
"ahhh....."desah anna ketika kriss menciumi lekuk lehernya.
Kriiss membuat tanda kepemilikan pada leher anna.
Tubuh mereka semakin panas dan ingin melakukan hal lebih dari ini.
Kriss yang tidak sabaran membuka kancing di belakang pundak anna dan membuka dress anna.
mereka melakukan malam panas dalam pengaruh obat.
🍃🍃🍃
Pagi tiba begitu cepat.Rasa nya anna masih ingin merenangi alam mimpi nya.
Anna mengerjap kan mata nya dan berusaha mengingat kejadian tadi malam satu persatu.
Anna mendapati kriss tertidur di samping nya.
"Kriss..."lirih anna terkejut.
Anna meraba tubuh nya yang terbalut selimut dan merasakan sakit sekujur tubuhnya.
Anna mendapati dirinya tidak memakai busana apa pun.
"Ya tuhan...apa yang sudah kulakukan..."lirih anna terkejut histeris.
Anna melihat bercak merah pada selimut.
Lalu ia meraba area sensitifnya yang perih.
"Aa ..aku..."dada anna mulai terasa sesak menahan tangis.
Anna memukul badan Kriss sekuat tenaga hingga Kriss bangun karena terkejut dengan pukulan anna bertubi tubi.
"Hey ada apa?!"pekik kriss kesakitan.
"Dasar kau pria brengsek!baji***n kau!"maki anna marah.
"Hey!hentikan!"kriss berusaha menghindari pukulan anna yang horor.
Anna berhenti sambil terisak dalam tangis yang tersedu sedu.
"Tenanglah..."kriss berusaha meredakan emosi anna.
"Kau...."lirih anna pilu karena dirinya sudah kotor.
"Anna tenanglah...tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan."kriss berusaha mendekati anna hati hati.
Anna melakukan apa kata kriss.
Setelah ia merasa bisa bicara anna berlanjut lagi dengan kata-kata nya.
"Kenapa kau melakukan ini.bukan kah dalam kontrak kita tidak ada kontak fisik.kau sudah mengotori ku...."ucap anna pilu.
"Anna.. sebelum nya aku minta maaf..."ucap kriss tapi belum sempat melanjutkan perkataannya anna bicara lagi.
"Hey kenapa kau tidak bisa tenang!"bentak kriss mulai emosi juga.
Anna terkejut tapi ia bisa menyembunyikan nya.
"Kau kira aku mau melakukan hal kotor ini?!aku di jebak anna!dan bahkan kau juga dalam pengaruh.kau masih menyalahkan aku?!"bentak kriss lagi.
Anna sangat terkejut bukan main.
"Dalam pengaruh?kau sedang menipuku kriss?"lirih anna tersenyum sinis.
"Arrgggg....."kriss frustasi melempar vas bunga ke arah jendela sehingga jendela kaca itu pecah.
Anna terperanjat.
'apa dia benar benar tidak salah.jadi siapa yang melakukan ini..'batin anna .
"Kau tahu...aku menemukan mu di parkiran sedang dalam pengaruh obat.aku membawa mu pulang.dan aku juga dalam pengaruh obat."jelas kriss berusaha menahan emosi.
Anna kembali mengingat sepotongan ingatan tentang tadi malam.
Ingat memang ingat kriss menabrak nya dan membawa nya pulang.Anna juga ingat ketika tubuhnya terasa panas.
"Tapi aku tidak minum apapun."ucap anna.
"Aku tidak tahu apapun itu.aku juga merasakan hal yang sama.karena seorang pelayan mencoba menjebak ku."lirih kriss sambil duduk di tepi ranjang membelakangi anna.
"Maaf kan aku...tidak bisa mengendalikan diri ku... seharusnya aku tidak melampiaskan nya pada mu.."keluh Kriss.
Anna terdiam mencerna setiap perkataan kriss.Ia pun menyadari ini adalah kecelakaan.
Anna terdiam seribu bahasa.
Pilu,sesal juga marah anna sedang berperang melawan hati dan pikiran nya.
"Aku minta maaf.."ucap kriss menyesali.
"Tidak...kau tidak perlu...aku juga salah dalam hal ini...seandai nya saja aku tidak menginap di sini pasti ini tidak akan terjadi."ucap anna sembari bangkit.
Kriss menoleh ke arah anna memutar badan nya.
"Sudah lah...aku akan bertanggung jawab atas semua ini."kriss kembali tertunduk.
"Tidak perlu.Aku juga seorang janda bukan gadis lagi.lupakan saja soal ini."anna berlalu meninggalkan kriss menggunakan selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Kriss mengerti maksud anna.Ia sangat bingung dengan keadaan ini.
Sekilas kriss mengingat tentang wanita yang mencoba menjebak nya.
Kriss mencari cari ponsel nya.Namun ia tidak menemukan ponsel nya.
Kriss teringat meninggalkan ponselnya di bawah.Kriss pun mengurungkan niatnya untuk menelepon asisten nya karena ia tidak ingin berhadapan dulu dengan anna.