Bring Me

Bring Me
Mabuk



"Nona maafkan pacar saya,dia sedang mabuk."Wanita itu menarik paksa Kriss sehingga sedikit berjarak dengan Anna.


"Lepaskan aku!!"Kriss menghempaskan tubuh wanita itu.


Anna sesegera mungkin pergi agar Kriss tidak menariknya lagi ke dalam masalah semakin dalam.


Tapi karena ia seorang ibu hamil langkahnya terlomba oleh kaki panjang Kriss yang mengejar.


"Anna!kenapa kau selalu menghindari aku?!!apa yang kurang dari diriku katakan!!!"Kriss mencengkeram erat bahu Anna.


Anna sedikit gemetar.Ia tidak berani menatap wajah Kriss.


"Jawab aku Anna!!!apa aku masih tidak cukup mampu bersama dengan mu?!!apa aku begitu buruk?!!kenapa kau selalu mencampakkan ku?!!mengapa kau tidak memiliki belas kasihan pada ku yang selalu mengemis?!!apa aku begitu buruk!!"Kriss mengeluarkan semua yang ada dalam benaknya.


Anna mulai terisak tangis.


"Kriss apa yang kau lakukan?!! wanita ini sedang hamil!!"teriak wanita yang bernama Aurora sambil berusaha melepaskan cengkraman Kriss di bahu Anna.


Anna sedikit meringis karena cengkraman itu semakin kuat.


Ia mulai berani menatap wajah Kriss.


"Tolong jauhkan pria ini!!"geram Anna nyalang menatap Kriss.


"Kriss kau sudah membuat kekacauan!cepat lepaskan!"mohon Aurora masih berusaha melepaskan cengkraman Kriss.


"Lepaskan!!"Kriss menghempaskan tubuh Aurora kembali.


"Aku tidak mengenal mu! tolong lepaskan!!"ucap Anna berusaha tenang.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu lagi? walaupun aku harus membawa mu lari ke ujung dunia akan ku lakukan.Asalkan aku bisa kembali bersama mu!!"seru Kriss dengan nada tinggi.


Anna menggigit tangan Kriss tapi tidak membuahkan hasil.Kriss semakin mengeratkan cengkraman itu.


"Seseorang tolong!!"teriak Anna.


"Kriss lepaskan!!"teriak Aurora berusaha kembali memisahkan jarak Kriss dan Anna.


Anna sekuat tenaga melepaskan diri dan dengan bantuan Aurora yang menarik Kriss sedikit terbantu.Akan tetapi hal lain terjadi.Anna terjatuh terduduk menyebabkan ia mengeluarkan darah bercampur air berwarna putih.


"Arghh!!.."erang Anna.


"Nona!!"teriak Aurora membantu Anna dan juga bercampur panik.


Kriss terkejut dan masih setengah sadar ia mendekati wanita yang sedang sekarat itu.


"Nona..kita harus ke rumah sakit!"panik Aurora.


"Akhh... tolong cepat!!"erang Anna.


"Anna kau baik-baik saja?"tanya Kriss panik memeluk Anna.


Aurora yang sedang menelepon ambulans melihat perhatian yang begitu mendalam pada Kriss untuk Anna.


Karena tidak sabar Kriss menggendong Anna menuju parkiran mobil.


"Kriss!mau kau apakan wanita itu?!"teriak Aurora yang mengikuti Kriss yang berlari panik menuju mobil.


"Cepat setirkan mobil untuk ku!!jika menunggu ambulans mungkin akan berbahaya!"ucap Kriss.


"Tapi.."


"Cepat lakukan!!"bentak Kriss.


Aurora pun hanya bisa mematuhi Kriss.


Sekitar 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit bersalin ibu dan anak.


Sesegera mungkin Anna di tangani oleh dokter Obgyn.Baru beberapa menit menunggu di luar ruangan Kriss di hampiri oleh dokter Obgyn.


"Bagaimana?"tanya Kriss langsung begitu dokter mendekatinya.


"Pasien harus segera menjalani operasi Caesar.Air ketuban pasien sudah pecah."ucap dokter.


"Baik dok.Lakukan saja yang terbaik."sahut Kriss setuju dengan jalan yang akan di ambil.


"Tuan bisa mengurus prosedurnya sekarang.Saya pamit,masuk kembali."ucap dokter.


"Baik dok."sahut Kriss.


