Bring Me

Bring Me
Memang pantas



Anna turun dari mobil freya setelah menempuh perjalanan pulang ke villa nenek freya selama 3 jam.


"Terimakasih frey."ucap anna.


"Sama sama anna."jawab freya.


"Kau hati hati ya."ini ucap anna lagi.


" Iya.Anna..." panggil freya.


"Iya."sahut anna.


"Kau..."freya tidak melanjutkan pembicaraan nya karena di potong anna.


"Sudahlah frey...aku tidak ingin bahas apapun.Dan aku baik baik saja."ucap anna.


Freya hanya mengangguk pelan.


Anna tersenyum dan pergi masuk ke dalam villa.Freya pun berlalu meninggalkan tempat itu.


Anna menjatuhkan tubuh mungil nya di atas sofa.


"Aaahhh...."anna menghela nafas nya membuang semua gundah dalam hati nya walaupun tidak merubah apapun.


"Aku harus benar-benar pergi dari kehidupan mereka..kalau kriss sepupu freya berarti nenek freya kan juga nenek kriss...hmmm....ya tuhan mengapa serumit ini.."keluh anna mengusap wajah manis nya.


"Lebih baik aku bicarakan saja besok dengan freya."sambung anna lagi pada dirinya sendiri.


🍃🍃🍃


Pagi nya anna sudah terlihat rapi serta membawa koper nya lagi keluar dari rumah itu.


Saat berada di halaman rumah ia melihat sebuah mobil sedan berhenti di depan villa yang di tumpangi anna.


Pertanyaan di kepala anna seketika berputar seperti komedi putar.


Pintu mobil terbuka dan turun lah seorang pria berjas rapi dan tampan dari mobil itu.


Pria itu adalah shaun.


Shaun mendekati anna yang terdiam melihat kedatangan nya.


"Nona anna..."sapa Shaun sopan.


Anna masih terdiam.


"Nona.."sapa Shaun lagi.


"Hah..i.iya iya..saya."anna tersadar.


"Ada apa dengan koper ini?"Shaun menatap kedua koper anna.


"Ahh..aku hanya ingin mencari kontrakan baru.."anna mengeles.


"Kontrakan?"Shaun menaikkan alis nya.


Anna hanya mengangguk.


"Nona apakah kau ini hidup di zaman purba?"shaun meledek anna.


"Apa?"anna sungguh tidak mengerti.


"Iya.kau selalu berpindah tempat.Nomaden."ejek shaun.


Anna baru saja sadar jika sedang di ledek oleh Shaun.


"Ya...memang aku lebih baik hidup di zaman purba.dari pada aku harus hidup di zaman seperti ini dan bertemu kau!"hardik anna kesal.


"Aku hanya bercanda nona."Shaun masih dengan tertawa tipis nya yang gemas akan sikap anna.


"Apakah kau datang ke sini hanya untuk menghina ku?!"ucap anna lagi.


Seketika mimik wajah Shaun berubah melihat wajah dingin anna.


"A..aku hanya..."shaun terbata bata.


"Hanya apa?!lebih baik enyahlah kau!"bentak anna.sungguh emosi anna sedang tidak stabil.


"Nona,tuan kriss.."shaun ragu ingin mengatakan nya atau tidak.


"Aku tidak ada keperluan dengan pria itu."anna membalikkan badan nya hendak pergi.


"Dia hilang ingatan nona."tukas shaun.


"Dia hilang ingatan atau mati pun aku tidak perduli."sarkas anna.


"Tapi nona.."shaun terhenti lagi.


"Cukup.tolong jangan ganggu aku lagi."ucap anna tegas.


"Kau yakin nona?bukankah tuan kriss kecelakaan karena kau?dia mengejar mu bukan?"ancam Shaun.


"Aku sudah melihat cctv nya nona.Jika kau tidak ingin membantu ku maka aku akan melaporkan mu dengan bukti yang ada di tangan ku."sambung shaun lagi.


Anna tertegun.Ia mulai merasa dilema.Sekilas seperti anna memikirkan sesuatu.


"Baiklah.Laporkan saja."tantang anna.


Shaun sungguh heran dengan wanita ini.


"Bahkan aku punya alasan mengapa aku harus lari dari nya.Bukankah di akan menjadi dirut rs ayah nya?pasti berita ini akan berdampak buruk untuk kalian,jika publik tau seorang dirut tidak dapat bertanggung jawab.Dan bahkan dia ingin mengaborsi anak ini."ucap anna penuh penekanan.


Shaun benar benar melongo.Ia tudak tahu bahwa wanita di hadapan nya ini adalah rubah licik.


"Bilang pada tuan mu jika aku akan sangat jijik jika melihat nya hadir di hadapan ku lagi.Dan mungkin apa yang terjadi pada nya pantas untuk ia dapat kan.Memang lebih baik dia tidak mengingat apapun tentang kami."sambung anna.


Shaun mengepal erat tangan nya.


Ia merasa geram terhadap anna.Tapi ia berusaha menahan emosi nya.


