
Kriss dan Anna berjalan jalan melihat setiap sudut mall yang mereka masuki.
"Kau ingin apa?"tanya kriss.
"Hmm,aku masih belum tahu.Seperti nya segala sesuatu keperluan ku juga sudah kau sediakan di rumah."Ujar Anna.
"Tentu nya aku tidak ingin wanita ku tidak merasa puas terhadap ku."Kriss menarik pinggang langsing milik Anna.
"Jangan seperti ini.Aku malu di lihat banyak orang."bisik anna.
"Kau malu bersama ku?"kesal kriss melepaskan pinggang langsing itu.
"Bukan begitu" bantah anna.
"Sudah lah lupakan saja."ucap kriss berjalan di depan anna.
'Apa dia marah?'batin anna.
"Kriss tunggu aku!"Anna berlari kecil mengimbangi kecepatan berjalan kriss.
Drrttt,drrrttt.
Kriss meraih ponselnya yang berbunyi dari saku celana nya.
"Kau pergi lihat lihat saja dulu aku mau angkat telepon."ucap Kriss.
"Baiklah."Anna pun pergi menuju toko pakaian dalam wanita.
"Papa?"sapa kriss.
"Kau dimana?"tanya ayah nya dari seberang telepon.
"Aku sedang berjalan-jalan."jawab nya.
"Malam ini bawa wanita mu untuk makan malam di rumah utama."ucap ayah nya.
"Baiklah."sahut Kriss.
Lalu telepon ditutup oleh ayah nya.
"Hanya mengatakan itu?huh"gerutu Kriss.
Kriss pun mulai menyusul Anna.
Ia berdiri di depan pintu toko pakaian dalam wanita itu.
"Apa seharusnya aku masuk saja?"gumam Kriss.
"Sebaiknya aku menunggu nya di sana saja."melihat ke arah coffee shop.
🍃🍃🍃
Anna melihat bandrol yang tertera pada lingerie yang ia taksir.
"Mengapa semahal ini?"gumam Anna.
Seluruh pelayan di sana berbisik-bisik.
"Apa orang seperti dia mampu membeli nya."bisik pelayan yang satu.
"Tidak akan.Paling juga dia akan beralasan tidak suka warna atau bla bla bla."ejek satu nya lagi.
"Selamat datang nyonya."sapa pelayan itu sopan pada wanita seksi berumur 29 tahun itu.
Wanita itu menatap sinis pada Anna yang memegang lingerie keluaran Minggu lalu.
"Apa kau yakin mampu membelinya?"ejek wanita itu yang tak lain adalah Luna.
Anna menoleh ke sumber suara.
'Luna?mau apa lagi dia.'batin Anna malas meladeni.
" kau ingin memanjakan sugar Daddy mu dengan pakaian ini?"ejek luna.
"Bukan urusan mu."Anna memutar jengah bola matanya.
Seluruh pelayan itu berbisik satu sama lain membicarakan Anna.
'Ada apa dengan orang orang ini.'gerutu Anna dalam hati.
"Berikan aku lingerie ini!aku yakin dia tidak akan mampu membeli nya."perintah Luna pada salah satu pelayan.
"Baik nona."sahut pelayan itu.
"Apa maksud kalian.Aku dulu yang memegang nya."tolak Anna.
"Anda memegang nya belum tentu anda membeli nya."lawan pelayan itu.
"Siapa bilang aku tidak akan membeli nya?!bungkus ini untuk ku sekarang."perintah Anna.
"Kau yakin Anna?apa aku tidak sedang bermimpi?"ejek Luna.
"Baiklah berikan aku lingerie yang ada di sana."ucap Anna menunjuk pada lingerie yang di lemari kaca.Lingerie itu adalah lingerie termahal.Harga nya senilai 20jt.
"Kau bercanda anna?hahahahaha."Luna tertawa geli.
"Beli yang ini saja kau tidak mampu,kau mau yang itu?hahaha."ejek Luna lagi.
Seluruh pelayan itu berbisik menertawai Anna.
'dasar mereka...'batin Anna geram.
Anna meraih ponselnya dan menelepon Kriss.
"Aku sedang ada masalah di sini.Bisakah kau datang masuk?"pinta Anna berbisik.
Setelah itu mematikan ponselnya.
"Apa kau menelepon sugar Daddy mu?kau menjanjikan permainan yang panas agar dia mau membelikan itu untuk mu?"ledek Luna memandang rendah Anna.
Anna hanya memutar jengah bola matanya.
Kriss masuk ke dalam toko pakaian dalam wanita itu.
Semua pelayan tunduk hormat pada nya.
Luna menatap satu persatu pelayan itu baru menatap wajah kriss.
"Aku rasa kau akan di usir karena membuat lelucon di sini."ejek Luna pada anna melihat anak pemilik mall ini datang.
Kriss mendekati Anna.
"Ada apa?"tanya Kriss pada Anna.
Semua mata yang berada di sana terbelalak melihat kedekatan Kriss dan Anna dan juga Luna tidak kalah kagetnya.
