Bring Me

Bring Me
Di culik



Setelah makan malam berjalan lancar semua anggota keluarga duduk di ruang keluarga.


"Jadi kapan kalian akan memutuskan menikah?"tanya kakek Kriss.


Kriss dan Anna saling pandang.


"Sesegera mungkin,kek."sahut Kriss.


"Bagaimana jika di lakukan Minggu depan?"saran kakek.


"Kenapa?"


"Kakek akan kembali ke Hongkong."jawab kakek.


"Bagaimana?"bisik Kriss pada Anna.


"Terserah kau saja."jawab Anna.


"Baiklah kek.Lebih cepat lebih baik."Kriss setuju.


"Kalau begitu kakek akan membantu mempersiapkan acara pernikahannya."tawar kakek.


"Ayah,tidak perlu repot-repot.Ayah sudah tua.Lebih baik acara ini sederhana saja."saran Megi.


"Tidak.Pernikahan ini harus meriah.Kriss adalah cucu pertama ku.Bagaimanapun ia harus memiliki momen terindah dalam pernikahannya."bantah kakek.


"Besok jika ada waktu kalian silahkan pergi memilih gaun."perintah kakek.


"Baik kakek."ucap Kriss.


'Jangan senang dulu.Wanita rendahan seperti mu tidak akan pernah masuk ke keluarga kami.'ucap Megi dalam hati sambil menatap sinis ke arah Anna.


'Aku merasa ibu Kriss memiliki dendam yang sangat dalam.'batin Anna yang tersadar akan tatapan dari Megi.


Drrttt....


Ponsel Kriss bergetar.Ia menatap layar ponselnya Shaun meneleponnya.


"Permisi,aku akan mengangkat panggilan dulu."pamit Kriss.


Kakeknya mengangguk menanggapinya.


Anna terlihat kebingungan dan merasa malu.


"Kau harus mulai bisa memasukkan diri mu di keluarga ini."Ucap kakek memecah ke bisuan Anna.


"Baik kek."sahut Anna.


"Bagaimana dengan keadaan kedua orang tua mu?"tanya kakek lagi.


"Mereka baik baik saja kek."sahut Anna.


"Dia hanya memiliki seorang ibu dan adik laki-laki.Ayah mereka pergi meninggalkan mereka entah kemana.Hidup yang cukup rumit."ucap Megi.


"Jaga ucapan mu!"bisik Ayah Kriss.


"Aku mengatakan yang sebenarnya.Tentu aku menyelidiki tentang wanita yang ingin bersama dengan anak ku.Hidupnya saja serumit itu."sindir Megi.


"Siapa yang memperbolehkan kau bicara?!"geram kakek.


'seperti nya ibu Kriss benar benar tidak menyukai aku.'batin Anna.


"Apa aku melewatkan sesuatu?"tanya Kriss yang tiba-tiba muncul.


Anna merasa lega karena Kriss susah datang.


Mereka tidak menanggapi Kriss dan hanya terdiam.


"Kakek,ayah,ibu.Aku pamit dulu.Masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan."ucap Kriss.


"Baiklah.Jangan lupa untuk sering sering ke sini."ucap Ayah.


"Tentu ayah.Kalau begitu kami pamit dulu."ucap Kriss.


Anna pun bangkit dari duduknya.


"Kakek,paman,bibi.Terimakasih untuk makan malamnya.Aku pamit pulang."ucap Anna sopan.


"Iya."sahut kakek.


"Kalian hati hati."ucap ayah.


"Baik ayah."sahut Kriss.


Kriss dan Anna pun meninggalkan mereka dan keluar dari rumah megah itu.


Saat di perjalanan.


Anna terlihat melamun menatap sisi jalan yang ia lewati.


Kriss menyadari itu dan meraih tangan Anna.


"Apa mereka mempersulit mu?"tanya Kriss.


"Hah."Anna terkejut.


Kriss menepikan mobilnya.


"Ada apa?"tanya Anna bingung Kriss menepi.


"Aku bertanya apakah mereka mempersulit mu?"ucap Kriss lagi.


"Tidak."jawab Anna.


"Tidak apa katakan saja."desak Kriss.


Anna menatap lembut wajah Kriss.


"Sungguh tidak ada."Anna malah tersenyum indah demi meyakinkan Kriss.


'senyuman mu...'batin Kriss.


Kriss meraih tengkuk leher Anna lalu menyatukan bibirnya dan bibir Anna.


Anna terbuai oleh ciuman hangat Kriss.


Kriss semakin menginginkan lebih Ia mulai mencium lekuk lehernya Anna.


Anna tersadar dan mendorong Kriss.


"Mesum."ucap Anna sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.


Kriss tersenyum kecut.


Ia mulai melajukan mobilnya dengan cepat.


Anna mulai merasa kecepatan mobilnya tidak seperti tadi.


'apa dia marah?'batin Anna sedikit menoleh ke arah Kriss.


Sesampainya di rumah Kriss masuk ke dalam rumah duluan.


'Dia kenapa?'batin Anna bingung.


Anna menyusul Kriss.


Kriss menaiki tangga menuju ke kamar.


