
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu sekitar satu setengah jam, akhirnya mereka sampai di rumah sakit cabang di kota E.
Dengan terburu-buru Kriss berlari masuk ke rumah sakit dan menuju UGD.
Banyak pihak rumah sakit yang sedang menangani korban kecelakaan.Dengan panik serta mata yang mencari keberadaan Anna Kriss terlihat sedikit meneteskan air mata.
'Kau harus kuat.Tidak boleh lemah.Tunggu aku.'Kriss berusaha mencari keberadaan Anna.
Sedangkan Shaun juga membantu mencari keberadaan Anna.
πππ
Di sebuah kota provinsi lain,ada seorang pria paruh baya yang sedang khawatir sambil menunggu kabar dari orang suruhannya.Ia sedang mencari tahu di mana rumah sakit yang menampung semua korban penumpang pesawat xxx.
"Bagaimana?"tanya pria paruh baya itu tak sabaran.
"Di rumah sakit di kota E bos."ucap suruhannya dengan penuh hormat.
"Cepat menuju ke sana!"ucap pria itu tegas.
πππ
Seorang wanita sedang bahagia sambil meminum segelas anggur dan menyaksikan berita tentang kecelakaan pesawat hari ini.
"Kau terlalu bermain-main dengan ku,kau kira kau bisa mengambil semua dari ku hah?!!Kau lebih pantas mendapatkan kematian!!"hardik wanita itu sambil tersenyum penuh kemenangan.
πππ
Berita tentang kecelakaan pesawat ini tentunya dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru negara ini.Begitu mendengar nama Anna dalam daftar korban di temukan ibunya segera menuju rumah sakit kota E itu bersama adiknya.
Hansen pun juga pergi ke kota E tersebut setelah mendengar kabar nahas tersebut.
πππ
Kepanikan di rumah sakit itu sangat menggangu pemandangan Kriss yang masih mencari Anna.
Seorang pria berteriak kepada Kriss.
"Hey!!!kenapa kau hanya diam di sana?!!cepat ke sini!!dasar tidak berguna!!"maki seorang dokter kepala rumah sakit itu.
Kriss dengan marah mendekati pria yang meneriakinya itu.Sepertinya pria itu sudah bosan hidup.Karena telah meneriaki anak pemilik rumah sakit ini.
Setelah berhasil mendekati pria tersebut Kriss langsung menatap tajam pria itu.
"Apa yang kau katakan tadi?!!"teriak Kriss.
"Kau.."mendengar teriakan Kriss itu membuat nyali pria itu sedikit menciut.
"Apa kau anak baru?!apa kau tidak lihat sedang banyak kekacauan."ucap pria itu berusaha mengumpulkan keberanian melawan ucapan Kriss.
Kriss semakin naik pitam.
Tapi seorang perawat berteriak.
"Dokter!dokter!pasien ini kejang kejang!"teriak perawat yang menangani pasien si dokter yang meneriaki Kriss.
Sedikit menoleh Kriss menangkap wajah yang sedikit lebam sedang terbaring di sana.
"Anna.."Kriss langsung mendekati pasien yang mengalami kejang kejang itu.
"Siapkan ruang operasi sekarang!!"teriak Kriss panik.
"Minggir kau!!"teriak pria songong tadi.
Kriss langsung saja menghempaskan keras tubuh pria songong itu.
"Akh... beraninya kau!!"maki pria itu meringis kesakitan.
"Kau tidak dengar ucapan ku?!!"bentak Kriss pada perawat itu.
"Baik dokter."ucap perawat itu segera pergi menyiapkan ruang operasi darurat.
Pria tadi yang malu saat di hempaskan Kriss di depan para bawahannya yang sedang sibuk juga semakin marah.
"Hey!kau pikir siapa kau yang sok hebat mengambil pasien ku!!kau masih anak baru dia ini!!"bentak pria itu mendekat pada Kriss membusung dada.
Kriss menatap tajam pada pria yang membuat ulah di tengah genting seperti ini.
"Minggir kau!!"bentak pria itu lagi.
Kriss segera menarik kerah baju pria songong itu.
"Jika Kau ingin bermain dengan ku jangan sekarang.Enyahlah kau bajing**!!"maki Kriss menghempaskan tubuh pria itu menjauh darinya.
Kriss kembali balik badan memperhatikan di mana saja luka pada wanita tersayang itu.
Tapi tiba-tiba....
Set!!!
