Bring Me

Bring Me
Kedatangan megi



Pagi tiba......


Anna merasakan mual dan ia segera bangun dari tempat tidurnya.


Di dalam kamar mandi...


"Hoek...hoek...."


Kriss yang mendengar suara itu pun bangkit menghampiri anna di kamar mandi.


"Anna..kau baik-baik saja?"tanya kriss khawatir.


'bagaimana bisa dia bertanya aku baik baik saja.apa dia tidak melihat aku sedang apa'gerutu anna dalam hati.


"Hoek...hoek ..."anna muntah lagi.


Kriss memijat tengkuk leher anna.


"Sudah?"tanya kriss ketika melihat anna membasuh mulut nya.


Anna hanya mengangguk.


Mereka pergi lagi ke tempat tidur.


"Kau istirahat saja jangan banyak bergerak."perintah kriss.


"Atau kita ke dokter kandungan?"tawar kriss.


"Tidak perlu.mungkin hanya butuh istirahat saja."tolak anna.


"Ya sudah.Aku mau mandi dan berangkat kerja.Hari ini aku ada jadwal operasi.Mungkin,agak kemalaman sedikit pulang nya."jelas kriss.


Anna hanya mengangguk.


Kriss pun bangkit dan menuju kamar mandi sambil membawa handuk dan pakaian untuk bekerja nya.


Anna kembali merebahkan badahnya.


Ting...ting...ting...


3 notifikasi pesan masuk secara bersamaan ke ponsel kriss.Anna meraih ponsel kriss yang berada di atas nakas.


Ia melihat pesan masuk dari Arina.


Anna tidak ingin membukanya.Ia kembali meletakkan ponsel kriss diatas nakas.


Anna memainkan ponselnya sembari berbaring.Rasanya kepalanya pusing sekali.


Anna melihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab masuk dari Freya.


Anna pun menelepon balik freya.Dan telepon pun dia angkat oleh Freya.


"Anna..kau kemana saja?! kenapa kau tidak memberiku kabar?"freya langsung saja menyerocos.


"Maaf frey.sekarang aku baik baik saja."ucap anna.


"Kau dimana?mengapa di rumah mu tidak ada?"tanya freya lagi.


"Aku di rumah..."anna memberhentikan perkataan nya karena kriss keluar dari kamar mandi.


Krekk ...pintu di buka.


Kriss melihat anna sedang menelepon.


"Aku akan menelpon mu nanti.sampai jumpa."ucap anna pada freya lalu memutuskan telepon sepihak saja.


'kenapa dia Langsung mengakhiri nya.'batin kriss.


Kriss berjalan menuju cermin dan merapikan rambutnya.


"Kau ingin keluar?"tanya kriss tanpa menatap anna.


"Tidak."jawab anna.


"Siapa yang menelepon mu tadi?"tanya kriss lagi.


"Ada apa?"tanya anna.


"Ah,tidak apa-apa."jawab kriss.


'kenapa dia menyembunyikan nya.'batin kriss.


"Apa kau akan bertemu seseorang hari ini?"tanya anna.


"Itu sudah pasti."jawab kriss tersenyum tipis.


"Oh..aku akan keluar dengan teman siang nanti."izin anna.


"Siapa? perempuan atau laki-laki?"tanya kriss.


"Ada apa?"tanya anna balik.


"Ya tidak apa-apa.Aku hanya ingin memastikan saja."jawab kriss.


Setelah kriss selesai bersiap-siap....


"Aku pergi."jawab Kris datar.


Anna hanya mengangguk.


"Anna ....jangan coba coba pergi."ucap kriss.


Anna hanya terdiam.


'apa di mencoba mengekang ku?'batin anna.


"Aku tidak ingin mengekang mu.Hanya saja kondisi mu sangat tidak baik sekarang."jawab kriss seolah tahu isi hati anna.


Anna hanya melongo.Kriss pun berlalu meninggalkan anna.


🍃🍃🍃🍃


Di ruangan kerja Kriss, Arina sedang menunggu nya.Arina sudah berdandan cantik dan seksi.


Ia sudah sejam lama nya menunggu kriss di sana.Dan akhir nya kriss datang.


"Arina?"kriss terkejut melihat kehadiran Arina.


