Bring Me

Bring Me
kepanasan



"kenapa kau mengelap nya dengan kaos kaki?noda nya itu sangat susah hilang nanti."omel kriss.


"Kenapa kau harus seperti seorang ibu-ibu?lagian warna kaos kaki ini gelap."ujar anna sambil meringis perih karena luka nya.


Kriss mendengus kasar.


"Sini!"kriss duduk di sisi kedua kaki anna.


"Ahh...tidak usah.aku bukan anak kecil."tolak anna.


"Dasar keras kepala!"rutuk Kriss pada anna sambil meraih kaki anna agar lurus sejajar kedua nya.


Kriss membuka kotak obat mengambil kapas di basahi oleh alkohol lalu mengelap pada luka anna.


"Aww...."Anna Meringis.


Kriss mengusap nya dengan lembut.


Setelah itu kriss menetes kan antiseptik di permukaan yang terluka dan menempelkan plaster pada luka itu.


"Sudah."ucap kriss sambil membereskan obat tadi masuk ke dalam kotak lagi.


"Terimakasih."ucap anna datar.


Kriss memandangi wajah anna yang pucat.


"Kau sakit?"tanya kriss sedikit khawatir.


"Tidak.hanya saja mag ku kambuh."anna mengalihkan pandangan agar tidak bertatapan dengan kriss.


"Mag kambuh masih juga kau bilang tidak sedang sakit?apa kau ingin merusak kesehatan mu hanya karena seorang pria?"sindir kriss mengingat anna seperti ini karena galau hati nya.


"Siapa juga yang memikirkan nya."anna mengelak.


"Masih juga mengelak.kau tadi membeli


Makanan untuk makan malam bukan?lalu karena kau melihat pria yang kau sukai bersama seorang wanita selera makan mu hilang.karena selera makan mu hilang kau lupa kalau kau punya maag.lalu kau sakit seperti ini."jelas kriss panjang lebar.


"Huftt ...kau menyukai nya?"tanya kriss enteng.


Anna hanya menatap kriss dengan wajah datar.


"Sudah lah.selagi belum jauh kau masih bisa menghindari perasaan ini."kriss menasehati anna.


Anna hanya mengangguk kecil.


'eh.atas dasar apa dia menasehati ku'batin anna.


"Aku akan buat sarapan.kau bersihkan dirimu.air liur mu berkerak di pipi."ucap kriss mengangkat dagu nya.


Anna langsung meraba pipinya.


Kriss tersenyum tipis.


"Aku keluar."pamit Kriss.


Anna mengangguk kecil.


Setelah kriss pergi anna pun perlahan bangkit membersihkan dirinya.


🍃🍃🍃🍃


Hansen mencoba menelepon anna sedari tadi malam.Tapi nomor anna tidak aktif.


"Kenapa nomor nya tidak aktif ya.."gumam Hansen sambil mengetuk meja dengan telunjuk nya.


Hansen berpikir jika ia kerumah tempat anna tinggal pasti akan melihat sosok pria yang ia tidak suka itu.


Hansen mencoba menelepon anna lagi.Namun hasil nya juga nihil.


Hansen pun beranjak mengambil kunci mobil nya dan keluar dari ruang baca nya.


"Mau kemana nak?tidak sarapan?"tanya ibu Hansen lembut.


"Tidak mom.aku ada urusan mendadak."ucap nya sambil jalan menuju pintu keluar rumah.


Hansen mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Setelah 20 menit perjalanan Hansen tiba di rumah tempat anna menyewa kamar.


Hansen menekan bel.


Ting...ting...ting...


Pintu pun di buka oleh seorang pria yang tak lain adalah kriss.


Kriss menaikan satu alis nya.


"Apa anna di rumah?"tanya Hansen sopan.


"Iya.ada apa?"tanya kriss dingin.


"Aku ingin bertemu anna."pinta Hansen.


"Kau yakin?tapi,aku rasa dia tidak akan menemuimu."ucap kriss tersenyum sinis.


"Kenapa?"Tanya hansen.


"Kau tanya kenapa?seharus nya aku yang bertanya.Kenapa kau memberikan harapan pada anna jika kau tidak menginginkan nya."tatapan kriss tajam pada Hansen.


"Apa maksud mu?"hansen mulai bingung.


"Maksud ku jauhi anna mulai sekarang.Dan pergilah."usir kriss.


"Aku akan pergi jika sudah bertemu anna."tolak Hansen.


"Pergilah!"suara seorang wanita terdengar dari belakang kriss.


"Anna?"Hansen terkejut mendengar ucapan anna.


Kriss tetap memandang ke arah Hansen.


Ia tau kalau anna pasti akan mengusir Hansen.


"Kau sudah bertemu aku,maka pergilah!"usir anna.


"Kau kenapa anna?"tanya Hansen mencoba masuk tapi di tahan kriss.


"Jangan dekati aku lagi."ucap anna lalu ia pergi masuk meninggalkan mereka berdua.


"Kau dengar?"Kriss tersenyum sepele.


Hansen mundur.Dia tidak ingin berdebat dengan kriss.


