Bring Me

Bring Me
Tragedi mengenaskan



Keesokan Hari nya,Megi pergi berlibur ke pulau Jeju,Korea selatan seorang diri.Ia beralasan ingin menenangkan diri.Gerald tidak pernah mengekang istri nya itu,bahkan hampir seperti tidak peduli.


Anna merasa agak heran dengan tingkah Megi.Kenapa Megi seperti menerima nya begitu saja.Padahal Anna merasa Megi seperti sedang merencanakan sesuatu.


Rasa curiga Kriss berubah arah.Ia tidak mencurigai ibu nya akan mencelakai Anna lagi,tapi ia curiga bahwa ibunya berselingkuh di belakang ayah nya.


"Shaun,kirim orang untuk mengikuti ibu ku ke sana." Ucap Kriss pada Shaun yang berada di seberang telepon.


Setelah mendapat sahutan dari Shaun panggilan itu terputus.


Kepala Kriss terasa sakit memikirkan ibu nya.Dia masih berharap ibu nya tidak seperti itu.


"Ada apa?" Tanya Anna yang muncul dari belakang.


"Ah,tidak ada." Sahut Kriss cepat.


"Kapan kita pergi dari sini?" Tanya Anna yang sedikit tidak nyaman tinggal di sini.


"Nanti malam setelah makan malam kita pergi.Aku masih harus membujuk kakek agar tidak menyerahkan bisnis kuliner nya." Ucap Kriss sambil mengelus puncak kepala Anna.


"Baiklah." Sahut Anna kemudian memeluk Kriss.


Malam hari tiba.Semua kerabat sudah pulang tadi siang.Kini hanya ada Kriss,Anna,Ayah,dan kakek saja yang duduk di meja makan.


"Kami akan pulang setelah makan malam." Ujar Kriss memecahkan keheningan.


"Baiklah." Sahut ayah.


Sedangkan kakek hanya terdiam bersungut sungut karena Kriss berhasil mengancam nya jika tetap bertekad memberikan bisnis itu pada Anna.


Sebuah dering ponsel kembali memecahkan fokus mereka.Gerald segera menatap layar ponsel nya dan mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari apoteker penanggung jawab Farmasi obat nya.


"Ada apa?" Tanya Gerald.


Detik itu juga Gerald terlihat syok mendapat laporan bahwa sebagian gedung produksi terbakar habis dan api semakin melebar.


"Baik,saya segera ke sana." Ucap Gerald lalu menutup telpon.


"Ada apa?" Tanya kakek tegas yang melihat ekspresi panik Gerald.


"Gedung produksi terbakar habis." Jawab nya.


"Apa?" Kriss terkejut.


"Aku akan segera ke sana." Gerald bangkit dari duduk nya.


"Tidak ayah! Kondisi ayah sedang tidak baik.Aku akan ke sana menggantikan ayah." Ucao Kriss.


"Benar. Biarkan dia mengurus nya.Bisa bisa kau akan pingsan di sana." Sambung kakek.


"Baiklah." Ayah kembali duduk.


"Aku akan pergi dulu.Tunggu aku." Bisik Kriss pada Anna yang mematung di samping nya.


Anna hanya memgangguk.


"Aku titip anak dan istri ku." Ucap Kriss lalu bergegas pergi.


Seketika meja makan berubah semakin canggung.Anna dengan segera menyelesaikan makam malam itu lalu kembali ke kamar.


Di kamar ia terlihat cemas dan gelisah.


"Sebenar nya aku kenapa? Kenapa perasaan ku tidak enak terus?." Anna berusaha menenangkan diri dengan mondar mandir di kamar nya.


Tapi Kriss tidak membalas pesan nya.Anna tidak bisa meredakan rasa gelisah itu.Hingga tiba tiba ia mendengar suara keras dari luar kamar.Ia langsung bergegas keluar.


Betapa terkejutnya ia ketika melihat pemandangan menyeramkan dan sadis.Seorang pria memakai topeng memegang pisau besar baru saja keluar dari kamar ayah mertua nya dengan keadaan banyak cipratan darah pada tubuh pria itu.


Anna syok lalu berlari ke dalam kamar.Tapi na'as nya ternyata bukan hanya satu orang asing saja yang masuk ke rumah itu.Seorang pria yang juga memakai topeng dan memegang pisau.Detik itu juga Anna di buat pingsan karena mendapat pukulan di bagian kepala nya.


Ternyata kedua pria itu sudah menghabisi kakek dan ayah mertua nya.Seluruh pembantu juga turut menjadi korban tewas karena pembantaian itu.


