
Kriss merasa aneh.Sejak bangun tidur mood Anna terlihat tidak bagus.Kini mereka sedang sarapan,dan Anna hanya terlihat mengaduk aduk sarapan nya saja sambil melamun.
"Kenapa?" Tanya Kriss menegur Anna.
"Tidak apa." Jawab nya singkat.
"Sedang memikirkan apa? Kenapa sejak tadi wajah mu terlihat kusut." Ujar Kriss.
Anna mendengus kesal.
"Ada apa sebenarnya?" Kriss mulai kesal melihat tingkah nya yang diam saja.
"Tidak ada apa apa," jawab nya,sambil mendengus kesal.
Kriss bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah Anna.
Mata Anna bergerak melihat langkah Kriss yang semakin mendekat.
Anna menatap bingung Kriss.Tapi tanpa aba aba Kriss mengangkat Anna dan duduk di kursi yang Anna tempati.Sedangkan Anna kini duduk di pangkuan Kriss.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Anna sedikit marah.
"Diam dan makan sarapan mu.Jika kau melawan aku akan menghukum mu." Ujar Kriss dengan tatapan dingin.
Bukanya menuruti perintah Kriss Anna malah melotot marah menatap pria itu.
"Melawan ku?" Ucap Kriss lalu melum*at bibir Anna dengar kasar.
Anna memukul dada bidang nya agar segera berhenti.Kriss pun melepaskan pangutan itu.
"Melawan lagi?" Ancam nya dengan senyuman nakal.
"Iya aku akan makan.Tapi turun kan aku dulu." Ketus nya kesal karena merasa malu pada pelayan.
"Tidak akan sampai kau menghabiskan sarapan mu." Tolak Kriss.
"Bagaiamana aku makan jika seperti ini,," kesal Anna sambil memanyunkan bibir nya.
"Baiklah.Tapi setelah ini aku akan memakan mu.Aku sudah tidak selera menghabiskan makanan ku setelah melahap mu tadi." Ujar Kriss dengan tatapan nakal.
"Akhh,,,,kau ini selalu saja ingin menang sendiri!!" Bentak Anna marah sambil berusha turun dari pangkuan itu.
Kriss semakin memeluk erat pinggang nya sehingga Anna semakin tak bisa berkutik.
"Baiklah." Kriss mengalah dan menurunkan Anna kembali duduk di kursi nya.
Anna terlihat kesal.
"Sudahlah.Kan aku sudah menurunkan mu.Cepat katakan apa yang membuat mu kesal?" Tanya Kriss dengan wajah yang mulai serius.
"Itu,,," Anna ragu untuk mengatakan kenapa Kriss tidak membicarakan tentang kedatangan ibu nya tadi malam.
"Ada apa? Katakan saja." Desak Kriss lagi.
"Kenapa kau tidak mengatakan siapa dan apa yang terjadi tadi malam?" Ucap Anna sambil menundukkan kepala nya.
Kriss terkekeh kecil.
Anna mengangkat kepala nya menatap heran Kriss.
"Kenapa tertawa?" Tanya nya heran.
"Aku sudah ingin mengatakan nya sejak pagi.Tapi melihat mood mu seperti beruang kekurangan hibernasi." Celetuk Kriss.
"Ya karena kau tidak mengatakan apapun makanya aku sangat penasaran sampai ingin mati." Ujar Anna.
"Aku menunggu saat kita selesai sarapan.Aku takut akan merusak mood mu.Tapi ternyata kau sudah marah duluan." Kriss tidak ingin di salahkan.
Anna mencebikkan bibir nya.
"Jika ku katakan sekarang kau sudah siap?" Tanya Kriss memastikan.
"Terserah.Tidak kau katakan juga tidak apa." Ketus nya.
"Wah,,,kau semakin berani ya." Kriss kembali menggendong Anna berjalan keluar dari ruang makan.
"Hey aku belum siap makan!!" Anna memberontak.
"Hati hati.Luka di perut mu belum sembuh." Ucap Kriss tak peduli.
Kriss memasuki kamar mereka.
"Aku belum siap makan,,," Anna memelas mengharap belas kasihan Kriss karena ia tahu apa yang akan pria itu lakukan.
Anna memasang wajah memelas.
"Aku tidak akan melakukannya." Kriss membaringkan perlahan Anna.
"Kenapa kita kekamar?" Tanya nya heran.
"Aku ingin membicarakan sesuatu." Jawab nya.
