Bring Me

Bring Me
Masuk perangkap



Malam pun tiba,Anna terlihat melamun menatap langit malam yang begitu indah di balkon kamar.Hati nya terasa tenang dan bahagia.2 hari lalu mereka sudah mendaftarkan pernikahan mereka.Dan besok adalah hari H resepsi nya yang akan di gelar mewah di kediaman Louman.


Keluarga Kriss sudah merestui hubungan mereka dan,sekarang mereka juga berada di rumah utama.


Dua tangan kekar memeluk pinggang nya dari belakang.Anna langsung menoleh karena sedikit kaget.


"Kriss,," lirih nya sambil bersandar nyaman pada dada bidang itu.


"Sedang memikirkan apa?" Tanya Kriss.


"Tidak ada." Jawab nya.


"Jangan berpikir untuk kabur lagi." Kriss memeluk erat tubuh wanita itu.


"Tidak akan." Sahut Anna.


"Ayo istirahat,besok kita akan sibuk." Ajak Kriss.


Anna membalikkan badan nya.


"Aku ingin di gendong." Rengek nya.


"Baiklah." Kriss langsung menggendong Anna ala bridal style.


Lalu Kriss membaringkan perlahan Anna.Setelah itu ia ikut berbaring di samping wanitanya.


Sebenarnya masih ada yang mengusik hati Anna.Tentu saja perihal Megi yang terlihat tenang.Anna menyimpan rasa gelisah dan takut di benak nya.Pasti Megi sedang menyusun rencana untuk mencelakai nya.


"Sudah ayo tidur!" Kriss memeluk erat tubuh nya.


Anna pun membenamkan wajah nya di dada bidang Kriss.


****


Keesokan pagi nya,kedua mempelai sedang berdandan.Ibu Anna menemani nya bersama dengan Freya.Rasa gugup membuat Anna berkeringat dingin.


"Gugup ya nak?" Tanya ibunya yang duduk di samping nya.


"Lumayan,bu." Sahut nya.


Ibu hanya mengenggam kedua tangan Anna tanpa mengucapkan kata kata penenang.Anna merasa bahagia bercampur sedih.


Setelah selesai berdanda Anna pun di giring menuju Aula resepsi.Sudah banyak tamu yang datang.Mulai dari rekan bisnis keluarga Louman,dan juga banyak kenalan dari kalangan atas yang hadir.


Acara itu berjalan dengan lancar tanpa kendala sedikit pun.Dan sepanjang acara tadi sesekali Anna menatap Megi yang terlihat santai saja dan dengan suka cita menyambut tamu.


"Semoga memang tidak ada hal buruk terjadi lagi." Batin nya.


***


Keesokan pagi nya,walaupun merasa lelah,Anna tidak mungkin melewatkan sarapan bersama dengan keluarga besar Louman sekalian menyapa kerabat yang datang dari daerah yang jauh.


Bayi nya kembali tertidur setelah di mandikkan.Anna dan Kriss pun turun setelah menitipkan bayi mereka pada bi Jeny yang ikut ke Indonesia sebagai baby sitter Jimmy.


Anna dan Kriss mengambil posisi duduk bersampingan di sisi sebelah kanan Kakek yang masih menjadi kepala keluarga di kediaman Louman.


Setelah semua anggota berkumpul mereka pun berbincang santai membicarakan tentang acara pernikahan semalam.Hingga pada akhir nya kakek yang sedari tadi hanya menyimak angkat bicara dan mengatakan hal yang mengejutkan bagi keluarga Louman.


"Anna," panggil kakek yang membuat seluruh anggota keluarga yang berada di sana terdiam berusaha mendengarkan apa yang akan di bicarakan kakek.


"Saya,kek." Ucap Anna sopan.


"Saya sudah banyak mendengar tentang kamu.Apalagi saya salut ketika kamu mengembangkan toko roti mu dengan uang yang kau pinjam dari teman mu." Ucap kakek memuji.


"Terimakasih,kek atas pujian nya." Sahut Anna.


"Kakek akan menyerahkan bisnis kuliner kepada anggota baru keluarga kita ini.Kakek melihat kau memiliki potensi yang baik dalam pengembangan." Ucap kakek membuat semua anggota keluarga terkejut.


"Ayah ini terlalu berlebihan." Bantah paman pertama adik kandung ayah Kriss.


"Kenapa? Bukankah kalian sudah masing masing aku beri posisi." Ujar kakek sedikit marah.


"Maaf kek.Tapi saya ingin menikmati waktu saya menjadi seorang ibu.Lagi pula saya tidak terlalu ingin mengejar uang seperti itu.Saya hanya ingin bergantung pada Kriss." Tolak Anna sopan.


"Benar,kek.Ku rasa aku masih bisa menghidupi istri ku dengan usaha ku sendiri." Tambah Kriss.


