Bring Me

Bring Me
amnesia



Di suatu kota A Anna turun dari mobil milik freya.


Anna akan tinggal di villa milik mendiang nenek freya.


"Frey..aku minta maaf jika harus merepotkan mu."ucap anna berbasa basi.


"Ahh...kau ini.seperti dengan siapa saja."ucap freya.


"Aku hanya tidak enak saja jika harus merepotkan mu."anna tersenyum.


"Sudah lah.anggap saja seperti rumah sendiri.aku harus pergi."pamit freya.


"Baiklah.Hati hati."pesan anna.


Freya kembali masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan anna.


Anna menyeret 2 koper milik nya masuk ke dalam vila itu.


🍃🍃🍃


Plakk....


Kriss memukul meja dengan keras sehingga membuat Shaun terperanjat.


"Apa hubungannya dengan anna?!"bentak kriss.


"Mereka adalah sahabat tuan."sahut shaun menundukkan kepalanya.


Shaun telah mendapatkan informasi dari orang suruhan nya bahwa anna pergi bersama freya Louman yang ternyata adalah sepupu erat kriss Louman.Freya adalah anak dari paman nya dari ayahnya.


"Apakah freya sudah pulang?"tanya kriss geram.


"Kami tidak mendapatkan informasi apapun.hanya mengetahui bahwa anna pergi bersama nona freya."jelas Shaun.


Kriss menghela nafas meredam emosi.


"Siap kan mobil!"perintah kriss.


"Baik tuan."patuh Shaun.


"Kita pulang ke rumah utama!"kriss menyebutkan tujuan.


Setiba di rumah utama para tamu sudah mulai berdatangan.Rekan rekan dari rumah sakit maupun orang penting teman kriss maupun ayah nya.


Malam ini adalah peresmian kriss sebagai direktur utama Rs.Healthy Care.


Kriss sudah lengkap dengan stelan jas berwarna maroon.


Kriss masuk ke dalam pesta dengan wajah dingin.Tapi semua orang sangat memuji nya karena ketampanan nya yang luar biasa.


Banyak pasang mata yang tidak bisa beralih ke arah lain dan hanya menatap wajah tampan yang dingin milik Kriss.


"Kriss..."sapa ayah nya Kriss.


"Selamat malam ayah."sapa balik kriss.


"Selamat malam nak."sahut ayah.


"Mari.di sana sudah banyak kerabat yang datang."ayah mengajak kriss ke tempat kerabat mereka berkumpul.


"Ayah.."panggil kriss.


"Ada apa nak?"jawab ayah menaikkan alis nya.


"Apa Freya sudah datang?"tanya kriss.


"Freya?"tanya ayah tidak percaya.


Kriss hanya mengangguk.


Selama ini kriss sangat anti pada freya.Begitu juga freya.


Tapi kali ini kriss menanyakan hal yang membuat ayah nya terkejut aneh.


"Ini tidak salah kriss?"ayah membulatkan matanya.


"Tidak."wajah kriss tampak seperti meredam emosi.


"Dia belum datang.Kata nya sedang menjemput seseorang."jawab ayah.


"Seseorang?"tanya kriss.


'apa mungkin anna akan datang?'batin kriss.Dada nya terasa berdebar-debar.


Di saat yang bersamaan suara para tamu tampak berbisik-bisik.


Kriss melihat ke arah para tamu memandang.


Di sana berjalan 2 orang wanita cantik.


Mereka adalah anna dan freya.


Anna menggunakan gaun berwarna peach yang terlihat seperti bidadari suci.Wajah nya sangat terlihat bersinar ketika memakai gaun berwarna peach itu.


Kriss juga sama terpukau nya dengan penampilan anna.


Sedangkan freya hanya menggunakan gaun berwarna ungu yang juga terlihat elegan.


"Frey... aku malu.."bisik anna pada freya.


"Santai saja anna."jawab freya.


Freya menangkap pemandangan bahwa kriss sedang menatap mereka.


"Dasar mata keranjang!"maki freya pelan.


"Anna mari ke sana.Kita sapa paman ku."ajak freya menghampiri kriss dan ayah nya.


Anna melihat ke arah yang di tunjuk freya.


Anna sungguh terkejut ketika mendapati kriss berada di sana.


"Tapi freya..."anna ragu untuk bicara.


