Bring Me

Bring Me
Persidangan



"Siapa? Siapa yang akan menolong ku,,," lirih nya putus asa sambil meringkuk di sudut sel penjara yang dingin.


"Siapa yang akan membawa ku,,,"


"Ku mohon,siapapun tolong aku.Bawa aku ,," kini tangis nya kembali pecah.Ia menundukkan wajah nya meringkuk sambil terisak.


Rasa putus asa,rasa pasrah tapi masih mengharapkan bantuan.Tapi siapa yang akan membantu nya di saat seperti ini? Bahkan satu negara ini,tidak bahkan hampir banyak negara yang tahu bahwa ia menjadi pelaku pembunuhan keluarga konglomerat itu.


Ia kehilangan segala nya.Ia tidak bisa melihat anak nya lagi.Bahkan ia juga tidak bisa bertemu ibu nya.Suami yang sangat ia cintai juga sudah tidak memercayai nya.


Terdengar suara besi jeruji yang sangat ribut di telinga.Bahkan wanita itu tidak menghiraukan nya.Seorang petugas datang menghampiri nya.


"Pengacara mu sudah sampai." Ucap petugas itu mendekati nya.


Anna terkejut dan mendongak.


"Pengacara?" Lirih nya bingung.


"Cepat bangkit!" Bentak petugas itu melihat Anna yang bingung.


Anna bangkit dengan kondisi sempoyongan karena ia sudah 2 hari tidak makan apa pun.


Anna melihat seorang menggunakan stelan rapi sedang duduk menunggu nya.


"Maaf,anda siapa?" Tegur Anna.


Pria itu menatap Anna.


"Saya Edward.Saya akan menjadi pengacara nona." Pria itu memperkenalkan diri.


"Tapi,siapa,,," Anna masih bingung harus bicara bagaimana.


"Tuan Hansen.Beliau akan membantu nona.Dan saya akan berusaha membebaskan nona." Edward langsung menimpali kegugupan Anna.


"Beliau berada di luar,ibi nona juga berada di sana.Hanya pengacara saja yang di perbolehkan masuk.Saya harap nona dapat memberikan penjelasan kepada saya terkait kasus ini." Sambung nya lagi.


Anna pun duduk di hadapan pria itu.


"Aku harus kuat.Ada mereka yang masih mempercayai ku." Batin nya menguatkan kembali semangat nya.


Anna pun mulai memberikan kesaksian nya secara detail pada Edward yang mendengarkannya.


Kabar mengenai Anna menggunakan pengacara untuk melakukan pembelaan sampai ke telinga Megi.


"Berani berani nya kau,,," geram Megi.


Ia pun segera membuka ponsel nya lalu mencari kontak seseorang.Setelah menemukan apa yang ia cari kemudian Megi mendial nomor tersebut.


"Cepat cari cara agar wanita rendahan itu tidak bisa memenangkan atau pun mendapat keringan hukuman!!" Perintah Megi dengan nada keras.


"Lihat saja nanti,aku akan tetap menang.Berani nya melawan ku." Gumam Megi menggenggam erat ponselnya.


Beberapa hari kemudian sidang pertama pun di buka.Anna duduk di hadapan hakim sabagai tersangka pembunuhan.Sidang pun berlangsung begitu tegang.Hansen,ibu Anna,Abrahan, dan Freya turut hadir menyaksikan persidangan itu.Kriss yang kondisi nya semakin buruk hanya bisa terbaring di rumah sakit.


Shaun yang mewakili Kriss juga turut hadir.


Namun begitu banyak melakukan pembelaan,Anna yang di tetapkan sebagai tersangka tetap tidak bisa melakukan apapun.Ia di jatuhi hukuman penjara seumur hidup.Dan persidangan itu berakhir dengan kekalahan yang harus di terima Anna.


Saat polisi kembali membawa,ia berhadapan dengan ibu nya.Ia hanha menatap kosong ke arah ibu nya dan tidak ada kata kata keluar dari mulut nya.Detik itu juga ibu nya pingsan dan di papah oleh Abraham dan Freya.


Megi dan Aurora merasa sangat puas.


"Tinggal satu pion lagi." Batin Aurora melirik sinis Megi yang tersenyum penuh kemenangan ke arah Anna.


Beberapa hari kemudian,Kriss mulai pulih.Ia sudah mendengat putusan hakim mengenai hukuman Anna.Ia merasa sangat sedih.


"Shaun,apa kau sudah menyelidiki tentanng ibu ku?" Tanya Kriss dengan tatapan datar berdiri di balkon kamar rawat inap nya.


"Apa tidak nanti saja kita bahas setelah kau pulih." Shaun khawatir kesehatan Kriss akan memburuk.


"Tidak apa.Cepat katakan!" Kriss tetap bersikeras.


"Nyonya sedang mengencani seorang pria.Nama pria Itu John.Dan selama nyonga berada di pulau Jeju juga bersama pria itu.Kami hanya menemukan informasi bahwa pria itu seorang CEO pemilik bank swasta.Informasi selebih hanya tempat dia berasal dari Sidney,Australia." Lapor Shaun.


Kriss menggertakan gigi nya.Wajah nya memerah urat di dahi nya terlihat jelas menonjol.


"Apa sebenarnya yang ada di pikiran ibu? Atau benar dia adalah dalang di balik semua ini?!" Batin Kriss.


"Shaun,ibu pergi ke pulau Jeju.Kebakaran terjadi,lalu aku pergi dan insiden itu terjadi.Kalau kita jadikan ibu dalang ini semua,tentu pasti mereka memerintah pembunuh bayaran." Ucap Kriss.


"Periksa semua transaksi ATM nyonya.Jika memang benar ibu pelaku nya,pasti ia akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar orang." Jelas Kriss lagi.


"Baik." Sahut Shaun.


Shaun pun bergegas keluar dari kamar inap Kriss.Baru saja keluar dari kamar itu ia mendapatkan notifikasi dari internet.Sekilas ia melihat nya lalu mengabaikan nya.Tapi detik itu juga ia kembali menatap layar ponsel nya terkejut saat melihat judul artikel itu.


Ia pun membaca artikel tersebut.Di sana terdapat rekaman cctv dari sudut sebuah minimarket yang membuat nya sangat terkejut.


Awal nya ia sangat memercayai bahwa Anna tidak akan melakukan hal keji tersebut.Walau ia tidak terang terangan mengatakan hal itu pada Kriss,tapi ia berusaha mencari bukti bukti lagi baru menjelaskan kepada Kriss.


Tapi vidio singkat dari artikel itu memperlihatkan wanita memasuki minimarket tapi wajah nya hanya terlihat sekilas saja tapi wanita itu mirip dengan Anna,baju yang wanita itu kenakan juga sangat mirip dengan baju yang Anna pakai ketika ia di temukan tertidur di batas kota.


Hal itu semakin memicu kemarahan warganet Artikel itu juga menambahkan bahwa Anna di duga berkencan dengan Hansen.Dimana publik mengetahui bahwa Hansen menyewa pengacara demi membebaskan nya.Di saat semua orang mempercayai Anna lah pelaku nya kenapa justru Hansen malah membantu nya kalau bukan karena ia kekasih gelap Anna.


Kriss dengan terpaksa kembali masuk ke dalam.Tapi apa yang ia lihat,Kriss sedang duduk di atas ranjang rumah sakit sambil menggenggam erat ponsel nya.Dari ekspresi itu seperti nya Kriss juga baru saja membaca artikel nya.


"Kriss,,," lirih Shaun khawatir.