Bring Me

Bring Me
Kecelakaan pesawat 1



Setelah mengecek denyut nadi Anna seketika wajah Lussi berubah terkejut.


"Kapan kau terakhir datang bulan?"tanya Lussi.


"Datang bulan?"Anna berpikir keras mengingat kapan terakhir kali ia datang bulan.


"Kalau tidak salah di bulan April kemarin."ucap Anna polos.


"April? setelah itu tidak ada lagi?"tanya Lussi heboh.


Anna mengangguk.


"Eh.."Anna teringat sesuatu.


"Bukankah ini sudah bulan Juli?apa aku telat datang bulan."Anna mulai panik.


Lussi mengangguk.


"Berarti kau sudah telat tiga bulan.jangan-jangan kau.."ucapan Lussi terpotong oleh kehadiran Hansen.


"Ada apa ini? kenapa kalian berdua serius sekali?"tanya Hansen.


"Ahh..tidak ada apa-apa.Kalau begitu aku pamit dulu ya Anna.Lebih baik kau pastikan sendiri.Kau bisa menghubungi aku."memberikan kartu namanya pada Anna yang masih dalam mode terkejut.


Setelah itu Lussi pun pergi.


"Ada apa?"tanya Hansen heran.


"Hansen...aku rasa rencana kita hari ini di tunda dulu.Aku harus pergi menemui ibu ku lagi."ucap Anna berbohong.


"Ada apa dengan ibu mu?aku ikut ya."pinta Hansen.


"Tidak perlu.Lainkali saja.Aku takut ibuku tidak nyaman."Anna beralasan.


"Baiklah.Jika kau mengalami kesulitan hubungi aku."Hansen pun menyerah.


"Baiklah.Aku pergi dulu."pamit Anna.


"Hati hati."ucap Hansen.


Anna pun berlalu meninggalkan Hansen.


Sesampainya di luar ketika Anna hendak menyetop taksi,ia melihat Lussi lagi.


Dengan cepat Anna menghampiri Lussi.


"Lussi!"panggil Anna.


Lussi pun menoleh ke sumber suara.


"Anna?ada apa?"tanya Lussi ketika Anna sudah mendekatinya.


"Apa kau sibuk sekarang?"tanya Anna penuh harap.


"Tidak.Aku hanya bosan dan berjalan jalan saja.Ada yang bisa ku bantu?"tanya Lussi.


"Tentu.Bagaimana kalau kau bantu aku memeriksa apakah aku sungguh hamil."pinta Anna.


"Tidak masalah.Tapi aku sedang libur hari ini."jelas Lussi.


"Kita di rumah sakit lain saja.Aku juga tidak ingin bertemu Kriss."pinta Anna.


"Baiklah.Ayo masuk!"ajak Lussi masuk ke dalam mobilnya.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan pergi mencari rumah sakit terdekat.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kriss baru saja menerima kabar dari Shaun yang selalu mengikuti kemana Anna pergi.


"Apa dia sedang sakit?"gumam Kriss.


Tiba-tiba Arina masuk ke dalam ruangan Kriss.


"Kriss..."sapa Arina.


"Ada apa?"tanya Kriss ketus.


"Apa kau sudah selesai?aku ingin jalan-jalan."rengek Arina manja.


Kriss bangkit dari duduknya mendekati Arina.


"Kau mau kemana?"tanya Kriss berubah lembut.


"Aku ingin belanja sepatu.Kau tahukan Minggu depan aku ada syuting.Aku ingin membeli sepatu edisi terbaru."manja Arina bergelayut di bahu Kriss.


"Baiklah."Kriss setuju.


Lalu Kriss mengambil kunci mobilnya dan juga jas nya.Lalu mereka pergi untuk berbelanja sepatu yang Arina pinta.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Anna sungguh terkejut, mendengar dokter spesialis kandungan mengatakan ia hamil masuk ke usia 4 bulan.


Lussi juga tak kalah terkejutnya dengan Anna.


Dengan tatapan kosong dan di ekori oleh Lussi, perasaan dan hati Anna berkecambuk.


"Anna..."Lussi berusaha membuyarkan lamunan Anna.


Anna pun terhenti.


"Kau baik-baik saja?"tanya Lussi khawatir.


"Aku bisa minta tolong sesuatu?"pinta Anna.


"Apa itu?selagi masih bisa ku lakukan akan ku bantu."ucap Lussi.