Dokter kembali masuk ke dalam ruangan dan segera melakukan tindakan pertama operasi Caesar.


🍃🍃🍃


Keesokan paginya...


Perlahan Kriss bangun.


"Ada apa?"tanya Kriss.


"Kita harus pulang dan ke kantor."sahut Aurora.


Kriss menatap jam tangannya.Lalu ia menatap Anna yang masih belum bangun.


"Kau duluan saja.Aku masih ingin menunggu dia sadar."ucap Kriss acuh tak acuh sambil bangkit dari duduknya di samping Anna.


"Kau mengenal nona ini?"Aurora dalam mode serius.


"Tidak.Hanya saja aku merasa bersalah.Apa aku tidak boleh menebus kesalahanku?"ucap Kriss.Tanpa mendengar jawaban Aurora selanjutnya ia meninggalkan Aurora masuk ke dalam kamar mandi.


"Huh.. sebenarnya ada apa ini? tinggal bayar semua tagihan dan berikan uang sebagai kompensasi bukankah itu sudah cukup?"Aurora kesal.


Tok..tok...


"Masuk!"sahut Aurora.


Ceklek..


Shaun masuk sambil membawa buah-buahan.


"Untuk apa kau membawa buah-buahan? Merepotkan diri saja."gerutu Aurora.


"Ini permintaan tuan."dengan langkah santai melewati Aurora yang berdiri menyambut dengan Omelan.


Shaun meletakkan buah tangannya itu di atas nakas sisi brankar Anna.


'Setiap tuan dan nona bertemu kembali pasti aku lebih sering mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk nona Anna.Huh,,kasian sekali nona Anna.'batin Shaun.


"Apa yang kau pikirkan?"celetuk Aurora melihat ekspresi sendu Shaun menatap Anna.


"Ha? memikirkan apa?"Shaun terkejut dengan ucapan Aurora.


"Apa kalian berdua mengenal nona ini?kenapa tadi malam Kriss terus memeluknya dan,ketika di bawa ke rumah sakit dia juga terlihat sangat cemas."Aurora mulai ingin mengintrogasi Shaun.


"Ah... kalaupun aku mengenal nona ini apa peduli nona?apa nona cemburu?"celetuk Shaun tanpa menoleh ke belakang tempat di mana Aurora berdiri.


"Kau ini.."terdengar suara pintu kamar mandi terbuka Aurora berhenti berkata-kata.


"Tuan."sapa Shaun pada Kriss yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Gantikan jadwal operasi ku jam 11 siang nanti dengan dokter Angga."perintah Kriss dengan wajah yang terlihat letih.


"Kau akan tinggal di sini?"tanya Aurora memicingkan matanya.


"Apa ada masalah?"tanya Kriss dengan aura dingin.


"Tentu ada!apa wanita ini begitu penting?!"Aurora agak meninggikan suaranya.


"Shaun,kau antar dia pulang.Dan satu lagi.Jika kau bicara tentang hal ini dengan kakek mungkin kita nantinya tidak akan bisa bertemu lagi."ancam Kriss.


"Kenapa?!kau mengancam ku?!"Aurora sedikit emosi.


"Nona bukan begitu.Jika tuan besar tahu tuan muda membuat wanita hamil ini seperti ini, kemungkinan ia akan di hukum lagi.Takutnya ia di kucilkan ke negara yang lebih jauh."sambung Shaun.


"Aku tidak ingin mendengar omong kosong mu itu!"bentak Aurora pada Shaun.


"Yang di katakan Shaun benar.Jika kau masih ingin melihat ku maka diam lah.Aku tidak takut jika kau adukan ini pada kakek.Aku hanya masih ingin menjaga mu saja."Kriss sedikit merayu Aurora agar menurut.


Aurora segera berhambur ke arah Kriss dan memeluk erat Kriss.


"Baiklah Kriss.Aku akan pulang."Aurora mencium pipi kanan Kriss.


"Iya.Berhati-hati lah."Aurora pun menyambar tas nya dan keluar dari kamar rawat Anna.


Shaun menghampiri Kriss sambil menyerahkan selembar tisu pada Kriss.


"Cepat antar dia!"perintah Kriss sambil mengelap bagian yang di cium Aurora tadi.


"Baik tuan."Shaun sedikit geli lalu ia pun juga menghilang dari kamar itu.


Jangan lupa


Like


Komen


Dan juga vote ya biar author bisa update terus 🙏