik ku."jelas kriss lagi.
"Ooo.."anna mulai mengerti.
"Kau faham sekarang?bisa kita pergi?"tanya kriss.
"Bisa."jawab anna.
Kriss menuntun anna turun dari brankar.
"Masih pusing?"tanya kriss.
"Sedikit."jawab anna.
"Kita naik kursi roda saja."kriss mengambil kursi roda yang berada di sudut ruangan.
Anna pun duduk di atas kursi roda itu.
Kriss membawa anna ke ruangan nya yaitu lantai paling atas gedung rumah sakit milik nya itu.
Sesampainya di ruangan kriss,kriss membawa nya masuk ke dalam kamar nya.
"Mau mandi?"tanya kriss.
"Tapi baju ku..."anna terdiam ketika kriss meletakkan paper bag di pangkuan anna.
"Bawa anak ku mandi, aku akan menyiapkan sarapan di sini."ucap kriss sambil menatap teduh anna.
Anna benar-benar terlena dengan tatapan kriss.
"Anna.."panggil kriss menyadari anna melamun.
Anna pun tersadar.
"Kriss...ada yang ingin aku tanyakan."ucap anna membuat Kris penasaran.
"Apa itu?"tanya kriss.
"Kapan kau akan menikahi ku?"tanya anna membuat Kris tersontak.
"Anna..kita akan melakukan dalam Minggu ini.Pernikahan itu butuh banyak persiapan."jelas kriss.
"Persiapan apa?Tidak perlu harus mewah kriss."pinta anna.
"Tapi anna aku ingin membuat kesan dalam pernikahan kita nanti nya.Kau tenang saja.aku akan atur semua nya."ujar kriss.
"Tapi...aku malu,jika pernikahan kita terlalu di publis.Sedangkan aku hanya rakyat kecil.Kau perlu tau aku bukan terlahir dari orang kaya seperti mu."ucap anna.
"Aku mengerti perasaanmu.Tapi kau tidak boleh terlalu berkecil hati.Aku tulus mencintai."kriss menggenggam erat tangan anna.
"Bagaimana dengan ibu mu?"tanya anna lagi.
"Jika ibuku tidak menyukai mu belum tentu ayah ku juga.Jika ayah ku menyetujui ini ibu ku bukan hal yang rumit.Walaupun nanti nya ia menolaknya tapi dengan berjalan nya waktu pasti ia akan menerima mu."nasehat kriss.
Anna hanya mengangguk kecil.
"Aku rasa anak ku ingin mandi.Apa perlu papa mandi kan?"canda kriss menatap perut rata anna.
"Apaan sih."anna mendorong kriss agar menjauh darinya.
"Mandilah."pinta kriss tersenyum lebar.
Anna pergi dengan wajah kesal nya ke kamar mandi.
Kriss keluar dari kamar itu menuju meja kerja nya.
Baru saja mendudukkan bokongnya kriss kedatangan tamu yang tak lain adalah Arina.
Ia menggunakan baju yang sangat ketat dan minim.
Belahan dada Arina sangat terlihat.
"Kriss.."sapa Arina.
"Arina?apa yang membawamu kemari?"tanya kriss langsung.
Arina ingin memegang tangan kriss tapi di tepis oleh kriss.
"Kenapa?"Arina terkejut.
"Aku bilang semalam ada yang ingin aku bicarakan denganmu."ucap kriss.
Dengan kesal arina duduk di sofa tamu.
Kriss duduk di sofa hadapan arina.
"Katakan"ucap arina kesal.
"Segeralah menjauh dari ku.Aku akan menikah."ucap kriss to the point.
"What?are you kidding me kriss?"ucap Arina kaget.
"Aku serius.Dan aku hanya ingin mengatakan itu saja pada mu."ucap kriss.
"Tapi kenapa dengan wanita lain.Kau tega dengan ku kriss?"Arina berusaha merayu Kriss dengan mendekati kriss.
Kriss adalah pria normal.Ia menelan saliva ketika melihat belahan dada Arina.
"Menjauh lah Arina."pinta kriss.
"Kenapa kau melakukan ini?"lirih arina.
"Kau tahu aku sangat mencintai mu Kriss."Arina mengeluarkan air mata palsu nya.
Anna yang baru selesai mandi dan hanya berbalut handuk mengintip kriss dan Arina.
Hati nya agak terasa sakit.Apa lagi ia tahu kalau Arina sedang berusaha menggoda kriss.
Tapi anna memiliki ide terlintas di benak nya.
Anna membuka balutan handuk nya dan ia bertelanjang bulat naik ke atas ranjang dan menutup tubuh mulus nya dengan selimut.Lalu...
"Kriss..."panggil anna.
Kriss mendengar itu langsung menuju ke dalam kamar di ikuti oleh Arina yang kepo siapa yang sedang memanggil nama kriss dari dalam kamar.
"Anna..."gumam kriss melihat anna berbalut di tas ranjang.
Arina pun membelalak kan mata nya melihat ada sosok wanita di tempat tidur kriss.
Selama menjalin hubungan dengan kriss Arina tidak pernah masuk ke dalam kamar kriss ini.
"Siapa dia kriss."tanya arina emosi.
Kriss tidak menghiraukan Arina.
Kriss mendekati anna.
"Ada apa anna?"tanya kriss lembut.
"Aku ingin mandi.Tapi aku lemas sekali karena perbuatan mu..."rengek anna manja.
Anna menyingkap selimut nya dan hanya menutupi *********** hingga kaki saja.
Leher jenjang dan bahu yang indah milik anna terlihat menggoda.
"Anna.."lirih kriss pelan.
"Kalian..!!!"bentak Arina kesal.Lalu ia keluar dari kamar dan ruangan kriss karena melihat adegan ini.Arina berpikir mereka baru saja melakukan sesuatu.
Melihat Arina pergi anna tersenyum puas.
"Kau mulai nakal!"Kriss menggeleng.
"Aku hanya ingin membantu mu."anna memutar jengah bola matanya.
Kriss menakuti anna.Ia perlahan merangkak naik ke atas ranjang mendekati anna.
Anna mundur perlahan karena aksi kriss ini.
"Kau mau apa?"tanya anna.
"Kenapa sandiwara tidak di tuntaskan?"ujar kriss tersenyum mesum.
Anna ingin bangkit tapi selimut nya di tarik oleh kriss dan anna masih memegang erat selimut itu hingga pundak sampai pinggang anna terlihat oleh kriss.
Kriss menelan saliva nya.Awal nya ia hanya ingin menakuti anna mengapa ia mulai ingin menyentuh.
Anna terdiam tidak ingin menatap kriss.
"Pergilah!"usir anna.
Tapi kriss dengan lembut menyentuh pundak mulus itu.Anna terlena dengan belaian lembut kriss.
Kriss menyelusupkan kepala di leher jenjang anna.
Anna merasakan sensasi lain.Seperti ia ingin kriss melakukan hal yang lebih dari ini.
Kriss menciumi setiap inci leher anna.
Mereka sama sama mulai terbawa arus.
Namun....
Tok..tok..tok..
Ketukan pintu dari luar berulang kali.
Aktivitas mereka pun terganggu.Kriss terpaksa berhenti dan turun dari ranjang membuka keluar kamar dan membuka pintu ruangannya.