"Ada apa?"tanya freya


"Aku tidak bisa.Aahkk....perut ku terasa sakit."anna mulai berakting.


"Anna...bukan waktu nya bercanda."freya tahu anna hanya pura-pura.


"Tapi freya aku sungguh tidak bisa ke sana."bantah anna.


"Ya,tapi kenapa anna?"freya sangat bingung.


"Kau tau freya...dia pria itu.Dia ayah anak ini."ucap anna.Mata anna tampak berkaca-kaca.


"A..apa?"freya menutup mulutnya tidak percaya.


"Aku pulang duluan."pamit anna.


Freya hanya terdiam karena ia merasa sudah melukai hati anna.


Kriss yang melihat anna berlalu langsung saja mengejar nya.


Dan freya melihat kriss mengejar anna.Ia baru tahu kalau pria yang menghamili anna adalah kriss sepupu nya.


"Anna..."lirih freya lalu mengejar anna juga.


Ayah kriss sangat terkejut melihat anak nya tiba-tiba pergi tanpa bicara apapun.


Seperti nya semua tamu tidak menyadari konflik yang terjadi di antara mereka.


🍃🍃🍃


Anna berlari kecil keluar dari rumah megah bak istana itu.


"Kenapa harus melihat dia lagi.."lirih anna pada diri sendiri.


"Ya tuhan.. biarkan lah bayi ini dan aku hidup tanpa harus melihat pria itu."lirih anna lagi.


"Anna!"panggil kriss dari belakang anna.


Anna berhenti dan menoleh ke belakang.Ia melihat kriss berjalan cepat menghampiri nya.


Tapi anna terus melangkah.Bahkan kini ia menambah kecepatan nya dengan berlari.


"Tidak...dia tidak boleh melihat ku."lirih anna sambil berlari.


Anna berlari sangat cepat karena ia sudah menjinjing high heels nya agar mudah berlari.


Hingga anna melewati jalan raya satu arah dan berhasil menyebrang.Tapi lain hal nya dengan kriss.


Brraaakkk.....


Kriss tertabrak sebuah mini bus karena memaksa menyebrang tanpa melihat ada mobil melintas.


Anna terhenti.Seketika ia mendengar suara orang yang berteriak minta tolong karena ada kecelakaan.


Anna membalikkan badannya perlahan.


"K..kkriss.."lutut anna terasa lemas.


Anna mencoba membawa kaki nya melihat kerumunan itu untuk memastikan.


Anna jatuh terduduk ketika melihat korban yang tergeletak malang itu.


"Kk..kriss.."anna menutup mulutnya.perasaan nya semakin tak menentu.


Ia tidak berani menyentuh kriss.


Freya datang pada anna dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Anna."panggil freya dan memapah anna berdiri.


"Kau baik-baik saja?ada apa itu?"melihat kerumunan di dekat anna.


Warga setempat membawa korban masuk ke dalam ambulans yang baru saja tiba.


Freya menatap wajah korban itu.


"Kriss?"freya sangat terkejut.


Anna menangis.Sungguh ia menyalahkan diri sendiri.jika dia tidak hadir maka ini tidak akan terjadi.


"Ini salah ku..."lirih anna sambil menangis tersedu-sedu.


"Ayo kita ikut kerumah sakit."ajak freya.


"Pak!saya keluarga korban..kami akan ikut."pinta freya pada supir ambulans.


"Baik nona.silahkan masuk bersama korban.


Tanpa kata kata lagi freya membawa anna masuk ke dalam ambulans.


Dan ambulans itu pergi membawa mereka ke rumah sakit.


🍃🍃🍃


Penanganan pertama sudah selesai.Tapi kriss Belum juga sadar.


Pihak keluarga kriss sudah datang.


"Frey...apa kriss sudah sadar?"tanya megi ibu kriss panik.


"Belum tante."freya menunduk sedih.


Megi mendapati anna yang tertunduk.


"Siapa dia?"tanya megi angkuh ke arah anna.


"Dia teman ku."jawab freya.


Freya enggan mengatakan perihal yang terjadi di antara anna dan kriss.


Megi hanya menghela nafas.


Lain hal nya dengan tuan Louman yang terus memandang anna.


Seakan Louman sedang menyadari sesuatu.


