
"Silahkan berteriak!Teriaklah yang kencang!"bentak pria itu pada Anna yang sudah ia cengkram kuat bahunya.
"Tolong lepaskan aku.Aku mohon."Anna berusaha memohon.
Pria itu menarik Anna masuk ke dalam mobil.
Anna berusaha meronta-ronta tapi tenaganya semakin terkuras.
'Kriss,kau di mana.'lirihnya dalam hati.
Anna semakin lemah ketika ia di hempaskan ke dalam mobil.
"Kau pulihkan saja tenaga mu saat ini."ucap pria itu sambil menutup pintu mobil dan di kunci.
Pria itu pergi menemukan ponsel Anna dan membuangnya jauh-jauh.
Setelah pria itu kembali lagi ia di kejutkan dengan kaca jendela mobil pecah.Dan ia tidak mendapati Anna di dalam sana.
"Dasar ******!!"maki pria itu.
Pria itu segera mencari cari keberadaan Anna.
Anna terus berlari.Lengan sebelah kirinya terluka akibat pecahan kaca jendela mobil tadi ketika hendak keluar.
Anna mendengar suara teriakan pria itu mendekat.
"Aku harus sembunyi."ujar Anna mulai panik.
Seluruh badan Anna bergetar.
Panas di badannya semakin tak tertahankan.
Dengan jeli pria itu dapat melihat Anna yang sembunyi di balik semak belukar.
"Dapat kau ******!!!" Hardik pria itu mulai mendekati Anna diam diam.
Pria itu langsung menyergap Anna.
"Tolong!!!"teriak Anna dan suaranya mulai serak.
Pria itu malah merobek baju atasan Anna.
Kreekk.
"Aaa....toollonng..."teriak Anna lagi.
Dengan tenaga seadanya Anna menendang aset berharga pria itu.
"Aargghh!!"erang pria itu.
Anna lari lagi.
"******!! bajingan kau!!"teriak pria itu.
Anna terus berlari sejauh mungkin.Tapi kini kaki nya mulai terasa lemas.
Ia tersungkur tapi masih dalam keadaan sadar.
Pria itu mendapatkan Anna lagi.
"Dasar bajingan kau!!"pria itu menampar pipi Anna.
Plak.
Anna mulai pusing.
Pria itu menghajar wajah Anna.
Bugh!.
Duarr!!
Sebutir peluru mendarat di paha pria itu.
Ia langsung mencari keberadaan asal bunyi tembakan itu.
Kriss yang baru saja tiba melihat Anna di hajar begitu tidak sabar dan menembak paha pria itu.
Ia berlari mendekati pria itu.
Pria itu hendak kabur tapi Kriss kembali mendaratkan peluru pada betis pria itu sebanyak 3 kali.
Pria itu pun tersungkur kesakitan.
Shaun segera menangkap pria itu.
Kriss menggendong Anna masuk ke dalam mobil.
Sungguh emosinya semakin tersulut melihat keadaan Anna memperihatinkan.
"Aarrgghhhh."Kriss memukul stir.
Shaun masuk ke dalam mobil setelah memasukkan si pria mesum tadi ke dalam bagasi mobil.
Kriss memacu cepat mobilnya menuju rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Anna di bawa oleh perawat menuju UGD.
Sedangkan Shaun pergi membawa pria mesum itu ke sebuah tempat rahasia mereka untuk di beri hukuman setimpal.
🍃🍃🍃
Sudah 3 hari berlalu tapi Anna tidak kunjung sembuh juga.Sedangkan dalam setiap perawatan Anna Kriss lah yang menanganinya.
Shaun masuk membawa makan siang untuk tuannya itu.
"Tuan."sapa Shaun memecah lamunan Kriss.
"Ada apa?"tanya Kriss lesu.
"Makan siangnya tuan."Shaun meletakkan bungkusan makanan yang ia beli di sebuah resto.
"Letakkan saja di situ."ucap Kriss sembari membaringkan tubuhnya di atas sofa.
Shaun sungguh merasa iba melihat kesedihan tuannya itu.
'Semoga nona Anna segera sadar.'batin Shaun.
"Uh.."terdengar suara keluhan.
Shaun langsung menatap ke arah Anna yang terbaring.
"Nona."lirihnya.
"Tuan!tuan..."panggil Shaun dengan menggoyangkan sedikit bahu Kriss yang memejamkan matanya.
"Ada apa lagi?!"nada Kriss sedikit meninggi.
"Nona seperti akan bangun.Aku mendengar suara erangan."jelas Shaun.
Benar saja ia melihat Anna sedang berusaha bangun membuka matanya.
"Dia sadar."lirih Kriss sambil tersenyum tipis.
Anna mulai membuka matanya sempurna.
Ia menangkap wajah Kriss yang sedang menatap dengan senyuman.
"Kriss..."lirihnya.
"Bagaimana?bagian mana yang terasa sakit ?"tanya Kriss cemas.
"Wajahku terasa sakit.."Anna agak susah berbicara akibat wajahnya sedikit bengkak.
Hati Kriss seperti tersayat.
"Nanti aku pasti akan menyembuhkan mu."ujar Kriss.