"Aku hanya ingin lingerie yang ini.Mereka malah menyepelekan ku.Lalu aku meminta yang berada di lemari kaca sana juga mereka malah lebih mengejek ku."adu Anna.
"Oh...ternyata kau sudah merayu tuan muda Louman ya.Sayang sekali tuan,wanita itu sudah tidak pantas untuk mu.Apa kau sudi memakai barang yang sudah di cicip orang?"ucap Luna merasa Kriss akan mendengarkan nya.
"Apa alasan kalian tidak memberikan nya?!"bentak Kriss menggelegar di dalam toko itu.
"Apa begini kinerja kalian memandang rendah pelanggan?!!"tambah Kriss lagi.
"Ma..maaf kan kami tuan."ucap para pelayan itu serentak.
'Kenapa tuan muda Louman ini membela nya?'batin Luna.
"Cepat berikan itu!!"perintah Kriss menunjuk lingerie yang berada di dalam lemari kaca.
"Baik tuan."sahut salah satu pelayan itu.
"Tuan,apa tuan tidak salah pada wanita miskin ini?jangan tertipu keluguan nya."ucap Luna.
"Tertipu atau tidak nya itu bukan urusan mu!Dan kau tidak berhak mengatakan hal buruk tentang wanita ku."Kriss memberikan tatapan mematikan pada Luna.
Luna Merasa merinding melihat ekspresi wajah kriss.
'wanita ku?kau semakin manis saja Kriss.'batin Anna senang.
"Lain kali jika wanita ku datang ke sini kalian harus melayani nya dengan baik.Bagaimana pun dia adalah calon istri ku yang berarti calon nyonya Louman juga.apa kalian paham?!"bentak Kriss.
"Paham Tuan."serentak pelayan itu.
'nyo.. nyonya Louman?'Luna terkejut.
"Dan satu lagi.."Kriss menatap dingin Luna.
"Jangan biarkan aku melihat wanita ini berada di mall ini lagi!"ujar Kriss.
"Hey!begini kah cara kalian memperlakukan pelanggan?!"teriak Luna saat para petugas keamanan menyeret nya keluar.
"Maaf nona.Tapi kau telah menyinggung perasaan tuan muda."ucap petugas keamanan itu.
"Lepaskan aku!aku bisa keluar sendiri!!"bentak Luna.
Petugas keamanan itu melepaskan Luna.
"Lihat saja aku akan membalas mu Anna."gumam Luna kesal.
"Kau tidak apa-apa?"tanya Kriss.
"Tidak.Hanya sedikit kesal."sahut Anna.
"Ini tuan."pelayan itu memberikan paper bag berisi lingerie 20jt tadi.
"Tidak jadi."ucap Anna.
"Kenapa? bukankah kau menginginkan nya?"tanya Kriss.
"Aku ingin yang itu saja."menunjuk pada lingerie yang ia taksir.
"Tidak yang ini saja.Bagaimana mungkin wanita ku memakai barang murah seperti itu?"bisik Kriss.
'murah?kau bilang lingerie 1jt ini murah?aku rasa aku yang terlalu lama hidup miskin.huh..'batin Anna.
"Yang ini saja."mengambil paper bag lingerie 20jt itu.
"Bukankah itu berlebihan?aku tidak mau."tolak Anna.
"Kau harus mau."bisik Kriss.
"Tapi ini terlalu mahal untuk pakaian seperti ini,aku tidak mau."tolak Anna lagi.
"Ayo pergi."ajak Kriss menarik tangan anna dan membawa paper bag itu.
"Kriss ini terlalu mahal.Uang nya kan terlalu sayang untuk pakaian seperti itu."rengek Anna.
"Jika ini untuk wanita ku tidak ada alasan aku harus berhemat."ucap Kriss.
"Aku senang kau berpikiran untuk memanjakan ku ku malam ini.Aku sudah membantu mu menggoda ku bukan malam ini?"Kriss tersenyum mesum.
"Huh..dasar mesum.."gerutu Anna dan berjalan mendahului Kriss.
🍃🍃🍃🍃
Malam tiba.
Kriss membuka kan pintu mobil untuk Anna keluar.
Mereka baru saja tiba di rumah utama.
Mereka berdua masuk sambil bergandengan tangan.
"Jangan khawatir.Aku di sini."bisik Kriss.
Anna mendongak menatap wajah Kriss lalu tersenyum.
'tidak ku sangka aku sudah berada di titik ini.'batin Anna.
"Silahkan tuan muda,Tuan besar dan semua nya berada di meja perjamuan."ucap salah seorang kepala pelayan.
Kriss mengangguk pelan.
Mereka sampai di meja perjamuan.
"Selamat malam kakek,ayah,ibu,Bibi pertama."ucap Kriss memberikan salam.
"Duduk lah!"ucap kakek.
Kriss menarikan satu kursi untuk Anna.
"Sudah seperti ratu saja."gerutu Megi pelan namun di dengar oleh ayah Kriss.
"Jangan membuat masalah."ayah Kriss memberikan peringatan.