
Anna sedang duduk di sebuah cafe bersama freya.
Ia seperti tidak memiliki gairah hidup.
Dan Freya sedari berjumpa tadi sudah menyadari bahwa ada yang salah dengan sikap anna.
"Anna..."panggil freya yang bosan melihat anna sedari tadi tidak banyak bicara malah melamun.
"Hem.."sahut anna.
"Apa kau punya masalah?"tanya freya ragu.
Anna malah hanya mendengus.
"Ada apa?"tanya freya lagi.
"Apa aku bisa mempercayai mu?"tanya anna balik.
"Ya tuhan anna.....jadi selama ini kau tidak menganggap ku amanah?cerita mu bagian mana yang sudah ku beber kan pada orang lain?"Freya berdecak kesal.
"Bukan begitu.hanya saja ini menyangkut tentang harga diri."ujar anna sambil mengaduk-aduk jus buah naga nya.
"Harga diri?"Freya menyipitkan matanya.
Anna hanya mengangkat kedua alisnya secara bersamaan.
"Memang nya harga diri siapa?"tanya Freya dengan wajah polosnya.
Anna menghela nafas.
"Frey...kau janji tidak akan memberi tahu siapa pun?"anna mencoba mempercayai freya.
"Janji anna."sahut freya.
"Aku sudah tidak perawan lagi."ucap anna tidak bersemangat.
"Tidak perawan?apa masalahmu tidak perawan?bukan kah kau sudah menikah?"freya di buat bingung dengan penuturan singkat anna.
"Arka sudah meninggal.dan kami juga belum sempat melakukan malam pertama karena posisi kami menikah juga di rumah sakit.Itu juga atas dasar permintaan arka."jelas anna.
"Jadi.siapa yang mengambil ke perawanan mu?!"freya memukul meja kesal.
"Ya ampun freya.kau ini berlebihan."anna merasa risih di lihati oleh orang sekeliling mereka karena freya.
"Maaf..."lirih freya malu.
"Lantas,siapa yang mengambil mahkota mu itu?"tanya freya menyambung pembicaraan.
"Tuan pemilik rumah tempat aku nge kost."anna menundukkan kepalanya.
"Ya ampun anna ...apa dia menindas mu?"freya menggenggam tangan anna.
Anna hanya menggeleng.
"Kami sama-sama di jebak."ujar anna.
Air mata di pelupuk mata anna mulai menganak Sungai.
"Sudah lah anna...."menenangkan anna.
"Tapi siapa yang tega seperti ini menjebak kalian?"tanya freya bingung.
Anna juga hanya menggeleng.
"Sudah lah anna.aku akan membantumu mencari pelaku nya."freya mencoba membuat suasana hati anna membaik.
"Tapi..."freya menggantung perkataan nya.
Anna mengangkat alis nya sebelah kanan.
"Apa kau tidak hamil?"bisik freya pelan ke telinga anna.
Anna terperanjat ia bahkan tidak memikirkan soal itu.
"Aku tidak tahu."anna tampak cemas.
"Sekarang begini anna.apakah dia membuang cairan nya di luar atau di dalam?"tanya freya pelan.
"Freya...aku tidak mengetahui nya.bahkan aku tidak ingat semuanya kejadian malam itu."wajah anna tampak kesal.
"Kau harus bertanya pada nya."ucap freya memberi saran.
"Apa kau gila freya?mana mungkin aku menanyakan hal seperti itu pada nya."bantah anna.
"Jadi harus bagaimana?yah kau tinggal tinggu saja morning sickness come."ledek freya.
"Freya.."keluh anna.
"Anna ...apakah dia mau bertanggung jawab?"tanya freya mendesak anna.
"Dia bilang iya.tapi aku tidak ingin jika harus melibatkan seseorang dalam masalah ku.apalagi jika kami menikah tidak di dasari cinta."tukas anna.
"Iya sih na...hmm..tapi bagaimana pun juga kalau kau hamil juga harus menikah dengan nya."saran freya.
"Kita lihat saja nanti."jawab anna lesu.
"Apa dia tampan?"tanya freya dengan rasa kepo nya.
"Tidak.bahkan jelek dan tua."anna berbohong.
"Pantas saja kau menolak."ledek freya.
Anna tertawa kecil.
Mereka pun melanjutkan mengobrol melepaskan rindu persahabatan mereka.
🍃🍃🍃
Malam tiba.anna baru saja di antar pulang oleh freya.Setelah anna turun freya pergi dari sana.
Anna memasuki rumah elegan itu.
Setiba nya di dalam anna melihat kriss yang sedang duduk termenung di sofa ruang tv.
Anna menghela nafas.
Kriss menatap wajah anna.
Anna langsung menunduk.
"Anna... aku mau bicara."panggil kriss dengan nada dingin.
Anna hanya menurut pada kriss.
