Bring Me

Bring Me
Ayah?



"Kenapa aku tidak boleh menjenguk Anna?"tanya Hansen heran.


"Maaf tuan.Ini perintah.Saya sudah mengkonfirmasi bahwa hanya pihak keluarga saja yang di bolehkan."ucap Shaun sopan.


"Tapi kenapa?aku juga bukan orang jahat bagi Anna."bantah Hansen yang geram.


"Maaf tuan.Di karenakan pasien masih koma.Tunggu keadaan mulai membaik baru anda di perbolehkan datang."ucap Shaun lagi.


"Sudahlah anak muda.Sata tahu kamu pasti teman baik Anna.Lain kali saja datang kemari.Lagi pula Anna juga butuh ketenangan dulu."ucap ibu Anna.


"Baiklah tante.Aku akan ke sini lain kali.Ini kartu nama ku tolong hubungi aku jika Anna sudah sadar."ucap Hansen mengalah sambil memberikan kartu namanya.


Ibu Anna pun menerima kartu nama Hansen.


"Pasti akan ibu kabarin."ucapnya tersenyum.


"Kalau begitu saya pamit dulu."ucap Hansen undur diri.


"Berhati-hatilah!"sahut ibu Anna.


"Mari saya antar,bu."tawar Shaun pada ibu Anna setelah Hansen menjauh pergi.


Mereka naik lift menuju kamar Anna.


"Siapa yang membuat penjagaan seperti ini pada anak ku?"tanya ibu Anna masih heran dengan situasi.


"Tuan kami ,bu.Dia anak pemilik rumah sakit ini."ucap Shaun.


"Anak pemilik rumah sakit ini?"ibunya sungguh terkejut.Bahkan ia tidak habis pikir Anna bisa berhubungan dengan orang hebat di negara mereka itu.


"Apa hubungan mereka?"tanya ibu itu lagi .


"Maaf bu.Itu privasi tuan muda saya."jawab Shaun.


Ibu Anna pun diam mendengar jawaban singkat itu.


🍃🍃🍃


Seorang bos mafia yang berpakaian formal datang ke meja resepsionis.


"Saya mencari pasien bernama Rihanna Clarista."ucap pria itu dingin.


"Maaf tuan.Pasien tidak bisa di kunjungi."ucap suster itu.


"Apa alasannya?"tanya pria itu dingin sambil membuka kacamatanya dan menatap tajam suster tersebut.


"Keadaan pasien belum membaik."jawab wanita itu gugup.


"Itu bukan alasan!!"bentak pria itu.


"Jika anak ku baik-baik saja tentunya dia tidak akan di rawat di sini!!"sambung pria itu.


Karena ketakutan dan mendengar pria itu mengatakan"anak ku" maka si suster terpaksa memberitahu nomor kamar di mana Anna di rawat.


Pria itu pun pergi menuju kamar rawat inap Anna.


🍃🍃🍃


Kriss terbangun dari tidurnya di karenakan telepon dari Shaun.


"Ada apa?"tanya Kriss yang mengangkat panggilan tersebut.


"Ada seorang pria paruh baya di koridor nona Anna.Tapi dia hanya berdiam diri saja di depan pintu."adu Shaun.


Kriss pun bergegas menuju kamar Anna setelah memutuskan telepon sepihak.


Dari kejauhan Kriss melihat pria itu bersembunyi setelah ibu dan adik Anna keluar dari kamar Anna.


Karena takut terjadi apa-apa Kriss dengan cepat menuju ke kamar Anna.


Tapi pria itu masuk terlebih dahulu.


Saking khawatir Kriss berlari.Dan...


Brakk!!!


Kriss mendobrak pintu dengan keras.


Pria paruh baya yang sedang duduk menggenggam erat tangan Anna pun terkejut.


"Lepaskan!!"bentak Kriss.


Pria itu terlihat matanya agak berkaca kaca seakan ingin menangis.Tapi begitu melihat kehadiran Kriss mengejutkan ia menatap sinis Kriss.


"Aku bilang lepaskan!!"bentak Kriss lagi.


"Apa kau tak tahu ini rumah sakit?!!"pria itu dengan tatapan tajam mendekati Kriss.


"Dan apa hak mu memintaku melepaskan tangan perempuan ku?!!"ucap pria itu dengan nada tinggi.


'Perempuan?!apa Anna sekarang menjalin hubungan dengan aki-aki?'batin Kriss tak habis pikir.


"Apa maksud mu perempuan ku?"tanya Kriss.


"Apa hak mu ingin tahu?"tanya pria itu balik.


