
Tolong buat kalian para readers ku yang tercinta ๐คญ๐คbantu like, vote dan komennya.Biar author makin semangat buat up lagi.
Karena komen,like,dan vote nya membuat semangat membara ke author buat up๐.Soalnya mood author lagi buruk banget akhir-akhir ini๐ต.
Harap bantu ya readers๐๐๐ฅฐ
๐จ๐จ๐จ๐จ
Semua tamu memasuki rumah mewah kediaman keluarga Louman.Malam ini Megi terlihat bahagia atas pertunangan anaknya itu.Semua kerabat dan rekan bisnis sudah datang.
Kriss melirik jam tangannya.10 menit lagi acara akan di mulai,tapi ia belum melihat sosok Anna.Ia pun menelepon Shaun yang stand by di pintu masuk.
"Apa dia datang?"tanya Kriss tanpa basa-basi.
"Belum terlihat tuan.Sepertinya tidak akan datang."ucap Shaun.
Terlihat wajah Kriss kecewa.
Kriss memutuskan telepon sepihak saja.
"Ada apa?"tanya Arina yang sedari tadi di samping Kriss.
"Tidak ada."jawab Kriss dingin dan berlalu mengabaikan Arina.
Kriss naik ke kamarnya di lantai atas meninggalkan kerumunan.
Arina hanya menatap marah ke arah Kriss yang semakin lama hilang dari pandangan nya.
Kriss membanting pintu dengan keras.Ia merasa kesal Anna belum juga muncul.
"Apa dia benar benar tidak datang?"gerutu Kriss.
"Sebenarnya ada apa dengan ku?!aku sangat menginginkan dia datang apa sungguh karena aku ingin membalasnya atau karena merindukannya?!"geram Kriss.
Kriss mengepal erat tangannya.Ia menatap pemandangan di halaman depan dari balkon kamarnya.
Saat ia tengah melamun ia melihat sebuah mobil sport mewah datang.Karena penasaran ia memperhatikan siapa yang keluar dari mobil itu.
Ternyata itu Anna bersama Hansen.Ia melihat Anna menggandeng tangan Hansen memasuki rumahnya.
Emosinya semakin tersulut.
"Kau benar-benar terlihat bahagia?!!"Kriss kembali mengepal erat tangannya.
Ia membanting salah satu pot bunga kaktus ke lantai untuk melampiaskan emosinya.
Nafasnya mulai memburu.Matanya memerah.Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Shaun.Kriss menjawab panggilan tersebut.
"Tuan,nona Anna sudah tiba."ucap Shaun memberikan informasi.
"Aku sudah tau."ucap Kriss berusaha mengatur nafasnya.
Telepon pun terputus.
Kriss menarik dalam dalam nafasnya guna mengatur kembali keadaan emosionalnya.
'Kita lihat, seberapa bahagia dirimu sekarang?'batin Kriss.
Kriss pun kembali keluar kamarnya dan turun untuk memulai acaranya.
๐๐๐
Anna dan Hansen memasuki kediaman Louman.Terlihat seluruh mata tamu tertuju pada mereka yang terlihat serasi.
Apalagi perubahan Anna sangat besar dan terlihat sangat cantik dengan balutan gaun malam yang elegan.
"Jangan terlihat lemah."bisik Hansen.
Anna membalasnya dengan tersenyum manis.
Terdengar semua tamu yang melihat mereka berbisik-bisik.Ada yang memuji dan ada pula yang meroasting tentang masa lalu Anna tentang kabur saat pernikahannya.
Dari kejauhan Megi berusaha meyakinkan pemandangannya siapa yang sedang datang berjalan ke arahnya.
'Itu dia?!!kenapa dia bisa datang!!'batin Megi panik Anna akan merusak acara pertunangan Kriss.
"Selamat malam nyonya Louman."sapa Hansen.
"Selamat malam tuan muda Adhitama."sambut Megi berusaha santai.
'Mengapa ia bersama tuan muda dari Adhitama ini?'batin Megi.
"Apa kabar nyonya Louman yang terhormat."sapa Anna tersenyum ramah.
"Selamat malam."sahut Megi acuh tak acuh.
"Apa kabar?"tanya Anna.
"Aku baik baik saja."Jawab Megi angkuh.
"Tuan Hansen.Wanita ini siapa mu?"tanya Megi.
"Dia wanita ku.Lebih tepatnya kekasihku."jawab Hansen tersenyum.
"Oh sungguh?hati hati dengan wanita ini.Kau mungkin bisa saja bernasib sama seperti anakku nantinya."bisik Megi pada Hansen berusaha menghasut.
"Itu tidak akan terjadi nyonya,jika ibuku bukan kau."balas Hansen tersenyum dingin.
Megi terdiam.
'Apa dia tahu sesuatu?'batin Megi semakin panik.
'Dasar wanita bodoh!Kau kira kau bicara dengan siapa?Bahkan aku lah yang membawanya pergi karena rencana tolol mu itu.'batin Hansen geram.
"Ahh... terimakasih sudah menyambut kami.Aku akan menyapa tuan besar Louman dulu."pamit Hansen.
"Aku di sini saja."ucap Anna.
"Baiklah.Berbincanglah dengan akrab dulu."setelah mengucapkan itu Hansen meninggalkan mereka berdua.
Megi terlihat salah tingkah.
"Kau tidak menyuruh calon tunangan anak mu kabur lagi kan nyonya."Sindir Anna.
"Jangan buat onar di sini!"ancam Megi sedikit berbisik.
Anna mengeluarkan undangan pertunangan Kriss dari dompetnya.
