Bring Me

Bring Me
Pingsan



"cepat buka pintu nya!"teriak megi sambil menggedor pintu kamar kriss.


"Bibi tidak ada siapapun di sana.Kamar ini di kunci oleh Kriss."tahan freya panik.


"Kalau begitu siapa yang bersuara di dalam sana!"bentak megi.


"Cepat buka!"teriak megi menggedor lagi.


Terdengar lagi suara muntah anna.


"Apa kau tuli freya?!siapa yang ada di dalam sana?!"tanya megi dengan sorot mata marah merasa di bohongi oleh Freya.


Megi pun mendobrak pintu itu sekuat tenaganya.


Karena tidak terbuka ia mengambil sebuah patung kecil yang terbuat dari lelehan tembaga.


Ia memukulkan nya pada knop pintu.


Freya tidak bisa lagi menahan bibi nya itu.


Pintu pun berhasil di buka oleh megi.


Ia menuju kamar mandi kriss dan mendapati sosok anna sedang muntah.


"Hey siapa kau!"bentak megi.


Anna membalikkan badannya menatap wajah megi.


Wajah anna terlihat pucat.


"Bukankah itu teman mu freya? mengapa ada di kamar kriss?kau tahu kriss sangat anti barang nya di pegang orang."megi memarahi freya.


Anna kembali muntah.


Hoek...hoek...


"Cepat keluar dari sini!lancang sekali kau!"bentak megi tanpa belas kasihan pada anna.


Anna tidak menghiraukan megi karena ia merasa mual nya semakin menjadi.


"Mengapa kau muntah di kamar anak ku?!apa kau hanya berakting?!kau mau menjebak anak ku?!"bentak megi lagi.


"Bibi tenang lah.dia sedang hamil."seru freya sambil menarik mundur megi.


"Hamil?"megi menghela nafas kasar.


"Kenapa kau membawa nya kemari?"tanya megi dengan nada yang mulai reda.


"Mungkin kriss belum mengatakan hal ini pada bibi.Dia sedang hamil anak kriss.Dan kriss sendiri yang membawa nya ke sini."jelas freya.


"Bibi tidak boleh terlalu bersikap kasar pada nya karena dia sedang mengandung cucu bibi."sambung freya lagi.


"Hamil anak Kriss?"emosi megi kembali memuncak.


Sedangkan anna masih memuntahkan isi perutnya.


"Wanita ******!kau hanya menjebak anak ku kan!"teriak megi sambil menghampiri anna.


Freya yang menahan megi terhempas dan terjatuh.


Megi menjambak rambut anna yang tidak bisa menghindar karena sudah lemas.


"Kau pasti sudah menggoda anak ku!dasar wanita rendah!mungkin juga ini bukan benih anak ku!"teriak megi sambil menjambak anna yang tidak berdaya tanpa belas kasihan.


Freya berusaha menjauhkan megi dari anna.


"Bi...sudah bi...aku mohon sudah!"jerit freya sambil menangis.


Anna menangis kesakitan juga.


"Tolong lepaskan nyonya."lirih anna yang kesakitan.


"Dasar kau pela**r!"maki megi terus menjambak anna.


"Mama!"teriak kriss yang datang berlari menuju pertikaian itu.


Kriss berhasil menjauhkan mama nya dari anna.


Freya memeluk anna erat.


"Apa yang mama lakukan!"bentak kriss dengan wajah marah.


"Kau berani menatap ku seperti itu kriss?!aku ini mama mu!dan kau malah membela wanita murahan itu!"bentak megi sambil menunjuk ke arah anna.


"Cukup ma!mama sudah keterlaluan!"bentak kriss.


"Kriss!anna..."teriak freya panik.


Kriss langsung menghampiri anna.


Anna tidak bisa merespons panggilan dari freya lagi.lalu ia pingsan.


Tanpa pikir panjang kriss menggendong anna naik ke atas ranjang.


Kriss mengeluarkan stetoskop dari tas nya.


Megi hanya bisa memandang apa yang kriss lakukan.


