
Flashback on
Setelah kriss di tangani tak lama kemudian ia pun sadar.
"Anna?"ucap kriss ketika tersadar.
"Tuan.nona anna sedang di tangani."ucap Shaun.
"Bagaimana keadaan nya sekarang? bagaimana kandungan anna?"tanya kriss mendesak Shaun.
"Masih belum ad kabar dari dokter tuan."sahut Shaun.
"Aku ingin melihat nya.Aku sudah menemukan nya!"ucap kriss sembari turun dari brankar.
"Tuan.tapi dokter bilang anda harus istirahat dulu."ucap Shaun.
"Tidak!aku harus melihat anna."bantah kriss.
Kriss berjalan keluar kamar tergesa-gesa di ikuti oleh Shaun.
"Tuan."panggil shaun.
"Diam lah!"bentak kriss berhenti melangkah.
"Aku ingat siapa anna.Dia sedang mengandung anak ku bukan?!jadi tolong jangan halangi aku!"sambung kriss lagi.
Shaun hanya terdiam dan hanya mengikuti langkah tuan nya lagi.
Sampai di kamar tempat anna di rawat kriss dan Shaun sudah di perbolehkan masuk.Anna masih belum tersadar.Anna kehilangan banyak darah tapi kandungan nya baik baik saja.
"Di mana dokter yang menangani anna?"tanya kriss.
"Akan saya panggil tuan."shaun pun pergi mencari sang dokter.
Kriss menarik kursi dan duduk di samping anna.
Kriss menghela nafas pelan.Ia mengusap puncak kepala anna.
"Kau wanita kuat."puji kriss.
"Maaf kan aku membuat mu seperti ini."tangan kanan kriss menggenggam jemari anna.
Krekk....
Dokter masuk dan melihat pemandangan itu.Ia Sangat terkejut melihat kriss begitu perhatian terhadap orang asing menurut nya.
"Maaf tuan.Anda memanggil saya?"tanya dokter wanita itu.
"Bagaimana keadaan nya?"Tanya kriss.
"Nona anna baik baik saja.hanya saja dia kekurangan darah akibat pendarahan itu.Kandungan nya juga baik baik saja.
Untuk sementara waktu nona anna tidak boleh banyak bergerak dan terlalu lelah."Jelas dokter itu.
"Kenapa dia belum bangun?"tanya kriss lagi.
"Kami memberi nya bius tuan."jawab dokter itu.
"Seharusnya sekarang dia sudah bangun."sambung dokter itu.
"Hmm...kabari aku jika dia bangun.Dan....aku punya tugas untuk mu."ucap kriss.
"Apa itu tuan?"dokter itu membungkuk kan tubuh nya.
"Ikut aku."kriss bangkit dan berjalan di depan dokter itu yang membuntuti kriss.
Ternyata kriss memerintah dokter itu untuk membawa anna menjenguk nya.
Flashback off
"Jangan buat aku semakin berhutang budi pada mu.Aku tidak minta pertanggung jawaban dari mu seharusnya kau bersyukur."anna menatap pekat wajah Kriss.Kriss melihat ekspresi wajah anna seakan marah.
"Kau tidak memikirkan nasib anak ini?!Kau tidak berpikir mungkin ia tidak akan pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang ayah.Bagaimana jika ia besar nanti?dia melihat teman-teman nya bisa bermanja memiliki seorang ayah?!"kriss menatap dalam wajah anna.
"Ayah?"anna menyipit mata nya.
"Kau bahkan tidak pantas di panggil ayah!kau bahkan ingin melenyapkan bayi ini?!"teriak anna histeris.
"Aku hanya tidak ingin membebani mu!"sambung kriss tak kalah dengan suara bariton nya.
Anna terdiam.Kriss membuang nafas nya kasar.
"Anna ..aku tidak ingin membebani mu dengan benih ku ini.Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu.Aku tahu kau pasti tidak menyukai ku.Maka nya aku tidak ingin membebani mu dengan ada nya keturunan ku di sana."ucap kriss lembut.
"Mari kita merawat anak ini bersama-sama.Mari kita berikan keluarga yang lengkap untuk anak ini.Kau tidak boleh egois.Dan aku akan bertanggung jawab."sambung kriss lagi.
Anna menitikkan air matanya.Kriss melihat itu dan mengusap pipi anna yang basah.
Anna menundukkan kepalanya.
"Aku tahu kau tidak mencintai ku.aku tahu kau tidak menyukai ku.Tapi aku menyukai mu anna...mari menikah."ucap kriss.
Anna terkejut mendengar kata menikah Jantung berdegup kencang.Ia masih belum pasti dengan perasaan nya pada kriss.
"Apa alasan yang membuat mu ingin menikahi ku?"lirih anna tanpa mengangkat wajah nya.
"Karena aku menyukai mu dan karena aku ingin anak ku memiliki seorang ayah."jawab kriss tegas.
"Kenapa kau tidak bilang jika benar-benar ingin mempertahankan bayi ini dan membantah ku untuk mengaborsi nya.Jika kau katakan dari awal sudah pasti aku akan bertanggung jawab."ucap kriss.
