
Hansen masuk.
"Kau sakit?"tegur Hansen melihat wajah Anna pucat.
"Tidak.Mungkin hanya kelelahan."sangkal Anna.
"Sudah makan siang?"tanya Hansen duduk di sofa tamu di ruangan Anna.
Anna menggeleng.
"Kenapa?Ayo cari makanan."ajak Hansen.
"Aku tidak lapar."tolak Anna menghampiri hansen dan duduk di sebelah Hansen agak berjarak.
"Aku mendapatkan ini."menyodorkan sebuah undangan pertunangan Kriss.
"Bagaimana bisa?"Anna terkejut melihat undangan itu Hansen juga dapat.
"Aku memiliki kerjasama dengan perusahaan farmasi milik ayah Kriss.Jadi aku turut di undang."jelas Hansen.
Anna menundukkan kepalanya sambil menatap jemarinya yang sedang ia mainkan.
Hansen meraih tangan Anna.
"Jika tidak ingin datang juga tidak apa-apa.Aku akan pergi sendiri.Bagaimanapun banyakrekan bisnis ku juga datang."ucap Hansen.
Anna hanya terdiam.Hansen menghela nafasnya.
"Bagaimana jika kau ikut sebagai pasangan ku?"pinta Hansen.
Anna langsung menatap intens Hansen.
"Pasangan?"Anna menyipitkan matanya.
"Iya.Kita bisa sekaligus membalas ibunya yang maha kaya itu."jelas Hansen.
"Bagaimana pun aku adalah investor terbanyak yang memberikan investasi ke perusahaan farmasi milik ayahnya."jelas Hansen.
"Wanita itu pasti akan terkejut.Bagaimana?Apa kau hanya ingin berdiam saja?"tawar Hansen lagi.
"Anna,,,kau adalah wanita yang kuat.Kau boleh membalas mereka balik.Ingat di hari pernikahan itu,bukan hanya dia yang kecewa,tapi kau pasti juga.Dengan apa yang sudah kau inginkan dan menunggu hari itu datang kalian malah berpisah."Hansen mencoba membuat bangkit semangat Anna.
Anna tersenyum tipis.
"Kapan kita berangkat?"ucap Anna mulai bersemangat.
"Begitu dong.Ini baru Anna yang ku kenal."Hansen tersenyum lebar.
'Walau tidak bisa memiliki mu,aku bahagia bisa menjadi seorang yang selalu ada di samping mu.Aku berharap kau bisa melihat ku di kemudian hari.'batin Hansen
🍃🍃🍃
Di kediaman keluarga Louman masih sibuk semua pelayan mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pertunangan besok.Pertunangan itu sengaja di lakukan di kediaman keluarga Louman karena juga ingin sekaligus menjamu semua rekan bisnis ayah Kriss.Selain itu pertunangan itu di lakukan di rumah keluarga Louman juga karena permintaan Kriss yang tidak menyukai gedung perhelatan karena kejadian Waktu itu.
Shaun memasuki kamar Kriss.Ia mendapati Kriss duduk menatap langit di balkon kamarnya.
"Tuan.."sapa Shaun.
"Sudah di berikan?"tanya Kriss dingin.
"Sudah tuan."sahut Shaun.
Ia menatap tuannya dari atas sampai bawah.
Tuannya sudah merapikan penampilannya lagi.Kini sudah terlihat lebih tampan.
"Apa tuan yakin jika dia akan datang?"tanya Shaun ragu.
"Tidak juga.Aku hanya menghormatinya sebagai mantan pengantinku saja."Ucap Kriss datar.
"Apa lagi yang harus aku lakukan tuan?"tanya Shaun yang mulai lelah.
"Tidak ada.Kau istirahat saja."ucap.
"Baik tuan Selamat malam."ucap Shaun.
Sudah membalikkan badannya Shaun mengurungkan niatnya karena masih ada sesuatu yang ingin ia bahas dengan tuannya itu.