Hansen berbalik badan dan masuk kedalam mobilnya lagi dan pergi dari sana.


Kriss mendengus kasar.


Lalu menutup pintu.


Setiba nya di dalam kriss melihat anna sedang menonton TV.


Kriss terpana melihat tawa kecil anna yang menonton kartun.


"Sungguh natural."gumam nya.


Tapi lamunan Kriss terganggu karena bunyi bel lagi.


Kriss mendengus dan pergi menuju luar rumah.


Kriss membuka pagar.


"Selamat pagi."ucap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ketua rt daerah tempat mereka tinggal.


"Siang."jawab kriss arogan.


"Maaf pak mengganggu Waktu nya.saya ingin bertanya mengenai wanita yang tinggal di sini."jelas pak rt.


"Iya.ada apa?"tanya kriss singkat.


"Sebelum nya begini pak.saya takut akan terjadi fitnah.wanita itu siapa bapak?"tanya pak rt.


Kriss mulai bingung tapi terlihat tetap tenang.Ia memutar otak nya.


"Hmmm....dia istri ku.Beberapa waktu yang lalu aku tidak membawa nya kesini karena dia sibuk dengan pekerjaan nya di luar kota.kami tinggal terpisah.sekarang dia di sini."jelas kriss dengan cepat.


"Oohh...begitu?..bisa saya melihat KTP istri bpk?"tanya rt itu lagi.


"Untuk apa?!"wajah dingin Kriss terlihat mengintimidasi.


"Ss..saya .."pak rt gugup dengan tatapan kriss.


"Masih belum cukup penjelasan saya?apa saya di sini mengontrak hingga banyak interogasi yang anda tujukan?"kriss menatap sinis pak rt itu.


"Kau sudah mengganggu kenyamanan ku.apa perlu aku mengganti rt di sini?"ucap kriss lagi.


"T..tidak pak.sudah cukup kalau begitu saya undur diri."ucap rt itu lalu pergi.


Kriss langsung menutup pintu pagar.


Ketika kriss tiba di dalam ia melihat anna sudah tertidur di depan tv di atas sofa.


Kriss menghampiri anna dan mematikan tv.


Tring ..tring....


Telepon kriss berbunyi.


Kriss menggeser tombol hijau.


"Hallo pa.."panggil kriss pada papa nya yang di sebrang telepon.


"Nak..minggu depan adalah peresmian mu sebagai direktur utama pemilik rumah sakit healthy care.Papa akan secepatnya memberikan nya pada mu."ucap papa nya.


"Iya pa.terimakasih karena papa sudah percaya pada kriss."ucap kriss sopan.


"Papa juga ingin menyampaikan, sebaiknya kau secepatnya menikah karena papa sudah ingin meminang cucu."canda papa kriss di sebrang.


"Papa tenang saja.aku akan memberikan cucu sebanyak tim sepak bola."balas kriss.


"Kau ini.kapan kau akan pulang ke rumah utama?ibu mu sangat kesepian."lirih papa nya.


"Lusa aku akan ke sana."ucap kriss.


"Baiklah.kalau begitu papa harus pergi dulu.papa harus istirahat."pamit papa.


"Baiklah."kriss memutuskan telepon.


🍃🍃🍃


Hari mulai sore.


Kriss tertidur pulas di kamar nya.


Begitu juga dengan anna yang masih nyaman di dalam mimpi nya.


Tring...tring....tring.....


Anna terbangun tangan nya langsung mencari dimana ponsel nya berada.


Setelah ia dapat lalu mengangkat nya.


"Hallo.."suara anna serak.


"Anna....kau ada waktu?"jawab wanita yang di sebrang telepon.


"Jessi?ada apa?"tanya anna menyadari itu jessi.


"Ada yang ingin aku beritahu pada mu."jelas jessi.


"Apa itu?"tanya anna lagi.


"Aku tidak mau ngobrol di telepon.mati kita bertemu."ajak jessi.


"Kau yakin ini serius?aku tidak ingin jika hanya menemani mu mabuk."keluh anna.


"Tidak...ini tentang kakak ipar mu."jawab jessi.


"Di mana lokasi nya?"tanya anna tidak mau basa basi busuk lagi.


"Tempat kemarin saja."jawab jessi.


"Baiklah."anna lalu memutuskan sambungan telepon.


Anna segera ke kamar nya dan bersiap-siap untuk pergi.


Sebelum pergi anna menuliskan pesan dengan kertas yang ia tempel di Depan pintu kamar.


'aku pergi menemui teman'tulis anna.


🍃🍃🍃


Sesampainya di tempat yang di tuju anna masuk ke dalam ruangan VIP yang di tujukan jessi.


"Anna..."sapa jessi ketika melihat anna masuk.


"Ada apa?"tanya anna.


"Duduk lah dulu."ujar jessi.


"Pesan apa?"tanya jessi.


"Jus saja.terserah apa."ucap anna


"Mas.tolong jus alpukat satu ya."pesan jessi pada pelayan yang melayani mereka.


Setelah pelayan itu pergi jessi membuka pembicaraan.


