
Anna tersenyum kaku.Dada nya terasa bergemuruh marah melihat wanita itu.Tapi karena ia harus masuk ke permainan kotor itu maka ia harus berakting sepenuhnya.
"Baik.Ibu apa kabar?" Tanya nya ramah menyambut Megi.
"Baik juga.Mana si kecil" Tanya nya.
"Dia sedang tidur." Sahut Kriss.
"Seperti nya ini akan baik baik saja." Batin Kriss.
"Padahal nenek nya datang ingin melihat." Ucap Megi.
"Silahkan duduk,bu." Anna tak ingin kalah.
Megi pun duduk di sofa bersebrangan dengan Anna dan Kriss.
"Ibu sudah sarapan?" Tanya Anna.
"Sudah.Apa kau sudah sarapan juga?"tanya Megi tak mau kalah.
"Sudah,bu." Sahut nya masih selalu tersenyum ramah.
"Ibu ingin mengatakan sesuatu pada mu." Ucap Megi.
"Apa itu?"
"Ibu ingin minta maaf atas semua perbuatan jahat ibu sebelumnya.Ibu ingin kita hidup akur.Apalagi sekrang sudah ada cucu yang lucu."
"Apa yang harus ibu lakukan agar kau memaafkan ibu." Megi berakting menangis.
"Aku bukan seorang yang pendedam,bu.Aku maafkan kesalahan ibu." Anna berpura pura berlapang dada.
"Terimakasih,nak." Megi bangkit dan memeluk Anna berpura pura aku padahal mereka saling jijik.
Megi melepaskan pelukan nya.
"Bagaimana dengan pernikahan kalian?" Tanya nya.
"Kami akan pulang ke sana dalam beberapa hari lagi." Jawab Kriss.
"Bagus nak.Lebih cepat lebih baik.Ibu merestui hubungan kalian." Ucap nya senang.
"Bagus.Ini lebih cepat dari perkiraan ku." Batin Megi.
"Ibu tidak akan membuat ku kabur dari pernikahan ku lagi kan." Ucap Anna berpura pura memelas.
"Aku masih agak trauma,," sambung nya.
Megi tersenyum kikuk.
"Ti,,tidak mungkin terjadi lagi.Waktu itu ibu termakan bujuk rayu Arina." Sangkal nya sambil menumbalkan nama Arina.
"Oh syukur lah." Anna mengehela nafas lega.
Jika tidak ada orang ia sangat ingin tertawa puas melihat ekspresi Megi sekrang.
Setelah kepergian Megi,Kriss meminta Shaun untuk tinggal sebentar.
"Bagaiamana gerak gerik nya?" Tanya Kriss.
"Tidak banyak.Dia sempat melakukan vidio call dengan Aurora.Tapi ada sesuatu yang aneh." Ucap Shaun melaporkan.
"Apa?"
"Aku tidak sengaja saat tengah malam mendengar nyonya sedang menelpon dan berbicara mesra seperti orang baru kasmaran.Tapi aku tidak tahu itu siapa.Saat itu juga aku mendial no Presdir Louman."
"Tapi nomor nya tidak sedang sibuk." Lanjut nya lagi.
Kriss terdiam mencerna semua perkataan Shaun.
"Terimakasih.Terus pantau gerak gerik nya!" Perintah Kriss.
"Baik." Sahut Shaun tegas.
"Periksa jadwal ku dan kosongkan mulai dari lusa hingga seminggu kedepan nya.Kita akan kembali ke indonesia." Jelas Kriss.
"Baik,tuan." Sahut nya.
"Kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Shaun.
Kriss mengangguk menyahuti nya.
Shaun pun pergi dari hadapan Kriss.
"Kenapa perasaan ku tidak tenang.Apa akan terjadi sesuatu lagi?"
2 hari berlalu,hari ini adalah hari keberangkatan Anna dan Kriss pulang ke Indonesia.Mereka sudah berada di dalam pesawat yang akan take off.
Anna terlihat gugup,dan Kriss yang sedang bermain kecil dengan bayi nya di sebelah Anna pun menyadari hal itu.
"Selama di sana kau tidak boleh jauh dari pengawasan ku.Dan satu hal,jangan pernah percaya pada siapapun di keluarga ku kecuali pada aku dan Shaun.Mengerti?"
Anna hanya mengangguk menanggapinya.Dan Kriss terlihat mengulas senyum.Padahal hati nya juga takut.Siapa yang tahu apa yang akan terjadi lagi nanti.Ia juga tidak semudah itu percaya pada ibunya.
Setelah memakan waktu perjalanan 11 jam 34 menit mereka tiba di Indonesia.
