Bring Me

Bring Me
Tamu tak di undang



Malam tiba,mereka berdua merasa damai.Semua yang berjalan baik baik saja.Kini kedua nya sedang bercengkrama di balkon sedang menikmati angin malam.


"Aku merasa sangat tenang akhir akhir ini." Ucap Kriss yang memeluk Anna dari belakang.


Anna membalikkan badan nya dan memberikan kecupan pada Kriss.Dan Kriss membalas itu dengan ciuman di bibir yang lembut.


"Aku mencintai mu." Ucap nya pada wanita yang sangat ia cintai.


"Aku juga,," sahut Anna.


Baru saja menikmati kedamaian itu.Dari balkon Kriss melihat mobil yang sanga ia kenal baru saja memasuki halaman nya.


Ekspresi wajah nya langsung berubah muram.


Dengan segera Kriss meninggalkan Anna dan menghampiri tamu tak di undang itu.


Anna yang di perintahkan diam di kamar di hantui rasa penasaran..


"Sebenarnya siapa sih yang datang?" Gumam nya.


Sedangkan Megi datang bersama satu asisten perempuan nya bernama Tantri dan Shaun.Mereka memasuki mansion mewah itu.


"Ada hal apa kemari?" Tanya Kriss yang batu saja turun dari lantai atas.


"Kenapa harus ada sesuatu? Apa tidak lazim jika seorang ibu mengunjungi anak nya?" Ujar Megi ingin meraih tangan anak nya.


Kriss segera menepis tangan ibu nya itu.


"Ada apa?" Tanya Megi sedih.


Kriss menatap Shaun memberi kode untuk meninggalkan mereka berdua saja.


"Nona Tantri,mari ikut saya berkeliling sebentar." Ajak Shaun oada asisten Megi.


"Baik." Sahut wanita itu.


"Kemana Aurora?" Batin Kriss merasa aneh tidak melihat wanita itu.


"Kau ini kenapa?" Tanya ibu nya sambil berjalan menuju sofa.


"Apalagi yang ibu rencanakan?!" Ucap Kriss dengan nada tinggi.


"Rencanakan? Apa maksud mu?" Megi berpura pura bodoh.


"Cukup bu! Sudah Cukup untuk membuat hidup ku berantakan!"


"Kau mengira ibu yang membuat hidup mu berantakan?! Wanita itu lah! Dia penyebab semua nya.Ibu hanya ingin yang terbaik untuk mu." Megi masih tidak merasa bersalah.


"Terbaik?terbaik kata ibu?!" Geram Kriss.


"Apa ibu pikir menjodohkan aku dengan Arina adalah yang terbaik?!! Apa ibu pikir dia wanita baik?!" Bentak Kriss.


"Kriss,cukup!!" Bentak ibu nya.


Wajah Kriss tampak sangat marah.


"Aku harus bersabar demi rencana ini." Batin Megi.


"Melihat kemarahan Kriss seerti nya wanita jal*ng itu sudah mengadu." Batin nya lagi.


"Ibu ingin minta maaf pada Anna." Ucap nya berakting sedih.


Kriss menatap heran ibunya.Apa ibu nya baru saja kerasukan hantu?


"Kau meragukan nya? Ibu minta maaf katena sudah membuat kalian kesulitan selama ini.Izinkan ibu menebus kesalahan ibu." Ucap nya memelas sambil merendahkan diri berlutut.


"Ini harus berhasil." Batin nya.


"Apa yang ibu lakukan?" Kriss meraih ibunya dan memaksa nya bangkit.


"Ibu tidak tahu harus minta maaf seperti apa lagi agar kalian mau memaafkan ibu.Terutama Anna." Kini ia mulai berakting menangis.


"Jangan membuat ku seperti anak durhaka bu! Ayo bangkit!" Kriss mencoba memaksa ibu nya yang kini memeluk kaki nya.


"Jika bukan karena Arina memaksa ibu jika bukan karena Arina yang menghasut ibu.Ini tidak akan terjadi,,hiks,,hiks,,," ujar nya.


Sedari tadi Anna diam diam menguping pembicaraan mereka dari lantai atas.


"Kenapa dia secepat itu berubah?tadi masih memusuhi ku sekarang menjatuhkan Arina.Sebenarnya apa yang sedang ia rencanakan?" Gumam Anna.


"Dulu aku juga sempat percaya pada nya.Tapi kali ini tidak.Akan ku ikuti permainan mu." Lalu Anna masuk ke dalam kamar karena jengah melihat akting jelek Megi.


"Baiklah,bu.Jika ibu ingin minta maaf pada Anna besok pagi saja.Dia sudah tidur.Lagipula ini sudah larut."


"Dia di sini?" Tanya Megi.


Kriss hanya mengangguk.


"Sudah ku duga." Batin Megi.


"Lebih baik ibu ke apartemen ku saja.Aku tidak ingin mengejutkan nya dengan kehadiran ibu.Aku akan bertanya dulu pada nya apa di siap bertemu ibu." Jelas Kriss.


"Belum menikah saja dia sudah menguasai putra ku." Gerutu Megi dalam hati.


"Baiklah,nak.Ibu titip salam ya." Ucap Megi dengan senyum palsu.


Kriss mengantar ibu nya sampai di teras rumah.


Setelah ibu nya masuk ke dalam mobil ia membisikkan sesuatu pada Shaun sebelum pria itu juga masuk ke mobil.


"Awasi terus gerak gerik ibu." Ucap Kriss dengan wajah datar.


"Baik." Sahut Shaun pelan.


Mobil itu pun membawa ibu nya keluar dari halaman mansion yang luas itu.


Kriss segera masuk dan kembali ke kamar.Setibanya di kamar ia melihat Anna sudah tertidur.Ia pun juga ikut berbaring di samping wanita nya itu.


Ia mengecup singkat kening Anna lalu menarik tubuh wanita itu kedalam dekapan nya.