Bring Me

Bring Me
membuat kesalahan



"siapa?"tanya owner itu yang bernama Hansen.


"Wanita ini bos."pria itu memperkenalkan Anna.


"Kau boleh keluar."menyuruh barista tadi keluar.


Barista itu pun meninggalkan mereka.


"Kau ingin bekerja?"tanya Hansen datar.Anna masih saja diam entah apa yang ia pikirkan.


"Hey..."Hansen melambaikan tangan nya membuyarkan lamunan Anna.


"Ee....ma..maaf pak."Anna malu ketika sadar sedang melamun.


"Apa yang kau pikirkan?"tanya Hansen.


"Aaa..."Anna gugup.


"Sudah lah.kau ingin bekerja kan?"tanya Hansen lagi.


"Iya pak."jawab Anna.


"Apakah kau punya pengalaman bekerja?"tanya Hansen sambil Tersenyum menatap Anna.


Anna kembali terdiam karena senyuman Hansen.


Wajar saja wajah Hansen sangat tampan.Dia memiliki wajah seperti pria korea.Dan tutur kata nya sangat lembut.


"Ya ampun.apa yang membuat mu melamun?"tanya Hansen keukeuh melihat Anna mematung.


Anna kembali sadar.


"Mm..maaf pak.sekali lagi maaf."Anna menundukkan wajah nya.


" Jangan panggil bapak,panggil saja bos.Aku jadi terdengar seperti pria tua saja."keluh Hansen.


"B,Baik pak.Eh,bos." Anna masih keliru.


"Apa kau sedang berkhayal tentang ku?"goda Hansen yang membuat wajah Anna memerah malu.


"Tidak pak."jawab Anna spontan.


" Pak lagi,,," Hansen menghela nafas kesal.


"Baiklah.aku rasa tidak perlu mewawancarai mu.kau di terima."ucap Hansen tersenyum manis.


"Terimakasih pak,eh maksud saya bos."ucap Anna senang.


"Kapan kau ingin mulai bekerja?"tanya Hansen.


"Kalau bisa hari ini saya akan masuk pak.ee...Bos."Anna salah ucap lagi deh..


Hansen tertawa kecil karena gemas melihat kelakuan Anna.


"Ya sudah mulai hari ini saja lah.hm...siapa nama mu?"tanya Hansen.


"Anna pak."jawab Anna.


Hansen bangkit lalu menghampiri Anna.


"Anna lain kali jangan panggil pak oke? panggil saja Bos atau kau bisa juga panggil sayang."canda Hansen mencolek hidung mancung Anna.


Anna jadi salah tingkah tersipu malu deh.


"Aa..maaf saya lupa".ucap Anna gugup.


"Baiklah.Di ruang belakang ada loker dan kamar mandi.segeralah ganti pakaian."perintah Hansen kembali duduk.


"Baik."Anna keluar dari ruangan itu.


____


Di sisi lain Kriss baru saja selesai melakukan operasi pasien nya.Kriss membuka keluar dari ruang operasi dan menuju ruangan nya.Ia merebahkan bokongnya di kursi empuk milik nya.Tiba-tiba ia terbayang akan tubuh seksi Anna tadi pagi.


"Ahhh!!!kenapa terus kepikiran dia."Kriss merasa kesal.


Ia menghela nafas pelan menstabilkan dirinya.


"Kira-kira dia sudah dapat pekerjaan apa ya."gumam Kriss sambil mengetuk-ngetuk meja nya.


"Aku bahkan tidak punya nomor ponsel nya."Kriss bangkit dari duduknya menatap ke arah jendela kaca yang besar yang menuju ke jalanan macet ibukota.


Kriss adalah Dirut rumah sakit xxx(nama di samar kan ya).Ayah nya adalah pemilik rumah sakit itu tapi sekarang di urus oleh nya karena sang ayah sakit sakitan.Tapi ia tidak pernah pulang ke rumah utama karena ia lebih suka tinggal sendiri karena tidak suka kebisingan.Tapi kehadiran Anna membawa perubahan kecil ke kehidupan Kriss.Kriss merasa ingin cepat pulang untuk berdebat dengan Anna.


Ia telah menjadi kan perdebatan mereka sebagai hal yang di sukai Kriss.


Kriss melirik jam tangannya.