"Aku..."Anna kembali teringat ketika ia sedang di kejar oleh pria mesum itu.
"Kriss..."Anna malah menangis.
"Ada apa?"Kriss duduk di sisi Anna dan memeluk erat Anna.
"Sudahlah.Tidak akan ada lagi yang menggangu mu."ujarnya menenangkan Anna sambil mengusap puncak kepala Anna.
"Pria itu?"tanya Anna menatap sendu Kriss.
"Di sudah ku tangkap.Aku belum memberinya pelajaran.Karena kau lebih penting."Kriss mengecup kening Anna.
"Aku sangat takut..apa dia menyentuh ku?"tanya Anna dengan sedikit terisak.
"Dia belum sempat mengotori mu.Tapi aku juga pastinya memberikan ganjaran yang setimpal atas apa yang ia lakukan."ucap Kriss.
"Terimakasih.Terimakasih Kriss."Anna memeluk erat tubuh Kriss sambil menangis.
"Sudahlah jangan menangis.Wajah mu bisa membesar lagi nanti."Kriss mencairkan suasana sedih itu.
Anna mengangkat wajahnya dan menatap intens Kriss.
Shaun yang sadar diri akan keadaan ini segera keluar dan menunggu di luar.
'Maafkan datang terlambat.Jika saja aku cepat beberapa menit mungkin dia tidak sampai menyakiti mu.'batin Kriss.
"Mau sarapan?"tanya Kriss.
Anna mengangguk."mau."
"Sebentar,biar aku pinta Shaun mengambilnya dari perawat."ujar Kriss sembari melepaskan pelukannya dan bangkit.
🍃🍃🍃
"Ini tidak mungkin!Tidak mungkin pria sialan itu tertangkap!"Jessi berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
"Bagaimana ini.."keluhnya.
"Luna! iya aku harus membicarakan ini padanya."Jessi segera mengambil ponselnya dari atas nakas.
"Nyonya Luna."sapanya ketika sudah terhubung dengan Luna.
"Ada apa?!"tanya Luna ketus.
"Itu,,rencana tentang Anna gagal.Pria suruhan ku berhasil di tangkap oleh Kriss.
"Apa?!!Dasar bodoh!Mengapa kau begitu tolol?!!"maki Luna pada Jessi.
"Aku tidak tahu akan seperti ini jadinya."bantah Jessi.
"Aku tidak mau tahu, sekarang cepat pergi menuju negara S untuk sementara waktu."perintah Luna.
"Tapi kau belum membayarku.Bagaimana pun pria itu tidak berhasil menyetubuhi Anna,tapi berhasil membuat wajahnya rusak."Ucap Jessi.
"Aku akan membayarmu.Dan aku akan membelikan mu tiket pesawat.Cepat lakukan apa yang aku perintahkan!!"ujar Luna sedikit gusar.
"Baiklah."telepon pun di tutup.
Jessi segera membereskan baju yang akan ia bawa menuju negara S.
🍃🍃🍃
'sepertinya aku juga memiliki sekutu yang bisa melawan Anna bersama ku.'batin Megi senang ketika mendapati kabar Anna terluka dan berada di rumah sakit.
'Tapi siapa orang ini?'
'apa ini ulah Arina?'batinnya lagi.
'lebih baik nanti saja aku cari siapa dalangnya.Lebih baik aku melihat keadaan wanita rendah itu.Sungguh rugi jika aku tidak melihat keadaan menyedihkan wanita itu.'Megi tersenyum jahat.
Sesampainya di rumah sakit Megi berjalan dengan wajah bahagia.Setaunya Anna masih koma.
Megi melewati 2 orang suster yang sedang membicarakan tentang hubungan Kriss dan Anna.
"Nona itu sungguh beruntung bisa mendapatkan Dr.Kriss ya.Aku jadi iri.Dr.Kriss menemani nona itu sampai sadar sekarang."ucap salah satunya.
"Benar.Bahkan dalam 3 hari ini Dr.Kriss terlihat tidak mandi."sambung salah satunya lagi.
"Benarkah?"
"Benar.Dia bahkan masih memakai baju itu itu saja."jelas satunya.
Megi geram.Ia mengepal erat tangannya.
'Dia sudah sadar ternyata.Sebaiknya aku jalankan saja rencana ku yang tertunda.'gumam Megi dalam hati.
Megi melanjutkan menunju ke kamar tempat Anna di rawat.
Dari kejauhan Megi melihat Kriss baru saja keluar dari kamar Anna bersamaan dengan Shaun.
Megi sesegera mungkin bersembunyi.
Setelah Kriss sudah berlalu dari sana Megi masuk ke dalam kamar Anna.
Ia mengunci pintu dari dalam.
Anna yang baru saja mau memejamkan matanya terkejut dengan kedatangan Megi.
"Tante.."lirihnya kembali bangkit duduk.
"Bagaimana keadaan mu?"tanya Megi berakting baik.
"Lumayan baik."jawab Anna bingung.
'ada apa dengan tante ini?Kenapa di tiba tiba berubah baik?aku punya firasat tidak enak.'batin Anna.
"Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu."ucap Megi tersenyum lebar mendekati Anna.