'lebih baik aku tidur di kamar bawah saja.'ucap Anna dalam hati.


Tapi hati Anna masih resah apa yang sedang Kriss marahkan.Ia pun menyusul Kriss ke atas.


Tok,tok, tok.


Anna mengetuk pintu.Dan Kriss pun langsung membuka pintu.


Anna terkejut Kriss langsung saja menariknya ke dalam.


"Kriss..."panggil Anna.


"Sssttt....kau harus menyelesaikannya."bisik Kriss di telinga Anna sehingga membuat bulu kuduk Anna berdiri.


"Kau..."Anna terbungkam oleh ciuman hangat Mereka pun hanyut dalam permainan panas.


🍃🍃🍃🍃


Pagi tiba.


Tok,tok, tok.


Terdengar ketukan pintu dari luar kamar.


Kriss yang sudah bangun tapi masih malas untuk bangkit pun memutuskan untuk membuka pintu.


"Tuan.."sapa Shaun setelah Kriss membuka pintu.


"Ada apa sepagi ini?"tanya Kriss.


"Maaf mengganggu tuan.Tapi saya baru mendapatkan kabar bahwa seseorang telah mencuri semua obat hasil temuan tuan."jelas Shaun.


"Apa? bagaimana bisa?!"Kriss merasa mood paginya seketika buruk.


"Kita memiliki penghianat di dalam pabrik farmasi.Setiap sudut rekaman cctv sudah di hapus."jelas Shaun lagi.


"Mari ke ke pabrik sekarang.Dan jangan laporkan ini dulu ke tuan besar."ucap Kriss.


"Baik tuan."sahut Shaun.


"Kau tunggu di bawah aku akan ganti baju."perintah Kriss.


"Baik tuan."ucap Shaun patuh.


Kriss kembali menutup pintu.


"Ada apa ?"tanya Anna yang terbangun.


"Ada sedikit masalah di pabrik.Aku akan pergi dulu."jelas Kriss.


"Baiklah."sahut Anna.


Kriss hanya mencuci wajahnya lalu mengganti pakaian dan pergi pamit kepada Anna.


"Tunggu aku di rumah.Aku akan cepat pulang."Kriss memberikan kecupan di kening Anna.


"Iya.Hati hati."balas Anna.


Kriss pun pergi meninggalkan Anna.


"Apa sepenting itu, sampai tidak mandi.."gerutu Anna.


*Bisakah kau menemui ku.Kita sudah jarang berjumpa.*


*Sudah tidak peduli lagi dengan ku ya.Semenjak sahabat karib mu itu pulang aku sudah tersisih.*


*Mari makan bersama.*


"Ada apa dengannya?hmm,,tapi aku dan dia sungguh tidak punya masalah.Aku akan menemuinya."gumam Anna.


*Baiklah.Aku akan menemui mu di restoran xxx*balas Anna.


*Baiklah*jawab jessi balik.


Anna mengirimkan pesan pada Kriss.


*Aku akan keluar menemui teman.*pesan Anna pada Kriss.


Setelah itu Anna bersiap untuk pergi menemui Jessi.


🍃🍃🍃


"Anna!"panggil Jessi.


Anna tersenyum lalu menghampiri Jessi.


Anna duduk di hadapan Jessi.


"Kau semakin cantik saja.Aku jadi iri."ucap Jessi.


"Jangan terlalu memujiku."Anna menjadi tersipu malu.


"Aku sudah memesan makanan kesukaan mu.Makanlah."tawar Jessi.


"Terimakasih."sambut Anna.


'kau terlalu bodoh Anna.'batin Jessi.


"Setelah ini bisakah kau temani aku ke apartemen ku mengambil barang ku yang tertinggal?"ajak Jessi.


"Barang?apa itu penting?"tanya Anna sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Justru karena penting aku rela untuk kembali mengambil."celetuk Jessi.


"Oh.Baiklah."sahut Anna.


'kena lagi kau Anna.Aku akan membuat Dr.Kriss menjauhi mu.'batin Jessi.


Drrttt..


Anna langsung menatap layar ponselnya yang berdering.


'nomor tidak di kenal?'batin Anna.


Anna pun mengangkat panggilan dan hanya diam membiarkan si penelepon berbicara duluan.


"Nona Anna yang merasa terhormat.Maaf mengganggu mu.Tapi aku sangat ingin membicarakan sesuatu dengan mu."ucap wanita di seberang yang tak lain adalah Megi.


"Apa penting?"tanya Anna malas.


"Sangatlah penting.Datanglah ke Cafe xxx."ucap Megi.


"Hmm."jawab Anna dengan deheman.


"Siapa?"tanya Jessi setelah Anna menutup teleponnya.


"Seseorang.Aku ada urusan mendadak.Mungkin aku tidak bisa menemani mu."ucap Anna.


"Benarkah?sayang sekali.Baru juga berjumpa."keluh Jessi.


"Lain kali aku akan mengundang mu makan.Tapi maaf untuk kali ini.Ini sangat penting.


"Minumlah sedikit minuman mu.Sayang belum tersentuh."tawar Jessi karena obat itu dia masukkan ke dalam minuman Anna.