Anna menutup wajah nya dengan kedua tangannya dan terisak tangis.
"Sudahlah."kriss memeluk anna dengan hangat.
"Maaf kan aku membuat nya menjadi berbelit-belit."lirih anna dalam pelukan kriss.
"Sudah lah tidak apa.Kita mulai semua nya dari awal lagi."kriss mempererat pelukannya.
'ya wanita memang selalu berbelit-belit' batin kriss.
"Baiklah.Aku akan membawa mu pulang."kriss mendaratkan kecupan di kening anna.
Wajah anna tampak memerah.
🍃🍃🍃
Arina mendengus kesal.Kriss meninggalkan nya begitu saja dan tidak mengangkat telepon dari nya.
"Kenapa dia lebih mementingkan wanita rendah itu sih?!"Arina emosi sendiri.
"Sebenernya siapa wanita itu."lirih Arina.
"Lebih baik aku ke rumah sakit milik nya saja.Pasti Shaun membawa mereka ke sana.
Arina memanggil taksi dan pergi menuju rumah sakit milik kriss.
Setiba nya di rumah sakit Arina di buat tercengang dengan pemandangan dari kriss dan anna yang berjalan menuju mobil kriss.
"Hah!dasar wanita murahan!Dia pasti sengaja pura pura sakit kan!"Arina geram melihat kriss tersenyum bahagia bersama anna.
Arina menghampiri kriss.
"Kriss...kenapa kau meninggalkan begitu saja?"Arina meraih lengan kekar kriss dan berbicara lembut ibarat kalau terinjak kotoran sapi tidak hancur.
Kriss menepis tangan Arina.
"Maaf aku buru buru."ujar kriss acuh tak acuh.
"Buru buru menyelamatkan pelayan ini?"memandang rendah anna.
"Diam Arina!"bentak kriss.
"Jangan membuat ku muak."ucap kriss datar.
Arina tercengang.Ia berpikir apakah kriss sudah ingat ketika ia mengkhianati cinta kriss.
"Kau membentak ku hanya karena wanita rendah ini?!"suara Arina meninggi.
"Kau tidak pantas mengatakan dia rendah.Bahkan kau lebih rendah dari nya."ucap Shaun yang sedari tadi geram melihat kehadiran Arina.
"Siapa yang menyuruh mu bicara?!kau bahkan hanya seorang suruhan yang di gaji!"hina Arina pada Shaun.
Anna menundukkan kepalanya.Kriss menyadari itu langsung membawa anna masuk ke dalam mobil.
Dan kriss tanpa kata apapun meninggalkan Arina.
"Jangan pernah ganggu kriss lagi.Tubuh kotor mu itu tidak pantas untuk kriss Louman!"Shaun memberikan peringatan pada Arina.
Arina mengepal erat tangan nya.Dan hanya melihat Shaun masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan dia sendiri.
"Lihat lah apa yang akan ku lakukan nanti."ucap Arina geram.
🍃🍃🍃🍃
"Ahh...a...."luna mendesah nikmat.
Tapi permainan panas nya dengan selingkuhan nya terhenti karena deringan ponsel.
Luna melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.Ternyata itu telepon dari Reyhan rekan kerja anna.
"Ada apa?"tanya luna angkuh.
"Maaf nyonya aku tidak berhasil menyetubuhi nya.Tapi sekarang dia sedang di rumah sakit.Aku mencelakai nya dan dia mengalami pendarahan."ucap Reyhan dengan nada takut.
"Bagus lah.tidak apa.Akan ku transfer dan kau segera pergi sejauh-jauhnya."ucap luna menyeringai.
"Baik nyonya terimakasih."ucap Reyhan.
Luna langsung memutuskan telepon.
"Sayang...lanjutkan..."rengek luna pada selingkuhan nya.
Mereka pun melanjutkan permainan panas nya.
🍃🍃🍃
Kriss,anna dan Shaun tiba di rumah milik Kriss.Kriss menggendong anna turun dan membawa nya masuk ke dalam rumah.sedangkan Shaun membuntuti mereka dari belakang.
"Kau boleh meninggalkan kami."ucap kriss pada Shaun.
"Baik tuan."Shaun pun undur diri
Kriss duduk di samping anna yang duduk di atas sofa ruang tamu.
"Apa perut mu sakit?"tanya kriss canggung.
Anna menggeleng.
"Kau lapar?"tanya kriss lagi.
Anna hanya menggeleng.Tiba tiba....
Kkrruuukkk,,,,,,
Suara perut anna bunyi.
Wajah anna tampak memerah.Kriss tersenyum melihat tingkah anna.
"Aku akan memesan makanan."ucap kriss lembut dan meraih ponselnya yang berada di saku celana nya.
"Wanita tadi..."ucap anna tapi ragu.
Kriss menatap anna yang berhenti berkata.
"Kenapa?"tanya kriss memancing anna agar bicara.
Anna hanya menggeleng.
