
1 Tahun berlalu,persiapan Anna untuk membalaskan dendam berakhir.Selama 1 tahun ini ia mempelajari banyak hal.Mulai dari ilmu bela diri dan mempelajari tentang bisnis.Ia memiliki guru pembimbing khusus yang di perintah kan tuan penolong nya untuk membantu membaca situasi,membuat siasat,dan mempelajari tentang membaca gesture seseorang.
Ia merasa sangat berhutang budi pada tuan penolong nya itu.Bahkan karena tekad nya ia sampai tidak bisa tidur nyenyak.Siang akan ia gunakan untuk latihan dan membantu beberapa kegiatan anggota lain nya.Malam hari ia akan belajar tentang bisnis dan hal lain nya bersama guru pembimbing nya.
Ia telah melewati masa masa yang berat itu.Kini Anna akan mulai perjalanan balas dendam nya untuk mengungkap kebenaran dan keadilan untuk dirinya serta bisa kembali memeluk buah hati nya lagi.
Season 2,Pembalasan Sang tersangka.
Anna duduk di ruangan Robin dengan rasa gugup yang teramat sangat.Robin sedang ke lantai bawah menyambut kedatangan tuan penolong nya itu.Awal nya ia meminta untuk ikut menyambut,tapi Robin tidak memperbolehkan nya dan Anna di suruh untuk menunggu di ruangan nya saja.
Anna sangat gugup sekali karena ia mempunyai 2 jadwal hari ini.Pertama adalah bertemu dengan tuan penolong nya dan selanjutnya adalah melakukan operasi plastik dengan dokter terkenal.
Anna akan menjalani operasi plastik agar bisa bergerak bebas dan masuk ke dalam lingkungan keluarga Louman tanpa di curigai siapapun.Tapi sebelum itu ia harus berterima kasih dan bertemu dulu dengan tuan penolong nya ini.
Masih merangkai kalimat terima kasih untuk tuan penolong nya,tiba tiba saja seseorang datang dari luar masuk membuka pintu ruangan itu.Dengan seksama Anna menatap ke arah pintu penasaran siapa sebenarnya tuan penolong nya.
Anna begitu fokus memperhatikan siapa yang masuk,dan ternyata muncul Dita wanita yang dulu membawa nya kabur dari penjara.
"Senior,," lirih Anna kecewa.
"Ah,maaf.Dimana pak Robin?" Tanya Dita.
"Sedang berada di lobi." Jawab Anna.
"Oh,, Kau sedang apa di sini?" Tanya Dita.
"Aku ada keperluan,pak Robin meminta ku menunggu nya di sini." Jawab Anna lagi.
"Baiklah,kalau gitu aku keluar.Sampai nanti." Pamit Dita lalu keluar dari sana.
Anna menghela nafas perlahan.Ia kembali merasa gugup.
Tiba tiba pintu terbuka lagi dan masuklah seorang pria secara tiba tiba.Anna terlonjak kaget.
"Senior Leon?" Lirih nya melihat senior nya yang selalu bertingkah konyol tiba tiba muncul.
"Dimana pak Robin?" Tanya Leon sambil menyapu seluruh pemandangan ruangan itu.
"Sedang berada di lobi." Sahut Anna.
"Oh,baiklah.Nanti kalau sudah kembali beritahu aku ya." Pesan Leon.
"Baik,senior." Sahut Anna.
Lalu pria itu keluar dari ruangan itu setelah tidak menemukan orang yang ia cari.
Anna kembali mengatur nafas nya agar tenang.Tapi saat ia berusaha tenang sambil memejamkan mata nya pintu tiba tiba terbuka lagi.
Anna menatap kesal ke arah pintu yang sudah muncul seorang pria yang berbadan kekar dan tinggi sekitar 187cm.Pria itu tersenyum manis pada Anna masih dengan senyuman yang sangat Anna kenal.Seketika tubuh Anna terasa kaku dan jantung nya berdegup kencang.
"Dia,," lirih Anna melihat pria itu berjalan ke arah nya.
"Apa kabar?" Sapa pria itu.
Anna tidak sanggup berkata apa apa.Mulut nya terasa tidak bisa di gerakkan dan dada nya terasa bergemuruh.Saat ini ia hanya ingin menangis melihat kehadiran pria itu.
Pria itu duduk tepat di samping Anna.
"Kau baik baik saja?" Tanya pria itu lagi.
Anna tetap bungkam.Ia berusaha mencubit paha nya secara diam diam untuk memastikan ini bukan mimpi.
"Aw,," ringis nya merasa kesakitan.
"Kenapa?" Panik pria itu.
Anna hanya menggeleng linglung.Dan pria itu pun menyadari keterkejutan Anna.
