Bring Me

Bring Me
Aurora



"Kau melihat Kriss?" Tanya Hansen sedikit terkejut.


Anna hanya mengangguk pelan di dalam pelukan pria itu.


"Kau pasti terkejut,," Hansen mengusap usap puncak kepala Anna dengan lembut.


"Kau harus mempersiapkan diri untuk menghadapi nya.Siapa tahu besok kalian akan bertatap muka." Ujar Hansen.


"Kau tidak salah.Kalau bisa kau harus lebih menantang dan berani menghadapi nya nanti.Asal jangan menggoda nya saja,," kata kata terakhir Hansen sengaja ia buat bercanda agar Anna tidak terlalu tegang.


Benar saja Anna melepaskan pelukan itu dan menatap aneh ke arah Hansen.


"Kenapa? Aku hanya berpikir kau menggoda nya lalu mencampakkan nya sebagai bentuk bals dendam." Wajah Hansen terlihat polos saat mengatakan itu.


"Kau pikir aku akan pakai cara murahan seperti itu?" Anna menatap tajam Hansen.


"Sudah lah,aku hanya bercanda,," Hansen menyapukan telapak tangan nya di wajah Anna agar tidak menatap nya tajam.


"Tapi,seperti nya itu bukan ide yang buruk,," gumam Anna.


"Apa?! Kau bilang bukan ide yang buruk?!" Pekik Hansen tiba tiba.


"Kenapa? Bukan nya kau yang memberi inspirasi?" Anna menatap jengah Hansen.


"Sudahlah,aku mau mandi dulu." Ujar Anna sembari bangkit.


Hansen memasang wajah cemberut.


"Jangan memasang wajah seperti itu,," Anna tidak nyaman dengan ekspresi Hansen sekarang.


"Pergilah,," usir Hansen.


"Kau saja yang pergi.Tidak baik malam malam begini di rumah seorang wanita." Ujar Anna.


"Siapa bilang? Bukankah banyak pasangan kekasih yang bermalam di tempat pacar nya." Sangkal Hansen.


"Tapi kan kita bukan pasangan kekasih," balas Anna.


"Jadi kalau kita jadi kekasih aku boleh bermalam di sini?" Kini tatapan Hansen terlihat aneh.


Pipi Anna memerah seperti udah rebus.


"Sudah lah,jangan bicara lagi.Tunggu di situ aku akan mandi." Ujar Anna kehabisan kata kata.


"Baiklah." Jawab Hansen terlihat senang.


"Eh,sebentar,," Anna yang sudah jalan beberapa langkah membalikkan badan nya dan melangkah mendekati Hansen lagi.


"Ada apa?" Tanya Hansen heran.


"Kenapa kau secepat itu datang kemari?" Tanya Anna penuh selidik.


"Ah,itu.Aku kebetulan sedang berjalan kemari saat bertukar pesan dengan mu ." Bohong Hansen.


"Benarkah?" Anna masih tidak percaya.


"Benar.Dan aku menunggu lama di depan pintu mu hanya karena ingin membuat kejutan."bohong Hansen lagi.


" Kau tidak pindah ke rumah sebelah itu kan?"tanya Anna lagi penuh selidik.


"Tidak! Untuk apa aku pindah ke rumah sebelah." Dalih Hansen.


"Bagus lah.Aku kira yang pindah itu kau." kini Anna percaya pada omongan Hansen.


"Sudah mandi sana!" Usir Hansen.


Hansen menghela nafas lega.


"Maafkan kebohongan ku Anna." Gumam Hansen pelan.


Ting! Di saat itu juga sebuah notif masuk ke dalam ponsel Hansen.Ia menerima pesan dari detektif swasta yang memberikan sebuah informasi.


Hansen membaca informasi itu.Setelah kurang lebih setahun belakangan ini dia menyelidiki wanita ini akhirnya terungkap juga.


Setelah Anna di jatuhi hukuman penjara seumur hidup,dengan berusaha keras Hansen menyelidiki semua orang yang berhubungan dengan keluarga besar Louman.Hansen menaruh curiga dengan seseorang yang bernama Aurora.


"Ternyata ini identitas asli mu,," gumam Hansen tersenyum getir.


"Kau rupanya bukan anak kandung tuan Clinton."


