
"Di mana Hansen?"lirih Anna dengan matanya mencari-cari sosok Hansen.
Tiba-tiba Anna terhenti mendengar suara deheman seorang wanita yang tak lain adalah Luna.
"Ehmm.."pancing Luna.
Anna hanya menoleh ke sumber suara,lalu melanjutkan langkah kakinya.
"Masih berani ya datang ke sini, setelah kabur dan merusak image dan mental pria baik ini."sindir Luna.
Anna terus berjalan tanpa menghiraukan Luna yang berusaha memancing emosinya.
Luna menjadi malu sendiri di tengah keramaian orang yang memperhatikan dia berbicara sendiri, karena tidak semua orang paham dan kenal siapa yang Luna sindir.
Dari kejauhan Anna melihat Hansen sedang duduk berbincang dengan Kriss dan ayah Kriss dan tentunya ada Arina juga di sana.
'Aku belum siap.Aku belum siap bertemu dia lagi.'Anna membalikkan badannya dan pergi menuju pintu utama untuk keluar dari rumah itu.
Kriss menangkap pemandangan itu.Ia melihat Anna pergi.
Kriss ingin bangkit tapi tangannya di tahan oleh Arina.
"Lepas!"ucap Kriss pelan.
"Mau kemana?kita akan melakukan pengambilan gambar."ucap Arina sedikit kecewa dengan nada bicara Kriss yang terdengar kasar.
Kriss tetap saja bangkit.Namun kali ini ia di tahan oleh ibunya.
"Mau kemana,nak?Ayo kita berfoto!"ajak sang ibu.
"Aku ada sedikit urusan."tolak Kriss.
Megi panik.
'Apa dia ingin bertemu dengan Anna?Ini gawat!Itu bisa merusak semua usahaku selama ini.'batin Megi.
"Urusan apa sih?Apa yang lebih penting dari pada momen bahagia ini?Ayolah,nak."rayu Megi.
"Tidak baik membuat seorang ibu memohon.Takutnya ia bisa membuat masalah baru lagi."sindir Hansen ikut campur pembicaraan mereka.
Mata Kriss dan Megi terbelalak.
Kriss marah karena orang yang ia benci ikut campur dalam pembicaraan mereka.
Lain hal dengan Megi yang khawatir kalau dugaannya benar jika Hansen tau masalah pernikahan Anna dan Kriss dulu.
"Apa maksud mu?!!siapa kau?!!apa yang membuat mu berhak ikut campur?!!"Kriss mulai marah.
"Sudah,nak.Tuan muda Adhitama hanya bercanda saja."ucap Megi berusaha mendinginkan suasana mereka berdua.
"Lebih baik aku pergi sekarang nyonya,Tuan Louman."pamit Hansen.
"Baiklah.Maafkan sikap anak kami tuan Adhitama."ucap Ayah Kriss pada Hansen.
"Ayah!! untuk apa meminta maaf?!"bentak Kriss.
"Sudahlah Kriss."Megi mengelus pundak Kriss.
"Tidak bisakah kau menjaga sikap mu Kriss!!"bentak ayahnya.
Hansen melengos pergi begitu saja.
"Kau lihat ayah!Kau meminta maaf pada pria tidak tahu sopan santun!"kesal Kriss yang berujung ia pergi dari sana.
Semua tamu yang menyaksikan itu berbisik-bisik.
Arina terlihat sedih.
Megi segera memeluk lembut Arina.
'Ini semua karena wanita ****** itu!pasti Kriss tadi ingin mengejarnya.Apa sih istimewanya dia,sampai tuan muda Adhitama juga mengejarnya.'batin Arina kesal.
🍃🍃🍃
Anna sedang menunggu taksi lewat di pinggir jalan setelah meninggalkan kediaman Louman.
"Kenapa belum ada taksi yang lewat,sih."celetuk Anna.
Setelah menunggu selama 15 menit di pinggir jalan sebuah mobil sport milik Hansen pun menghampiri Anna.
"Hansen."lirih Anna melihat mobil Hansen mendekatinya.
Hansen menurunkan kaca mobilnya.
"Naiklah!"ajak Hansen.
Anna tersenyum lebar menyambutnya.
Anna pun masuk ke dalam mobil Hansen.Dan mereka berdua pun berlalu dari tempat itu.
Dari kejauhan Kriss menatap nanar mobil yang semakin hilang dari pandangannya.
"Sebahagia itu kah dia bersama Hansen?"lirih Kriss merasa tersiksa.Sudah bertemu dengan Anna tapi belum sempat mengatakan apapun.
Malam berganti pagi pun tiba.Anna sudah siap dengan stelan sederhana.Hari ini ia berencana pergi menemui ibunya.
Tadi malam ia menginap di hotel, sedangkan Hansen pulang ke rumahnya.
Setelah chekout Dari hotel tersebut Anna segera mencari taksi untuk mengantarnya ke rumah adiknya tempat di mana ibunya berada.
Anna membeli beberapa cenderamata untuk ibunya di jalan ketika menuju rumah ibunya.
Saat di dalam mobil Anna melihat update hari ini di dunia maya.