Anna duduk di samping kriss dan berjarak sekitar 1 meter.
Kriss menghela nafas membuang rasa gugupnya.
"Aku minta maaf soal malam itu.dan aku ingin memastikan sesuatu."kriss membuka pembicaraan.
Anna menatap ragu wajah kriss.
"Aku ingin memastikan kau hamil atau tidak."ujar kriss.
"Mungkin kalau sekarang kita belum tau apa-apa tentang kehamilan itu.pasti dalam beberapa Minggu ini jika memang benih itu tumbuh kau harus mengecek nya dan memberitahu aku." Jelas kriss.
"Aku akan membantu mu anna menyelesaikan nya.ini tanggung jawab ku."sambung kriss.
Anna hanya tertunduk lagi.air mata menetes di pipinya.
"Jika kau tidak keberatan aku akan membantu mu mengaborsi nya."ujar Kriss yang membuat anna terperanjat.
Anna menatap marah kriss tanpa berkata apa-apa.anna bangkit dan meninggalkan kriss.
Kriss hanya bisa memaklumi kondisi anna.
Ia tidak ingin anna terbebani dengan ada nya benih kriss di rahim anna.
Kriss tidak ingin membuat anna semakin tersiksa.
🍃🍃🍃
Anna membantingkan tubuh nya ke tmpat tidur.
Ia sangat marah akan perkataan kriss menggugurkan kandungan anna jika anna hamil.
"Aku tidak akan menggugurkan anak ini.jika memang anak ini hadir itu adalah titipan tuhan yang tuhan percayakan pada ku."anna mulai terisak tangis.
"Aki akan membesarkan anak ini walaupun harus sendiri."masih dalam tangis nya yang memilukan hati.
Setelah setengah jam anna menangis akhirnya anna tertidur pulas.
🍃🍃🍃
Pagi nya anna bangun dan setelah selesai berberes beres di kamar dan mandi anna pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
Tapi ketika ia ingin menutup pintu nya ia melihat secarik kertas tertempel pada luar pintu kamar nya.
Isi nya 'aku sedang ada jadwal operasi di luar negeri.mungkin aku akan pulang dalam seminggu lagi.'tulis Kriss.
Anna menghela nafas.Ia sebenarnya ingin pergi dari rumah ini.Ia tidak ingin lagi melihat kriss setelah kriss mengatakan ingin menggugurkan kandungan anna jika hamil.
"Masih belum ad pertanda apapun.."gumam anna mengelus perutnya yang rata.
'kenapa aku harus berharap ini ada?anna kau ini bodoh sekali.seharusnya kau bersyukur karena tidak ada benih nya tumbuh di sini.'batin anna.
'tapi jika benar tuhan menitipkan benih kecil di sini maka aku akan menjaga nya.
🍃🍃🍃 Seminggu berlalu.
Kriss belum juga pulang padahal ini sudah seminggu dari kepergian kriss ke luar negri.
Setelah selesai membereskan rumah anna bersiap siap dan pergi menemui freya.
Sesampainya di cafe tempat mereka bertemu anna sudah mendapatkan lambaian dari freya yang memanggil nya ke meja nomor 13.
"Sudah lama?"sapa anna pada freya.
"Tidak.duduk lah."tersenyum menyambut anna.
"Kita makan saja dulu.Aku belum sarapan dari rumah tadi."ajak freya.
"Baiklah.aku juga belum sarapan."sahut anna.
Pelayan datang memberikan menu makanan dan minuman.
"Kau pesan apa anna?"tanya freya.
"Aku pesan ayang panggang saja.minum nya milkshake strawberry ya mbak."pesan anna pada pelayan.
"Sama kan saja mbak."pinta freya pada pelayan.
"Baik nona.tunggu sebentar ya ."pamit pelayan undur diri.
Setelah 10 menit makanan pun tersaji.
Anna mencium aroma ayam panggang dalam dalam.
Tapi mual menghampiri anna karena mencium bau ayam panggang itu.
Anna menutup mulutnya.
"Kau kenapa anna?"tanya freya heran.
"Tidak tahu.seperti nya aku mual."ujar anna menutup mulutnya.
"Mual?kau sakit?"tanya freya khawatir.
"Tidak frey...hanya saja bau ayam ini tidak bersahabat."anna menggeser piring ayam panggang itu agak jauh dari nya.
Freya berpikir sejenak.
"Anna!"freya mengejutkan anna.
"Apa?"tanya anna kesal karena terkejut.
"Jangan jangan kau hamil."ucap freya.
"Ssttt...freya bisa pelan tidak bicara nya.di sini banyak orang."anna semakin kesal.
"Maaf..."lirih freya.
"Tapi..apakah kau sudah mengecek nya?"tanya freya.
"Belum."mood anna seketika berubah sedih.
"Anna...tenang lah aku akan selalu membantu mu."ujar freya mengusap pundak anna.