Hari pun berlalu dan Sekarang pukul 7 malam.


Kriss yang sudah berada di rumah menunggu kepulangan Anna.Dalam hatinya gundah dan pikiran nya selalu bermunculan ratusan pertanyaan.Ia pulang bekerja jam 5 sore tadi dan sudah menunggu Anna sambil duduk di depan tv dengan wajah serius.bahkan ia belum berganti pakaian.


Ia mendengar suara ketukan di depan pagar.Dan ada suara wanita memanggil nama nya.Kriss bergegas keluar rumah dan membuka pagar.Ternyata itu adalah Anna.


" Hey kau tidak lihat ada bel di sana? Malah berteriak."ketus Kriss kesal.


"Aku tidak lihat."sahut Anna.


"Kau sudah pulang?"tanya Anna tersenyum.


Kriss tidak menghiraukan dan malah meninggalkan Anna masuk ke dalam lagi.


"Ada apa dengan nya?"tanya Anna heran.


Anna mengikuti Kriss masuk setelah menutup pintu pagar.


Tapi Kriss langsung naik ke lantai atas menuju kamar nya.


"Apa aku membuat kesalahan?"tanya Anna lagi pada dirinya sendiri.


Anna juga masuk ke dalam kamar nya.


Ia membersihkan badan nya.


***


Malam semakin gelap.Anna keluar kamar menuju dapur.Tapi ia tidak melihat sosok Kriss di sana.Anna merebus air ingin membuat jahe hangat.


Ketika air sudah mendidih teko itu berbunyi pertanda sudah matang.Kriss mendengar suara teko itu pun mengintip dari lantai atas.


Ia segera turun karena mengetahui Anna berada di dapur.Ternyata Kriss benar-benar menaruh hati pada Anna.


Kriss jalan dengan wajah cuek.Bahkan ia tidak melirik Anna.Anna yang sudah selesai bergegas pergi meninggalkan Kriss sambil membawa jahe hangat nya.


"Manusia aneh."lirih Anna pelan.


Kriss merasa kesal karena Anna mengabaikan nya.Ia pun juga kembali ke kamar dengan kesal.


Sesampainya di kamar Kriss menendang pelan meja nya tapi terasa sakit karena sisi meja terkena jati kelingking kaki nya.


"Aww."Kriss meringis.


"Hmm....kenapa aku harus kesal? Kenapa juga aku harus menyukai nya?aaa....."Kriss merasa kesal membanting gelas kosong ke lantai.


Yaa..gelas itu jadi pelampiasan amarah Kriss.


Anna mendengar suara pecahan gelas langsung menghampiri Kriss.Anna memiliki sifat keibuan,jadi ketika mendengar suara pecahan gelas ia khawatir.


Tok..tok..tok...


Kriss langsung membukanya.


"Ada apa?"tanya Anna sedikit cemas.Kriss hanya berdeuhem.


"Kau ingin bunuh diri?"tanya Anna polos.


"Aku hanya tidak sengaja."ucap Kriss datar.


"Oh....aku kira kau kenapa-napa.Aku kebawah."ucap Anna.


"Apa urusan nya dengan mu jika aku kenapa-kenapa?"tanya Kriss menghentikan langkah Anna.


Anna membalikkan badan nya.


"Iya juga.Kau kan tidak ada urusan nya dengan ku selain bisnis Antara pemilik dan penyewa saja."jelas Anna.


Kriss menarik tangan Anna hingga Anna jatuh ke pelukan Kriss lalu Kriss mendaratkan ciuman di bibir Anna.Anna memberontak memukul dada bidang Kriss.Namun Kriss memperdalam ciuman nya.Anna menggigit bibir Kriss hingga Kriss melepaskan ciuman itu.


"Apa maksud mu ini?!"bentak Anna marah.


"Aa..aku..."Kriss terbata bata.


"Kau sungguh biadab!!Kau kira aku wanita murahan hah!"Anna marah melototi Kriss.


"Meskinpun aku janda,aku selalu menjaga harga diriku.Kau sungguh kelewatan."hardik Anna lagi.


Anna pergi meninggalkan Kriss yang terpaku.


Anna benar-benar marah.


'Kriss...apa yang kau lakukan.lihat lah dirimu mengapa tidak terkendali."gumam Kriss menyesali perbuatannya.