Bring Me

Bring Me
Kabur



Petugas berlari ke sumber suara keributan yang menjadi pusat perhatian.Terlihat dua orang bersimbah d*r*h di balik jeruji.Kedua nya terkulai lemas.


Anna yang terlihat mengalami pendarahan du bagian kepala nya sudah hampir kehilangan kesadaran nya.Sedang wanita teman baru satu sel nya itu juga mengalami hal yang sama dengan nya serta banyak luka cakaran yang mungkin luka iti dalam karena mengeluarkan banyak d*r*h.


Dengan segera petugas membawa kedua nya ke rumah sakit karena wanita tahanan baru itu mengalami kejang.Mereka pun membawa kedua nya dalam satu mobil.


Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,wanita itu pingsan tak sadarkan diri lagi.Mereka di kawal ketat oleh polisi.


Tiba tiba saja mobil yang mereka kendarai di hadang oleh 2 mobil asing yang tiba tiba saja muncul.


"Ada apa ini?!" Amuk seorang petugas yang hampir terbentur karena mobil tiba tiba berhenti.


"Itu pak,," belum siap berkata,satu peluru menancap tepat di jantung supir itu.


Semua petugas panik dan menangani situasi ini.2 orang petugas menjaga tahanan yang terluka itu.


Karena kedua petugas sedang mengawasi teman nya yang baku tembak mereka lengah pada tahanan yang hanya berpura pura pingsan.


Wanita rekan satu sel Anna segera membereskan kedua petugas yang lengah itu dengan cepat di dalam mobil yang sempit itu.Anna sampai terkagum pada wanita cekatan itu.


Dengan cepat wanita itu menendang kedua petugas itu keluar dari mobil dan melompat ke kursi supir.Ia juga mengeluarkan dengan kasar supir yang sudah tidak sadarkan diri itu.Ia mengemudi mendekati mobil yang mengahadang mereka tadi.


"Ayo loncat ke depan! Cepat!" Ajak wanita itu.


Anna segera loncat ke kursi depan.Dan wanita itu pasang badan untuk melindungi Anna dari petugas yang masih tersisa.Mereka pun masuk ke dalam mobil itu.Setelah mereka berdua masuk.Mobil itu bergerak membawa mereka.Sedangkan satu mobil lagi membereskan petugas yang tersisa.


Bagaimana bisa ini terjadi?


Flashback ketika dalam sel.


"Mari ku tunjukkan NERAKA!" Bisik wanita itu.


"Apa maksud mu?" Ucap Anna gemetar.


"Kau ingin balas dendam kan? Akan ku tunjukkan neraka kau sendiri yang pilih bagaimana siksa yang harus kau beri pada mereka." Jawab wanita itu.


"Aku tidak mengerti maksud mu." Lirih Anna berusaha menjauh.


"Kau ingin keluar? Aku bisa mengeluarkan mu." Bisik wanita itu.


"Apa apaan wanita gila ini.Dia saja di sini bersama ku.Bagaimana bisa mengeluarkan ku?" Gerutu Anna kesal dalam hati.


"Aku bukan tahanan sungguhan.Aku datang dengan perintah membebaskan mu." Bisik wanita itu.


"Ini kesempatan emas mu.Kau ingin keluar mencari pelaku nya atau kau yang akan menanggung ini semua pada nya." Hasut wanita itu.


Anna mulai berpikir apa yang harus ia pilih.


"Aku tidak percaya siapa pun." Ucap Anna lantang.


"Semua orang tidak sama seperti mu.Jangan buang buang waktu.Kau tidak ingin melihat putra mu kembali?" Hasut wanita itu lagi.


Anna berpikir keras.Ia takut wanita ini orang jahat.Dan ia berpikir ini sangat tidak adil jika dia yang harus menanggung kesalahan yang tidak ia perbuat.


"Apa kau bisa menjamin aku akan aman jika bersama mu?" Anna dengan polos nya bertanya.


"Aku tidak akan melakukan hal yang sama seperti mereka.Jangan buat tuan baik hati itu menunggu.Cepat ayo!" Ajak wanita itu tak sabar.


"Ayo apa nya? Kau kira ini taman bermain bisa main lari saja." Ketus Anna.


"Kau sudah tidak takut?" Wanita itu kembali menyeramkan.


"Bu,bukan begitu.Bagaimana kita keluar?"


"Aku membawa ini.Kita hanya perlu berakting berkelahi saja.Kau duluan harus pingsan.Oke?" Jelas wanita itu.


Anna pun mengangguk paham.


Flashback off.


Mobil itu membawa mereka memasuki hutan hutan rimbun.Anna sedikit khawatir karena orang orang ini terlihat menyeramkan tanpa ada obrolan sedikit pun.


Wanita teman satu sel nya tadi duduk di sebelah nya.Wanita itu seperti melepaskan kulit dari wajah nya.Dan ternyata itu adalah topeng penyamaran.Anna sangat terkejut.


