Bring Me

Bring Me
Bunuh Diri



Pagi pun tiba...


Seluruh tubuh anna terasa sakit.


Ia mencari sosok pria yang tidur dengan nya malam tadi.


"Kemana dia?"lirih anna sembari bangkit.


"Sudah bangun?"kriss masuk membawa secangkir teh hijau untuk anna.


"Argh..."mengerang kesakitan pada bagian perut nya.


"Apa sangat sakit?"tanya kriss sambiulang duduk di samping anna.


"Perut ku .."rintih anna.


"Ada apa dengan perut mu?"tanya kriss panik sambil memegang perut anna.


"Sakit..."erang anna.


"Ayo ke rumah sakit!"ajak kriss panik.


🍃🍃🍃🍃


Dokter lusi keluar....


Kriss Langsung menghampiri dr.lusi.


"Bagaimana keadaan anna dan kandungan nya?"tanya kriss cemas.


"Tuan,apa sebelumnya nona anna meminum obat untuk mengugurkan kandungan nya?"tanya lusi.


"Seperti nya tidak.Ada apa dengan kandungan nya?"tanya kriss semakin cemas.


"Nona anna keguguran.Di duga karena mengonsumsi suatu obat."jelas dr.lusi.


"Apa?!"seketika raut wajah Kriss Tampak sedih campur marah.


'apa yang sudah dia lakukan.Bukankah sudah berjanji akan mempertahankan anak itu bersama?'batin kriss tidak habis pikir.


"Keadaan nona baik baik saja.Hanya saja rahim nya masih lemah dan mungkin untuk masalah kehamilan kedepannya agak sulit tuan."jelas lusi lagi yang juga turut sedih.


"Terimakasih.kau boleh pergi."usir kriss.


Sedari tadi mama megi dan Arina menguping pembicaraan Kriss dan dr.lusi.


"Ternyata tebakan mama benar.Dia hanya wanita murahan.Memperalat kehamilan nya untuk bisa bersama mu."ucap mama megi sambil berjalan menghampiri kriss.


"Mama?"kriss menatap wajah mama nya.


"Jika sudah tidak ada ikatan apapun lagi di antara kalian lepaskan wanita itu."pinta mama megi.


"Tidak!"tolak Kriss.


"Untuk apa kau pertahankan wanita murahan itu?!lagi pula dia juga sulit untuk hamil kembali."ucap mama megi kesal.


"Aku belum tahu kebenaran nya!Dan aku juga tidak percaya jika dia menggugurkan kandungannya."bantah kriss.


"Ya ampun kriss.Sejak kapan kau menjadi bodoh seperti ini?"mama megi tersenyum kecut.


"Kesimpulan nya dalam masalah ini hanya satu.Yaitu harta.Dia kaum rendah yang hanya mencari uang dan uang.Dia memperalat kehamilan nya lalu mengikat mu.Setelah mendapatkan mu dia pasti nya akan menggugurkan kandungannya.Wanita seperti itu tidak akan rela mengandung.karena ia akan selalu menjaga postur tubuhnya untuk di jajakan ke pria lain."hina megi.


"Cukup ma!"bentak kriss.


"Kau berani sekarang kriss pada mama mu?!hanya karena wanita itu?!"bentak megi balik.


"Tante sudah.."Arina berakting menenangkan hati megi.


"Kriss baru saja kehilangan calon bayi nya.Kita biarkan dia tenang dulu baru bicarakan hal ini lagi."rayu Arina.


"Baiklah.Mari kita pulang.Semoga anak ini merenungi apa yang sudah terjadi dan sadar."ucap megi lalu pergi bersama Arina meninggalkan kriss.


Kriss duduk di atas kursi di depan kamar anna.


Perasaan nya campur aduk.


Anna yang sedari tadi mendengar cekcok antara anak dan ibu tadi merasakan pilu amat mendalam di hati nya.


"Sungguh aku tidak melakukan apapun...anak ku...."anna terduduk lemas di balik pintu.


Ia merasa tak berdaya dengan apa yang menimpanya.


"Maaf kan ibu tidak bisa menjaga mu..."lirih anna sambil menangis.


Setelah 10 menangis anna bertekad untuk keluar menemui kriss.


Ia merapikan pipi nya yang basah.


Ketika anna keluar ia tidak mendapati kriss duduk di sana lagi.


"Kemana dia?"gumam anna menyapu pemandangan di sekitar.


Anna melamun.