Betapa terkejutnya ia mendapati dirinya menjadi berita utama dan dalam pencarian hangat.
Banyak komentar negatif netizen terhadapnya.
"Sungguh merusak hari ku saja!"umpat Anna sembari memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
Kali ini Anna benar benar mati rasa terhadap apa yang sudah ia alami.Semalaman ia merenung dan menyadari tidak ada gunanya juga ia terus bersedih.Apalagi ketika melihat Kriss sudah bertunangan rasa bersalah pada Kriss saat meninggalkan Kriss di hari pernikahan mereka,sudah terbayar walaupun masih terasa sesak untuk menerima kenyataan.
'Dulu aku berpikir jika kita jodoh akan bertemu.Tapi kenyataannya kita bertemu tapi tidak berjodoh.Rindu ku terbayar tadi malam.Rasa bersalah ku juga terbayar walaupun aku juga tidak sempat berkata maaf pada mu.Aku takut jika aku berkata maaf akan menggoyahkan pendirian ku.Aku takut jika harus jatuh cinta pada pria milik wanita lain.Aku akan berusaha ikhlas.Aku memang pantas mendapatkan rasa sakit ini.'batin Anna.
Setelah 2 jam perjalanan Anna pun tiba di rumah ibunya.
Setelah keluar dari mobil Anna memasuki halaman rumah adiknya yang elegan.
Adiknya seorang yang sukses.Kini ia sudah duduk menjadi manager di perusahaan Adhitama group.
Seorang pembantu membantunya membawa barang memasuki rumah adiknya itu.
Ibunya sedang menyulam di halaman samping.Sedangkan adiknya sedang bekerja.
Anna diam diam menghampiri ibunya.
Dari belakang ibunya Anna mengecup pipi ibunya.
Ibunya tersontak kaget.Dan langsung menoleh ke arah Anna.
"Anna..."lirih ibunya.
Anna tersenyum penuh haru.
Ibu segera memeluk erat putri satu-satunya itu.
"Kenapa baru menemui ibu?"tangis ibunya pun pecah.
Anna membalas pelukan ibunya.
"Maafkan Anna,bu."lirih Anna ikut menangis.
"Sudah jangan menangis.Lihat nanti wajah cantik mu bengkak."ibunya menatap penuh kasih sayang wajah anaknya itu.
Anak dan ibu itu pun saling bertukar cerita melepaskan rindu.
Hingga tiba saat makan siang.Semua makanan sudah di sajikan oleh bik Inem.
Anna terlihat sangat berselera.Tapi ada sesuatu yang aneh.Ketika ia sedang memakan sayur sup ia merasa sedikit mual.Tapi ketika ia memakan daging dan ikan ia terlihat sangat rakus.Alhasil ia tidak memakan sayuran.
"Apa makan mu belakangan ini baik?"tanya ibunya yang melihat ia lahap memakan daging.
"Iya bu, Aku lumayan sibuk di toko jadi pola makan ku tidak teratur.Lagi pula makanan di sini sangat enak Apakah ibu yang memasaknya?"tanya Anna.
"Iya nak.Kalau begitu makanlah yang banyak."ucap ibu bahagia.
Setelah selesai makan Anna pergi ke kamar mandi.Saat di cermin kamar mandi ia memperhatikan perutnya yang sedikit berbeda.
"Apa aku mulai gemuk sekarang?Perut ku agak buncit."Anna terkekeh sendiri.
Tiba-tiba Anna teringat sesuatu kalau ia ada janji dengan Hansen tentang pembangunan toko baru Anna.
Anna pun bergegas pamit pada ibunya lalu pergi ke tempat mereka janjian.
Saat sedang menunggu Hansen di sebuah resto Anna tergiur akan daging yang di bawa pelayan ke pelanggan yang di meja seberang.
'Kenapa aku rasanya ingin makan lagi.'celetuk Anna dalam hati.
Tiba-tiba Anna di kejutkan oleh kehadiran Lussi.
"Anna.."sapa Lussi.
"Dokter Lussi."sahut Anna.
"Aduh,jangan panggil aku dokter.Panggil saja Lussi."ucap Lussi duduk di hadapan Anna.
"Baiklah."Anna tersenyum manis.
"Sedang menunggu seseorang?"tanya Lussi.
Anna mengangguk.
Lussi menatap serius wajah Anna.
"Ada apa?"Anna menyadari tatapan aneh Lussi.
"Kenapa kau pucat sekali?"tanya Lussi khawatir.
"Ah sungguh?"Anna mengeluarkan cermin kecil dari tasnya.
"Apa kau sering kelelahan?"tanya Lussi lagi.
Anna mengangguk.
"Mungkin aku terlalu sibuk.Paling juga kurang darah."Ucap Anna santai.
"Coba kemarikan tangan mu.Biar aku cek."Lussi masih berusaha memastikan sesuatu.
💨💨💨💨
Aduhh..... sebenarnya Anna kenapa ya??...
Apakah Anna anemia atau jangan-jangan 🧐😲🤯🤯
Semangat bacanya para readers 😘
Jangan lupa untuk like,komen dan juga vote 😉😉 biar author semangat buat up selanjutnya.