Anna menatap Kriss dengan penasaran.
"Tamu tadi malam itu ibu ku.Dia ingin minta maaf kepada mu.Tapi jika kau masih belum bisa bertemu atau memaafkan dia tidak apa.Aku akan menahan nya bertemu dengan mu." Ucap Kriss sambil menatap dalam Anna.
Sejenak Anna terdiam.Lalu ia mengulas senyum di wajah nya.
"Biar aku pikirkan dulu.Setidak nya aku harus mempersiapkan diri,kan?" Ujar Anna tapi bukan mempersiapkan diri perihal memaafkan,melainkan mencari tahu apa maksud Megi jauh jauh datang ke sini.
"Baiklah." Kriss merasa puas terhadap reaksi Anna.
2 hari berlalu,Anna tak kunjung mendapatkan informasi apapun.
Tapi Anna sedikit heran,kenapa Megi secepat itu bergerak dan tahu bahwa mereka kembali bersama.Apakah selama ini ada mata mata di sekitar mereka.
Ia pun memutuskan menyetujui bertemu dengan Megi.
Saat menunggu Megi di ruang tamu,Anna menanyakan hal yang mengganjal hati nya itu.
"Kriss,bagaiamana ibu mu bisa secepat itu tahu kalau kita kembali bersama? Bukankah kehadiran ibu mu di sini juga terlalu cepat?" Tanya pada Kriss yang sedang membaca koran.
Sejenak Kriss terdiam mencari alasan.Karena ia tidak ingin Anna mengetahui bahwa bi Jeny lah yang memberitahu semua nya pada Aurora.
"Mungkin ibu menempatkan mata mata di sekitar ku." Jawab nya santai.
"Mata mata,,," Anna melirik setiap sudut rumah mencari apakah ada pelayan yang diam diam menguping.
"Apa di rumah ini?" Tanya nya lagi.
Kriss hanya mengangguk Berbohong.
Kriss sudah bertemu secara 4 mata di hari ketika mereka bertemu ibu Anna.Ia beralasan menemui seorang teman.
Flashback di hari menemui bi Jeny.
Mereka bertemu di ruang private di sebuah restoran.
"Apa yang ingin bibi katakan waktu itu?" Tanya Kriss tanpa bertele tele.
"Saya ingin mengatakan kalau saya telah berkhianat.Saya sudah menjadi informan untuk seorang wanita yang sangat jahat.Saya tidak tahi siapa nama nya.Yang jelas setelah saya mengatakan kalian akan bertemu di hari itu dan saya juga mengatakan bahwa keputusan nona Anna adalah kembali pada anda wanita itu pergi ke Indonesia." Jelas bi Jeny.
Dari situ Kriss sudah bisa menebak siapa wanita itu.
"Berapa yang dia berikan kepada bibi?" Tanya Kriss.
"1 juta Lira(Mata uang Turki)." Jawab wanita paruh baya itu sambil gemetar.
"Saya akan bayar 3 kali lipat.Ikuti semua kemauan nya seperti biasa dan laporkan semua yang ia perintahkan kepada saya." Ucap Kriss.
"Maaf tuan.Sekarang saya tidak berpikir demikian.Saya sangat merasa bersalah karena keserakahan saya yang membuat nona Anna dalam bahaya." Ucap bi Jeny.
"Jadi,bibi menolak tawaran saya?" Kriss merasa kecewa.
"Tidak,tuan.Saya akan melakukan nya tidak demi uang lagi.Saya akan menebus kesalahan saya.Pergunakan lah saya untuk kebaikan nona Anna." Ucap bi Jeny yang membuat Kriss sangat terkejut.
Kriss terdiam sejenak.
"Baiklah,bi.Demi melancarkan rencana kita sebaik nya bibi bekerja menjadi baby sitter anak saya.Maka wanita itu akan terus mempergunakan bibi,dan kita akan tahu apa dan bagaimana gerak gerik nya."
Bi Jeny dengan segera mengangguk setuju.
"Terimakasih tuan.Terimakasih telah memberi kesempatan kepada saya." Bi Jeny menangis tersedu.
"Sudah bi.Jangan seperti ini." Kriss berusaha menenangkan.
Flashback off.
Ketika kedua asik berbincang Megi datang memasuki ruang tamu Mansion itu.
"Apa kabar?" Sapa nya pada Anna
Anna merasa itu seperti sapaan seorang musuh yang sudah bersiap menyerang.