"Baiklah."Anna meneguk sedikit minumannya.


"Kalau begitu aku pamit dulu."ucap Anna.


"Iya.Hati hati ya."sahut Jessi tersenyum puas.


Anna pun meninggalkan Jessi.


"Cepat bawa masuk ke dalam mobil."ucap Jessi pada seseorang yang sedang ia telepon.


"Baik nona."jawab pria yang di sebrang.


"Liat saja Anna.."Jessi tersenyum jahat.


Setibanya di luar resto Anna melihat sebuah taksi menghampiri.


'Aku tidak ada pesan taksi, kenapa taksinya datang ke aku?hmm, mungkin taksinya mengejar pelanggan.'Anna berusaha positif thinking.


"Silahkan masuk nona!"ajak wi supir setelah menurunkan kaca mobilnya.


"Iya pak."jawab Anna lalu masuk le dalam mobil.


"Mau kemana nona?"tanya si supir.


"Ke Cafe xxx di jalan cempaka."ucap Anna.


"Baik."sahut supir itu.


'kok kayaknya bakal terjadi sesuatu? perasaan ku kok gak enak gini ya.'batin Anna merasa resah tapi tidak tahu perihal apa.


"Uh...kenapa badan ku..."Anna merasa ada yang tidak beres dengan badannya.


Seketika si supir merubah arah jalur ke jalan yang tidak seharusnya di lalui.


Anna merasa jalan yang di lalui berbeda ia pun mulai bertanya.


"Pak,ini kan bukan jalannya?saya sedang buru buru pak."ujar Anna sambil menahan reaksi tubuhnya yang memanas.


"Kita ambil jalan pintas nona."jawab supir itu.


"Kalau begitu cepat ya pak."


"Baiklah nona.Saya lihat nona sudah tidak sabar lagi."si supir menyeringai.


Anna mulai merasa curiga dengan supir itu.


Ia mengirimkan alamat pada Kriss agar Kriss dapat melacak keberadaan Anna.


Anna menelepon Kriss berulang kali secara diam-diam.


"Pak masih lama?"tanya Anna pura-pura tenang.


"Sabar nona sebentar lagi.Apa kau ingin melakukan hal itu di sini."supir itu memperlihatkan senyuman naka dari spion tengah.


"Tolong berhenti.Aku akan memberikan semua uang ku pada mu."perintah Anna.


"Aku tidak butuh uang mu nona.Aku hanya ingin membantu mu melakukan itu."supir itu memberhentikan mobilnya.


Dengan cepat Anna langsung membuka pintu mobil sebelum si supir itu menyerangnya.


"Sialan!"maki supir itu sambil mengejar Anna yang kabur.


"Tolong!!tolong!!"jerit Anna.


Tapi tidak ada satupun orang yang lewat atau melihat Anna.


Karena posisi mereka saat ini sedang di jalan sunyi yang masih belum ada jalan yang di bangun.


Anna berulang kali menelepon Kriss.


Shaun melihat ponsel Kriss terus berdering.Sedangkan Kriss sedang marah dengan para karyawan yang lalai.


Shaun pun memberanikan diri untuk mengangkat panggilan itu.


"Hallo nona."sapa Shaun.


"Kriss tolong aku..hiks..tolong..a..aku.."suara Anna terdengar kacau.


"Di mana nona sekarang?!"tanya Shaun kaget.


"Aku sudah mengirimkan.."


"Kena kau ******!!"terdengar suara pria yang memotong pembicaraan mereka.


"Nona!!"teriak Shaun.


"Tolong.. jangan!!"teriak Anna.


Shaun langsung menghampiri Kriss yang di dalam ruangan dengan mendobrak pintu.


"Shaun!"bentak Kriss.


"Maaf tuan.Nona dalam bahaya!"pekik Shaun.


"Apa?!!"Kriss terkejut.


"Di mana dia sekarang.Ayo cepat bergerak!"ujar Kriss panik.


"Nona mengirimkan alamat."menunjukkan pesan dari Anna.


"Ayo cepat!"perintah Kriss.


Mereka buru buru pergi meninggalkan ruangan itu dan semua karyawan yang penuh tanda tanya apa yang sedang terjadi.


Shaun membukakan pintu untuk Kriss.


Tapi Kriss malah masuk dan duduk di kursi supir.


Tanpa pikir panjang Shaun masuk duduk di kursi penumpang di samping Kriss.


Kriss melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Tuan hati hati."ucap Shaun yang panik dengan kecepatan mobil Kriss.


"Diam!"bentak Kriss.


'Ya tuhan berikan aku umur yang panjang.Aku tidak ingin mati sebelum aku memiliki Shaun junior.'ucap Shaun dalam hati merasa tertekan.


'Anna bertahan.Aku akan menjemputmu.Ku mohon bertahan.'batin Kriss cemas.


Saat lampu merah baru saja menyala Kriss malah menerobos dan melanggar lalu lintas.


"Tuan,aku tidak tanggung jawab atas pelanggaran ini."keluh Shaun yang takut.


"Diam!"bentak Kriss lagi.