Bring Me

Bring Me
Merindukan mu



"Hansen..."Kriss menggenggam erat jemari tangannya geram.


"Arghh!!!!"Kriss membanting gelas milik petugas keamanan yang ada di meja dekat monitor pemantauan cctv.


"Shaun!cepat periksa semua cctv sepanjang jalan di kota A ini!"perintah Kriss pada shaun.


"Baik tuan."Shaun pun berlalu pergi untuk memeriksa semua cctv sepanjang jalan.


Di sisi lain, Megi merasa senang penuh kemenangan.Arina tang sengaja datang ke pernikahan Kriss mendekati wanita paruh baya itu.


"Tante.apa acaranya sudah selesai?"tanya Arina yang belum tahu tentang kericuhan di sana.


"Tentu sudah selesai."ucap Megi menyeringai.


"Benarkah?"Arina terlihat kecewa.Padahal ia sudah menyiapkan akting bagus untuk mengacaukan acara resepsi itu.


"Kau punya kesempatan besar sayang.."ucap Megi sambil meraih tangan Arina.


"Kesempatan apanya tante? Bukankah wanita rendah itu sudah menjadi istrinya?"sahur Arina memelas.


"Anna kabur.Dia kabur bersama pria lain."ucap Megi.


"Apa?!! Anna kabur tante?!!"Arina terlonjak kaget.


"Iya,benar.Sekarang pasti Kriss sudah sangat kecewa padanya."sambung Megi lagi.


'Benar!ini kesempatan emas untuk ku.Wanita ******! akhirnya kau pergi juga.batin Arina.


"Di mana Kriss tante?dia pasti sangat sedih."Arina memasang ekspresi sedih.


"Sepertinya di ruang keamanan."sahur Megi.


"Baiklah tante.Aku akan susul Kriss dulu."pamit Arina.


"Pergilah."sahut Megi lagi.


Arina bergegas menyusul Kriss.


'Kriss kemana akan kau cari wanita rendah itu hah?semua cctv menuju bandara sudah mama bobol.Setidaknya dengan uang ku aku bisa melakukan apa saja yang aku mau.'batin Megi sungguh penuh kemenangan.


🍃🍃🍃


Setelah mengganti bajunya di toilet umum,Anna kembali menyusul Hansen yang sedang menunggu sambil membawa koper milik Anna.


"Sudah?"tanya Hansen melihat kedatangan Anna.


Anna hanya mengangguk.


Tiba-tiba telepon Anna berdering.Asa panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal.


Anna menatap lama teleponnya.


"Angkatlah."seru Hansen.


Anna pun mengangkatnya.


"Hallo!Anna!Anna!"panggil seorang pria di sebrang yang Ternyata adalah Kriss.


Tangan Anna seketika gemetar.Hingga teleponnya terjatuh.


Hansen segera merangkul Anna.


"Are u okay?"tanya Hansen dengan senyuman indah.


"Lebih baik kita langsung pergi saja."ucap Anna.


Anna membungkuk mengambil ponselnya yang masih tersambung dengan Kriss.


Ia mematikan ponselnya dan membuangnya di tempat sampah.


"Ayo!"Anna berusaha tegar.


🍃🍃🍃


"Arrgghh!!!!"


Plakk!!!Ponsel salah satu pelayan itu Kriss lempar ke dinding.


"Saya akan mengganti yang baru."bisik Shaun pada pelayan yang ponsel miliknya di hancurkan Kriss.


"Keluar!!! semuanya keluar!!!"bentak Kriss dengan suara yang menggelegar di ruangan resepsi pernikahan mereka yang tertunda.


Semua pelayan dan juga Shaun pergi meninggalkan Kriss sendiri.


Arina hendak masuk namun di halangi oleh Shaun.


"Tolong jangan masuk!"seru Shaun.


"Saya bilang jangan!"Shaun menghalau jalan Arina.


"Dasar asisten rendahan! minggir!!"maki Arina.


Shaun mengepal geram jemarinya.