"Ini nyata,," bisik nya dalam hati.
"Hansen,,," lirih nya menatap lekat wajah pria yang berada di hadapan nya ini.
"Syukurlah kau masih ingat aku,," Hansen terkekeh kecil.
"Bagaimana bisa,," Anna masih tidak percaya.
"Maaf membuat mu terkejut." Ucap Hansen.
"Kau tuan penolong ku?" Tanya Anna dengan wajah penasaran.
Hansen mengangguk senang.
"Karna aku mempercayai mu." Sahut nya.
Anna mulai menangis sesenggukan.
"Hei,kenapa menangis?" Hansen memeluk tubuh wanita itu.
"Kenapa kau mempercayai ku? Bahkan hampir satu dunia ini menyangka aku pelaku nya." Ucap Anna.
"Karena aku yakin kau bukan orang seperti itu.Tidak mungkin aku akan membiarkan mu menderita seperti itu." Ujar Hansen.
"Sudah jangan menangis,semua akan baik baik saja." Sambung nya menenangkan Anna.
"Lalu,kenapa baru sekarang kau datang?" Kini kedua nya bertatap muka.
"Kalau aku ada di sini bisa bisa kau tidak akan mau menerima bantuan ku.Aku lebih suka memberimu kejutan.Ternyata kau terkejut sampai seperti ini." Ujar Hansen sedikit terkekeh sambil mengusap air mata di pipi Anna.
"Sudah jangan menangis." Ucap Hansen.
Anna mulai mengatur emosi nya dan membenahi wajah nya.
"Maafkan aku,," Ucap Hansen tiba tiba.
"Maaf kenapa?" Bingung Anna.
"Aku tidak bisa menyelamatkan mu di sidang itu.Hanya cara ini yang ku punya." Ungkap Hansen.
"Tidak,ini adalah cara yang hebat.Aku sangat berhutang budi pada mu." Ucap Anna.
"Kau bisa membalas nya jika rencana balas dendam mu berakhir." Timpal Hansen.
"Membalas nya,," lirih Anna.
Di saat itu juga paman Robin masuk.Ia ikut bergabung dengan obrolan kedua nya.
"Wah,,seperti nya aku mengganggu kalian melepas rindu." Ejek paman Robin.
"Paman Robin adalah adik ayah ku." Ungkap Hansen yang membuat Anna terperangah.
"Wah,,,aku seperti sedang di tipu," gerutu Anna kesal.
"Maaf,kami tidak bermaksud begitu." Ucap paman sambil terkekeh.
"Paman bilang kau akan menjalani operasi plastik." Ujar Hansen menatap wanita yang berada di samping nya.
Anna mengangguk semangat.
"Aku bisa menyuruh mata mata untuk masuk ke keluarga Louman.Kau di sini saja." Ucap Hansen yang mengkhawatirkan Anna.
"Tidak.Aku harus mencari nya dengan kepala ku sendiri.Lagi pula,aku ingin bertemu putra ku secara langsung." Ucap Anna.
Mendengar kata putra keluar dari mulut Anna,Hansen tidak bisa berkutik dan hanya diam menerima.
"Kau yakin akan melakukan operasi?" Tanya Hansen lagi merasa khawatir.
"Aku sudah yakin 100%." Tegas Anna.
Hansen terdiam sejenak.
"Wajah itu akan di ubah.Sial! Aku sangat menyukai wajah ini." Batin nya kesal mendengar Anna akan menjalani operasi plastik.
"Aku juga sudah konsul dengan dokter yang kau rekomendasi kan.Kenapa kau sekarang terlihat kesal." Heran Anna menatap bingung pria di samping nya itu.
"Aku menyesal memberitahu mu." Celetuk Hansen.
"Kalau aku berkeliaran dengab wajah ini aku pasti akan tinggal di jeruji lagi dalam sekejap." Balas Anna.
"Baiklah.Tapi akau akan menemani mu melakukan itu.Aku akan ikut ke sana." Ucap Hansen.
"Seperti nya aku tidak punya manfaat di sini." Gerutu Robin pelan melihat Anna dan Hansen sedikit berdebat.
*******
Berhubung kesehatan Author udh membaik sedikit,nih author percepat update season 2 nya.Jangan lupa like,komen dan follow author ya.Like dan komen positif kalian adalah sumber semangat Author🥰.
Baca juga karya terbaru Author berjudul "My Rich Hubby"
Sinopsis:Demi menghindari perjodohan,Sein menipu keluarga nya melakukan hubungan kontrak dengan seorang gadis yang ia tolong di kantor polisi.Akankah hubungan kontrak itu berjalan mulus tanpa di ketahui siapapun? Ataukah pada akhir nya mereka memutuskan untuk menjalani hubungan yang sungguhan?