"Kau pasti akan menyesal nona."lirih Shaun.


"Aku?menyesal?ya ..aku sudah menyesal telah bertemu kalian."teriak anna.Entah kenapa air mata anna terasa mengalir begitu saja yang membuat Shaun yang melihat nya seketika hilang emosi berganti iba.


"Lepaskan aku maka aku akan melupakan semua nya dan tidak akan mengatakan apapun."ucap anna lalu berlalu dari sana.


Shaun hanya terpaku melihat kepergian anna.


🍃🍃🍃


Anna sampai di sebuah kontrakan kecil di antar oleh pemilik nya.


"Ini mbak kunci nya."bibi pemilik kontrakan itu memberikan kunci rumah minimalis itu.


"Terimakasih bu."anna menyambut kunci yang di beri.


"Kalau begitu saya pamit ya mbak."pamit si bibi.


"Iya bi.sekali lagi terimakasih."jawab anna.


"Iya mbak sama sama."jawab si bibi


Anna masuk dan mulai menata rumah tersebut sesuai keinginan nya.


Anna bahkan tidak pamit pada freya.Ia ingin benar benar pergi dari kehidupan mereka.


Kringg.....


Suara ponsel anna berbunyi.Ia melihat layar ponsel siapa yang menelepon nya.


Ternyata itu adalah jessi.


Anna langsung mengangkat nya.


"Anna..."ucap jessi merasa tidak sabaran.


"Kau di mana sekarang?"sambung jessi.


"Ada apa?"tanya anna santai sambil membereskan pakaian.


"Aku ingin menemui mu.Kau dimana sekarang?"tanya jessi begitu ingin tau keberadaan anna.


Anna merasa ada yang aneh dengan jessi.Seperti jessi ingin sesuatu dari anna.


"Aku sedang sibuk.maaf."jawab anna.


"Anna..kau sedang menghindari ku?"ketus jessi.


"Tapi sungguh maaf jessi."anna memutuskan telepon sepihak.


"Ahhkkk .....dasar bodoh.tingal katakan saja keberadaan nya susah sekali.Aku pasti menemukan mu anna."jessi geram.


Ya jessi adalah kaki tangan luna sekarang.Karena di iming imingin segepok uang setiap aksi nya jessi tegiur dan mengorbankan pertemanan mereka.


Sedangkan anna....


"Aku merasa ada yang aneh belakangan ini dengan jessi."gumam anna.


🍃🍃🍃


Kriss mengidentifikasi gelagat anna yang berada di Vidio tersebut.


Anna terlihat panik dan sangat cemas.Dan kriss juga melihat anna yang jatuh lemas karena keadaan kriss.


'kenapa setiap melihat wajah wanita ini seperti ada rasa aneh.Dia memang tidak asing bagi ku.'batin kriss.


"Tuan...tuan kecelakaan karena mengejar wanita ini."jelas shaun.


"Apa alasan ku mengejar nya?"tanya kriss sambil memijat batang hidungnya.


"Hmzz...."shaun hanya berdeuhem.


'dia yang mengejar kenapa bertanya padaku'batin shaun merasa konyol.


"Shaun."panggil kriss dengan suara bariton nya.


"Iya tuan!"shaun spontan menjawab.


"Jelaskan!"bentak kriss.


"Begini tuan... sebenarnya nona anna wanita itu menyewa di rumah pribadi tuan.Lalu ada kecelakaan antara tuan dan anna sehingga anna sekarang sedang hamil anak tuan."jelas shaun.


"Dan anna sedang menghindari tuan karena tuan berkata pada anna akan mengaborsi kandungan anna.Dan anna seperti nya ingin mempertahankan bayi itu."sambung shaun.


"Bayi ku?ku rasa dia menjadikan bayi itu hanya untuk senjata saja.Berikan saja dia uang semau nya."ucap kriss datar.


Shaun sungguh terkejut dengan keputusan tuan nya ini.Tapi dia hanya bisa menurut saja.


"Baik tuan."shaun langsung keluar dari kamar kriss.


Ketika baru keluar dari kamar kriss Shaun kembali di kejutkan dengan kehadiran Arina,mantan pacar Kriss.


"Sedang apa di di sini."gerutu Shaun.


"Kriss di dalam?"tanya arina dengan nada angkuh nya.


"Ya."Shaun langsung berlalu dari sana.


"Dasar... pangkat saja masih asisten saja sudah belagu."maki arina.


Arina langsung masuk setelah itu.Ia mendapati kriss sedang memandangi tablet nya.


"Kriss.."panggil arina dengan lembut.


Kriss menoleh ke sumber suara.


""Arina?"kriss tidak menyadari arina masuk.


"Kau ingat aku?"mata arina berbinar-binar.


"Ya."jawab Kriss singkat.


Arina duduk di samping kriss dan mengelus-elus dada bidang kriss.


"Kau tau..aku sangat merindukan mu."lirih arina menggoda kriss.


"Kenapa kau tidak datang ketika aku di rumah sakit?"tanya kriss.