"Mantan kekasihku sendiri yang mengundang ku."tersenyum anggun menunjukkan undangan tersebut.
Megi terkejut.
'Apakah mereka sudah bertemu atau berkomunikasi sebelumnya?!Ada apa ini sebenarnya?!'batin Megi semakin panik.
"Tenang saja,aku tidak akan mengacaukan acara ini.Selamt ya atas pertunangan anak anda."tersenyum lebar penuh arti.
Dari kejauhan Kriss melihat kedua wanita itu.Anna terlihat selalu menunjukkan senyumannya.Sedangkan Megi terlihat tertekan.
'Ada apa sebenarnya di antara mereka.Bukankah sebelumnya mereka tidak akur?Mengapa mama terlihat di bawah tekanan?Apa yang mama sembunyikan dari ku?'batin Kriss dengan segala pemikirannya.
Mc pun memulai acaranya.Kriss naik ke atas panggung dan memulai acara.
Ketika ingin memakaikan cincin di jari manis Arina Kriss sedikit melirik ke arah Anna.
'Apa kau benar-benar melakukan ini Kriss?Ini terlihat sangat kejam.'lirih Anna dalam hati yang perih namun masih memasang wajah tersenyum dan bertepuk tangan setelah acara pemakaian cincin selesai.
Kriss mencium bibir merona Arina.
Bagai di iris dan di siram air jeruk di hati Anna, sangat sakit melihat pemandangan ini.Bibir yang dulu selalu menciumnya kini sudah mencium bibir wanita lain.
'Kau lihat kan Anna.'batin Kriss.Tapi ia sedikit tidak tega menyakiti Anna.
'Aku rasa ini sudah cukup.'batin Anna.
Anna hendak mundur dari acara itu.Tapi Hansen menggenggam erat tangan Anna.
"Jangan sekarang.Ini akan terlihat menyedihkan.Pasti akan ada yang memantau mu melihat reaksi mu."bisik Hansen.
Anna pun mengurungkan niatnya.
Benar saja,saat ini Shaun sedang mengintai gerak gerik Anna.
Dengan cepat ia pun menangkap gelagat Anna.
'Sebenarnya seperti apa sekarang perasaan Anna ke tuan Kriss? Kenapa Anna terlihat berusaha tegar?'batin Shaun.
Masih asik dengan pemikirannya tiba-tiba seorang wanita berumur kepala dua menabraknya karena asik bermain ponsel.
"Ouch..."
"Ehh..."keduanya terkejut dan saling pandang.
"Aduh maaf.Saya tidak liat."Ucap wanita itu.
"Tidak apa-apa."sahut Shaun menatap datar wanita itu.
Shaun segera menjauh dari wanita itu.
"Huft...untung saja dia tidak marah."gumam wanita itu lega.
"Anna.."ucap wanita itu yang bernama Lussi si dokter Obgyn.
Lussi langsung menghampiri Anna.
"Anna.."panggil Lussi sedikit mencolek bahu Anna.
Anna pun menoleh.Ia terkejut Lussi menghampirinya.
"Dokter Lussi?"lirih Anna.
"Kau apa kabar?"tanya Lussi kagum akan penampilan Anna malam ini.
"Baik."jawab Anna.
"Oh ya,ada yang ingin aku bicarakan denganmu."ucap Lussi.
"Apa itu?"tanya Anna.
"Mari cari tempat yang nyaman untuk bicara."ajak Lussi.
"Sebentar."ucap Anna yang ingin pamit pada Hansen.
Setelah berbisik pamit pada Hansen Anna pun pergi bersama Lussi ke taman samping kediaman mewah Louman tersebut.
"Ada apa?"tanya Anna tidak sabaran.
"Huft... sebenarnya sudah lama ingin ku bicarakan dengan mu.Sebenarnya surat pernyataan kau tidak bisa hamil lagi itu palsu."jelas Lussi.
"Apa?!!palsu"Anna tidak habis pikir.
"Iya.Sebenarnya aku ingin memberitahumu saat acara pernikahan kalian, karena aku tidak punya waktu untuk bertemu dengan mu di hari biasa."jelas Lussi lagi.
"Tapi siapa yang memalsukan surat itu?"tanya Anna heran.
"Aku juga belum tau.Yang jelas aku menemukan satu surat di laci kepala rumah sakit berbeda dengan pernyataan yang di berikan kepada mu dan Direktur Kriss."sambung Lussi lagi.
Air mata jatuh ke pipi Anna.
'Kenapa aku di permainkan seperti ini?siapa yang membunuh anak ku?Dan siapa juga yang memalsukan surat itu?Apa tujuannya?'Anna sibuk dengan pemikirannya.
"Maafkan aku terlambat untuk memberitahu mu."sesal Lussi melihat Anna bersedih.
"Tidak apa-apa.Terimakasih sudah memberitahu ku."ucap Anna mengalihkan pandangan ke arah bunga-bunga tulip.
"Aku ingin memberitahu Direktur Kriss,tapi aku tidak punya nyali.Apalagi setelah aku mendengar kau pergi di hari pernikahan mu."lirih Lussi.
"Tidak apa-apa.Ini bukan masalah yang besar."Anna berusaha tegar.
"Aku hanya ingin membahas ini dengan mu.Lebih baik kau melakukan pemeriksaan lagi,agar jelas."saran Lussi.
Anna mengangguk.
"Terimakasih."ucap Anna.
"Kalau begitu,aku masuk ke dalam lagi."pamit Lussi.
"Baiklah."sahur Anna.
Lussi pun pergi masuk ke dalam meninggalkan Anna.