Raut wajah Anna terlihat lelah karena perjalanan panjang itu.Anna adalah tipe wanita yang gampang capek.
"Lelah?" Tanya Kriss yang berjalan di samping nya sambil menggendong Jimny.
"Lumayan." Sahut nya.
Mereka memasuki mobil yang sudah di sediakan oleh beberapa bawahan nya yang berada di Indonesia.Sedangkan Shaun naik mobil lain karena ia di berikan cuti oleh Kriss agar pulang kampung.
"Kita mau pulang kemana? Ke kediaman Louman?" Tanya Anna dengan wajah khawatir.
"Tidak.Tidur saja.Nanti kalau sudah sampai akan ku bangunkan."ucap nya membelai lembut puncak kepala Anna.
" iya."sahut nya pelan.
Pikiran Kriss sedang tidak tenang.Ia takut akan ada hal buruk terjadi.Bahkan sepanjang perjalanan dari Turki-Indonesia ia tidak memejamkan matanya sama sekali.
Setelah menempuh kurang lebih jam perjalanan akhir nya mereka tiba di sebuah rumah yang penuh dengan kenangan.
"Ini,,,, " Anna terperangah melihat di mana ia berada sekarang.
Mereka memasuki rumah itu.Anna meneliti setiap sudut ruangan yang tidak ada perubahan sedikit pun.Rumah itu adalah rumah dimana cinta mereka tumbuh.
"Aku tidak menyangka kau akan membawa ku ke sini." Ucap Anna.
Kriss tersenyum lembut.
"Sudah lah.Ayo istirahat.Kasihan Jimmy." Ucap Kriss yang masih menggendong Jimmy.
Keesokan hari nya Anna bangun dari tidur nya tapi tidak melihat sosok Kriss di samping nya.Ia bangkit kemudian mengecek anak nya yang tertidur di Crib.
Anna mencubit gemas pipi gembul itu.Tapi pikiran nya kembali tertuju pada rasa penasaran ke mana pergi nya Kriss.
Ia pun turun ke lantai bawah.Saat berada di lantai bawah ia mencium aroma makanan yang menggoda.Anna langsung bergegas ke dapur.
Di sana ia melihat Kriss baru saja selesai berkutat di dapur.
"Wah rajin sekali calon suami ini." Goda Anna.
"Aku tidak menerima pujian.Di sini!" Kriss menepuk pelan pipi nya mengisyaratkan meminta ciuman.
"Dasar!masih pagi sudah seperti itu." Kesal Anna.
"Hey!Aku sudah menahan nya berapa hari?" Keluh Kriss merengek seperti anak kecil.
"Sudah lah jangan seperti bocah." Ketus Anna yang mulai memeriksa menu yang pria itu masak.
"Kebetulan Jimmy masih tidur.Ayolah." Kriss mulai bergelayut manja pada Anna.
"Tidak!" Ucap Anna lalu memasukkan potongan cumi tumis ke mulut nya.
"Kau belum gosok gigi kan? Bagaimana kau mencicipi rasa nya jika belum membersihkan mulut mu." Omel Kriss.
"Ini sudah terasa kok.Enak." sahut nya sambil mengunyah Cumi yang ada di mulut nya.
Kriss menyodorkan segelas air.Anna pun menyambut nya lalu meminum air itu.Tapi bari saja selesai minum Kriss yang sedari tadi menatap nya mulai menyerang bibir nya yang masih basah itu.
Cup!
Dengan kelembutan yang penuh hasrat Kriss ******* bibir wanita yang masih terkejut itu.
"Kau,,," Anna melepaskan pangutan itu.
Tapi tatapan mata Kriss sudah seperti buaya kelaparan.Kriss kembali melahap bibir nya.
Dan ciuman itu semakin menuntut.Tangan Kriss mulai menjelajahi setiap sudut tubuh Anna.Dan Anna yang membalas ciuman itu semakin membuat Kriss menjadi liar.
"Aku belum mandi." Lirih Anna setelah melepaskan pangutan itu.
"Bagaimana jika mandi bersama?" Ajak Kriss.
Anna tidak menjawab ya atau tidak tetapi ia mencium bibir Kriss dan melum*at nya liar.Kriss yang sudah tidak tahan menggendongnya seperti bayi koala sambil berciuman.
Setiba nya di kamar mandi Kriss melucuti satu persatu pakaian yang ada di tubuh Anna.Setelah itu ia juga melepaskan baju nya.
"Bagaimana jika nanti Jimmy bangun?" Tanya Anna cemas.
"Ini akan sebentar.Kita juga harus mendaftarkan pernikahan hari juga agar segera kembali ke Turki." Ucap Kriss.
Mereka pun melakukan adegan panas itu di kamar mandi.