Bring Me

Bring Me
Kemarahan kakek



Pagi harinya, terjadi perdebatan di kediaman keluarga Louman.Sang kakek yang baru saja pulang dari luar kota marah kepada kedua orang tua Kriss yang tanpa izin menjodohkan Kriss dengan Arina.Sang kakek sangat tidak setuju dengan pertunangan yang sudah terlanjur ini.Di karenakan si kakek sangat mengetahui sifat dan watak seluruh anggota keluarga Arina Wijaya.


"Bagaimana bisa kau melakukan hal bodoh ini?!apa kau sudah tidak lagi menghargai ku?!!"bentak Kakek menggelegar di seluruh ruang keluarga.


Megi ketakutan.Sedangkan suaminya masih terlihat tenang.


"Ayah,Kriss itu anak ku,jadi aku berhak untuk mengatur dengan siapa di akan menikah."ayah Kriss angkat bicara.


"Jadi maksud mu aku hanya orang asing yang tidak berkepentingan dengan Kriss?!!"bentak Kakek semakin keras.


"Ayah bukan begitu...Kau tahu kan kalau Kriss sangat terpuruk dengan kejadian bersama Anna?"


"Aku menjodohkan mereka juga atas persetujuan dari Kriss.Biarkan dia kembali membuka hatinya.Setidaknya ia bisa belajar melupakan hal pahit itu."sambung ayah Kriss lagi.


Kakek terdiam,dan Megi juga merasa lega, karena bagaimanapun ini adalah ide darinya untuk menjodohkan Kriss dan Arina.


Kakek lemas karena terlalu emosional.


"Ayah!"seru ayah Kriss melihat si kakek menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Di mana Kriss?"tanya kakek mencari keberadaan cucu tercintanya.


"Di belum pulang dari kemarin.Mungkin ia kembali ke rumah tua ibu."jelas ayah Kriss .


"Cepat suruh dia mengahadapi ku!"bentak Kakek.


"Apa ayah akan memarahi Kriss?!apa ayah tega melihat Kriss menderita?!"Megi membuka suara karena takut Kriss akan di bujuk untuk membatalkan pertunangan mereka.


"Apa yang akan ku lakukan pada Kriss itu terserah ku!!"bentak kakek pada Megi.


"Aku tidak menyuruh mu berbicara."bisik ayah Kriss kesal.


"Tidak!kali ini aku akan melindungi Kriss mempertahankan apa yang sudah terjadi!ayah selalu saja seenaknya melakukan segala hal."teriak Megi.


"Apa yang membuat mu begitu berani terhadap ku?!!"kakek melemparkan gelas hingga pecah berhambur.


"Apa yang sudah kau lakukan?!"ayah Kriss marah pada Megi.


"Cepat panggil Kriss atau aku akan dengan segera memisahkan segala aset milik ku dan milik kalian yang tidak seberapa!!!Jika malam ini dia tidak datang juga kalian harus pergi dari rumah ini!!"marah kakek kali ini benar-benar serius.


"Ayah!apa maksud ayah?!!hanya karena masalah sepele ini ayah tega ingin memutuskan hubungan dengan kami??!"ayah Kriss menatap sengit si kakek yang terlihat semakin tua.


"Kenapa?!!jika kau tidak senang maka kau bisa pergi sekarang!!"bentak Kakek tak kalah sengitnya.


"Joshua!!bawa aku ke kamar!!"panggil kakek pada asisten pribadinya.


Joshua langsung memapah kakek untuk naik ke kamarnya di lantai atas.


"Sayang...cepat telpon Kriss!"pinta Megi.


"Menyingkir kau!!ini semua juga karena kau?!!kalau saja kau tidak merasa sok hebat pasti ini tidak akan terjadi!!"bentak ayah Kriss pada Megi.


"Kau membentak ku?!!aku hanya membela anak kita!"Megi malah menjadi kesal.