Ia juga melihat gerak gerik anna seperti sedang gelisah.


Iya yakin pasti anna ada hubungan dengan kriss kenapa ekspresi anna begitu khawatir.


Dokter keluar dari ruangan.


"Dok.bagaimana keadaan anak saya?"tanya megi begitu terburu-buru.


"Anak ibu selamat.Tapi ia butuh donor darah.saat ini rumah sakit tidak memiliki stok.Pihak keluarga ada yang bersedia?"tanya dokter.


"Saya dok..ambil saja berapapun.asal anak saya selamat."pinta megi begitu tidak sabaran.


"Baiklah buk.mari kita cek golongan darah ibu."ajak dokter.


Megi , dokter dan tuan Louman pergi untuk mengecek darah.


Anna menangis sesenggukan.


"Hikss....hikss...kenapa kau harus melihat ku..."lirih anna.


"Sudah lah anna..ini musibah."freya mengelus pundak anna.


Suster baru saja keluar dari ruangan.


"Sus.. permisi.apakah sudah boleh masuk?"tanya freya pada suster.


"Sudah nona.silahkan."suster memberi izin.


"Ayo anna."ajak freya.


Anna pun menurut dan mereka masuk ke dalam.


Kriss sebenarnya sudah sadar.ia merasa sangat sakit bagian kepala nya.


Mereka berdua melihat kriss yang sudah sadar.


Anna merasa gugup karena ia merasa bersalah.


"Kriss...kau sadar?"freya senang.


Kriss hanya menatap mereka seperti orang linglung.


"Freya?"kriss hanya bisa menyebut nama freya.


Anna menundukkan wajah.


"Apa kau masih merasa sakit?"tanya freya berusaha akrab.


"Lumayan.aku kenapa?bukankah seharusnya kita berada di kampus?"ucap kriss.


Freya benar benar terkejut dengan pernyataan kriss.


"Kriss...ada apa dengan mu?"tanya freya.


"Bukankah aku bertanya tadi aku kenapa.mengapa kau bertanya balik pada ku?"ucap kriss kesal.


"Siapa wanita ini."menunjuk ke arah anna.


Anna sontak terkejut.


"Kau tidak mengenal nya kriss?"freya memicingkan matanya.


"Tidak.apa urusan ku dan harus mengenal wanita ini."kriss membuang wajah nya ke arah lain.


"Tidak apa apa freya.kalau begitu lebih baik aku pamit saja."anna tidak tahu mengapa hati nya begitu sakit ketika kriss tidak mengingat nya.


"Tidak.kau tunggu di sini.aku akan menemui dokter.ada yang tidak beres dengan otak nya."freya mendengus kesal.


Freya bangkit dan meninggalkan kriss dan anna.


Anna merasa semakin canggung.


Kriss menatap wajah anna yang tertunduk.


'kenapa seperti dia tidak asing?kenapa ada perasaan aneh melihat nya?'batin Kriss melihat anna.


'ini bagus.baiklah Kriss mungkin lebih baik kau memang melupakan segala nya.'batin anna.Tapi hati nya terasa sangat perih.Apakah ia mulai jatuh cinta pada kriss?


Pintu terbuka dokter masuk bersama Freya dan kedua orang tua kriss.


"Saya akan membawa putra nyonya dan tuan untuk di periksa."ucap dokter berbarengan dengan masuk nya suster .


Mereka membawa kriss untuk di periksa.


🍃🍃🍃


Setelah beberapa saat kriss di periksa dokter mengundang orang tua kriss ke ruangan kerja dokter itu.


"Nyonya..tuan..."dokter berusaha menyatakan tentang keadaan kriss.


"Bagaimana dok keadaan anak saya?"tanya megi tidak sabaran.


"Kriss mengalami anterograde amnesia."ucap sang dokter.


"Kemungkinan ia tidak dapat mengingat kejadian yang barusan terjadi.Dia hanya mengingat memori lama nya."sambung dokter.


"Hah."megi dan tuan Louman saling pandang.


Dokter menghela nafas.


"Kira kira apa dia bisa sembuh?"tanya tuan Louman.


"Bisa tuan.Dengan terapi yang rutin."jawab dokter.


"Dan untuk makanan nya juga tolong di perhatikan ya tuan nyonya."dokter melempar pandangan kepada kedua suami istri itu.