"Jangan berbelit-belit.Siapa kau sebenarnya?"tanya Kriss lagi.


'Ada apa dengan pria ini?'batin Kriss melihat tingkah pria itu seperti seorang pembunuh kelas kakap.


"Dengarkan baik-baik.Aku, Richard Snowden.Berasal dari kota S.Dan perempuan ku ini adalah anak perempuan satu-satunya yang aku miliki."jelas pria itu yang bernama Richard.


"Anak?"gumam Kriss pelan.


"Apa aku masih tak berhak untuk menjenguk anak ku?"tanya Richard menghilangkan senyuman tipis tadi.


"Anna pernah bilang jika ia tidak pernah menemukan keberadaan ayahnya.Atas dasar apa anda datang dan mengaku itu anak anda?"Kriss masih belum percaya mengingat nama Richard Snowden adalah mafia yang sangat terkenal di negara mereka.Bahkan di negara B Richard juga memiliki kedudukan besar.


"Kreekk...


Pintu terbuka.Terlihat sosok ibu Anna menatap tak percaya pada Richard.Ibu Anna menjatuhkan kotak burger yang baru saja ia beli.


Kriss menyadari kedatangan ibu Anna membalikkan badannya.


Dengan wajah marah ibu Anna menghampiri Richard.


"Untuk apa kau datang?!!!keluar kau?!?!"bentak ibu Anna seketika marah melihat kehadiran Richard.


"Jangan ribut di sini.Mari bicara di luar.Kasihan Anna."ucap pria itu seketika lembut.


"Kasihan kau bilang?!!sejak kapan kau peduli?!!pergi kau!!"usir ibu Anna lagi.


"Tante,tolong jangan terlalu ribut.Anna masih butuh ketenangan untuk sadar."ucap Kriss.


"Tolong bicarakan di luar jika kalian punya masalah.Jangan egois,demi Anna."sambung Kriss lagi.


Ibu Anna pun luluh karena ucapan Kriss.


Ia berjalan keluar dan di ikuti oleh Richard.


Kriss berjalan mendekati Anna yang terbaring.


"Kapan kau akan bangun?aku sangat ingin berbicara padamu."lirih Kriss mengelus puncak kepala Anna.


Abraham yang masuk terkejut burger yang di bawa ibunya di depan pintu.


"Kenapa burgernya di depan pintu?"gumam Abraham.


Kriss menyadari ada yang masuk.


"Siapa anda?"tanya Abraham melihat tangan kakaknya di pegang pria asing.


"Aku..aku dokter di sini."jelas Kriss.


'Ini pasti adiknya.'batin Kriss karena melihat sedikit kemiripan dengan Anna.


"Apa dokter harus memegang tangan pasien yang sedang koma berlama-lama?"tanya Abraham sinis.


"Bukan begitu.Aku memiliki hubungan pribadi dengan Anna."jelas Kriss.


"Hubungan pribadi?jangan bilang kau selingkuhan kakak ku."Abraham menuduh Kriss.


"Selingkuhan?apa dia punya pria lain?"Kriss menatap heran Abraham.


"Ahh...aku tidak tahu apapun.Aku mengira pria tadi di lobi adalah pacar kakakku."Abraham malas untuk berdebat lagi.


Abraham duduk di sofa yang tersedia di sana.


"Aku boleh bertanya sesuatu?"tanya Kriss.


"Apa itu?"sahut Abraham.


"Apa Richard Snowden itu ayah kalian?"tanya Kriss to the point.


Abraham langsung melotot.


"Kau mengenalnya?!"Abraham seakan terkejut mendengar nama ayahnya itu.


"Ya."sahut Kriss.


"Dari mana kau mengenalnya?"tanya Abraham tak sabaran.


"Di baru saja datang ke sini.Sekarang beliau sedang berbicara dengan ibu mu."jelas Kriss.


"Apa?!!"saking kagetnya Abraham berdiri dari duduknya.


"Dimana mereka sekarang?"tanya Abraham seakan panik.


"Mungkin saja masih ada di koridor ini."sahut Kriss.


Abraham segera keluar mencari ibunya.


"Ada apa ini?"Kriss bingung.


💨💨💨


Kasian banget ya Anna 😔...belum bangun dari koma udah ada aja masalah datang lagi..


Kalian para readers ku ada gak yang lagi menikmati masalah yang datang secara bersamaan 🙃🙃semoga kalian kuat ya...di berikan hati yang lebih tegar dan kesabaran luar biasa 🤗🤗😉


Jangan lupa tinggalkan jejak.Like komen dan juga vote ya🤗🤗🥰