
Mereka duduk sambil menikmati 2 gelas cappucino.Pria itu selalu memandangi wajah Anna.
"Ekhem...Apa ada yang salah dengan wajahku?"ucap Anna salah tingkah.
Pria yang bernama Hansen itu tertawa geli melihat reaksi Anna.
"Tidak wajah mu yang salah,tapi hati mu."ucap Hansen dengan tertawa kecil.
"Hati ku?ada apa dengan hati ku?"Anna terheran-heran mengapa Hansen berkata sedemikian.
"Ya begitulah,hati mu tidak pernah merasakan aku masih menyukai."Hansen tersenyum tipis.
Anna terdiam.Seketika ia tersadar sesuatu.Selama ini ketika ia tidak bersama Kriss Hansen selalu menemaninya.Bahkan demi ikut Anna ke negara Y Hansen menerima jabatan sebagai Presdir di perusahaan milik ayahnya di negara Y ini.
Sebelumnya Hansen selalu menolak permintaan orang tuanya untuk berkecimpung di dunia perkantoran.Ia lebih menyukai dunia kuliner.Tapi kali ini agar bisa di samping Anna ia menggunakan tawaran orang tuanya untuk alasan mengapa ia berada di negara Y.
Saat datang ke negara Y ini Anna meminjam modal yang jumlahnya tidak ada apa-apanya bagi Hansen untuk membuka toko kuenya yang sekarang sangat laris dan viral.Dan Anna bahkan sudah mengembalikan modal tersebut kepada Hansen karena ia tidak ingin berhutang apapun kepada siapapun.
Kembali ke percakapan keduanya tadi...
"Hansen..."Anna ingin memulai bicara.
"Ya."sahut Hansen.
"Terimakasih selama ini selalu membantuku."ucap Anna.
Hansen tersenyum kecut.
"Tapi aku tidak ingin membalas perasaan mu ketika hati ku masih terisi pria lain.Aku takut kau hanya sebatas pelampiasan ku."jelas Anna.
"Aku tidak ingin menyakiti mu."sambung Anna.
"Tidak apa-apa.Aku masih bisa menunggu."Hansen menatap dalam wajah Anna.
"Terimakasih."ucap Anna tersenyum manis.
'Maafkan aku Hansen.Bahkan aku masih mengharapkan dia menjemput di saat kau menginginkan ku.'lirih Anna dalam hati.Ia mulai merasa goyah.
Hansen melirik jam tangannya.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang."ucap Hansen.
"Kau marah?"tanya Anna merasa tidak enakan.
"Tidak.Hanya saja tadi aku menyempatkan waktu untuk ke sini.Aku sedang ada janji dengan teman."Jelas Hansen.
"Oh."sahut Anna singkat.
"Kalau begitu aku pergi dulu."pamit Hansen.
"Baiklah.Hati-hati."ucap Anna.
Hansen mengecup kening Anna.
Anna sangat terkejut dan terdiam sesaat.
"Aku pergi."setelah mengucapkan itu Hansen pun meninggalkan Anna yang masih terdiam.
'Apa yang dia lakukan?kenapa aku terdiam?Apa aku akan jatuh cinta padanya?'Anna mulai menimbang-nimbang dalam hati.
🍃🍃🍃
"Tuan,ayolah makan.Kau semakin kurus saja."ucap Shaun sedih.
Tapi Kriss tidak menjawab apapun.
Shaun kembali menghela nafas untuk kesekian kalinya.Segala upaya untuk merayu bosnya makan tidak membuahkan hasil.
Drrtt..
Ponsel Shaun berbunyi.Ia menatap layar ponselnya lalu mengangkat panggilan masuk itu.
Sedikit menjauh dari Kriss, Shaun menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
"Ada apa?"bisik Shaun pelan.
"Kami menemukan keberadaan wanita yang anda cari.Aku sudah mengirimkan alamat beserta foto wanita itu di email."ucap pria di sebrang sana.
"Baik tuan.Terimakasih."lalu panggilan itu terputus.
'Apa aku beritahu sekarang?tapi sebaiknya aku periksa dulu.'Batin Shaun ingin memastikan sesuatu.
Shaun membuka laptopnya di balkon dan mulai membuka pesan email dari si penelepon tadi.
