
Shaun menatap sendu tuannya yang sedang menunggu pesanan burgernya.
"Bahkan tuan setiap hari memakan makanan kesukaan Anna.Aku berharap kalian cepat di pertemukan lagi."gumam Shaun.
πππ
Anna turun dari mobilnya dan masuk ke dalam lobi menuju lantai 6 apartemen yang baru saja ia beli.Sedangkan Kylie membuntuti Anna sambil membawakan koper Anna.
'Kenapa dengan nona Anna?'batin Kylie.
Saat sudah sampai ke apartemen Anna mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Nona anda istirahat saja dulu.Saya akan pulang sendiri."pamit Kylie.
"Bagaimana jika kalian tahu tinggal di dekat apartemen ku ini."tawar Anna.
"Tinggal di apartemen?nona sedang bercanda ya?"ledek Kylie.
"Tidak aku serius.Aku tidak punya teman.Kalian tidak perlu bayar.Anggap saja fasilitas dari bos kalian."ucap Anna sambil mengeluarkan burger tadi.
"Bukankah itu berlebihan nona?"Kylie ragu.
"Tidak.Aku butuh teman,mana tau sewaktu waktu terjadi apa-apa dengan kehamilan ku.Aku tidak punya siapa-siapa."ucap Anna.
"Baiklah nona.Aku akan memberitahu yang lain."Kylie pun setuju mengingat Anna sedang hamil besar.
"Ini untuk mu!"memberikan bungkusan burger itu pada Kylie.
"Terimakasih."sahut Kylie.
πππ
Di negara A Hansen sedang putus asa.Entah kemana lagi dia harus mencari Anna.Adik Anna,Abraham bahkan tutup mulut untuk mengatakan keberadaan Anna.Apalagi ketika Hansen bertanya pada ibu Anna hasilnya juga nihil.
Semua informasi tentang Anna seakan di tutupi.
Dan Hansen memutuskan untuk terbang ke negara Y untuk mencari Anna di toko kue milik Anna.
Keluarga Anna menutupi semua informasi Anna karena permintaan Anna yang benar-benar ingin melupakan masa lalunya.Ibu Anna sudah berusaha keras untuk merayu Anna agar menikah dengan Kriss agar bayi dalam kandungan Anna memiliki seorang ayah.Anna sangat keras kepala tidak memikirkan nasib anaknya kedepan.
Sedangkan ayah Anna meninggalkan karena mendonorkan jantung pada anaknya itu.Sedangkan ayahnya yang seorang mafia itu mewariskan banyak kekayaan untuk kedua anaknya.
Anna pun menemukan jawaban yang selama ini menghantuinya.Kemana ayah ku?
Ternyata selama ini ayah mereka memang menghindar dari kehidupan mereka karena kehidupan ayahnya sangat berbahay.Sehingga ia harus meninggalkan keluarga kecil itu.Tapi setiap kali ayahnya ingin menemui mereka selalu di usir ibunya karena,ibunya marah ayahnya tidak bisa meninggalkan dunia gelap itu.
Sekarang Anna hanya ingin hidup tenang tanpa kehadiran orang-orang di masa lalunya.Dan ia sedang menantikan kehadiran sang buah hati,darah daging dari Kriss.
πππ
Menatap bintang di langit malam yang cerah.Anna mengusap perutnya sambil berkhayal.
"Andai saja semua berjalan mulus mungkin aku duduk menatap bintang tidak sendiri.Pasti ada tangan pria yang ku cinta mengelus perut buncit ini."
"Ya Tuhan, kenapa aku masih belum bisa melupakan dia.Aku merindukannya.Aku sakit..aku sangat sakit... Bisakah kau beri aku kesempatan lagi memeluknya?Aku sangat ingin memeluknya.Aku tidak begitu kuat .Aku tidak begitu rela melepaskannya."
πΆπΌ
Sekian lama...
Aku mencoba..
Menepikan diriku,di redupnya hatiku...
Letih menahan,perih yang ku rasakan...
Walau ku tahu,ku masih mendamba mu..
πΆπΌ
"Jika masih ada takdir kami bertemu dan masih dengan rasa yang sama,aku berharap itu cepat terjadi.Aku sudah tidak kuat jika harus bersabar menelan kegetiran ini.Aku lelah.Aku ingin tenang dan damai ,tapi mengapa sunyi yang ku dapat?Aku kira menjauh dari mu aku bisa bebas.Tapi itu semua sangat sulit.Aku masih berharap kau tetap pria yang dulu yang masih mencintai ku.Aku ingin kita bertemu.Sekali lagi.Ya Tuhan aku ingin sekali lagi."
Keesokan harinya, Anna bersiap-siap pergi ke toko kuenya.
Ia sudah di tunggu oleh para pekerjanya, Aileen, Cheryl dan Kylie.
"Apa aku terlalu lama?"tanya Anna.
"Tidak nona."sahut Aileen.
"Hmm...jika di luar toko kalian boleh kok panggil aku Anna saja.Aku sudah menganggap kalian sebagai teman ku."ucap Anna memberikan senyuman pagi yang indah.
Ketiga pekerjaannya saling lempar pandang.
"Sudahlah.Ayo pergi."ajak Anna.
Mereka pun pergi ke toko dengan mobil Anna yang baru.
Sekitar 15 menit perjalanan mereka pun sampai di parkiran halaman toko kue.
Anna menatap heran pada bangunan yang baru ia lihat di sebrang tokonya.
"Itu bar?"tanya Anna sedikit heran.
"Ia nona.Baru saja di buka minggu lalu."sahut Kylie.
"Oh.Milik siapa?"tanya Anna.
"Tidak tahu nona.Tapi dengar-dengar milik pengusaha dari negara A."sahut Kylie lagi.
"Negara A.."gumam Anna.
"Kylie ayo cepat!!"panggil Cheryl yang baru saja membuka pintu toko.
Dengan cepat Kylie menghampiri Cheryl.Anna melihat para pekerjanya yang semangat tersenyum bahagia.
"Bagaimana jika tokonya aku upgrade?Aku harus mencari seorang desainer."gumam Anna.
Saat Anna baru saja ingin melangkahkan kakinya masuk ke toko ia di kejutkan oleh sapaan dari seorang pria yang suaranya familiar di telinga Anna.
"Anna!"panggil pria itu.
Anna langsung membalikkan badannya.Ia terkejut siapa yang datang.
'Kenapa dia bisa di sini?'batin Anna.
Pria itu mendekati Anna yang melongo terpaku menatap dirinya yang semakin mendekati Anna.
"Apa kabar?"tanya pria itu bahagia menemukan Anna.
Bersambung.....
.
.
.
.
.
Jangan lupa
Vote
Like
Komen ya
Terimakasih sudah mampir π€π€