Bring Me

Bring Me
Hujan



Hari mulai gelap.Kriss dan anna sedang dalam perjalanan pulang.


Anna duduk agak berjauhan dengan kriss.Suasana canggung terlihat jelas di antara mereka.


Shaun yang melihat nya dari kaca spion tengah agak sedikit lucu.


Kriss menyadari kalau Shaun sedang mengamati mereka berdua.


Kriss melempar tatapan mengintimidasi pada Shaun yang juga sudah menangkap tatapan kriss.


Shaun langsung memandang ke arah depan tidak berani lagi menikmati kecanggungan kriss dan anna.


Kriss bergeser mendekati anna.


Anna terlihat semakin gugup.ia berusaha untuk tidak menatap wajah kriss.


Kriss merasa gemas melihat ini.Ia meraih pinggang anna dan merapatkan anna pada dirinya.


"Kau.."lirih anna.


"Kau takut aku macam-macam?"ledek kriss dengan arogan.


"Huft..."anna menghela nafas kasar.


Shaun merasa geli dengan tingkah bos nya ini.


Anna hanya bisa pasrah hingga sampai di rumah.


Sampai di rumah...


Shaun membukakan pintu untuk kriss dan anna.


Mereka memasuki rumah minimalis yang elegan itu.


Sedangkan Shaun pergi bersama dengan supir pribadi mereka menuju rumah utama.


"Kau jangan banyak bergerak dulu.Masalah pekerjaan rumah sudah ada pembantu di sini.Jaga baik baik anak ini."mengelus perut anna yang masih rata.


Anna hanya terdiam.


'apa aku sedang bermimpi?aku sangat menginginkan suasana ini.'batin anna.


"Sebenarnya siapa wanita yang tadi datang ke ruangan mu?"tanya anna.


"Dia aku tidak tahu hubungan kami sekarang.Aku sepertinya tidak punya perasaan apapun sekarang pada nya."jelas kriss.


"Apa karena aku? karena kau hanya ingin bertanggung jawab atas benih ini?"tanya anna dengan nada agak tinggi.


"Bukan!hanya saja memang sudah tidak ada perasaan lagi untuk nya.Mungkin ingatan ku tentang wanita itu juga belum pulih."kriss berusaha meyakinkan anna.


"Ah .aku merasa gerah sekarang.Aku akan mandi."ucap anna mengubah topik pembicaraan.


Kriss hanya bisa menatap punggung anna yang mulai menghilang.


Anna keluar dari kamar mandi.Ritual membersihkan tubuh nya selesai.


Ia hanya menggunakan handuk yang membalut dada hingga paha nya saja.


"Arghhh....."jerit anna melihat kriss berbaring di atas ranjang.


Kriss pun yang sedang melamun menatap langit langit kamar nya terperanjat.


"Ada apa?"tanya kriss sontak kaget.


Anna panik lalu masuk ke dalam kamar mandi lagi.


Kriss mendekati pintu kamar mandi yang sudah terkunci dari dalam sana.


"Anna?kau baik-baik saja?"tanya kriss cemas.


"Mengapa kau masuk?!"jerit anna dari dalam.


"Apa sekarang kau membuat lelucon?ini kan kamar ku."kriss tak habis pikir dengan bumil satu ini.


"Kau masih takut aku kan macam-macam dengan mu sedang aku sudah membuat mu hamil?"ledek kriss.


Perlahan anna membuka pintu menatap ragu wajah kriss.


"Kau..."


Kriss masuk ke dalam kamar mandi lalu menggendong anna.


"Ibu kecil ini sangat pemalu rupanya .."ucap kriss menyeringai.


"Lepaskan aku!! lepaskan!"anna meronta-ronta.


Kriss perlahan membaringkan anna di tempat tidur.


"Akan akan mengajari mu untuk belajar terbiasa ke depan nya."ucap kriss.


"Kau mau apa?"gelisah anna.