"Tuan.."panggil Shaun.
"Ada apa?"sahut Kriss.
"Anda yakin akan bertunangan dengan Arina?"tanya Shaun memberanikan diri.
"Apa ada yang salah?"Kriss menyungging senyum.
"Tidak tuan.Tapi Arina sebelumnya.."kata-kata Shaun terpotong oleh jari telunjuk Kriss yang menempel di bibir Kriss mengisyaratkan agar Shaun diam.
"Maafkan saya lancang tuan."Shaun menyesali keberaniannya.
"Tidak perlu,aku tahu kau hanya tidak ingin melihat ku terjatuh lagi karena wanita,kan?"Krisis tersenyum dingin.
"Duduklah!temani aku minum.Aku lihat kau tidak ingin cepat beristirahat."ucap Kriss sambil menuangkan sampanye ke dalam gelas kecil untuk Shaun.
Shaun pun menyambut jamuan tuannya itu dan duduk di kursi kosong di sebrang sisi Kriss.
"Ehmmm....ku rasa aku tidak pernah berhasil dalam percintaan.Aku tidak tahu di mana kekurangan ku."keluh Kriss.
"Wanita yang pernah aku cintai semuanya pergi seakan aku tidak bisa membuat kenyamanan."sambung Kriss.
"Anda hanya terlalu baik tuan."sahut Shaun.
"Jangan panggil aku tuan.Ini sudah di jam istirahat mu.Dan kau sekarang teman ku.Panggillah aku Kriss."ucap Kriss sedikit tertawa.
"Saya tidak pantas tuan."Shaun masih saja hormat.
"Kalau begitu apa kau mau ku berikan pekerjaan sekarang, karena kau memanggilku tuan?"paksa Kriss.
"Tapi tu.."terhenti lagi oleh jari telunjuk Kriss mengisyaratkan diam.
"Tidak ada penolakan dalam kamus ku."paksa Kriss lagi.
"Baiklah."Shaun mengalah.
"Apakah kau dapat kabar tentang hubungan Anna dengan Hansen?"tanya Kriss.
"Belum jelas.Sepertinya mereka hanya berteman dekat saja."jelas Shaun.
"Berteman?hahahha..."tertawa Kriss mengejutkan Shaun.
"Aku muak dengan wanita.Ketika mereka di berikan yang tulus selalu tidak cukup dan terus mencari."ucap Kriss terlihat putus asa.
'Dan bodohnya aku ingin membawa kau kembali ke sisi ku lagi.Batin Kriss.
"Kenapa kau masih sendiri Shaun?apa kau tidak punya wanita?"tanya Kriss.
Shaun hanya menggeleng.
"Kenapa?apa kau pernah tersakiti?"tanya Kriss.
"Tidak .Aku hanya selalu kurang berani mengungkapkan perasaan ku kepada target."jelas Shaun.
"Aku kira kau sudah bernasib sama dengan ku."Kriss tertawa kecil terlihat sangat putus asa.
"Sekarang,aku sangat membenci kaum hawa terkecuali ibuku.Entah kenapa aku selalu gagal dalam percintaan."Kriss memulai curhatnya.
"Dan kau tenang saja, mengenai Arina aku akan membuatnya bahagia hingga ia terbang tinggi.Lalu setelah ia terbuai aku akan menghempaskan dirinya hingga sesakit mungkin."Kriss tersenyum menyeramkan.
"Lalu nona Anna?"tanya Shaun.
"Aku belum memikirkan cara.Lagipula aku belum tentu bisa bertemu dengannya."Kriss menatap kosong ke depan.
'Katakan saja kau masih sangat mencintainya.'batin Shaun.
"Aku berharap ia datang menyaksikan pertunangan ku besok.Seperti kata pepatah,sekali dayung dua pulau terlampaui."Kriss kembali tersenyum dingin.
'Bos benar benar berubah seperti sebelum bertemu dengan nona Anna dulu.'batin Shaun.