Megi langsung pergi masuk ke dalam kamarnya.


"Arrrgghhhh...."kesal ayah Kriss.


🍃🍃🍃


Kriss masih terlelap dalam tidurnya.


Sedari tadi ponselnya terus berdering.


Shaun yang sudah rapi membangunkan bos nya itu.


"Aggghh.."Kriss hanya mengulat saja.


Melihat telepon Kriss berdering lagi Shaun pun membangunkan Kriss.


"Tuan...ada telepon dari tuan besar.Sepertinya penting."Shaun berusaha membangunkan Kriss lagi.


"Angkatlah.Katakan saja kita di mana.Tapi jangan ungkit jika karena Anna aku di sini."jelas Kriss yang masih memejamkan matanya.


Shaun pun menjawab panggilan dari ayah Kriss.


"Halo, selamat pagi tuan besar."sapa Shaun sopan.


"Kemana Kriss?!!"bentak ayah Kriss dengan penuh emosi.


"Beliau masih tertidur tuan."sahut Shaun yang terheran-heran dengan nada bicara ayah Kriss yang tinggi.


"Tidur?!! cepat suruh dia pulang sekarang!! Sebelum malam tiba dia harus sudah ada di sini!!"ucap ayah Kriss.Belum sempat Shaun menyahut perkataan ayah tuannya itu sudah di putuskan secara sepihak oleh ayah Kriss.


"Sepertinya ada masalah di rumah utama."gumam Shaun.


"Tuan..tuan.."Shaun kembali membangunkan Kriss.


"Ada apa??"tanya Kriss yang malas dan masih betah dalam tidurnya.


"Sepertinya ada masalah di rumah utama,ayah tuan meminta agar datang sebelum malam tiba."jelas Shaun.


Dengan gerakan yang lamban Kriss bangun dari tidurnya.


Ia berusaha membuka matanya sempurna.


"Hoamm...."Kriss menguap.


"Saya akan menunggu di luar tuan."pamit Shaun.


"Umm."sahut Kriss.


Dengan kesadaran yang belum terkumpul Kriss membuka laptopnya untuk memantau cctv yang ia pasang pada sudut kamar Anna.Ia hanya ingin selalu memastikan keadaan Anna yang masih belum bangun dari komanya.


Di sana ia masih melihat sosok ibu Anna yang sudah bangun duduk di sisi ranjang anaknya.


Kriss kembali teringat tentang perkataan dokter kandungan yang ia perintahkan memeriksa Anna.Keadaan bayi nya baik-baik saja,bahwa bayi itu sangat kuat sehingga tidak ada hal yang perlu di perhatikan serius.


Tapi bukan itu yang membuat otak kepala Kriss begitu berputar keras di pagi buta ini.


Dokter kandungan itu berkata bahwa usia janin tersebut sudah 4 bulan.


Kriss menghitung mundur dari usia kandungan Anna sekarang.


"Sekarang bulan juli,dokter Obgyn itu bilang usia kandungan Anna sudah 4 bulan.Bararti...."Kriss mulai berpikir menghitung.


"Kemungkinan dia mulai hamil sekitar bulan April?Kalau begitu bulan itu kami masih bersama.Apa jangan-jangan..."Kriss percaya bahwa itu adalah bibit miliknya.


"Tapi bukankah setelah keguguran dokter bilang bahwa dia akan sulit untuk hamil lagi? sebenarnya ada apa ini? aarrgghhhh...."Kriss mengacak rambutnya dan terlihat sedikit frustasi.


Drttt.....


Ponsel Kriss kembali berbunyi.


Menatap sang ayah yang menelepon Kriss langsung menjawab panggilan itu.


"Di mana tuan mu itu?!!"bentak ayah Kriss yang masih mengira bahwa ponselnya masih di pegang oleh Shaun.


"Ayah ini aku!!ada apa pagi-pagi begini sudah naik darah?"kesal Kriss.