"Bagaimana bisa,,," Anna terperangah.


"Nanti sampai markas ku jelas kan." Ucap wanita itu.


Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah lapangan luas dan terdapat satu helikopter di sana yang sedang menunggu.


Di sisi lain,Kriss sudah mendengar kabar itu.Ia terlihat benar benar marah.Ia pun membuat janji bertemu dengan Hansen yang kebetulan masih berada di Indonesia.Karna ia tahu,pasti Hansen yang membantu Anna.Belum lagi rekaman Cctv di minimarket itu sangat mirip dengan postur tubuh Hansen walau tidak terlihat wajah nya.


Hansen yang memiliki waktu senggang pun menuruti nya dan mereka bertemu di sebuah cafe.


"Ada apa memcari ku." Ketus Hansen jengah.


Hansen sangat marah pada Kriss yang tidak memercayai Anna.


"Dimana? Dimana dia kau sembunyikan?!" Geram Kriss dengan wajah yang marah.


"Siapa? Siapa yang ku sembunyikan? Apa kau kira aku punya banyak waktu luang hah?" Hansen merasa kesal dengan bualan itu.


"Kau yang membawa nya kabur, jangan berpura pura bodoh!" Bentak Kriss.


"Dia kabur?" Lirih Hansen dengan wajah sumringah.


Kriss menjadi bingung melihat Hansen seperti mendengar kabar baik.


"Dia kabur kan? Aku akan mencari nya dan melindungi nya dari mu.Kau adalah orang yang bodoh.Tapi terimakasih atas informasi mu." Ucap Hansen.


"Apa maksud mu?!" Kriss tidak bisa mengerti sikap Hansen.


"Aku sudah pernah merelakan nya pada mu bukan? Sekarang jangan kan menjaga nya kau malah membuat nya menanggung kesalahan orang di balik jeruji besi."


"Jika aku yang menemukan nya lebih dulu,aku tidak akan membuat nya bertemu baj*ing*an seperti mu lagi." Ucap Hansen dengan tatapan mengitimidasi.


Hansen bangkit dari duduk nya.


"Aku tidak punya banyak waktu luang.Jika kau ingin meluapkan kekesalan mu cari baj*ng*n lain." Ketus Hansen lalu pergi meninggalkan Kriss yang terdiam.


"Jika bukan dia,siapa lagi yang membantu Anna?" Lirih Kriss.


Lalu Kriss mengingat sebelumnya ia pernah mendapatkan informasi bahwa mendiang ayah Anna adalah seorang ketua gengster mafia.


Ia pun beropini bahwa itu perbuatan komplotan itu.


Megi juga mendengar kabar itu,dan ia sangat marah.Bagaiaman bisa wanita rendahan itu bisa lolos dari jeruji besi itu.Ia benar benat frustasi.


Dengan segera ia menelpon Aurora dan langsung mendapat jawaban.


"Kau sudah mendengar nya?" Serbu Megi langsung begitu tersambung.


"Sudah,tante." Sahut nya.


"Bagaimana bisa ini terjadi. Apa yang harus kita lakukan." Panik Megi.


"Tenang tante.Bukankah tujuan tante sudah tercapai.Lagi pula Kriss tidak akan percaya pada nya lagi.Aku dengar juga hari ini Kriss menceraikan Anna walau hanya masih di mulut.Tapi ia juga sedang mengurus berkas perceraian nya."


"Sisa nya biar aku saja yang mengatasi." Sambung nya lagi.


"Iya,benar.Kalau begitu tante akan menunggu kabar baik dari mu." Kini wajah Megi terlihat tenang dan senyum sumringah.


Helikopter yang membawa Anna berhenti di sebuah gedung.Anna dan wanita itu segera turun.


"Ini di mana?" Tanya nya.


"Ikut saja." Ketus wanita itu.


Anna mengekor di belakang wanita itu turun dari atap masuk ke dalam gedung.


Anna memiliki banyak pertanyaan di kepala nya.Tapi karena wanita ini meminta Anna untuk diam apa boleh buat.


Seluruh penghuni gedung yang mereka lalui memiliki badan kekar seperti seorang ahli bela diri terlatih.Banyak juga wanita yang memiliki tubuh atletis.


"Tempat apa ini?" Batin nya.


Mereka tiba di sebuah ruangan besar yang memiliki design interior mewah.


"Duduk lah di sini.Seseorang akan datang menemui mu." Ucap wanita itu lalu pergi meninggal kan Anna yang masih meneliti setiap sudut ruangan.


Ia pun duduk di atas sofa yang ada di sana.Sambil memegang sekujur tubuh nya yang terasa sakit semua.


Tak berapa lama,pintu kembali di buka.Seorang pria masuk melangkah mendekati nya.


Anna hanya bisa bengong saja melihat pria itu.