Bahkan tidak mengingat bahwa arina sudah menyakitinya dengan berselingkuh dengan kekasih freya.


"Kau tau kan aku kriss...aku sangat sibuk.Dan aku berusaha meluangkan waktu untuk mu sayang."arina mengecup dada bidang kriss.


Tapi kriss tidak merespons arina.Kriaa menatap tanda kepemilikan di puncak leher anna yang agak tersingkap rambut.


'apa itu?'batin kriss.


Tapi anna dengan cepat bangkit.


"Apa kau sudah makan?"tanya arina.


"Sudah.kau keluarlah dulu.kepala ku sangat pusing."kriss tiba tiba saja merasa muak dengan arina.


"Kau kenapa kriss?"akting arina.


"Sudahlah."tolak Kriss lembut.


"Baiklah sayang.aku akan kembali lagi nanti."ucap arina.


Kriss hanya mengangguk pelan.


Arina pergi dari kamar kriss.


Ia sedang berusaha mengingat tentang siapa anna.Kriss berpikir begitu keras berusaha mengingat anna tapi hasil nya malah membuat kepala nya semakin terasa sakit.


'siapa sebenarnya wanita itu?'batin kriss.


🍃🍃🍃


Malam tiba....


Kringg......


Anna menatap layar ponsel nya.


Ia melihat nama freya yang sedang menghubungi nya.Anna menghela nafas nya.


"Iya ada apa?"tanya anna pada freya setelah mengangkat panggilan itu.


"Anna kau ini kemana saja?kau tau aku mencemaskan mu?!bisa kah kau beri sedikit kabar anna "freya langsung saja menyerocos pada anna.


"Freya...aku minta maaf.Tapi aku benar-benar tidak ingin merepotkan mu."ucap anna santai.


"Merepotkan?apa aku pernah mengeluh bahwa kau merepotkan ku anna?"tanya freya begitu geram.


Anna hanya menghela nafas kasar.


"Anna...kau tidak boleh egois seperti ini..kau sedang hamil.Anak itu butuh seorang ayah.Lebih baik kau bicarakan baik-baik dengan kriss.Aku tau dia orang yang seperti apa."freya mulai bicara lembut.


"Freya...aku mohon jangan bahas tentang aku dan kriss.Dia saja sudah melupakan semua nya.Lagi pula dia tidak menginginkan anak ini."anna tertawa kecil.


"Anna..di pasti akan mengingat semua nya lagi.Ibu nya juga pasti akan menerima mu.Keluarga mereka sangat baik."rayu freya.


"Tidak frey.Aku akan menjalani nya sendiri."ucap anna.


"Aku akan membantu mu anna."rayu freya lagi.


"Kau sudah banyak membantu ku freya."tolak anna.


"Tapi aku mohon sekali ini lagi saja.Anggap saja aku peduli pada calon ponakan ku."rayu freya tanpa lelah.


Anna terdiam sejenak.Ia sedang memikirkan sesuatu.


"Tapi maaf freya aku tidak butuh apa apa sekarang."tolak anna.


"Aku akan memberikan uang bulanan pada mu."tawar freya.


"Tidak perlu freya.aku akan bekerja."tolak anna lagi.


"Apa kau sudah dapat pekerjaan nya?"tanya freya.


"Belum."jawab anna singkat.


Freya menghela nafasnya.


"Begini saja.di restoran ku butuh seorang manajer.Kau bisa membantu ku mengendalikan restoran ku.apa kau mau?"tawar freya.


"Kau sedang bercanda dengan ku frey?"anna tertawa kecil.


"Tidak anna pekerjaan itu tidak terlalu berat untuk bumil seperti mu."jawab freya polos.


"Aku tidak bisa frey.apa lagi aku hanya tamatan SMA.Apa nanti nya kata pekerja yang lain jika tamatan ku seperti ini bisa menjadi manajer."jelas anna.


"Jika jadi pelayan tidak terlalu berat untuk mu?"tanya freya ragu.


"Tidak Frey lagi pula kandungan ku belum besar."ucap anna.


"Baiklah anna.kau mau kan bekerja dengan ku?"freya memastikan.


"Iya frey.Jika perlu besok aku akan masuk."jawab anna.


"Baiklah anna.terimakasih."freya merasa lega.


"Iya.aku ingin istirahat.aku matikan ya."anna ingin tidur.


"Baiklah."freya pun memutuskan telepon.


'aku harus bekerja dulu dengan freya.setelah mendapatkan pekerjaan baru aku akan benar-benar pergi jauh dari mereka.maaf kan aku freya.aku memanfaatkan mu.tapi aku harus benar-benar pergi setelah ia ini.'batin anna.


🍃🍃🍃


Pagi yang cerah tiba.Udara segar di pagi hari menyejukkan hati ketika masuk terhirup oleh indra penciuman.


Anna berjalan menuju alamat restoran yang di tuju kan freya.


Anna masuk dan di sana sudah ada freya menunggu nya.