"Dia..."kriss ingin menjelaskan tapi ia hanya ingat kalau ia masih berpacaran dengan Arina.Ia tidak ingat jika ia sudah putus dengan Arina.
"Lupakan saja.Jika dia mengganggu mu beritahu aku."ucap kriss.
Anna hanya mengangguk.
"Kau tunggu di sini.Aku ganti baju.Dan jangan bergerak sedikit pun lutut mu masih sakit."ucap kriss sembari bangkit.
Setelah mengatakan itu kriss pergi ke kamar nya.
Selang beberapa menit Kriss kembali lagi dengan pakaian santai nya.
Ting...ting ...
Bel rumah kriss berbunyi.kriss pun keluar rumah dan membuka pagar rumah nya.Ternyata makanan yang tadi kriss pesan sudah sampai.Setelah mengambil nya dari si kurir kriss membawanya masuk kembali.
"Mari makan."ajak kriss sambil meletakkan makanan di atas meja hadapan anna.
Anna hanya tersenyum kecil.Kriss membukakan bingkisan yang berisi makanan itu.
Kriss mulai menyuapkan makanan ke mulut anna.Walau gugup anna berusaha terlihat tenang.
Setelah acara makan itu kriss membawa anna ke dalam kamar nya.
"Kenapa ke kamar mu?"tanya anna.
"Kenapa?kau takut aku akan melakukan hal aneh?"kriss tersenyum gemas melihat anna.
Bisa bisa nya anna takut kriss melakukan hal aneh sedangkan anna sudah hamil benih nya kriss.
"Tidak.Lanjutkan saja"ucap anna dalam gendongan kriss.
"Berarti kau mau aku melakukan nya lagi?"tanya kriss tersenyum mesum.
Anna mencubit lengan kriss.
"Aww ..."jerit kriss.
"Awas saja!"ancam anna.
Kriss hanya tertawa kekeh.Akhirnya ada juga momen seperti ini bersama anna.
"Istirahat lah."kriss meletakkan anna di atas ranjang nya.
"Kau mau kemana?"tanya anna.
"Aku akan ke supermarket."jawab kriss.
"Supermarket?"lirih anna.
"Iya.Kau tidur lah dulu.Aku akan cepat pulang.Dan ingat siapapun yang datang jangan buka pintu."perintah kriss.
Anna hanya mengangguk.
"Baiklah aku pergi."kriss tersenyum tipis.
Anna juga hanya mengangguk lagi.
Kriss pergi.Anna membaringkan badan nya ke ranjang kriss.
"Ternyata dia baik."gumam anna.
Anna mulai hanyut dalam mimpi nya.
🍃🍃🍃
Di sisi lain Arina sedang minum alkohol di sebuah bar.Ia frustasi karena gagal untuk bersama kriss pria yang ia cintai.
Kringg......
Suara ponsel Arina berbunyi.
Arina mengangkat panggilan itu.
"Arina!kau kemana saja?!ini sudah jam berapa?!"bentak orang yang di sebrang sana.
"Tidak bisa kah kalian beri aku waktu untuk menghibur diri!"balas Arina dengan bentakan juga lalu memutuskan telepon sepihak saja.
"Kriss....aku pasti akan mendapatkan mu kembali.Kau hanya milik ku Kriss.."lirih Arina.keadan Arina sudah mabuk berat.
Arina kembali meraih ponselnya dan menelepon seseorang.
"Bryan...bisakah kau datang ke sini?aku butuh kau."ucap Arina pada seorang pria bernama Bryan di sebrang sana.
"Kau mabuk Arina?"ucap Bryan cemas.
"Aku butuh kau Bryan..."lirih anna lagi.
"Tunggu aku akan ke sana.kau dimana?"tanya Bryan panik.
"Aku di tempat kita biasa bertemu."jawab Arina.
"Kau tunggu aku jangan ke mana-mana."perintah Bryan.
Beberapa saat kemudian Bryan datang.Ia melihat kondisi Arina sudah dalam mabuk berat.Tanpa berkata apapun Bryan membawa Arina pergi dari bar itu dan menuju hotel.
Sesampainya di kamar hotel yang sudah Bryan pesan, Bryan merebahkan tubuh Arina di atas tempat tidur.
"Bryan..."lirih Arina sambil menarik kerah baju Bryan.Bryan pun jatuh di atas tubuh Arina.
"Aku butuh kau Bryan.."lirih Arina.
Arina menggeliat agresif membuat Bryan menelan Saliva dalam dalam.
"Arina.aku tidak ingin melakukan ini."ucap Bryan mengetahui bahwa Arina ingin memuaskan nafsu pada Bryan.
"Kau tidak menyukai ku?"Arina menatap sayu pada Bryan.
"Bukan begitu Arina..."Bryan berhenti bicara karena Arina menanggalkan pakaian nya.
Lalu Arina memeluk dan membaringkan tubuh Bryan di bawah tubuh nya.
Arina dengan agresif mengecup leher Bryan yang masih terdiam.
Perlahan Bryan mengikuti permainan Arina.
Mereka pun hanyut dalam permainan panas malam ini.