
Anna membuka matanya.Ia menyapu semua pemandangan di kamar rawat inap yang kosong itu.
"Aku kenapa?"gumam Anna sambil meringis sakit pada bagian bawah perutnya.
Ia segera meraba perutnya yang sudah rata.
'Bayiku!apa aku...'Anna menangis sangat sedih.
'Kenapa aku tidak pernah bisa melihat wajah anak ku.Kenapa mereka selalu berakhir menyedihkan seperti ini..'jerit Anna dalam hati.
Ceklek....
Kriss masuk sambil membawa beberapa camilan.Anna membulatkan matanya menatap Kriss.Emosinya campur aduk.
"Untuk apa kau masih di sini?!?"teriak Anna penuh emosi.Anna melempar semua benda yang berada di atas nakasnya sambil menahan sakit luka operasi di bawah perutnya.
Kriss meletakkan bawaannya ke atas sofa berusaha mendekati Anna.
"Anna,tenanglah."rayu Kriss sambil mendekati Anna.
"Untuk apa lagi kau datang!!belum puaskah kalian menghancurkan semua!!kau pembunuh!!pembunuh..."suara Anna serak.Ia terisak tangis sangat pilu.
"Tenang Anna!!"bentak Kriss.
Anna terdiam menatap sendu Kriss.
"Aku akan tenang..aku akan tenang jika tidak bertemu kau lagi!!kau jahanam!!kau membunuh anak ku!bunuh aku sekalian!!kau tunggu apalagi!!"teriak Anna masih dengan suara seraknya.
"Cukup Anna!!siapa yang membunuh anak mu?!Anak mu selamat.Dia masih berada dalam inkubator!"jelas Kriss dengan nada sedikit tinggi.
"Se..se..lamat?"Anna sedikit bergetar.
"Ia,jadi kau tenanglah.Aku akui aku salah.Tapi sekarang anak kita baik-baik saja walaupun prematur."Kriss mulai memberanikan diri memeluk Anna.
Anna sedikit tenang.
"Benarkah?"lirih Anna sambil meneteskan air mata bahagia.
" Apa kau bilang tadi?anak kita?hhahh,,haha,,"Anna tertawa pahit.
" Kau terlalu percaya diri kalau itu anak mu.Lebih baik kau yang enyah atau aku?aku tidak ingin berurusan dengan mu."ucap Anna dengan wajah tak suka.
Kriss hanya terdiam.
"Untuk apa kau masih di sini?"Anna melirik Kriss.
Bruukk!!!
Kriss menjatuhkan harga diri nya dan berlutut d hadapan Anna.
"Aku mohon di mana letak salah ku tunjukkan.Dosa apa yang ku perbuat?aku harus bagaimana lagi agar kau mau memaafkan ku?" lirih Kriss.
Anna tidak habis pikir Kriss akan seperti ini.
"Apa apa an kau ini?" Anna masih tak ingin luluh.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu."ucap Kriss.
" Bangkitlah!"ucap seorang pria dari belakang Kriss yang tiba tiba muncul.
Kedua nya tersontak kaget dengan kehadiran Hansen.
"Seharus nya kau tanyakan pertanyaan itu pada ibumu.Serendah apa Anna sampai tidak bisa hidup dengan mu yang paling mulia?sebesar apa dosa Anna pada ibumu?" ujar Hansen.
"Ibumu selalu berupaya memisahkan kalian,hanya karena Anna tidak sesuai gengsi nya."
"Pergilah.Tenngkan diri mu.Seharus nya kau yang paling tahu bagaimana kondisi seorang ibu pacsa melahirkan." sambung Hansen lagi.
Kriss memang tidak suka dengan Hansen.Tapi perkataan Hansen ada benar nya.Tidak seharus nya ia bahas masalah itu sekarang dengan kondisi Anna seperti ini.
Kriss bangkit dengan lesu dan menatap sendu Anna yang membuang muka ke arah lain,lalu ia meninggalkan ruangan itu.
"Kau baik baik saja?" tanya Hansen setelah kepergian Kriss.
"Apa aku terlihat begitu baik?apa mata ku terlihat hidup sekarang?jikalau bukan karena anak itu aku sudah tidak punya keberanian untuk hidup." lirih Anna yang kini dalam pelukan Hansen.