Bring Me

Bring Me
Taman



"Sekarang lebih baik istirahat dulu." ujar Hansen merebahkan perlahan tubuh Anna.


"Jangan berpikir macam macam dulu.Pulihkan dulu kondisi mu.Aku akan berjaga di sini." sambung nya lagi.


Hansen duduk di kursi yang berada di sisi ranjang Anna.


"Hansen,tidak bisakah aku pindah ke rumah sakit lain?" Anna menatap sendu Hansen.


"Kenapa?kau ingin menghindar?" tukas Hansen yang membuat Anna terdiam.


"Ku pikir kalian butuh bicara yang serius.Kalau tidak kalian tidak akan bisa melanjutkan hidup masing masing.Apa kau mau seperti ini saja cerita mu?" ujar Hansen.


"Sudah lah.Jika kau sudah pulih baru kita bicarakan lagi.Aku akan terus di sini,dan jika kau tak ingin bertemu dia aku akan menahan untuk tidak ke sini." sambung nya lagi.


Anna hanya menanggapinya dengan anggukan kecil.


"Setelah pulang dari sini,tinggallah di apartemen ku sementara.Rumah mu sudah tidak aman,aku takut kau kenapa kenapa lagi." pinta Hansen.


"Kau tenang saja,tentu aku tidak di sana juga.Aku akan berada di rumah orang tua ku agar kau nyaman." sambung nya.


"Hansen,,,Maafkan aku.Aku selalu merepotkan mu." Ujar Anna merasa bersalah.


"Tidak.Kata orang kalau pria sedang jatuh cinta akan menjadi bodoh." canda Hansen tertawa kecil.


"Hansen,,," lirih Anna.


"Aku hanya bercanda." sahut Hansen.


'Aku menjadi bodoh setelah benar benar mencintai mu,Anna.Bahkan saking bodoh nya,aku berencana menyatukan kalian.Aku tahu kau sangat mencintai pria itu.'lirih Hansen dalam hati.


'Maafkan aku Hansen.Aku selalu membuat mu menunggu.'batin Anna.


...****************...


Seminggu berlalu,kemarin Hansen mengantar Anna ke apartemen nya untuk tinggal di sana sementara.


Anna sedang memandangi putra nya yang tampan itu.Entah kenapa wajah anak nya hampir semua terlalu mirip dengan Kriss.


Ting!


Ia membuka pesan teks dari pengirim bernama Hansen.


'Keluarlah ke taman.Aku menunggu di sini.'isi pesan itu.


Anna sedikit keheranan.Kenapa Hansen mengajak bertemu di sana.Kenapa ia tidak datang saja ke apartemen ini?


Tanpa pikir panjang Anna pun bergegas menyusul Hansen.Bayi nya ia titip kan pada bibi art.


Setelah sampai di taman Anna mencari cari keberadaan Hansen.Karena tak kunjung bertemu ia pun menelpon Hansen dan langsung di angkat oleh Hansen.


"Aku sudah berada di taman." ujar Anna memberitahukan posisi nya.


"Datanglah ke kursi taman di arah selatan." Hansen mengarahkan.


Anna berjalan dan masih menempelkan ponsel nya di telinga karena panggilan nya belum di akhiri.


Dalam jarak 5 meter Anna terpaku melihat sosok yang berada di sana.


"Anna?kau masih di sana?" panggil Hansen di sebrang telepon.


"Bukan kau ternyata." Anna sedikit tersenyum getir.


"Kau mengerti maksud ku kan?kalau begitu aku tutup." panggilan pun terputus.


Anna memberanikan diri mendekati pria yang berdiri menatap kedatangan nya.


"Apa kabar." sapa pria yang tak lain adalah Kriss.


"Baik." sahut Anna.


"Ini terlalu mendadak." ucap Anna sambil duduk di kursi taman itu dan berusaha tenang.


"Bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Kriss berbasa basi.


"Ke intinya saja.Kenapa kau yang bisa di sini?ada apa dengan kau dan Hansen?" tanya Anna pura pura tidak tahu alasan sebenarnya.


"Anna,mari kita selesaikan hubungan kita." ucap Kriss yang berhasil membuat Anna sedikit kaget akan perkataan nya.