'dia bahkan tidak menjenguk ku.Apa aku sudah tidak di butuhkan lagi karena tidak ada benih nya lagi pada ku?kalau begitu aku juga akan pergi jauh-jauh dari kehidupannya.aku rasa semua ini selesai.'batin anna.


Terdengar suara yang sangat familiar bagi anna.


Anna menoleh ke sumber suara.


"Hansen.."


"Apa kau sakit?"tanya hansen cemas.


Anna menggeleng.


"Untuk apa kau ke sini?"tanya Hansen.


"Maaf.Aku masih ada urusan."pamit anna ingin menghindari Hansen.


"Anna, tolong jangan bersikap seperti ini."ujar Hansen menahan tangan anna.


Dari kejauhan seorang pria bermasker memfoto kedua nya.Ia adalah orang suruhan seseorang.


"Anna,ada apa dengan mu?"tanya Hansen lagi.


"Aku tidak tidak apa apa.Lepaskan."pinta anna sambil mengibaskan tangan nya yang di pegang Hansen.


"Anna,aku telah berbuat dosa apa sehingga kau selalu menjauhi ku?"tanya Hansen penuh emosi.


"Tidak ada.Hanya saja aku telah banyak berbuat dosa dan aku tidak ingin kau terkena sial hanya karena aku."lalu anna melangkah cepat meninggalkan Hansen.


Anna hanya menggunakan baju tidur dan tanpa alas kaki.Sedari rumah memang anna tidak membawa alas kaki.


Anna berjalan keluar dari rumah sakit.


Krekkk...


Kriss membuka pintu kamar yang di tempati anna.


Mata nya terlihat marah mendapati tempat tidur anna kosong.


Ia berteriak memanggil perawat yang menangani anna.Tapi para perawat itu juga tidak tahu.


Sebenarnya tadi kriss pergi ke ruangannya untuk memanggil dokter lusi dan Shaun.Ia menanyakan lagi detail kondisi anna lalu memerintahkan Shaun menyelidiki tentang insiden ini.


"Kemana dia?!"kriss mengepal geram jemarinya.


Tut.tu..menelepon Shaun


"Hallo tuan."sapa Shaun di sebrang.


"Cepat cari anna!di pergi dari rumah sakit!cepat temukan!!"emosi kriss sungguh tidak terkontrol.


Lalu kriss memutuskan telepon sepihak.


🍃🍃🍃


Kaki anna mulai terasa sakit menginjak di atas kerikil yang ia jalani.


'aku harus kemana?aku tidak boleh lagi kembali ke rumah kriss.aku tidak boleh lagi bergantung pada siapapun.Ibu....aku butuh ibu....mengapa ibu meninggalkan ku sendiri..aku sungguh takut sekarang...aku tidak punya siapa-siapa.'anna sungguh terpukul.


'aku kira dia akan tulus bersama ku.. ternyata begitu bodoh nya aku menganggap itu sebuah ketulusan.Dia hanya ingin bertanggung jawab saja.'batin nya lagi.


Anna sangat tertekan.


Kaki anna menginjak serpihan kaca yang berada di pinggir jalan.Tapi ia tidak merasakan kesakitan karena sakit di hati nya tidak sebanding dengan serpihan kaca itu.Ia terus menangis dan berjalan tak tentu arah.


Keadaan nya sungguh memperihatinkan.


Hingga anna tiba di sebuah jembatan layang lalu lintas mobil yang banyak.


Ia terdiam.menatap ke bawah jembatan yang banyak kendaraan berlalu lalang.Ia berniat mengakhiri hidupnya.


'aku sudah tidak punya siapa-siapa.aku sudah tidak punya tujuan.aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi.semua ini melelahkan.aku ingin istirahat.aku ingin kedamaian.ya,hanya kedamaian tanpa siapa pun dan apapun.'batin anna.


Ia memejamkan matanya.Merasakan hembusan angin untuk terakhir kalinya.


Orang yang lewat di jembatan itu semuanya heboh.


"Hey ada yang mau bunuh diri!"teriak seorang.


"Wah wanita itu sudah gila."


"Cepat selamat kan!"


"Aku tidak mau.nanti dia malah menarik ku juga."


Semua orang hanya berani menonton saja.


Anna mulai melangkah ke pinggir lagi dan hendak menjatuhkan tubuh nya.


Sreeettt.....


Tangan kekar seseorang menariknya ke belakang agar tidak terjatuh.


Mereka berdua terjatuh ke belakang dan selamat.Pria itu memeluk erat anna.


"Kenapa kau melakukan hal gila semacam ini?!"marah pria itu......