Bring Me

Bring Me
Kasta rendahan



Anna hanya merutuki dirinya dalam hati sambil memegang dadanya yang terluka itu.Perlahan hatinya merasa tersayat sembilu,saat mendengar pengakuan ibunya ketika ia bertanya tentang Kriss.


'Kenapa kau harus melakukan ini?'Batin Anna yang sudah tidak bisa membendung air matanya untuk tidak lolos.


"Nak,"panggil ibu Anna.


Anna hanya tersenyum menatap ibunya sambil air matanya jatuh deras.


Ibunya menggenggam erat jemari Anna.


"Dia sangat menyayangi mu."ucap ibu Anna.


Freya mengelus puncak kepala Anna.


"Anna,kau harus cepat sembuh dan baik-baik saja.Kau harus tetap bersemangat untuk malaikat kecil kalian."ucap Freya penuh senyum menguatkan Anna.


'Benar.Aku harus kuat.Maafkan aku,maafkan aku harus membuat mu banyak berkorban seperti ini.batin Anna.


'Tapi kemana Shaun?apakah ia mengurus pemakaman Kriss?apa jasad Kriss sudah di kuburkan?'Anna bertanya tanya dalam hati.


Tok,tok, tok..


Pintu kamar Anna di ketuk.


Denga bergegas Freya membuka pintu itu.Ia di buat terkejut oleh banya buket bunga jumbo yang banyak di pegang oleh 5 orang bodyguard yang tidak tahu suruhan siapa.


"Maaf,ada apa ini?"tanya Freya pada kelima pria itu.


"Kami hanya ingin membantu tuan kami mengantarkan beberapa bunga ini untuk nona Anna."sahut salah satu pria itu yang paling depan.


"Oh,,masuklah!"ajak Freya.


'Tuan?apa itu Hansen?"Pikir Freya yang masih terpaku melihat satu persatu pria itu masuk.


Setelah semua pria itu meletakkan buket bawaan mereka,salah seorang dari mereka menitipkan surat pada ibu Anna untuk Anna.


"Terimakasih.Tapi dari mana datangnya bunga-bunga ini?"tanya ibu Anna pada salah seorang pria yang memberikan surat itu.


"Dari tuan kami.Dia masih dalam perjalanan kesini.Kalau begitu kami pamit dulu nyonya."Ucap pria itu.


"Baik.Terimakasih."ucap ibu Anna.


"Sama -sama nyonya."


Freya mendekati ibu Anna.


"Apa ini dari Hansen?"tanya Freya pada ibu Anna.


"Tante tidak tahu."ucap ibu Anna sambil memandang surat yang ua pegang.


"Kau ingin membacanya sekarang?"tanya ibu Anna pada Anna.


Anna mengangguk karena penasaran siapa yang mengirimkan ia buket yang begitu banyak.


Setelah ibunya memberikan sepucuk surat itu Anna membacanya dengan wajah serius.


'Kau sudah bangun?Maaf aku tidak datang bersama dengan buket ini.Tapi aku akan secepatnya datang.Jangan terlalu bersedih,ya?Aku tidak ingin datang melihat mu menatap wajah sembab mu.Tunggu aku.'pesan si pengirim buket itu.


"Dari siapa Anna? Hansen?"tanya Freya yang begitu penasaran.


Belum sempat Anna menjawab walaupun hanya isyarat saja,pintu kamar kembali terbuka.Dan mereka bertiga di kejutkan oleh kehadiran Shaun bersama dengan seorang pria yang tidak asing bagi mereka semua.Terutama bagi Anna.


Anna sangat terkejut.Dan pria yang bersama dengan Shaun berjalan masuk menghampiri mereka yang terpaku tak percaya itu.


🍃🍃🍃


Di tengah perjalanan pulang Megi dan ayah Kriss kembali terhenti di sisi bahu jalan raya.


"Kenapa kita tidak terpikir dari tadi?"keluh Megi.


"Ini karena mama.Coba kalau saja mama tidak membuat onar mungkin kita tidak lupa dengan jasad anak kita."celetuk ayah Kriss kesal.


"Ayo cepat putar balik,pa"pinta Megi.


Dengan kesal ayah Kriss kembali memutar arah tujuannya kembali ke belakang menuju rumah sakit tadi lagi.


Namun mereka kali ini terjebak macet.


"Kenapa harus macet sih."keluh Megi.


Ayah Kriss hanya diam malas meladeni istrinya itu.


'Tapi kenapa pihak ruman sakit tidak ada menelepon ataupun mengantar jasad Kriss jika memang Kriss sudah tiada.Kenapa sepertinya Kriss masih hidup? Sebenarnya apa yang terjadi dengan anakku yang malang itu.'batin megi.


🍃🍃🍃


Arina duduk bersantai di sebuah balkon di sebuah hotel yang tidak jauh dari rumah sakit tempat Anna berada.


"Aku hanya perlu sedikit bersantai.Aku perlu pikiran jernih untuk melakukan rencana selanjutnya.Tidak masalah tidak ada Kriss lagi.Yang penting tidak satupun di antara aku dan wanita ****** itu memiliki Kriss."Arina kembali meneguk segelas anggur lagi.


"Untuk saat ini aku tidak perlu bertindak,si wanita tua itu pasti dengan sendirinya menghadapi Anna.Huh!!"Arina membuang nafasnya kasar.


Arina bangkit menatap ke jalanan yang ramai.


"Kenapa sedikit sesak? seharusnya aku bahagia Kriss sudah tiada,jadi aku tidak perlu berjuang lagi mendapatkannya.Seharusnya dia tidak pernah bertemu dengan wanita itu lagi.Seharusnya dia masih mencintai ku.Dan aku tidak perlu sejahat ini."Arina memiliki sedikit sesal.Apalagi saat ia mengkhianati Kriss.


Drrttt....


Panggilan masuk dari manajer Arina.


"Bagaimana?"tanya Arina pada manajer yang di sebrang telepon.


"Sudah Arina.Kau bisa lihat sendiri pencarian hangat terbaru."ucap wanita itu.


"Bagus.Aku akan transfer sisanya."ucap Arina puas.


Setelah mengatakan itu Arina menutup teleponnya.


"Maafkan aku Anna.Tidak seharusnya kau berhadapan dengan ku.Kau hanya wanita kasta rendahan, tidak sebanding dengan Arina.Cuihhh!!!kau sungguh menjijikkan!!"Arina sedikit meludah kedepannya penuh kebencian.


...****************...


jangan lupa like dan komennya ya🥰🥰🥰