Bring Me

Bring Me
Pelaku



Setelah mendengar informasi dari Shaun bahwa Anna sudah di temukan Kriss bergegas menuju ke kantor polisi.


Setiba nya di sana Anna masih dalam proses investigasi.Ia di temukan dalam keadaan baik baik saja tanpa luka sedikit pun.Ia di temukan oleh polisi yang sedang berpatroli di area batas Provinsi.Ketika polisi menggeledah diri nya dan mobil yang ia gunakan di temukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa ia sebagai pelaku atas pembunuhan malam itu.


Saat polisi menggeledah mobil yang ia gunakan,terdapat beberapa berkas berkas aset berharga salah satu nya seperti sertifikat tanah kosong.Di temukan sepasang sarung tangan dan 2 pisau besar yang di sembunyikan di bawah jok mobil.


Polisi juga menggeledah diri nya dan tidak menemukan satu pun luka pada diri nya kecuali bekas cakaran di area betis kanan nya.Polisi juga menemukan sebuah dress dalam keadaan penuh darah dan bagian bawah nya robek seperti di tarik.


Karena banyak bukti yang menguatkan nya sebagai pelaku Anna pun di selidiki lebih dalam.Tapi dalam sepanjang introgasi ia selalu membantah dan tidak berkata tidak melakukan apapun.


Kriss yang mendengar pernyataan itu benar syok berat.Bagaimana bisa wanita yang ia cintai melakukan ini.Selama penyelidikan ia belum bisa bertatapan dengan Anna.


Karena Anna tidak mengakui perbuatan nya polisi mencari bukti lain pada setiap kuku para korban yang tewas malam itu.Polisi menduga bahwa cakaran itu mungkin perlawanan dari korban.Hal itu semakin di dukung ketika polisi yang menemukan robekan dress dalam genggaman kakek di tkp.Polisi mencocok kan robekan tersebut dengan dress Anna yang sudah tidak ia kenakan ketika di temukan di batas kota.


Robekan dan dress nya yang robek bagian bawah sangat cocok.Polisi segera memeriksa bawah kuku kakek dan hal mengejutkan pun terjadi.Terdapat DNA Anna di bawah kuku kakek.


Polisi pun menetapkan Anna sebagai tersangka karena beberapa bukti yang kuat.Tapi polisi belum menemukan motif pembunuhan ini.


Media di sedang gempar akan kasus ini.Dan berita ini juga sudah sampai ke telinga ibu nya dan orang orang terdekat maupun mengenal nya karena satu negara di heboh kan dengan pembantaian anggota baru keluarga konglomerat ini.


Hansen yang di Turki pun mendengar berita ini langsung meminta asisten nya Ludovic untuk menyelidiki kasus ini.Karena ia sangat percaya bahwa Anna tidak mungkin melakukan hal begini.


"Cepat selidiki kasus ini.Dan malam ini kita akan terbang ke Indonesia untuk membantu Anna." Jelas Hansen yang gelisah karena hal buruk terjadi pada wanita yang ia cintai.


"Baik,pak." Sahut Ludovic.


Ludovic segera meninggalkan ruangan Hansen.


"Bagaimana dengan Kriss? Apa ia juga mencurigai Anna?" Lirih nya takut.


Malam hari nya sebelum keberangkatan menuju Indonesia,Hansen sudah menerima informasi dari Ludovic.


"Bagaimana?" Tanya Hansen begitu Ludovic masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke bandara.


"Nona Anna di jadikan pelaku karena beberapa bukti kuat dan di duga akan kabur keluar kota menggunakan salah satu mobil tuan Gerald.Saat kejadian Kriss tidak berada di tempat karena terjadi kebakaran di malam itu juga tepatnya di gedung produksi farmasi Louman.Nyonya Megi juga tidak berada di rumah saat itu.Ia sedang berlibur ke pulau Jeju." Jelas Ludovic lagi.