Benar saja,Pria tadi sudah menemukan keberadaan Anna.
"Apakah ini nona Anna?mengapa dia tampak sangat cantik?"gumam Shaun mengagumi sosok Anna.
Shaun menggelengkan kepalanya menepis kekagumannya.
"Tidak,tidak.Berarti nona Anna sangat bahagia sekarang.Dia juga sudah memiliki toko kue sendiri."
"Apa iya benar-benar pergi karena kemauannya sendiri?"gumam Shaun berargumen sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan?"Shaun mulai gusar memikirkan cara bagaimana menyampaikan pada Kriss.
Pastinya berita Anna ini sangat membawa pengaruh pada tuannya itu.
Shaun kembali masuk ke dalam dan mendekati bosnya yang hanya melamun.
Ia kembali menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
Ia sangat tidak tega melihat keadaan bosnya.
"Tuan..."panggil Shaun.
Kriss masih saja dalam mode mematung tanpa merespon Shaun.
"Nona Anna..."ucap Shaun tapi terdiam ragu ingin melanjutkan perkataannya.
Mendengar kata Anna Kriss spontan menoleh ke arah Shaun.Shaun semakin resah melihat ekspresi wajah Kriss yang sangat berharap mendengar kabar Anna.
"Nona Anna masih belum bisa di temukan juga."ucap Shaun berbohong.
Seketika wajah Kriss semakin kecewa.
"Pergilah!aku ingin istirahat."usir Kriss.
"Baik tuan."sahut Shaun.
Ia pun pergi meninggalkan Kriss sendiri.Ia harus memikirkan cara secara matang untuk menyampaikan kepada Kriss.
'Anna...apa kau benar-benar meninggalkan ku saat itu?Apa karna aku terlalu mencintaimu sehingga beranggapan kau akan kembali?Apa kau sedang bahagia di sana?Kenapa?Kenapa harus di hari pernikahan kita kau pergi.Aku ingin memutar waktu untuk tidak bertemu dengan di masa lalu jika begini ending yang tuhan berikan'.keluh Kriss dalam hati.
Tadi ia sempat mengintip kegiatan Shaun di balkon karena ia yakin Shaun pasti mendapat sesuatu setelah menelepon tadi.
Kriss berusaha memejamkan matanya dan ingin membawa kesadarannya ke alam mimpi.
Keesokan paginya Kriss baru saja membersihkan diri.Dan ia kembali ke tempat tidurnya ingin lanjut tidur lagi karena jika ia bangun menurutnya ia hanya memikirkan nasib sialnya saja.
Baru saja memejamkan matanya ibunya masuk.
"Kriss,sudah bangun ya.Ini mama bawa sarapan."ujar Megi sambil meletakkan nampan berisi makanan ke atas nakas.
Megi duduk di samping Kriss.
"Nak, sampai kapan kamu begini terus?"keluh Megi.
"Jika dia benar mencintai mu pasti dia tidak akan pergi.Lihatlah dirimu,kau membuat keadaan mu menyedihkan saja.Sedangkan dia mungkin di sana sedang tertawa bahagia."
"Untuk apa kau membuat keadaan mu seperti ini hanya karena wanita yang tidak mencintai mu?"sambung Megi.
Kriss menatap sendu ibunya lalu kembali membuang muka ke arah lain.
"Maaf jika mama lancang.Tapi,mama hanya tidak ingin kau terus berlarut seperti ini.Jalani saja hari mu seperti biasanya sebelum mengenal dia."Megi mencoba membuka hati Kriss untuk mendengarkan.
"Malam ini ada acara makan malam dengan keluarga Arina.Mama harap kau ikut turun ikut makan malam."ucap Megi.
"Tidak apa kau tidak mau menjawab mama.Tapi mama tau kau masih bisa mendengar ucapan mama.Mama jadi ikut sedih jika kau terus seperti ini."
"Mama akan keluar dulu.Sarapannya di makan ya nak?"Megi pamit.Sebelum ia keluar ia menatap anaknya yang sedang termenung hingga ia berakhir memutuskan pergi dari kamar anaknya.
'Apa yang di katakan mama ada benarnya.'batin Kriss.