"Tapi freya.jika bayi ini ada aku akan merawat nya."anna tertunduk.
"Lebih baik kau bicarakan dengan pria itu."saran freya.
Anna menggeleng
"Why?"freya membulatkan matanya.
"Jika dia tahu dia akan menggugurkan anak ini."lirih anna.hati nya terasa sakit jika harus menggugurkan kandungannya.
"Ya tuhan.pria itu benar-benar brengsek!"maki freya kesal.
"Freya kau mau temani aku mengecek nya?"tanya anna berharap.
"Tentu anna.Kau punya tes pack nya?"tanya freya.
"Aku punya.aku sudah menunggu waktu ini datang.jadi aku sudah mempersiapkannya."jelas anna.
"Kita di toilet restoran ini saja.setelah itu baru makan.aku sungguh penasaran."freya bangkit bersemangat.
Anna juga bangkit dan mereka pergi ke toilet.
Di dalam toilet.anna terlihat terkejut serta sedih.
Ia sudah menggunakan 3 tes pack dan hasil nya juga sama,yaitu garis dua merah sangat jelas.
Anna menangis.lalu ia keluar dari toilet menghampiri freya yang menunggu di depan pintu toilet.
"Bagaimana Anna?"tanya freya tidak sabaran.
"Freya....."lirih anna berhambur ke arah freya dan memeluk freya.
"Anna kenpaa?"freya panik.
"Frey..."anna melepaskan pelukannya.
Anna memberikan 3 buah tes pack pada freya.
Freya terkejut dengan expresi uang sulit di artikan.
"Anna.."lirih freya menatap anna.
"Frey....aku hamil.."anna menangis.
"Sudah,sudah anna.aku sudah berjanji akan membantumu."ucap freya tulus.
"Freya....aku bisa minta tolong pada mu?"pinta anna penuh harap.
"Anna aku berjanji akan menolong mu.jadi kau jangan ragu."freya memberikan tatapan teduh pada anna.
"Aku ingin menjauh dari pria itu aku ingin membesarkan anak ini,frey"pinta anna.
"Baiklah anna aku akan membantu mu."sahut freya tersenyum
"Sebaiknya kita pergi sekarang."pinta anna.
"Kenapa buru buru?"tanya freya yang merasa ini mendadak.
"Dia dalam perjalanan pulang hari ini.sebaiknya tidak usah pamitan secara langsung."jelas anna.
"Baiklah anna.ayo!"ajak freya meraih tangan anna.
🍃🍃🍃🍃
Setelah menulis surat untuk kriss anna pergi meninggalkan rumah kriss.
Tanpa anna sadari salah satu tes pack anna jatuh di sisi ranjang nya.
Setelah beberapa menit dari kepergian anna kriss sampai di rumah.
Ia menyapu setiap sudut ruangan mencari anna.Tapi ia tidak menemukan apa-apa.
"Kemana dia"gumam kriss.
Shaun masuk membawa barang-barang kriss.
"Tuan."panggil shaun .
"Letakkan di kamar ku."jawab kriss dingin sambil menatap pintu kamar anna.
Kriss mencoba mengetuk pintu kamar anna.
Tapi tidak ada jawaban sama sekali.Kriss meraih knop pintu membuka pintu kamar yang tidak terkunci.
Ia kembali menyapu setiap sudut ruangan.Tapi hasil nya nihil.
Ia hanya mendapatkan secarik kertas di atas nakas kamar anna.
Kriss membacanya.'aku minta maaf jika tidak sopan berpamitan seperti ini.aku pergi ke suatu tempat.aku tidak akan pernah lagi mengusik mu.Maaf jika sudah merepotkan mu.'isi pesan singkat anna.
Kriss meremas kertas yang di pegang ny itu.Ia merasa sangat marah.
"Kenapa kau harus pergi."lirih kriss.
Kriss mengacak rambutnya frustasi.saat kepala tertunduk ia melihat sesuatu.
Kriss meraih benda kecil itu yang tak lain adalah tes pack milik anna.Ia juga melihat dua garis merah pada tes pack itu.
"Apa dia hamil?"Kriss makin frustasi.
"Kenpa dia harus menghindari ku!"teriak kriss bangkit dan meninju kaca rias yang ada di kamar anna.
Karena emosi kriss tidak merasakan sakit pada tangan nya yang bercucuran darah.
Shaun yang mendengar suara pecahan kaca dari arah kamar anna langsung menghampiri Kriss yang berada di dalam kamar itu.
"Tuan.."panggil shaun panik.
"Cepat cari anna.Dan bawa ia pulang."ucap kriss dengan nada tinggi.
Shaun langsung menurut saja dan berlalu meninggalkan kriss.
ini ilustrasi tokoh kriss ya teman-teman.
dan ini ilustrasi tokoh Anna.