"Tolong jangan beritahu siapapun.Termasuk Kriss.Aku tidak ingin ada yang tahu."lirih Anna meneteskan air matanya.


Dengan penuh rasa iba Lussi memeluk Anna.


"Kau wanita yang kuat.Aku harap kau bisa bersabar menghadapi ini."Lussi berusaha menguatkan hati Anna.


"Hiks...hiks ..kenapa menjadi sehancur ini?"lirih Anna.


Shaun yang dari kejauhan mengintai mereka pun turut terharu.Walaupun ia belum tahu pasti siapa ayah anak bayi itu.Karena dalam pandangan Shaun bisa saja Hansen pernah tidur dengan Anna.


Shaun segera mencari tahu tentang kehamilan Anna ini pada dokter kandungan yang memeriksa Anna tadi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Seminggu pun berlalu,Kriss dan Shaun tidak pernah lagi bisa menemukan Anna.


Begitu juga Hansen.Anna tiba-tiba saja hilang bagai di telan bumi.


Kriss yang mulai frustasi mencari keberadaan Anna semakin tidak fokus pada pekerjaannya.


"Tuan,mengapa anda belum ke ruang operasi? bukankah ini sudah jam 3 sore?"ucap Shaun membuyarkan lamunan Kriss.


"Ha,apa?"Kriss yang merasa ada yang mengajaknya bicara bertanya karena tidak mendengar jelas ucapan lawan bicara itu.


"Saya bilang tuan ada jadwal operasi di jam 3 sore ini."jelas Shaun.


"Sungguh?"Kriss menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 15.08.


"Ya ampun.Kenapa aku bisa lupa?"Kriss langsung bangkit.


Mereka berdua bergegas ke ruang operasi.


Kriss hanya terlambat sedikit.Operasi pun di lakukan dan berlangsung selama 3 jam dengan lancar.


Setelah selesai dengan operasi dan beberapa urusan lain Kriss kembali ke ruangannya untuk membaca berkas pasien yang akan ia operasi besok.


Karena pikiran Kriss masih entah kemana ia menyimpan kembali berkas itu dan menyalakan televisi yang memang ada di sana.


Baru saja ia menghidupkan televisi,sudah tersiar kabar pesawat yang jatuh karena terjadi ledakan bom yang berasal dari dalam pesawat.


Kriss hanya menyimak berita itu dengan santai.


"Mungkin sebentar lagi rumah sakit akan sibuk."gumam Kriss pelan.


Kriss menyaksikan siaran langsung seorang wartawan di tkp.Terlihat semua orang yang di sana sibuk mengevakuasi korban kecelakaan.


Stasiun televisi itu pun mengeluarkan daftar nama siapa saja yang sudah di temukan.


Kriss melihat daftar tersebut.Dan betapa terkejutnya Kriss melihat daftar nama seorang wanita yang masih mengisi hatinya.


Dengan rasa tidak percaya dan jantung yang seakan berhenti berdetak.


Deg!


"Rihanna Clarista?Anna..."Kriss seketika dingin diam terpaku.


"Apa ini sungguh dia?"sekujur badan Kriss gemetar.


Dengan segera Kriss menelepon Shaun sambil mondar-mandir tak karuan karena panik.


"Shaun...bisakah kau dapatkan informasi dari semua korban kecelakaan pesawat hari ini?"ucap Kriss langsung bicara ketika panggilan tersambung.


"Aku baru saja memeriksa semuanya tuan ,setelah melihat daftar nama nona Anna ada di antara korban yang di temukan."


"Nona Anna memang salah satu dari korban ditemukan."sambung Shaun lagi.


Deg!


Pikiran Kriss seakan jatuh terhempas.


"Tuan!"panggil Shaun.


"Di mana para korban akan di bawa?"tanya Kriss.


"Ke rumah sakit cabang kita yang terletak di kota E.Karena hanya rumah sakit itu yang terdekat dengan lokasi kejadian."Sahut Shaun.


"Siapkan mobil!kita ke kota E."perintah Kriss.


"Baik tuan!"sahut Shaun.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Anna menjadi korban kecelakaan pesawat,aduh hati Kriss makin gak karuan nih! 😡Bagaimana ya keadaan Anna sekarang? 🧐bagaimana kandungan nya juga?😲


Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers πŸ€—


Like komen dan juga voteπŸ˜‰πŸ˜‰


ilustrasi tokoh Lussi:



dan ini ilustrasi Shaun: