Bring Me

Bring Me
Kabur



Megi keluar dari kamar Anna setelah menyampaikan apa yang ingin ia katakan pada Anna.


Dari kejauhan Kriss melihat Mama nya baru saja keluar dari kamar Anna.


"Mama?Apa yang mama lakukan di sini"gumam Kriss.


Ia pun bergegas masuk ke kamar Anna.Ia khawatir dengan Anna karena ia tahu bahwa sang ibu tidak menyukai Anna.


"Anna.."duduk di kursi sebelah tempat tidur Anna.


Mata Anna terlihat sembab.


"Kau menangis?"tanya Kriss khawatir.


"Apa yang mama ku lakukan pada mu?"tanya Kriss mendesak Anna.


"Tidak ada.Aku hanya sedikit tersentuh melihat kehadiran mama mu."Ucap Anna berbohong.


"Benarkah?"Kriss berusaha percaya.


"Benar.Dia sangat baik.Meluangkan waktunya untuk menjenguk ku."ucap Anna lagi berbohong.


"Baguslah kalau ia mulai menerima mu.Aku sangat senang."Kriss tersenyum sambil mengelus puncak kepala Anna.


'Maafkan aku...maafkan aku Kriss...'lirih Anna dalam hati yang terasa mulai sesak.


Seminggu pun berlalu.....


Kriss menatap dirinya di depan cermin.


'Aku akan menjadi seorang suami hari ini.'batinnya tersenyum bahagia.


Ya,hari ini adalah hari pernikahan Kriss dan Anna.Kriss tampak bersemangat dan berseri-seri.


Di kamar pengantin wanita, Anna terlihat terus menerus menangis.Tapi bukan tangis bahagia yang ia ratapi.


Tok,tok, tok...


"Masuk!"sahut Anna dari dalam sambil mengusap air matanya dengan tissu.


Megi masuk melangkahkan kakinya Mendekati Anna.


"Bagaimana?"tanya Megi tersenyum lebar.


"Sebentar lagi dia akan datang."ucap Anna berusaha tegar.


Kriss masuk tiba tiba tanpa mengetuk pintu.


Melihat ada mamanya di dalam Kriss semakin bahagia.Ia berprasangka mamanya sedang menemani Anna.


"Ayo keluar! acaranya akan di mulai."ujar Kriss terlihat sangat bahagia.


"Benarkah?Mari Anna,mama bantu "ucap Megi berakting.


"Anna...kenapa menangis?"tanya Kriss sembari mendekati calon istrinya itu.


"Tidak..Aku hanya menangis bahagia..Kau tunggu di luar saja aku akan merapikan air mata ini dulu."Ucap Anna.


"Baiklah.Jangan lama lama.Acara akan di mulai."bisik Kriss mesra di telinga Anna.


"Baiklah."Anna memaksakan tersenyum.


"Kalau begitu aku tunggu di luar."mengecup kening Anna.


"Mama akan di sini?"tanya Kriss pada mamanya.


"Tidak!Mama akan tunggu du luar.Nanti Anna malah jadi grogi kalau mama terus memperhatikannya di sini."ucap Megi pura-pura bahagia akan pernikahan anaknya ini.


"Ayo keluar!"ajak Kriss.


Megi dan Kriss pun keluar dari kamar itu.Kini hanya Anna sendiri di dalam kamar itu.


Ia kembali terisak tangis.


'Maafkan aku... maafkan aku.. maafkan aku membuat raut bahagia mu nanti menjadi kecewa...aku sungguh minta maaf Kriss...'jerit Anna dalam hati.


Pintu terbuka.Terlihat sosok Hansen muncul.


"Kau serius Anna?!"Hansen terlihat terengah-engah.


Anna hanya mengangguk sambil menitikkan air matanya.


Anna pun pergi meninggalkan kamar itu bersama dengan Hansen.


Mereka pergi secara mengendap-endap agar tak terlihat oleh siapapun.


Setelah sampai di parkiran Anna dan Hansen memasuki mobil sport milik Hansen.


Dada Anna terasa sangat sesak.Ia kabur di hari pernikahannya.


"Hanse..."lirih Anna sembari menatap sendu Hansen.


"Kau yang menentukannya Anna.Sekarang bagaimana?"tanya Hansen yang melihat keraguan pada Anna untuk kabur.


"Apa aku tidak terlalu kejam?dia sangat bahagia tadi.Raut wajah kebahagiaan itu membuat ku semakin merasa bersalah."ucap Anna sambil menangis.


Hansen memeluk Anna.


Hansen melepaskan pelukannya dan mulai membawa mobilnya pergi meninggalkan hotel tempat di mana acara pernikahan Kriss dan Anna akan berlangsung.


Kriss bolak-balik menatap jam tangannya.


"Kenapa lama sekali?"gumam Kriss yang akhirnya memutuskan untuk memeriksa keadaan Anna di kamar.


Alangkah terkejutnya Kriss ketika melihat tidak ada Anna di dalam kamar itu.


"Anna!! Anna!"teriak Kriss memanggil Anna.


Tapi Anna tentu saja tidak muncul karena ia sedang dalam perjalanan pergi bersama Hansen menuju negara Y.


"Tidak,tidak mungkin dia pergi.Pasti di toilet."Kriss berusaha mencari dan membuka toilet.


Tapi tentu saja hasilnya nihil.


Kriss marah besar.Ia mengacak-acak seluruh isi kamar tersebut.


Melihat ada petugas lewat di depan pintu kamar Kriss bergegas menahan petugas kebersihan itu.


"Tunggu sebentar!"panggil Kriss dengan badan yang mulai emosi bergetar.


"Iya tuan ."sahut si ob itu.


"Apa kau melihat seorang wanita memakai gaun pengantin pergi?"tanya Kriss.


"Maaf tuan Saya tidak melihat.Tapi,tuan bisa melihat cctv untuk memastikannya."jelas si ob.


"Cctv?"gumam Kriss yang bergegas berlari menuju ruang keamanan untuk memeriksa cctv.


🍃🍃🍃


Anna terus menangis di sepanjang perjalanan menuju bandara.Ia menatap ke tepi jalanan yang di lalui.


'Aku minta maaf...aku mengecewakan mu.Aku menghancurkan semuanya.'lirih Anna dalam hati.


'Jika memang kita berjodoh,pasti kita akan bertemu lagi di masa depan.Aku mencinta mu,aku mencintaimu Kriss...'hati Anna sungguh pilu.


'Maafkan aku Kriss...aku hanya tidak ingin kau menyakiti hati ibu mu hanya karena menikahi wanita rendah dan miskin ini...aku tidak pantas bersama mu.Tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa aku sangat ingin bersama mu.Selamat tinggal...'


Rencana kabur ini adalah permintaan dari ibu Kriss, Megi.Dia Sangat tidak rela anaknya harus menikahi wanita rendah seperti Anna.


Flashback on...


Anna terkejut dengan kedatangan Megi.Megi duduk di samping brankar Anna.


"Bagaimana keadaan mu?"tanya Megi berbasa-basi busuk.


"Sudah lumayan.Apa yang membawa Tante ke sini?"tanya Anna mencium gelagat Megi yang mencurigakan.


"Aku ingin menyampaikan sesuatu yang sempat tertunda sebelumnya."jelas Megi.


"Apa itu?"tanya Anna.


"Aku mohon, tinggalkan anak ku.Seberapa besar pun cinta mu aku mohon tinggalkan dia."ucap Megi memasang wajah sedih.


"Aku mohon kau sadar diri atas status mu.Aku hanya ingin anak ku memiliki pendamping yang pantas."sambung Megi.


"Apa aku terlihat tidak pantas?"tanya Anna menahan tangis.


"Kau masih bertanya?Apa aku perlu berlutut agar kau melepaskan anak ku?"lirih Megi.


"Aku hanya ingin anak ku menikahi wanita yang sepadan dengan statusnya.Aku ibunya, tentu aku ingin anak ku memiliki pendamping hidup yang sepadan dengannya."masih dalam mode akting mengsedih.


Anna terdiam seribu bahasa.


"Aku mohon.Masih banyak pria di luar sana yang cocok dengan mu.Tapi tolong jangan anak ku."ucap Megi.


"Bagaimana aku bisa kabur darinya?dia pasti akan mencari ku sejauh apapun."Anna beralasan.


"Tinggalkan dia di hari pernikahan kalian.Aku mohon padamu lepaskan anak ku."Megi memelas.


"Akan ku pikirkan lagi nanti.Aku hanya ingin istirahat sekarang."ucap Anna.


"Baiklah.Aku berikan waktu 2 hari untuk kau pikirkan."ucap Megi seperti terlihat menyembunyikan kebahagiaan mendengar Anna akan memikirkan tawarannya.


"Aku akan memberikan mu uang 100 juta sebagai balasannya."sambung Megi.


"Aku memang wanita miskin nyonya,tapi kau tidak pantas membayarku untuk meninggalkan anak mu.Aku akan pergi dengan sendirinya.Kau,makan saja uang mu yang sangat banyak itu."hardik Anna.


"Huft.... Untung saja aku sedang memohon padamu.Jika tidak aku pasti akan merobek mulut murahan mu itu."gumam Megi pelan.


"Pergilah!"usir Anna.


"Wow..hebat sekali kau mengusir ku."Megi bangkit berkacak pinggang melotot pada Anna.


"Apa ada yang belum kau sampaikan lagi?jika tidak pergilah!"usir Anna lagi.


"Huft...sabar..."ucap Megi.


Megi pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat inap Anna.


Flashback off...