"Aku yakin dia di jebak. Perkiraan ku,Megi sengaja berlibur karena mungkin mengetahui akan terjadi hal ini.Di saat itu juga terjadi kebakaran seolah ingin mengalihkan perhatian agar Kriss meninggalkan rumah saat itu juga.Mungkin mereka menyuruh pembunuh bayaran untuk melakukan ini dan membuat beberapa aksi agar terlihat seperti Anna yang melakukan nya." Sambung nya lagi.


Hansen hanya terdiam mencerna laporan itu.Ia berpikir bahwa memang ada dalang di balik ini.Jika itu Megi mungkin saja ia melakukan ini karena sangat tidak menyukai Anna dari awal.Tapi apa hal yang membuat wanita itu gila sampai membuat suami sendiri kehilangan nyawa.


"Selidiki semua tentang Megi berserta masalalu nya juga.Dan segera telpon pengacara untuk Anna." Perintah Hansen.


"Baik,pak."


Setelah mendapat izin dari polisi,akhirnya Kriss bisa bertatap muka dengan Anna.


"Kenapa?" Tanya nya sayu dan sudah tidak bertenaga.


"Tapi bagaimana bisa kau berada di batas kota? Apa yang kau lakukan di sana.?!!" Bentak Kriss.


"Aku juga tidak tahu!! Aku di buat pingsan saat melihat seorang pria baru saja keluar dari kamar mmm." Anna berusaha meyakinkan.


"Kau tidak percaya aku?" Lirih nya.


"Siapa yang akan ku percayai dalam keadaan seperti ini,,," Kriss tertunduk putus asa.


"Aku bersumpah tidak melakukan ini,Kriss.Untuk apa aku melakukan ini?!"


"Kau bahkan tidak bisa membuktikan bahwa kau tidak bersalah!! Aku bingung Anna,aku sangat bingung!!" Bentak Kriss marah.


Kriss bangkit dari duduk nya dan berjalan pergi menuju pintu keluar ruang introgasi.


"Kau sungguh tidak memercayaiku? Kau juga berpikir aku melakukan itu?" Lirih Anna merasa sangat terpukul.


"Bagaimana jika ini rencana ibu mu?! Apa kau tidak ingin mencari tahu kebenaran nya?!" Teriak Anna.


"Cukup Anna!! Jangan membawa bawa ibu ku!!!" Setelah berkata demikian Kriss keluar dari ruangan itu.


"Ternyata dia tidak percaya pada ku,,Dia sangat percaya pada ibu nya yang mungkin saja dalang semua ini,," lirih nya.


"Aku tidak menyangka kau tidak ada di pihak ku di saat seperti ini,," Hati nya terasa bagai di rajam.Saat ini ia tidak memiliki siapa pun yang memercayai nya.


"Aku tidak punya jalan lagi.Apa aku harus menerima ini semua? Tapi siapa yang akan memercayai ku? Bagaimana anak ku sekarang,, hu,hu,,Ibu sangat merindukan mu,nak.Kau baik baik saja kan,," Anna menangis pilu.


Ia merasa benar benar putus asa.Bahkan jika ibu nya berusaha mengeluarkan nya dari sini ada hal yang mustahil.Keluarga Louman yang kaya pasti akan selalu menang.Ia pun berusaha menerima karena tidak memiliki harapan.


Kriss yang baru keluar dari ruangan itu berjalan gontai sambil melamun.Seketika diri nya pingsan dan polisi yang sedang berada di dekat nya langsung membantu dan membawa nya ke rumah sakit.


Saat ia membuka mata nya terbangun dari pingsan,ia mendapati ibu nya,Megi berdiri di sisi ranjang bersama Aurora.


"Kriss,,," lirih ibunya menangis.


"Kau tidak apa apa kan,,, ibu menyesal sudah pergi berlibur meninggalkan ayah mu,," Megi menangis tersedu sedu.


Tatapan Kriss terlihat kosong.ia mengalami depresi berat.


"Kau tidak apa apa kan? Ada ibu di sini akan melindungi mu.Jangan takut,nak." Megi memeluk Kriss yang terdiam.


"Sudah tante.Kriss pasti sedang syok." Aurora mengusap usap pundak Megi.


Aurora merasa penuh kemenangan.Ia tersenyum puas.