"Sayang.."Arina langsung berhambur memeluk kriss.


Kriss merasa risih.Ia pun melepas pelukan Arina itu.


"Why?"tanya Arina merasa kriss menolak pelukannya.


"Tidak apa apa.Selesai pulang kerja aku ingin bicara pada mu.Aku akan menemui mu di cafe tempat biasa."jelas kriss.


"Baik lah sayang."Arina masih saja menggerayangi tubuh kriss.


"Pergilah.Aku sibuk."usir kriss.


Arina hanya tersenyum terpaksa lalu pergi meninggalkan kriss.


'apa kriss sudah kembali ingat?'batin Arina yang merasa perlakuan kriss tidak istimewa pada nya.


Kriss sedang menghubungi seseorang.


"Lussi.Kau keruangan ku sekarang!"perintah kriss pada seorang Dokter obgyn.


Setelah mengatakan itu kriss menutup teleponnya.


Beberapa menit kemudian masuk seorang wanita yang bernama lussi tadi ke ruangan kriss.


"Direktur.."sapa lussi sopan.


"Duduk lah.ada yang ingin aku bicarakan."perintah kriss.


Ternyata Arina kembali lagi ke ruangan kriss.Karena ia ingin menanyakan sesuatu yang mengganjal di hati nya tentang siapa anna?


Namun langkah nya terhenti karena ketika hendak masuk mendengar suara seorang perempuan berbicara.


Arina pun menguping pembicaraan mereka.


"Apa wanita hamil akan selalu muntah di pagi hari?"tanya kriss polos.


"I..iya tuan."lussi merasa aneh direktur nya menanyakan hal ini.


'apa tuan akan menjadi dokter ob gyn kali ini?'batin lussi.


"Berikan aku resep obat untuk itu."pinta kriss.


"Ya resep obat mual lah lussi.Emang nya aku mau minta resep obat apa?!"kriss menggeleng kan kepalanya.


"Maaf tuan."lussi menundukkan kepalanya.


"Cepat tulis saja resep nya aku akan menyuruh Shaun yang mengambil obatnya"perintah kriss lagi.


"Baik tuan.Kalau saya boleh tau trimsester berapa Tuan."tanya lussi.


"Trimester pertama."jawab kriss.


"Baiklah."sahut lussi.Lalu lussi menuliskan resep obat yang akan di tembus nanti.


"Maaf tuan.boleh saya tahu lagi?"tanya lussi ragu ragu.


"Boleh.katakan saja."jawab kriss enteng.


"Tuan ingin resep ini memang nya siapa yang sedang hamil tuan?"tanya lussi ragu.


Kriss menelan saliva nya.Ia tidak tahu apa yang membuat lussi begitu berani bertanya seperti itu.


"Ekhemm....lussi,Kau bisa merahasiakan ini?ini hanya kita berdua saja yang tahu."ucap kriss dengan suara pelan.


Arina langsung memasang telinga nya tajam tajam mendengar kata rahasia dari kriss.


Arina juga merekam pembicaraan mereka dari awal tadi.


"Aku sudah mempunyai seorang istri.Tapi pernikahan ku ini tidak ku publik dan belum ada yang tahu tentang ini."jelas kriss berbisik-bisik.


"Istri?"lussi terkejut sempurna.


"Apa wanita yang tuan bawa kemarin itu?"tanya lussi meyakinkan.


Kriss hanya mengangguk.


"Wah...tuan. selamat ya..Kau akan menjadi seorang ayah."lussi tersenyum polos.


Kriss hanya mengeluarkan senyum kecut nya.


"Kalau begitu kau boleh keluar.Dan ingat jika kau membocorkan ini kau akan menerima balasan yang setimpal."ucap kriss dingin.


Seketika mimik wajah lussi berubah takut dan tidak berani menatap wajah kriss.


"Baik tuan.Saya janji Saya undur diri."lussi pamit dan setelah mengatakan itu lussi bergegas keluar dari ruangan kriss.


Arina buru buru bersembunyi mendengar lussi akan keluar.


Lussi membuka pintu dan pergi menuju ruangannya.


"Aku tidak yakin itu istri mu kriss.Tapi aku akan mencari tau ini semua.Dan juga aku sudah punya kartu As di tangan ku."gumam Arina tersenyum licik.


