
Kriss memasuki ruangan operasi yang sudah di persiapkan dan Anna juga sudah terbaring di ruang operasi tersebut.
Dengan mengumpulkan semua ketegaran dan melawan kesedihan Kriss berjalan memasuki ruang operasi setelah melakukan prosedur pertama sebelum operasi di lakukan.
Baru saja mendekati dokter anestesi Kriss mendapat kabar buruk dari dokter Obgyn yang juga berada di sana memantau perkembangan janin Anna.
"Dokter, denyut janin pasien ini memburuk.Mungkin hanya ada kemungkinan kecil janin ini akan bertahan selama operasi."Jelas dokter Obgyn ini.
"Kita tetap harus fokus pada pasien saja!"tegas Kriss.
'Aku akan tetap mengalamatkan janin ini dan Anna.Aku yakin ini adalah anak ku.'batin Kriss.
Operasi pun di lakukan.
Tapi ketika operasi sedang berlangsung seorang dokter anestesi wanita dengan gerakan halus tapi sengaja memotong salah satu arteri halus di benda yang mereka selamatkan.
"Hey!!apa yang kau lakukan?!!?"Kriss mendorong kasar wanita itu menyingkir dari Anna.
Kriss Segera melakukan pertolongan pada arteri tersebut yang mengeluarkan banyak darah yang menciprati baju hijau yang Kriss kenakan.
Dengan hati yang gemetar panik ia tetap tegar menangani situasi ini.
Shaun yang melihat wanita yang Kriss dorong tadi segera mengamankan wanita tersebut.
"Lepaskan aku!!"teriak wanita itu keras.
Sekilas semua dokter di dalam melirik ke arah wanita yang di seret paksa oleh Shaun.
"Tetap fokus!!"bentak Kriss.
"Selang!!"bentak Kriss lagi meminta salah satu dokter menyedot darah yang membanjiri area organ tersebut.
13 jam berlalu,Kriss berhasil menyelamatkan keadaan Anna walaupun Anna masih harus membutuhkan tranplantasi jantung.
Kriss keluar dari ruang operasi duduk di kursi tunggu di depan ruangan itu sambil mengusap gusar wajahnya.
Ibu Anna menghampiri Kriss.
"Dokter! kenapa anak saya belum keluar dari ruang operasi?apa dia baik-baik saja?"tanya ibu Anna cemas.
Kriss menatap ibu wanita yang ia cintai itu.
Kriss berdiri menatap sedih wajah ibu paruh baya itu.
"Anna membutuhkan tranplantasi jantung segera."lirih Kriss.
"Apa?!!"ibu Anna terduduk lemas.
Kriss segera membatu ibu Anna duduk di kursi dan mengusap pundak wanita itu.
"Apa yang harus aku lakukan??dokter apa tidak ada cara lain lagi?"lirih ibu Anna penuh harap.
Kriss hanya menggeleng.
"Anak ku yang malang...hiks...hiks.."tangis ibu Anna pun pecah.
"Aku akan tetap menyelamatkan Anna tante.Aku sendiri yang akan mendonorkan jantung ku sendiri padanya."ucap Kriss terenyuh.
Ibu Anna terhenti dari tangisnya menatap tak percaya pada Kriss.
"Mendonorkan jantung?kenapa dokter begitu rela mendonorkan jantung anda pada anak saya? sebenarnya siapa anda?"tanya ibu Anna penuh curiga.
"Aku bukan siapa-siapa tante.Aku hanya pria pengecut yang sangat mencintai anak anda."Kriss tersenyum sambil matanya menahan cairan bening yang ingin menetes.
"Tidak perlu dokter,aku akan mengorbankan diri ku sendiri.Aku adalah ibunya."tolak ibu Anna.
"Tidak tante.Anna sedang mengandung anak ku.Mereka berdua harus selamat.Aku ingin menebus semua kesalahan ku pada mereka."ucap Kriss tegas.
Ibu Anna menatap Kriss tidak percaya.
'Anna sedang hamil?'batin ibu Anna.
Setelah berkata demikian Kriss pergi meninggalkan si ibu yang menatap nanar punggung pria itu yang semakin menghilang dari pandangannya.
'Anak muda itu...apa dia bersungguh-sungguh?dia tidak mungkin bercanda, tatapannya tadi seakan menyimpan beban.Apa hubungan pria itu dengan Anna?Apa Anna sungguh hamil?'ibu Anna di sibukkan oleh banyak pertanyaan di kepalanya.
,🍃🍃🍃🍃
Kriss kembali masuk ke ruangan operasi.Semua mata dokter dan perawat di sana tertuju padanya.
"Kita sudah dapat pendonor.Kalian boleh beristirahat dulu.Aku akan memberikan tugas menjaga pasien dan melakukan operasi pada pendonor kepada perawat yang lain dan tim dokter yang lain."jelas Kriss.
"Baik."ucap mereka serempak.
Shaun buru-buru datang menghampiri Kriss.
"Bagaimana dengan wanita itu?"tanya Kriss menyadari kehadiran Shaun.
"Sudah saya amankan tuan."sahut Shaun.
"Shaun,bisa kita bicara sebentar?"pinta Kriss.
Shaun menatap heran tuannya itu.
"Baik tuan."sahut Shaun lagi.
Kriss pun berjalan keluar diikuti oleh Shaun.
Terlihat di ruang operasi sebelah sedang sibuk mempersiapkan ruang operasi untuk Kriss.
Setelah mereka sampai di ruangan di tempat Kriss biasanya memantau Anna dari cctv.
Kriss duduk di atas sofa sambil mengisyaratkan agar Shaun juga duduk.
"Ada apa tuan?"tanya Shaun langsung.
"Aku akan mendonorkan jantung untuk Anna."ucap Kriss.
Shaun membelalak terkejut.
"Bagaimana dengan tuan besar? apakah tuan tidak akan memberitahu mereka?"tanya Shaun.
"Aku akan meninggalkan beberapa pesan untuk mereka.Aku hanya ingin wanita ku hidup menjaga anak ku dengan bahagia.Perjalanan mereka masih panjang.Dan aku hanya ingin menebus semua kesalahan ku."lirih Kriss sedikit mengeluarkan air mata.
Shaun tidak bisa berkomentar apapun.
"Bagaimana jika kita mencari pendonor yang lain tuan.Jika dengan sayembara yang bernilai tinggi maka akan cepat kita temukan."saran Shaun.
Kriss menggeleng.
"Bagaimana jika itu menjadi dampak buruk bagi mereka yang butuh uang.Mereka akan menculik seseorang."tolak Kriss.
Shaun kembali berpikir.
Tok,tok,tok,,,
"Masuk!"sahut Kriss.
Seorang perawat datang memberitahukan ruang operasi sudah siap.
"Aku akan melakukan semua prosedur lainnya.Ingat beberapa aset ku adalah milik Anna.Lalu tutupi hal itu dengan alibi bahwa sudah aku donasikan untuk sebuah panti asuhan."ucap Kriss sambil bangkit.
Shaun hanya menatap nanar dan tidak menyangka pada tuannya itu.
"Tuan..."panggil Shaun sedih.
"Tenanglah.Aku tidak akan pernah mati untuk sia-sia.Kelak kau harus tetap menjaga mereka walaupun dari kejauhan."perintah Kriss.
"Ayo!"ajak Kriss pada perawat itu.