"Luna sedang menguntit mu."bisik jessi pada anna.


"Apa?"anna terheran-heran.


"Iya.aku melihat luna menyuruh seseorang untuk memberitahu setiap gerak gerik mu."jelas jessi.


"Apa untungnya dia menguntit ku?"anna tersenyum malas.


"Kau tidak tahu apa?tante Ria itu sudah mengatas nama kan semua kekayaan arka untuk mu.Kau tahu kan kalau dia itu sangat menyayangi mu."jelas jessi lagi.


"Kenapa kau bisa tahu?"tanya anna bingung.


"Kau lupa aku siapa anna....aku anak pengacara mertua mu.Jadi apa pun itu menyangkut hak waris aku selalu tahu."ujar jessi.


"Aku bahkan tidak menginginkan nya."anna menyandarkan tubuh.


"Kau memang tidak menginginkan nya tapi kan si mak Lampir ini tahu bahwa kau di beri.Ya jelas saja dia iri.Dan perlu kau tahu,saat ini tante Ria sedang sakit karena Aduan luna."jelas jessi lagi menambah tema.


"Kenapa?"anna menatap jessi penuh tanya.


"Ayah ku belum tau jelas.Tapi semua karena ulah aduan si luna.bahkan sekarang Akbar juga memerintahkan orang untuk mencari kebenaran tentang aduan luna tadi."ujar jessi.


"Aku harus menemui tante Ria atau tidak ya sekarang?"anna bimbang dengan keadaan.


Pelayan masuk membawa pesanan anna dan meletakkan di atas meja.


"Ini nona."ucap pelayan.


"Terimakasih."jawab anna.


Anna menyesap jus itu.


Ting...


Notifikasi masuk ke dalam ponsel anna.


Anna melirik ponsel nya.


Pesan dari Freya sahabat anna dari kecil.


'aku sudah pulang ke Indonesia.kapan kita akan bertemu?aku merindukan mu'isi pesan dari Freya.


Anna tersenyum lalu membalas.


'kapan pun kau mau'jawab anna.


Jessi memandangi anna.


"Siapa?"tanya jessi.


"Freya sudah pulang."sahut anna.


Deg...


Seakan perasaan jessi campur aduk.entah kenapa dia tidak suka dengan kehadiran Freya lagi di sisi anna.


"Oh"jawab jessi singkat.


🍃🍃🍃


Di sisi lain kriss juga berada di tempat yang sama dengan anna.Hanya saja mereka berbeda ruangan.Kriss memilih keluar rumah karena bosan seharian di rumah.


Kriss duduk bersama wanita malam yang membantunya menuangkan minuman alkohol ke gelas kecil Kriss.


Ternyata salah seorang wanita itu menyukai kriss sejak lama.Wanita itu menuangkan obat perangsang pada minuman kriss.


Lalu ia menyuruh 2 orang teman nya keluar agar meninggalkan ia dan kriss saja.


Kriss merasa sekujur tubuh nya mulai ada hawa panas.


Wanita malam itu berusaha menyentuh kriss.


"Jangan sentuh aku!"bentak kriss dengan suara bariton nya.


Wanita itu terperanjat mendengar bentakan kriss.


Wanita itu langsung pergi.


Kriss mengunci ruangan itu.


Namun ia berubah pikiran lagi.Ia memutuskan untuk pulang sebelum reaksi obat terlalu menguasai tubuh nya.


Di sisi lain anna juga merasakan hal yang aneh.sekujur tubuh nya terasa panas.


Jessi sudah pergi meninggalkan nya.


Ia sedang berjalan melewati parkiran.


Ciiiiitttt.....brukkk...


Sebuah mobil mengerem mendadak ketika sedang mundur.merasa menabrak sesuatu si pemilik langsung keluar.


"Anna"ujar kriss.


"Kriss...."lirih anna.


Kriss membantu anna bangkit dan membawa anna masuk ke dalam mobil.


Kriss yang masih bisa mengontrol reaksi obat memperhatikan anna seperti cacing kepanasan.


"Anna kau kenapa?"tanya kriss sambil menahan panas yang semakin menjadi di tubuh nya.


"Panas.... kenapa badan ku panas?"lirih anna menggeliat.


Kriss memacu mobil nya.


Hingga akhirnya sampai mereka di rumah.


Kriss membantu anna masuk ke dalam rumah.


Karena anna terus menggeliat kriss meletakkan anna di atas sofa ruang tv.


Kriss menghempaskan tubuhnya fi samping anna.


"Aarrgghhhh...."kriss kepanasan.


Ia berlari kecil ke dapur dan mengambil sebotol air dingin.


Ia membawanya pada anna.


"Minum lah."kriss membantu anna minum.


Anna pun menuruti kriss.


Setelah itu anna semakin menggeliat heboh.


"Kriss...ahh....kenapa begini??"anna memeluk tubuh kekar Kriss.


"Anna..."kriss juga semakin menjadi.


Kriss menatap anna semakin sayu.


"Kriss...."lirih anna meraih bibir Kriss dan mel***tnya.


Hembusan nafas mereka berpacu.