Bring Me

Bring Me
mengingat



Seminggu kemudian, setelah video anna yang di buat oleh luna viral anna tidak menggubris.Ia lebih memilih cuek untuk masalah itu.


Walaupun di tempat kerja anna sering jadi bahan gosipan anna tetap menikmati hidup nya sendri.


Anna sedang mengantar makanan ke meja tamu yang di perintahkan oleh teman nya yang sedang izin ke toilet.


Anna tidak melihat wajah tamu nya dia hanya meletakkan nampan yang berisi pesanan pria dan wanita itu yang tak lain adalah Kriss dan Arina.


Kriss menatap wajah anna penuh arti.Seakan tangan kriss sangat ingin menyentuh wajah manis nya yang natural itu.Serasa rindu di hati kriss bergejolak.


'wanita ini...apakah dia anna?'batin Kriss.


"Silahkan tuan nona."Anna meletakkan pesanan mereka di meja.


Kriss memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak terlihat anna.


Arina menangkap pemandangan itu ia merasa heran dengan kriss.


Anna berlalu meninggalkan mereka.


"Kriss...kau kenapa?"tanya Arina heran.


Kriss tidak menjawab.Ia masih memalingkan wajahnya.


"Kau mengenal pelayan itu?"tanya Arina lagi.


"Tidak."jawab kriss singkat.


"Sudah lah lupakan.Mari makan "ajak Arina.


Mereka pun meraih makanan masing masing.


Meja di sebelah kriss dan Arina duduk baru saja di tinggalkan oleh tamu.Anna datang mengangkat gelas dan piring yang kosong.Ia tidak sengaja melihat pemandangan Arina menyuapkan makanan ke mulut kriss.Ia melihat Arina bahagia dan tersenyum pada kriss.Ia merasa hati nya entah kenapa sakit.


Walaupun ia melihat ekspresi wajah kriss hanya datar tetap saja terasa sakit.


Anna buru buru membersihkan meja tadi.Ia sungguh tidak tahan.Kriss mengetahui bahwa anna sudah menyadari kalau ia berada di sana.Kriss melihat wajah anna yang berubah menjadi sedih tidak seramah seperti anna mengantarkan pesanan mereka tadi.


'apa kami sungguh sedekat itu?kenapa wajah nya berubah sedih melihat aku dengan Arina?'batin kriss menatap anna semakin menghilang dari pandangan nya.


Anna pergi ke tempat ruang ganti pakaian.Anna terduduk melamun.


"Sebenarnya aku ini kenapa? untuk apa aku cemburu pada pria brengsek itu.Aku yakin jika pacar nya hamil dia juga akan menyuruh nya mengaborsi kandungan pacar nya."gumam anna menenangkan hati nya.


"Tapi...kenapa aku seperti merindukan berdebat dengan nya .."seketika anna membayangkan perdebatan mereka waktu tinggal seatap.


Tapi lamunan anna di buyarkan oleh deheman reyhan yang berdiri di sampingnya.


"Rey?"anna mendongak menatap rey.


Rey tersenyum mesum.


"Aku dengar kau wanita simpanan ya?"Reyhan duduk di samping anna.


Anna hanya diam karena malas meladeni reyhan.


Anna beranjak dari duduknya.Tapi Reyhan menarik tangan anna.


Anna berusaha melepaskan tangan Reyhan yang kuat mencengkram.


"Lepaskan kan!"bentak anna.wajah anna memerah.


"Kenapa?lebih baik kau melayani aku saja.aku bujangan.aku bebas.pria itu biasa nya membayar mu berapa?"Reyhan merendahkan anna.


"Bajingan kau rey!"teriak anna.


"Kau kira aku wanita murahan hah!"maki anna.


"Sudah lah anna tidak usah jual mahal Sudah spe**ma siapa saja dalam kandungan kecil mu itu.."ejek Reyhan lagi.


Reyhan berusaha memeluk anna.Tapi anna mengeluarkan jurus.Ia meninju tenggorokan reyhan yang berhasil membuat reyhan meringis kesakitan.


"Aaaaa....."jerit reyhan keras.


Reyhan mendorong anna ke arah sudut meja yang tidak di pakai tapi di atas meja itu ada gelas yang terjatuh akibat Reyhan mendorong anna.


Anna dengan siaga menahan sekuat tenaga nya.


Namun karena belum puas reyhan mendorong anna bertubi-tubi ke sudut meja itu dengan keras sehingga menyebabkan perut anna terbentur sudut meja yang lancip.Bentuk meja nya segiempat ya...


Karyawan yang melihat kejadian itu menjerit sehingga mengundang para karyawan lain datang ke sumber masalah.


Kriss yang penasaran akan kejadian di sana pun menghampiri kerumunan itu bersama Arina.


Kriss membelah kerumunan terlihat anna tersungkur di atas pecahan gelas yang mengenai kedua lutut nya.Bukan itu saja,bahkan anna mengalami pendarahan karena benturan keras di perut nya.


Tidak seorang pun mau menolong anna karena mereka merasa jijik terhadap anna karena gosip yang beredar.


Kriss yang melihat hal itu pun geram.


Tanpa memperdulikan Arina kriss menghampiri anna.


"Ayo ke rumah sakit ."kriss mengangkat anna.Anna tidak bisa berkata apa-apa lagi Sakit itu seperti menjalar ke sekujur tubuhnya.


Arina terlihat kesal.


"Kenapa kriss menolong pelayan rendahan itu!"maki arina pelan.


🍃🍃🍃


Kriss memasuk kan anna ke dalam mobil nya yang sudah ada Shaun yang menunggu kriss sedang makan.


Shaun sangat apalagi ketika ia melihat kondisi anna seperti itu.


"Shaun kerumah sakit cepat!"perintah kriss ketika sudah masuk ke dalam mobil.


"Baik tuan."patuh Shaun.


Shaun memacu kecepatan mobil nya.


Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Louman.


Anna di bawa ruang UGD.Hati Kriss terasa sakit melihat keadaan anna seperti ini.ketika menuju ruang UGD,kriss seperti mengingat sesuatu karena ia menatap kedua lutut anna berdarah.


"Berhenti!"pinta kriss pada petugas yang mendorong brankar anna.


Kriss memeriksa betis anna ia melihat ada bekas luka.


"Maaf tuan nona ini harus cepat di tangani."ucap salah satu petugas itu.


Kriss hanya bengong terdiam.Petugas itu meneruskan langkah mereka membawMnm mm.a anna ke UGD.


"Tuan."panggil shaun yang melihat kriss tertegun.


"Anna..."lirih kriss sambil meneteskan air mata.


"Tuan,anda baik baik saja?"Shaun melihat reaksi dadakan kriss.


Pemandangan kriss terasa pudar.Ia kehilangan keseimbangan nya dan pingsan.Shaun dengan sigap menangkap tubuh tinggi tuan nya itu.


2 orang perawat datang menghampiri Shaun dan membantu membawa kriss.


Setelah 2 jam berlalu anna akhirnya sadar.ia menatap ke sekeliling nya.perut nya masih terasa sedikit sakit.


Ia melihat tangan kiri nya masih tertancap infus.


Seorang dokter wanita masuk ke dalam kamar anna untuk memeriksa keadaan anna.


"Anda sudah sadar nona.."sapa dokter wanita itu.


Anna hanya mengangguk.Dokter menarik kursi dan duduk di samping anna.


"Nona...kau harus bersyukur bahwa kandungan mu baik baik saja.Aku yakin bayi adalah anak yang kuat ."puji sang dokter.


"Benarkah?"anna menghela nafas lega.


"Tapi ada yang ingin aku tanyakan nona."ucap dokter itu.


Anna menaikan alisnya.


"Maaf jika aku lancang terhadap urusan pribadi mu.Kalau boleh tau apa hubungan anda dengan tuan kriss?"tanya dokter itu.


Anna hanya terdiam.Ia bingung harus menjawab apa.


"Sekali lagi maaf nona.Bukan nya aku mau ikut campur.Tapi,saat ini tuan kriss sedang sebelum keadaan beliau parah ia selalu menyebut nama anda nona."jelas si dokter.


"D..dia kritis?"tanya anna terkejut.


Dokter itu hanya mengangguk.


"Dia adalah direktur utama kami nona.Jika anda memang orang terdekat nya pasti anda tahu tentang bagaimana ia bisa hilang ingatan dan menderita seperti ini."ucap dokter itu.


"Bahkan ia sering pingsan karena berusaha memaksa mengingat sesuatu nona."sambung dokter itu.


"Bagaimana keadaan sekarang?"tanya anna khawatir.bagaimana pun semua ini karena ia hadir ke acara itu.


Dokter itu tertunduk sedih.Lalu dokter itu menjawab pertanyaan anna dengan menggeleng.


"Aku harap anda bisa menemui nya sekarang.Aku juga sempat melihat nya ketika membawa anda ke sini dengan wajah cemas.Aku yakin kalian memiliki hubungan serius nona.jadi tolong temui dia."pinta sang dokter.


"Aku menemui nya juga tidak akan merubah apapun dok.Kami juga tidak memiliki hubungan apa-apa."tolak anna.


Dokter menghela nafas.Ia merasa putus asa harus merayu anna seperti apa.


"Di terus memanggil nama anda nona.Mana tahu jika ada keajaiban ketika anda menjenguk tuan.Aku mohon nona.Dia sudah membantu anda ke sini nona.Tolong juga bantu dia."rayu dokter lagi.


Anna berpikir sejenak.lalu ia mengangguk setuju.


Dokter itu tersenyum lebar.Lalu dokter itu bangkit mengambil kursi roda di sudut ruangan.


"Aku rasa kaki anda butuh istirahat saat ini.mari!"dokter itu membantu anna turun dari brankar dan naik ke kursi roda.


Lalu dokter itu membawa anna menuju kamar kriss.


Setiba nya di kamar kriss tidak ada seorang pun di dalam sana.Anna di dorong masuk.


"Nona nyaman kan lah dirimu disini.Aku akan kembali lagi."dokter itu tersenyum lebar.


Anna hanya mengangguk polos.


Dokter itu keluar dan dengan pelan mengunci pintu dari luar.Seperti nya si dokter wanita ini sedang menjalankan rencana.


Anna mendekati kriss dengan kursi roda nya.


Anna tidak tahu harus berbuat apa.Ia hanya memandang setiap lekukan wajah kriss.Ada perasaan aneh dan jantung nya yang berdebar debar.


"Apa aku benar-benar menyukai nya sekarang?"gumam anna pelan.


Anna ingin meraih tangan kriss tapi ia ragu dan menarik niat nya.


Anna tertunduk sedih.


"Maaf kan aku.... karena aku ada di hidup mu kau menjadi seperti ini.Aku hanya ingin menghindari mu karan aku ingin mempertahankan bayi ini."anna mengelus perut nya yang masih rata.


"Aku mohon jangan buat aku hidup dengan rasa bersalah."anna menitikkan air matanya.


Ternyata kriss hanya pura-pura sedang kritis.Ia mendengar semua ucapan anna.


"Aku tidak ingin kau menikah dengan ku hanya karena anak ini.Aku tidak ingin memaksa orang yang tidak mencintai ku untuk menikahi ku.Aku juga ingin membantah ketika kau bilang ingin mengaborsi anak ini.Aku ingin mengatakan aku akan mempertahankan anak ini,tapi aku takut kau menikahi ku hanya karena tanggung jawab saja."keluh anna.


"Aku mohon lepaskan aku.Aku tidak akan menuntut mu apa pun.Aku harap kau bisa melupakan kejadian apa pun tentang kita.Aku mohon untuk tidak pernah menganggap aku ada."anna terisak tangis.


Kriss ingin bangun dari pura pura nya dan memeluk anna.


'anna,aku sudah mengingat semua ny.Maaf kan aku,aku tidak ingin membebankan semua ini pada mu.aku mengejar mu karena aku ingin sungguh sungguh bersama mu membesarkan anak ini.'batin kriss.


Anna mengangkat kepalanya.Kriss buru buru memejamkan matanya.


Anna meraih tangan kriss.


"Hidup lah bersama wanita yang kau cintai.Maaf aku sudah hadir di hidup mu."anna mencium tangan kriss.


Kriss merasakan kelembutan anna.Kali ini ia memang benar benar jatuh cinta pada anna.


"Ingat lah ketika kau bangun kau tidak boleh mengingat ku lagi.Anggap ini pertemuan terakhir kita.Aku berharap kita bisa menemukan kebahagiaan masing-masing."anna kembali mencium punggung tangan kriss.


Entah apa yang membuat nya begitu berani mencium tangan kriss.Tapi yang pasti anna sudah mulai menaruh hati pada kriss.


Anna membawa dirinya keluar dari kamar kriss.Tapu anna kesulitan membuka pintu yang terkunci.


"Kenapa ini tidak bisa terbuka?"tanya anna pada dirinya sendiri.


Anna menghela nafas.Ia berusaha berpikir keras mencari jalan keluarnya.


"Tinggal lah di sini untuk beberapa saat."ucap kriss mengejutkan anna.


Anna langsung menoleh ke arah kriss.


"Kau?"anna tercengang.


Kriss bangkit dan tersenyum.Ia menghampiri anna yang terdiam seribu bahasa.


"Kau menipu ku kriss?"anna benar benar tidak habis pikir.


"Aku minta maaf."Kriss jongkok di hadapan anna sambil memegang lembut lutut anna yang terluka.


Anna membuang muka nya melihat ke arah lain.


"Anna,aku ingin kita merawat anak ini sejujurnya aku tidak bermaksud untuk menyuruh mu menggugurkan kandungan ini."ucap kriss.


"Kenapa? sekarang kau kasihan pada ku?"sanggah anna masih melihat ke arah lain.


"Tidak.Aku mengatakan itu hanya karena aku tidak ingin membebani mu karena benih ku ada di sana.Karena aku tahu kau tidak akan menikah dengan ku."jelas kriss.


"Aku ragu jika kau hilang ingatan."lirih anna.


"Aku sudah mengingat kembali.Walaupun tidak semua nya."ucap kriss.