Kriss yang baru saja sampai di depan pintu masuk terheran heran.Pintu terbuka begitu saja.Dengan segera ia masuk ke dalam lalu menuju lantai dua di mana kamar istri nya berada.Lantai satu terlihat tidak mencurigakan.Tapi kondisi lantai dua membuat nya syok berat.


Seluruh sudut lantai 1 penuh dengan darah berceceran.Dengan rasa panik ia masuk ke kamar Anna dan tidak melihat Anna berada di sana.Hanya ada bayi mereka yang terbaring menangis di dalam Crib.


Kriss berteriak memanggil Anna.Tapi suasana rumah terlihat sunyi.


"Kemana semua orang? Ada apa ini?" Panik nya.


Kriss berlari menuju kamar ayah nya sambil menelpon polisi.


Di depan pintu kamar ayah nya ia sangat terkejut melihat bercak darah yang menempel di gagang pintu kamar itu.


Kriss segera masuk.Pemandangan itu membuat hati nya terenyuh sakit.Ayah nya sudah tergeletak di lantai tidak bernyawa dengan banyak darah yang mengalir di sekitar nya.


"Apa ini..." Kaki nya terkulai lemas.


Ia segera menelpon Anna.Tapi nomor wanita itu tidak aktif.Ia pun menelpon Shaun agar segera datang.


Tiba tiba Kriss teringat akan kakek nya.Dengan segera ia berlari ke kamar kakek nya.Ia juga melihat pemandangan yang sama hanya saja kakek nya yang tergeletak di lantai masih sadar.Tapi kondisi kakek nya mengenaskan.Terdapat luka saya**an di leher dan kedua tangan nya.


Kriss tersungkur lemas.Ia kembali menelpon Ambulance dengan tangan gemetar.


***


5 orang pembantu dan 2 orang satpam yang sudah tewas baru saja di bawa Ambulance.Sedangkan kakek dan ayah nya sudah pergi dengan Ambulance pertama.Kini sebagai orang yang pertama kali menemukan korban,Kriss sedang di mintai kesaksian nya oleh polisi.


Ketika memeriksa tubuh kakek,polisi menemukan robekan baju di tangan kanan nya.Seluruh penghuni di rumah itu tewas terkecuali kakek yang masih bisa di selamatkan walau kritis,bayi yang tidak di sentuh dan Anna yang menghilang tidak ada jejak apapun.


Anna bisa di tetap kan menjadi tersangka atau menjadi korban penculikan.Tapi banyak bukti yang mendukung bahwa Anna lah pelaku nya.


Di temukan robekan baju yang terdapat DNA Anna di sana,dan melalui kesaksian Kriss itu memang baju yang Anna kenakan di malam itu.Salah satu mobil Gerald menghilang lalu barang barang penting Anna juga tidak ada di kamar.Uang tunai dalam brankas dan surat kepemilikan tanah,dan beberapa aset berharga lain nya juga hilang.


Kriss berusaha untuk tetal memegang teguh kesadaran nya.Ini adalah titik terendah dalam hidup nya.Ia sempat berpikir bagaimana jika Ana memang pelaku nya.Tapi ia berusaha memercayai Anna.


Keesokan pagi nya,Kriss terbangun di atas kursi tunggu yang berada di depan kamar pasien.Bayi nya di titipkan pada bibi nya yang adalah ibu kandung Freya.


Shaun sudah duduk di samping Kriss yang baru saja terbangun dengan kondisi kacau.Kakek nya masih belum sadar.Sedangkan ayah nya sedang menjalani prosedur autopsi.


"Tuan,ingin membersihkan diri?" Tanya Shaun ragu.


"Tidak." Jawab nya.


"Bagaiamana kabar dari kepolisian? Apa ada perkembangan?" Tanya Kriss seperti orang yang sudah tidak ingin hidup.


"Nona Anna sudah di temukan." Jawab Shaun sedih.


"Ada apa? Kenapa sedih? Dia masih hidup kan? Diamana dia sekarang?" Tanya Kriss tak sabar.


"Beliau masih hidup.Tapi polisi menetapkan beliau sebagai tersangka." Shaun mulai menundukkan wajah nya yang tak sanggup melihat ekspresi Kriss.


"A,,apa,," Kriss benar benar terkejut.


"Polisi menemukan Nona Anna sedang tertidur di dalam mobil dekat dengan perbatasan kota." Ucap Shaun yang semakin membuat Kriss tidak bisa berpikir jernih.