Ia pun menyingkir dari jalan Arina dan wanita sombong itu masuk ke dalam.


"Kriss .."panggil Arina lembut.


Kriss menatap tajam sumber suara itu.


Arina bergidik ngeri melihat mimik wajah menyeramkan Kriss.


"Siapa yang mengizinkan mu masuk?"ucap Kriss dengan nada seakan ingin membunuh.


"Kriss...aku .."Arina terdiam setelah Kriss menendang meja yang berada di hadapannya.


"Keluar!!!"bentak Kriss sangatlah keras.


Arina yang ketakutan pun bergegas keluar.


Kini hanya Kriss sendiri.


"Kenapa?!!kenapa kau pergi?!!!"


"Arrghhhh!!!"Kriss meraung sambil mengobrak abrik semua yang ada di dalam sana.


Kini Kriss sungguh menggila dan putus asa.


🍃🍃🍃


Bulan pun berganti.Keadaan Kriss sungguh memperhatikan.Penampilannya sangat tidak teurus.Bahkan tubuhnya sangat kurus.Wajahnya tidak terawat lagi.Janggut dan kumis terlihat subur di area wajahnya.


Ia hanya mengurung diri di dalam kamar selama sebulan belakangan ini.Beberapa waktu lalu ia sempat ke negara Y mencari Anna namun karena terlalu luar negara itu akhirnya ia gagal menemukan Anna.


Shaun di tugaskan untuk terus mencari informasi tentang Anna.


Mendengar ada suara langkah kaki yang akan masuk ke dalam kamarnya, Kriss langsung pura-pura tidur.


Megi masuk membuka pintu kamar Kriss bersama Arina.


"Kriss..."panggil Megi pelan.


"Sepertinya Kriss sedang tidur tante."bisik Arina.


"Hhhmm...ini semua gara gara tante.. Kriss ku yang malang.."lirihnya menangis.


"Tidak tante.. mereka hanya saja tidak jodoh."Arina mengelus pundak Megi.


"Tidak...tidak seharusnya Tante membuat Anna pergi..."ucap Megi.


"Tante membuatnya pergi?apa maksud Tante?"tanta Arina heran.


"Ahh ..tidak ada apa-apa... Mungkin kelakuan tante selama ini membuat wanita itu tidak nyaman."ucap Megi berdalih.


"Jangan salahkan dirimu tante.Wanita itu hanya ingin bermain-main saja dengan Kriss."ucap Arina.


"Sudahlah.Maru kita keluar.Nanti Kriss merasa terganggu."ucap Megi.


Arina mengangguk dan mereka pun keluar meninggalkan Kriss.


'Anna...di mana lagi aku akan bertemu dengan mu?Kau tidak merindukan ku?'lirih Kriss dalam hati.


'Apa yang bisa membawa mu ke sisi ku lagi?Aku lelah terus mencari.'


Di belahan negara lain Anna sedang meminum kopi di teras toko kuenya yang mulai terkenal itu.


"Aww .."pekiknya tanpa sadar meminum kopi yang masih terlalu panas.


Ia melihat sepasang kekasih lewat di hadapannya sedang bercanda ria.


Ia kembali mengingat bahwa ia pernah merasakan momentum itu bersama pria yang saat ini masih mengisi hatinya.


'Bagaimana keadaan mu sekarang?Kenapa kita belum juga di pertemukan?atau memang kita bukan jodoh?ini sungguh miris...aku tidak ingin jatuh cinta lagi ke pria asing..Kapan kau akan membawa ku?'lirih Anna dalam hati.


'Aku merindukan mu..Atau kau sudah mendapatkan wanita yang lebih baik?'lirih Anna membayangkan wanita lain di sisi Kriss.


Tiba-tiba air mata begitu cepat lolos dari pelupuk mata Anna.


Sebuah mobil sport mewah membuyarkan lamunan Anna.Sosok pria tampan keluar dari dalam mobil itu.


Anna tersenyum tipis menyambut pria itu.