
Dengan langkah santai Kriss memasuki kamar kakeknya.
"Kakek."sapa Kriss mendekati kakeknya yang duduk di kursi goyang menatap pemandangan di luar kamar.
Kakek hanya menoleh ke arah cucunya itu.
Kriss menarik salah satu kursi untuk duduk di dekat kakeknya.
"Apa kakek baik baik saja?"tanya Kriss berbasa-basi.
"Kenapa kau menerima pertunangan itu?!! bukankah kau bilang tidak akan pernah bersama dengannya lagi?!?"nada bicara kakek sangat tidak bersahabat.
"Maafkan aku kakek.Ini tidak seperti yang kakek duga."Kriss membela diri.
"Jadi apa maksud mu?!"kakek masih terlihat marah.
"Aku hanya butuh mainan sebentar,kek.Lagipula aku tidak lagi menyukai wanita itu.Tidak mungkin aku menjamah wanita yang kesuciannya hilang hanya untuk kepopuleran."jelas Kriss.
Kakek menatap dalam-dalam wajah Kriss mencari kebohongan yang mungkin sedang Kriss buat untuk meyakinkan kakeknya.
"Kenapa kau sangat bersemangat?apa ada sesuatu yang terjadi?"tanya kakek sedikit mereda.
"Tidak ada kek."Kriss tersenyum lebar.
'Aku tidak boleh mengatakan aku sudah menemukan Anna.'batin Kriss.
"Baiklah.Kau simpan saja sendiri.Yang penting kakek bisa melihat mu seperti ini,dan bukan melihat Kriss yang terpuruk."kakek menggenggam erat tangan cucu kesayangannya itu.
"Aku tidak akan pernah mengecewakan kakek."ucap Kriss.
"Asal kamu bahagia bertemu dengan Anna,kakek akan turut bahagia."ucap kakek lagi.
Deg!
Mimik wajah Kriss terlihat sedikit canggung.
'Untung saja aku belum beritahu.'batin Kriss.
"Kakek istirahat lah.Pasti perjalanan jauh ini melelahkan."Kriss mengubah topik pembicaraan.
"Baiklah.Kakek memang sudah mengantuk."sahut Kakek.
"Tunggu dulu."kakek teringat sesuatu.
"Nanti malam Aurora akan tiba di sini.Kakek harap selagi kau masih mempermainkan Arina lakukan lah pendekatan dengan Aurora.Kakek ingin menjodohkan kalian."ucap Kakek.
"Menjodohkan?"Kriss tidak habis pikir kakek malah menjodohkan dirinya secepat ini.
'Tidak!aku hanya akan menikahi Anna.Hanya dia wanita yang ku cinta.'batin Kriss.
"Baiklah kek.Akan ku pikirkan."sahut Kriss berpura-pura setuju.
"Ya sudah.Kau boleh keluar."ucap kakek.
Kriss melangkah keluar dari kamar kakeknya.
Saat melewati ruang keluarga Kriss melihat kedua orang tuanya menatap gelisah pada anaknya itu.
"Ma,pa.Kalian berdua kenapa?"tanya Kriss heran.
"Bagaimana?apa kakek mu masih marah?"tanya Megi langsung menghampiri Kriss yang masih berdiri.
"Sudah tidak lagi."sahut Kriss.Terlihat di wajah kedua orang tuanya ada kelegaan.
"Lalu,apa kau membatalkan pertunangan ini?"tanya Megi lagi.
"Tidak."jawab Kriss.
"Aku harus kembali ke rumah sakit.Masih ada pasien yang harus di tangani."ucap Kriss.
"Baiklah,nak.Berhati-hati lah."ucap ayah Kriss.
"Iya,nak.Hati-hati ya."Megi mengelus pundak Kriss.
"Iya ma,pa.Kalau begitu Kriss pamit."ucap Kriss lalu sembari pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
🍃🍃🍃
Ibu Anna sedang tertidur di sisi brankar anaknya yang sedang terbaring koma.Tiba-tiba sesuatu terjadi.Anna mengalami kejang-kejang.