Kriss membuka kemeja nya dan memperlihatkan tubuh atletis nya yang menawan.


'apa yang dia lakukan?'batin anna.


"Kau harus mulai membiasakan diri melakukan hal apapun yang biasa kau lakukan di kamar mu di hadapan ku."pinta kriss.


'Huft...aku kira dia akan mencurahkan benih lagi pada ku'batin anna.


Kriss pergi mandi.


'apa aku minta tidur di kamar bawah saja?pasti dia akan marah.sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan nya sudah malam.'batin anna.


Kriss keluar dari kamar mandi dengan segar.


Kriss hanya menggunakan boxer tanpa atasan.


Wushhh......


Brakkk.....


Angin bertiup kencang dan jendela yang belum terkunci terbanting.


Anna dan kriss sama sama terperanjat.


'seperti nya akan turun hujan.'batin kriss.


Anna menarik selimut dan bersembunyi dibalik selimut.


'dia terlihat sederhana.Rumah nya saja tidak mewah seperti rumah utama nya.'gumam anna dalam selimut.


Kriss mengambil piyama tidur nya.


Ia berbaring di samping menatap selimut yang menyembunyikan anna.


Tiba-tiba....


Jeduaarrrr.....


Suara petir .


"Aa..."jerit anna sambil memeluk kriss.


"Kau takut?"kriss menangkap tubuh mungil anna.


"Tidak.hanya terkejut."anna berusaha melepaskan pelukannya.


Tapi kriss semakin erat memeluk nya.


"Bagaimana jika ada lagi?"ucap kriss.


Dan betul saja petir kembali bersuara lebih kuat.


Kilasan kilat dari luar terlihat dari kaca membuat anna semakin takut.


"Dasar keras kepala!"rutuk kriss.


Hujan deras pun mengguyur bersamaan dengan suara petir yang bersambutan.


'Ternyata seperti ini tidur dalam pelukan pria.Sungguh nyaman.'batin anna.


"Apa baru kali ini di peluk sambil berbaring oleh pria?"ucap kriss membuyarkan lamunan anna.


"Ah.."anna merasa kriss tahu isi hati nya.


"Benarkah?"tanya kriss menatap teduh anna.


Anna meronta-ronta ingin melepaskan pelukannya.Hingga anna menyenggol dada bidang kriss dengan payudara nya.Hal itu membuat adik kriss yang berada di bawah sana terbangun.


Anna tidak menyadari itu ia tetap saja meronta-ronta.


"Hey tenang lah!"pinta kriss yang mulai resah adik nya bangun.


Tiba-tiba anna mulai merasakan benda keras di bawah sana.


"A..apa itu..."wajah anna tampak malu.


"Aku sudah bilang kau untuk tenang sekarang kau membuat nya bangun."kesal kriss.


"Woaa..."anna mendorong keras kriss yang sedang lengah hingga terjatuh ke bawah.


'wanita ini..'gerutu kriss gemas.


"Kau harus bertanggung jawab..."ucap kriss sembari bangkit menuju anna.


"Tidaakkk....."anna menyembunyikan diri di dalam selimut.


Kriss berhasil menggoda anna.


"Cepat kau tenang kan dia!"goda kriss bercanda.


Kriss menarik selimut nya.


Terlihat baju anna kancing atas nya terbuka sehingga menonjolkan sisi payudara nya yang menggoda kriss.


Kriss sangat tidak tahan lagi.


Ia langsung mengkungkung tubuh anna.


"Jangan..."lirih anna.


"Siapa dulu yang mulai?"nafsu kriss membara.


"Maaf kan aku.."lirih anna lagi.


Kriss mulai mencium ceruk leher anna dan meninggalkan bekas di sana.


Anna pun mulai terbawa suasana panas di malam hujan deras ini.


Kriss mulai turun di area gunung k*mb*r.


Malam panas mereka pun berlangsung di iringin suara d*s*han dan suara rintik hujan.