Sebuah gunting tetanc*p di bahu kanan Kriss.
Dengan sedikit meringis Kriss membalikkan badannya menatap si penusuk yang tak lain pria tadi.
"Kau..."erang Kriss sambil mencabut gunting yang masih tertanc*p itu dan menjatuhkan gunting itu sembarangan.
Satu tinju berhasil mendarat di wajah pria itu.
Pria yang bertubuh pendek itu tersungkur.
Shaun yang baru melihat kejadian itu segera berlari melerai.
"Cukup tuan!"teriak Shaun.
Kriss lupa bahwa Anna masih kejang.
Shaun memegang pria songong tadi.
"Lepaskan aku!"teriak pria itu.
"Ikat dia sampai aku selesai!!"perintah Kriss.
"Baik tuan."sahut Kriss.
Kriss tiba-tiba membalikkan badannya menoleh ke arah Anna yang kembali kejang kejang hebat.
"Anna!"panggil Kriss pelan.
Ia segera menangani kejang kejang hebat Anna.
Akhirnya Anna berhenti kejang.Seorang perawat datang memberitahu bahwa ruang operasi sudah siap dengan semua tim.
Perawat dan Kriss segera membawa Anna ke ruang operasi.
Bahu Kriss masih saja mengeluarkan darah segar akibat tusukan tadi.
"Dokter,lengan mu berdarah!"ucap seorang dokter anestesi wanita.
"Fokus pada pasien!"tegas Kriss.
Semua tim di sana belum pernah mengenal Kriss.Tapi mereka dengan profesional melakukan operasi tersebut.
Walaupun sedikit kesusahan dengan lengan yang masih sakit operasi itu berjalan lancar dan memakan waktu sekitar 4 jam.
Kriss menghela nafas kasar.
Setelah keluar dari ruang operasi Kriss di hampiri oleh Shaun yang menunggu sedari tadi.
"Bagaimana tuan?"tanya Shaun.
"Lancar."ucap Kriss lemas.
"Tuan!"Shaun menangkap bobot tubuh tuannya yang tak seimbang hampir jatuh.
"Lengan mu berdarah tuan.Mari kita obati dulu."ucap Shaun panik.
Kriss hanya mengangguk pelan.
Tapi sebelum mereka pergi Anna yang masih koma di bawa keluar dari ruang operasi.
"Tempatkan dia di ruang VVIP.Dan jangan beri siapapun masuk untuk mengunjunginya."perintah Kriss.
"Baik tuan."ucap kedua perawat itu serentak.
"Ayo!!"ajak Kriss yang mulai tidak kuat akibat banyak darah yang keluar.
Shaun pun membawa Kriss untuk di obati.
Malam harinya seorang ibu sedang mencari informasi di mana anaknya di rawat sekarang.Di meja resepsionis si ibu menanyakan nama anaknya yang bernama Rihanna Clarista.Di saat yang bersamaan Hansen juga berada di sana dan terkejut mendengar wanita paruh baya itu menanyakan keberadaan Anna.
"Apa?tidak bisa di jenguk?aku ini ibunya!"bentak wanita itu marah ketika di beritahu tidak bisa melihat si anak perempuannya.
'Ternyata ini ibu Anna.'batin Hansen yang mendengar pembicaraan mereka.
"Apa-apaan rumah sakit kalian ini?!! menjenguk anak saja tidak di perbolehkan."bentak ibu Anna.
"Mohon maaf bu.Ini perintah.Jangan membuat keributan di sini."pinta suster itu.
"Mohon maaf sus."Hansen datang menyela.
"Iya tuan,ada yang bisa saya bantu?"tanya suster itu.
"Kenapa ibu ini tidak di perbolehkan?siapa yang melarangnya?"tanya Hansen.
"Maaf tuan.Tapi ini semua privasi."jawab suster itu.
Shaun yang kebetulan melintas mendengar keributan di sana.
Melihat ada Hansen dan ibu Anna di sana Shaun segera melaporkan Kepada Kriss.
π¨π¨π¨
Aduh...pasti sakit banget itu lengan Kriss π₯΄π°...Andai author jadi Anna author akan bangun bentar obati lengan Kriss baru koma lagiπ€£π€£π€£kan kasian juga Kriss nyaπ
Buat kalian para readers ku semangat bacanya dan jangan lupa like, komen dan vote nyaπ₯³π₯³π€π€
ilustrasi tokoh Hansen: