
Setelah pertemuan mereka 3 hari lalu di taman,Anna masih belum mengutarakan keputusan nya.Sesungguh nya ia sangat bimbang,tapi kembali ia menatap wajah putra tercinta nya.Anak itu juga butuh sosok ayah.
Tapi ia sangat takut untuk mengahadapi ibu Kriss.Ketika mereka menikah ia tidak mungkin bisa menghindari hal itu.Ia harus bisa memberi keputusan yang tepat,karena 2 pria sedang menanti nanti keputusan nya.
Ia harus segera memutuskan agar bisa memberi kejelasan pada 2 orang pria yang mencintai nya dan yang sangat ia cintai.Ia sangat merasa bersalah pada Ansel karena tidak bisa membalas perasaan nya.Tentu saja hal itu karena ia belum bisa lepas dari Kriss.
Ting!
Sebuah pesan masuk yang berhasil membuyarkan lamunan nya.Ia pun membuka pesan tersebut.
'Aku harap bisa mendengar keputusan mu hari ini.' Isi pesan itu dari Kriss.
Seketika detak jantung nya menjadi tak beraturan.Kemudian ia membalas pesan tersebut.
'Mari bertemu jam 5 sore ini di taman kemarin.'balas Anna.
"Masih ada waktu 4 jam lagi.Setidak nya aku harus cepat berpikir harus bagaimana aku ke depan nya." Gumam nya.
Detik itu juga bayi nya nangis karena ini sudah waktu nya ia minum susu.Dengan segera Anna menghampiri bayi nya.Ia menggendong bayi itu dan menenangkan nya.
"Maafkan Mama.Maafkan atas keegoisan Mama." Lirih Anna dengan mata yang berkaca kaca.
Di negara lain,Megi sedang gusar.Ia mendapat pesan dari Aurora bahwa Kriss kembali bertemu dengan Anna.
"Kenapa? Kenapa lagi lagi mereka bertemu?!" Teriak Megi sambil mengacak acak barang yang berada di atas nakas nya.
"Wanita itu,,,seharus nya ku musnah kan dari dulu." Geram nya lagi.
Di saat yang bersamaan Aurora mengetuk pintu dari luar.Bukan nya di persilahkan masuk ia malah mendapat makian.
"Dasar sialan!!!! Siapa yang berani menggangguku di saat seperti ini?!!" Teriak Megi dari dalam.
Aurora mendengus kesal.Kalau bukan karena ingin menempati tempat menjadi istri Kriss ia sudah lama ia menghabisi orang tua ini.Di bandingkan Arina Aurora jauh lebih hebat dan jahat.Tapi ia bukan lah orang yang ceroboh.
"Tante,ini aku Aurora." Ucap nya dari luar.
"Aurora?" Seketika air muka nya berubah sedikit tenang.
"Maaf tante tidak tahu kalau itu kamu." Ucap Megi.
"Tidak apa tante." Sahut Aurora.
"Bukan nya kamu seharus nya bersama Kriss?" Tanya Aurora heran.
"Saya di suruh pulang ke sini terlebih dahulu." Jawab Aurora.
"Kenapa? Apa Kriss akan pulang juga?" Tanya Megi lagi dengan wajah penasaran.
Belum sempat Aurora membalas,tangan nya di tarik oleh Megi.
"Mari bicarakan di dalam!" Ajak Megi ke dalam kamar nya.
Aurora mengekor di belakang Megi masuk ke kamarnya.
"Duduk lah!" Ucap Megi.
"Apa Kriss akan pulang?" Tanya Megi penuh dengan penasaran.
"Iya tante." Sahut Aurora.
"Kenapa? Apa dia menghindari wanita itu?" Tanya Megi lagi menatap Aurora tak sabar.
"Boleh saya berbisik?" Izin Aurora.
"Cepat katakan." Megi semakin mendekatkan diri.
Aurora membisikkan sesuatu di telinga Megi yang berhasil membuat wanita paruh baya itu terlonjak kaget.
"Apa kata mu?!!!" Pernyataan Aurora membuat nya sangat terkejut.
...****************...
Jangan lupa berikan dukungan nya ya🥰