"Huh! Padahal kau masuk ke keluarga ini juga karena gila harta." Gerutu Megi pelan tapi hal itu terdengar oleh suami nya.


"Apa yang kau katakan!" Tegur suami nya pelan.


Megi hanya berdecak kesal.


"Anggap saja ini hadiah pernikahan dari kakek.Kakek tidak menerima penolakan.Kakek juga akan menyerahkan surat kepemilikan nya kepada mu nanti." Ucap kakek.


"Kakek ini sangat berlebihan." Bantah Kriss.


"Aku tidak suka penolakan!" Bentak kakek.


Seketika suasana ruang makan menjadi canggung.


Megi di dalam kamar semakin frustasi dengan perhatian yang di dapatkn Anna yang baru saja masuk ke keluarga ini.Padahal dulu dirinya masuk ke keluarga ini dengan jerih payah dan sampai mengorbankan kehormatan wanita lain demi menjebak ayah Kriss yang sudah beristri.


Hanya Kriss dan para sepupu nya saja lah yang tidak tahu bahwa Megi adalah ibu sambung nya.


Flashback masalalu Megi.


Dulu Megi adalah seorang manajer hotel yang bekerja di hotel milik keluarga Louman.Dengan berbagai cara ia menjebak ayah Kriss Gerald Louman dengan cara yang kotor.Sehingga mau tidak mau Gerald secara diam diam menikahi Megi yang saat itu ia renggut kehormatan nya tanpa sepengetahuan istri nya yang sedang mengandung Kriss.Padahal Gerald tidak mengingat jelas melakukan hal itu dengan Megi karena di bawah pengaruh obat.


Gerald menikahi nya karena merasa bersalah telah merenggut paksa kehormatan seorang wanita.Dan ketika dirinya terbangun ia mendapati Megi tertidur di samping nya tanpa berbusana.Di sana ia juga menemukan bercak darah yang menempel di sprei putih itu.


Tapi tanpa sepengetahuan Gerald,sebenarnya bukan Megi yang ia tiduri malam itu.Megi membayar dan mengancam bawahan nya yang polos untuk melakukan itu.Hal itu terjadi karena Megi sudah tidak perawan lagi.Jika Gerald tahu pasti dia hanya akan memberikan uang sebagai kompensasi.Makanya Megi dengan jahat nya mempergunakan masa depan seorang wanita polos.


Dan rahasia itu tertutup rapat tidak ada yang mengetahui nya.Hingga ketika Selena ibu Kriss meninggal akibat syok berat dan melahirkan Kriss di usia kandungan 8 bulan.Di duga Selena mengalami depresi berat.


Dan setelah beberapa bulan dari meninggalnya Selena,ayah nya membawa Megi pulang ke kediaman utama mengumumkan secara resmi bahwa Megi adalah istri nya.Saat itu umur Kriss masih berusia 4 bulan.Dan ia merupakan cucu pertama di keluarga Louman.


Sehingga demi kebaikan Kriss,keluarga menutup rapat tentang kematian ibunya dan agar Kriss menganggap bahwa Megi lah ibu kandung nya.


Flashback off.


Megi berpikir keras apa yang harus ia lakukan untuk menyingkirkan Anna.Bahkan ia yang sudah bertahun tahun hidup di sini tidak pernah menerima posisi apapun.Ia hanya berperan sebagai istri dan ibu saja.


"Oh iya! Aurora!" Detik itu juga terlintas nama Aurora di benak nya.


Ia segera menelpon gadis itu.


"Ini tante.Apa kita bisa bertemu?" Tanya Megi pada gadis yang di sebrang telpon.


"Maaf tante.Aku sedang berada di Turki menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal kemarin." Tolak Aurora.


"Padahal ini sangat genting." Ucap Megi.


"Katakan saja lewat telpon.Aku sedang sendiri." Sahut Aurora.


"Baiklah.Seperti nya kita harus mempercepat rencana kita." Ujar Megi sambil dengan senyum jahat di bibir nya.


Sejenak tak terdengar sahutan dari Aurora.


"Aurora? Bagaiamana?" Tanya Megi yang tak kunjung mendapat balasan.


"Ide yang bagus tante.Kalau begitu mari kita lakukan." Sahut Aurora dari seberang.


"Baiklah.Tante tutup dulu.Takut ada yang mendengar." Ucap Megi lalu panggilan terputus.


"Kali ini kau tidak akan bisa selamat Anna." Ucap Megi tersenyum getir.


Di belahan negara lain,Aurora yang baru saja memutuskan panggilan dengan Megi tersenyum puas dengan seorang pria berusia sekitar 40 tahuan.Mereka duduk di sebuah sofa yang berada di dalam ruangan kerja pria itu.


"Dia masuk perangkap." Ujar Aurora tersenyum menyeramkan.