🍃🍃🍃🍃


Di sisi lain..


Anna membuka pintu pagar rumah itu dan melihat yang bertamu adalah Freya sahabat karib nya.


"Ya ampun anna."lirih Freya berhambur memeluk Anna.


"Mari masuk."anna menyabut hangat sahabat nya itu.


Freya melepaskan pelukannya dan mengangguk.


Setelah Anna menutup kembali pintu pagar itu mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Seperti ini ternyata isi rumah anak itu.."gumam Freya pelan ketika melihat semua barang-barang elegan dan minimalis ruangan milik sepupu nya itu.


"Kau mau minum apa?"tawar anna.


"Air dingin saja."sahut freya.


"Tunggu ya."anna pun pergi menuju dapur.


Tak berapa lama anna kembali dengan membawa nampan berisi air dingin dan cemilan.


"Terimakasih."sambut Freya.


"Aku tidak akan bertanya bagaimana kau bisa kembali ke sini.Aku senang kau bisa kembali dengan nya."freya tersenyum bahagia.


Anna hanya tersenyum kecil.


"Sebenarnya dia itu baik.Hanya saja beberapa waktu belakangan ini kami di qq11111sering bertengkar."sambung freya lagi.


"Ya dia seperti itu."sahut Anna


"Aku dengar kau terluka parah?"tanya freya menyelidiki tubuh anna dengan mata nya.


"Ah..tidak apa-apa.Ini sudah lumayan sembuh.Kriss juga merawat ku sangat baik."jawab anna.


"Oh...bagus lah..aku minta maaf saat kejadian itu aku sedang tidak di restoran."lirih freya.


"Tidak apa-apa."sahut anna.


"Kau tenang saja aku sudah mendapatkan pria bajingan itu."freya tersenyum semringah.


"Kau tidak perlu repot-repot."Anna malas melihat reaksi freya yang berlebihan itu.


Mereka pun berbincang-bincang.


Setelah beberapa saat berbincang terdengar suara ketukan pintu.


Tok...tok...tok....


Freya dan Anna saling lempar pandang.Siapa yang mengetuk pintu dan berhasil membuka pintu pagar yang menggunakan kode untuk membukanya.


"Coba di intip dulu."saran freya.


Anna mengangguk.


Mereka berdua pun bangkit dan mengintip dari jendela kaca di sisi pintu.


Freya menangkap pemandangan seorang wanita paruh baya yang sedang kesal karena pintu juga belum kunjung terbuka.Wanita itu adalah ibu kriss nyonya megi.


"Anna,apa ibu kriss sudah tahu kalau kau hamil?"tanya freya berbisik.


"Aku tidak tahu kriss sudah mengatakan nya sudah apa belum."gerutu anna.


"Kalian ini bagaimana sih."gerutu freya balik.


"Jadi kita harus apa ini?"tanya anna.


"Kau sembunyi saja di kamar kriss.cepat!"perintah Freya.


Anna pun segera menuju ke kamar kriss.


Freya membuka pintu dan memasang wajah ramah nya.


"Oh bibi."sapa freya pura pura terkejut.


"Frey?mengapa kau di sini?kriss mana?"tanya megi.


"Oh...kriss belum pulang,bi."jawab freya.


"Belum pulang?terus bagaimana cara mu masuk ke dalam?apa kau punya kuncinya?"tanya megi lagi.


"Kunci...ah..iya aku punya kunci nya,bi.kriss memberikan nya pada ku."jawab freya sambil tersenyum.


"Memberikan nya pada mu?"megi mencium bau kebohongan dari freya.


'bukan kah mereka tidak pernah akur.Mengapa kriss berbaik hati pada freya memberikan kunci rumah nya.'batin megi.


"Kau tidak sedang berbohong kan frey"megi memicingkan matanya.


"Tidak bi."jawab freya berusaha santai.


"Apa bibi hanya akan berdiam diri di sini dan terus bertanya? tidak ingin masuk?"tanya freya


"Baiklah."jawab megi.


Ketika melangkah menuju sofa....


Hoek...hoek...hoek...


Terdengar suara anna sedang muntah di lantai atas.


"Siapa itu?"megi langsung menatap tajam Freya.


Freya gugup bukan main.