Ibu Anna tersadar akan hal itu karena terusik oleh goncangan dari tubuh Anna.Ibu Anna menatap panik anaknya bingung harus berbuat apa sesaat.
"Dokter!!!"teriak ibu Anna ketika sudah tersadar harus memanggil dokter.
Sesaat kemudian ibu Anna kembali ke kamar Anna bersama seorang dokter dan seorang suster.
Dokter segera menangani Anna.Dan ibu Anna hanya berdiri cemas,panik,dan takut akan terjadi apa-apa pada anaknya itu.
Beberapa menit kemudian Anna berhenti dari kejang-kejang itu.
Ibu Anna langsung mendekati dokter.
"Bagaimana anak saya dok?"tanya ibu Anna cemas.
"Anak ibu mengalami Coronary Artery Spasm(CAS).Ini adalah salah satu jenis serangan jantung tanpa adanya penyumbatan di arteri."ucap dokter.
Deg!!
Ibu Anna terkulai lemas di lantai.
Suster merangkul si ibu duduk ke sofa.
Brakkk!!!!
Pintu kamar Anna terbuka dengan keras.
Semua mata tertuju pada Shaun yang menggebrak pintu itu.
"Ada apa dengan nona itu,dok?"tanya Shaun dengan nafas masih terengah-engah.
"Pasien mengalami Coronary Artery Spasm (CAS) tuan."ucap si dokter.
"Kita harus mengoperasi pasien sekarang."sambung dokter itu lagi.
"Apa?!!"Shaun sangat terkejut dan langsung meraih ponselnya menelepon Kriss.
Sudah 3 kali ia mendial nomor Kriss tapi tidak di angkat.
Di sisi lain Arina sedang merayu agar Kriss mau pergi jalan-jalan dengannya.Tapi Kriss sudah berkali-kali menolak permintaan Arina.Kriss sedang dalam perjalanan mengantar Arina yang tadinya datang ke kediaman Louman untuk mencarinya.
"Kau sungguh ingin mengantar ku pulang?"rengek Arina.
"Jika kau tidak ingin ku antar,maka turunlah cari taksi.Aku sedang sibuk."ucap Kriss datar.
"Ayolah.Belakangan ini kau sangat sibuk.Sekali-sekali temani aku."rengek Arina lagi.
Kriss baru menyadari kalau ponselnya berdering di jok belakang bersama dengan jasnya.
Ia Segera menepikan mobilnya dan meraih ponselnya di belakang.
Iya melihat 24 panggilan tak terjawab dari Shaun.
Kriss langsung menelepon balik Shaun dan langsung tersambung.
"Ada apa?"tanya Kriss sedikit jantung dag dig dug.
"Nona Anna gagal jantung dan butuh pendonor.Ia harus di operasi sekarang."sahut Shaun.
"Apa?!!!suruh dokter yang lain segera persiapkan ruang operasi aku sedang dalam perjalanan."ucap Kriss terlihat panik.
Lalu telepon ditutup.
"Keluarlah!!"perintah Kriss pada Arina.
"Kenapa?!kau bilang ingin mengantar ku pulang."bantah Arina.
Kriss sudah tidak sabar lagi untuk meladeni Arina segera turun dari mobil dan membuka pintu mobil di sisi Arina.
Ia menarik tangan Arina secara paksa.
"Kriss.. apa-apaan ini?!!lepas Kriss!!"teriak Arina yang tidak rela turun.
Tapi dengan mudah Kriss menarik keluar Arina.
"Kriss kau ini kenapa?!!"Arina emosi.
"Aku tidak punya waktu untuk meladeni mu!!enyahlah!!"bentak Kriss sambil menghembuskan tubuh Arina dan Arina terjatuh ke bawah.
Kriss segera naik ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Arina.
Hati Arina hancur dan malu ketika ia di campakkan begitu saja di tempat umum.Semua mata menatap heran dirinya lalu ada juga yang memotret dirinya karena tahu bahwa dia seorang model terkenal.
'Anna!!!!!Ini semua karena mu!!!'geram Arina penuh dendam.