"Sebenar nya apa motif mu masuk ke keluarga Louman?" Gumam Hansen memikirkan tentang informasi yang di baca nya.


Melihat seberapa lama detektif swasta itu mencari informasi Aurora seperti nya wanita itu bukan orang sembarangan.Detektif itu memberi info bahwa Aurora bukanlah anak kandung dari Gun Clinton.Nama asli Aurora palsu adalah Kathrine Cliff yang hanya salah satu anak buah agen rahasia nya Gun Clinton.Dan dia adalah anak yang lahir di luar nikah dari wanita yang bernama Anya Cliff.


Hansen memikirkan apa motif dari Aurora palsu ini.Dan dimana sebenar nya Aurora yang asli?


****


Arsya yang baru saja sampai di lift apartemen mendapat telepon dari orang yang ia suruh memantau kakek.Suruhan nya itu mengabarkan bahwa kakek sudah sadar dan terus menerus mencari cari Arsya.


Dengan segera Arysa menuju ke sana.Dan setelah menempuh beberapa menit perjalanan dia pun tiba di rumah sakit milik keluarga mereka tempat di mana kakek di rawat.


Begitu tiba di depan kamar inap ia memerintahkan 2 orang penjaga agar tidak memperbolehkan siapa pun masuk tanpa terkecuali keluarga pun.


Arsya mengatur nafas nya yang terengah engah karena buru buru berlari.


"Kakek,," sapa Arsya sambil tersenyum.


Kakek hanya melotot ke arah Arsya seperti ingin memberitahu sesuatu.


"Kakek kenapa?" Tanya Arsya kebingungan campur panik.


"Bicara pelan pelan kek." Ucap nya menenangkan kakek.


Arsya tersdar akan sesuatu,dokter pernah mengatakan bahwa kakek akan kehilangan suara nya karena luka sayat*n di leher itu merusak pita suara nya.


Arsya mengambil sebuah buku kecil dan pena dari dalam tas kerja yang ia bawa.


"Ini kek." Arsya menyerahkan buku itu pada kakek.


Kakek pun menyambut nya dengan tangan yang masih bergemetar.


Kakek menuliskan sesuatu di atas kertas putih itu dengan waktu yang sangat lama.Tapi Arsya adalah orang yang sabar dan selalu perhatian pada kakek.Lain hal dengan Kriss yang sudah tidak perduli karena kalau ia merawat kakek hati nya akan kembali sakit mengingat masa masa itu.Hanya sesekali saja Kriss berkunjung.


Sekitar hampir 30 menit kakek menuliskan sesuatu dengan tangan gemetar itu.Lalu kakek menyerahkan buku yang sudah ia tulis pada cucu nya itu.


Arsya dengan segera membaca bait pertama yanh bertuliskan :" Jangan bertanya dengan suara,tulis apa yang ingin kau tanyakan karena bisa saja ada penyadap di sini."isi bait pertama.


Arsya sedikit terkejut.Lalu ia kembali membaca kalimat selanjut nya:


"Anna bukan pelaku dari semua ini.Kakek telah bersalah membuat nya sebagai umpan karena kakek curiga pada ibu Kriss yang seperti bersekongkol dengan Aurora.Ini semua adalah ulah Aurora dan Megi.Tapi jangan bertindak gegabah karena bisa saja mereka mencelakaimu juga.Bantu Anna membersihkan nama nya.Dan tangkap mereka dengan bukti bukti yang kuat.Tapi kau harus berhati hati."


"Kau masih ingat dengan stik golf yang kakek beri? Itu adalah kode brankas kakek.Semua hal penting ada di sana.Ada sesuatu juga sedang di cari oleh Aurora di dalam brankas itu.Jadi lindungi semua isi brankas itu dengan nyawa mu."


"Jangan percaya pada siapapun kecuali ibu mu.Ibu mu mungkin bisa menjaga mu dan membantu mu dalam beberapa hal.Tanyakan pada nya tentang masa lalu ibu Kriss."


"Dan sampaikan permintaan maaf kakek pada Anna sedalam dalam nya.Juga sampaikan kata maaf kakek pada Kriss.Karena keegoisan kakek rumah tangga mereka mungkin menjadi hancur." Isi pesan terakhir.


Arsya menatap tak percaya pada kakek nya.