Bring Me

Bring Me
Restu



Anna dan Kriss berbaring di atas tempat tidur.Kedua nya menatap langit langit kamar itu.Sedangkan bayi mereka berada di dalam Crib(Baby box).


"Aku ingin tahu apa yang membuat mu menjauhi ku." Ujar Kriss secara tiba tiba.


Anna sudah mengira Kriss akan membicarakan ini.


"Jawab tidak ya,," Anna malah menggoda Kriss.


"Aku sedang serius," ketus Kriss kesal.


Cup!


Anna mencium pipi itu yang membuat Kriss tersenyum malu.


"Cepat katakan.Aku tidak akan tertipu." Kriss memandang kesal Anna.


"Baiklah.Kau mau mulai dari mana?"


"Hmm,,,bagaimana ketika kau pergi saat acara pernikahan kita." Ucap Kriss.


"Huft.." Anna menghela nafas menyiapkan diri.


Akhirnya Anna menceritakan semua sedetail detail nya.Bagaimana perlakuan ibu nya terhadap Anna.Kriss merasa sangat berdosa atas apa yang sudah wanita nya alami.Ia memendam amarah terhadap ibu nya.


Keesokan hari nya,Anna dan Kriss sedang berada di dalam lift menuju lantai 8 apartemen yang ia tempati sebelum nya.Sebenarnya di sana juga terdapat apartemen milik Kriss.Kenapa mereka tidak menempati nya karena Shaun berada di sana.Kriss tidak ingin ada yang menganggu nya dan Anna.


Mereka pum sampaj di depan pintu apartemen itu.Anna memasukkan sandi pada layar kecil di pintu itu dan pintu pun terbuka.


"Tiba tiba aku teringat sesuatu.Setelah menyapa ibu aku akan pergi." Ucap Kriss sebelum masuk.


Anna mengangguk.


"Baiklah." Sahut nya.


"Ibu?" Panggil Anna sambil berjalan masuk.


Ibu muncul dan menyambut mereka dengan hangat walau terlihat sedikit bingung dengan kehadiran Kriss.


Baru saja Anna tersenyum manis ingin memeluk ibu nya,Freya muncul dari belakang ibunya yang membuat senyuman tadi berubah datar.


"Akhir nya sampai juga,,," ucap Freya dengan binar mata yang aneh.


"Eh?" Freya bingung melihat kehadiran Kriss.


"Jangan bilang kalian,, " Freya menunjuk ke arah Anna dan Kriss dengan kedua tangan nya mengacungkan jari telunjuk.


Anna mengangguk kaku.


"Wahh,,,seperti nya emosi ku semakin memuncak.Kurasa aku akan stroke." Heboh Freya.


"Kau sedang apa di sini?" Tanya Kriss pada Freya.


"Tentu saja melihat keponakan ku yang lucu ini" jawab nya menatap gemas Jimmy yang dalam gendongan Anna.


"Sudah ayo masuk." Ajak Ibu nya.


Semua nya pun masuk ke ruang tamu.Mereka duduk di sofa.


"Bagaiamana keadaan mu nak?" Tanya ibu pada Anna.


"Sudah berangsur pulih bu.Hanya saja luka ku masih terasa nyeri." Jawab nya.


"Bagaiamana bisa nak Kriss ada di sini?" Tanya ibu sambil menoleh ke arah Kriss.


"Ah,itu,," Anna bingung harus bicara apa.


"Saya dan Anna akan menikah.Dan kami meminta restu dari ibu." Ucap Kriss memotong.


Ibu terlihat menatap ke arah meja dengan tatapan kosong.


"Saya juga baru tahu kalau selama ini ibu saya mempersulit Anna.Wanita yang sangat saya ingin kan cuma Anna.Restu ibu adalah sebuah pencapaian terbesar saya setelah sekian lama bersabar menunggu Anna." Sambung nya lagi.


"Apa benar ini anak mu?" Tanya ibu secara tiba tiba.


Pipi Anna memanas.


"Aku buat minuman dulu ya ke belakang." Pamit Anna lalu bergegas ke belakang.Ia merasa malu.


Ternyata Freya mengekori nya di belakang.


"Bagaimana kalian bisa bertemu?" Tanya Freya yanh mengejutkan Anna dari belakang.


"Kau ini!" Anna memukul pelan bahu Freya karena kaget.


"Cepat katakan!" Desak Freya.


"Itu,,,kenapa kau sangat penasaran?" Ketus Anna lalu segera meraih gelas kopi.


"Hey cepat jawab!" Desak nya lagi.


"Nanti saja!" Ketus Anna.


"Baik lah.Kau berhutang pada ku." Ucap Freya dengab ekspresi kesal.


Anna membawa 4 cangkir kopi di atas nampan.Diri nya terheran heran tak melihat sosok Kriss di sana.


"Kemana dia bu?" Tanya nya pada ibu.


"Sedang mengangkat telpon ke luar." Jawab ibu.


"Dia pria yang romantis ya." Gumam ibu memuji Kriss.


Pipi Anna kembali memerah.


"Ngomong apa sih bu." Ketus nya.


"Menikah lah nak.Jimmy juga butuh sosok ayah.Jangan buat nasib nya sama seperti mu karena keegoisan ibu." Ujar ibu sedih.


"Apa yang ibu katakan?sudah lah bu.Ayah sudah tenang di alam sana.Walau hadir sebentar aku bahagia karena aku tahu ayah juga sangat menyayangi ku." Anna memeluk ibu nya yang mulai menitikkan bulir bulir bening.


"Maafkan ibu nak." Ucap ibu.


"Sudah lah bu." Sahut nya.


Freya ikut bersedih melihat drama ibu dan anak ini.


Kriss kembali duduk di tempat tadi.Ia menatap bingung Anna yang baru saja melepaskan pelukan ibu nya.


"Nak Kriss..." Panggil ibu.


"Iya,bu?" Sahut nya.


"Segera lakukan pernikahan.Saya merestui hubungan kalian." Ucap ibu yang membuat kedua mata Kriss berbinar.


Malam tiba,mereka berdua merasa damai.Semua yang berjalan baik baik saja.Kini kedua nya sedang bercengkrama di balkon sedang menikmati angin malam.


"Aku merasa sangat tenang akhir akhir ini." Ucap Kriss yang memeluk Anna dari belakang.


Anna membalikkan badan nya dan memberikan kecupan pada Kriss.Dan Kriss membalas itu dengan ciuman di bibir yang lembut.


"Aku mencintai mu." Ucap nya pada wanita yang sangat ia cintai.


"Aku juga,," sahut Anna.


Baru saja menikmati kedamaian itu.Dari balkon Kriss melihat mobil yang sanga ia kenal baru saja memasuki halaman nya.


Ekspresi wajah nya langsung berubah muram.Kriss melepaskan pelukan nya.


Anna menatap heran diri nya yang tiba tiba berubah.


"Ada apa?" tanya Anna.


"Kau jangan keluar dari kamar.Ada tamu tak di undang datang." ucap nya dengan datar.


Melihat ekspresi Kriss seperti itu,seperti nya tamu ini sangat tidak ia sukai.