"Freya ayo ke rumah sakit!"ajak kriss sambil menggendong anna lagi.freya dan kriss pun pergi meninggalkan megi yang masih terpaku.


Megi masih tidak menyangka anak nya telah membentak nya.


Ia merasa sedih karena kriss membela wanita yang baru saja ia kenal.


Megi pun menangis.


🍃🍃🍃🍃


Setiba di rumah sakit kriss membawa anna ke UGD.Kriss sendiri yang memeriksa anna di temani oleh lussi dan 2 orang perawat.Sedangkan freya menunggu di luar.


Setelah setengah jam menunggu akhirnya dokter lussi keluar bersama dua orang perawat.


"Dok bagaimana keadaan anna?"tanya freya pada lussi.


"Nona anna sudah di tangani.Ia hanya pingsan."ucap lussi.


"Oh..."freya menghela nafasnya.


"Terimakasih dok."ucap freya.


"Sama sama nona."sahut si dokter.


"Saya pamit."sambung lussi lagi.


"Iya dok."ucap freya.


Freya pun masuk ke dalam UGD itu.Ia melihat kriss duduk di sisi ranjang anna sambil menciumi punggung tangan anna.


Freya dapat melihat rasa sayang kriss pada anna sangat lah tulus.


"Kriss..."lirih freya.


Kriss menoleh ke arah freya.


"Kenapa anna masih di sini? kenapa tidak di kamar rawat inap?"tanya freya.


"Mereka masih mempersiapkan kamar nya."jawab kriss datar.


Freya mendekati kriss dan mengusap pundak kriss.


"Kriss kau harus lebih bijak ke depannya.Mama mu sangat nekad.Mungkin jika kau tidak datang tadi kau juga kehilangan anak mu."ucap Freya.


"Aku pastikan ini tidak akan terjadi lagi."lirih kriss dengan tatapan kosong ke depan.


"Mengapa mama Melakukan hal ini?"tanya kriss.


"Sebenarnya ketika aku sedang ngobrol dengan anna,mama mu datang.aku menyuruh anna bersembunyi di kamar mu.Lalu ketika mama masuk ia mendengar suara anna sedang muntah.Jadi dia naik ke atas dan mendobrak pintu mendapati anna.Ia juga mencaci maki anna."freya menjelaskan kejadian tadi.


"Mama mu menganggap dia menipu mu dan perempuan murahan."sambung freya.


"Ya tuhan..."kriss memijat batang hidungnya.


"Kriss..mengapa tidak mengatakan nya pada mama mu tentang ini?"tanya Freya.


"Aku belum punya kesempatan dan waktu yang pas."jawab kriss.


"Kau lihat yang terjadi padanya? karena hal yang kau anggap sepele itu dia menderita seperti ini.Aku sangat menyayangi nya kriss.Dia juga tidak punya siapa-siapa.Ibu nya tidak di sisinya.Dia wanita yang sangat malang."freya menatap anna sambil menitikkan air matanya.


"Kalau kau tidak mampu melindungi nya aku kan membawa nya jauh dari mu."ancam Freya.


Kriss hanya terdiam.


Kriss hanya mengangguk.


Freya pun pergi meninggalkan kriss keluar dari ruangan itu.


Kemudian masuk 2 orang perawat yang mau membawa anna ke kamar rawat inap.


"Permisi Direktur.Kami akan memindahkan nona ini ke kamar rawat inap."izin salah satu perawat itu.


"Silahkan."sahut kriss.


Kriss berdiri dan membiarkan kedua perawat itu membawa anna pindah ke kamar rawat inap.


Kriss mengekor di belakang perawat yang membawa anna.


Perasaan kriss saat ini campur aduk.Hati nya terasa sakit ketika mengingat saat anna di jambak oleh mama nya.


Tapi hati nya merasa bersalah karena sudah membentak seorang wanita yang selama ini membesarnya.


Kriss berencana akan menemui ibunya besok.Untuk saat ini ia harus menjaga anna.


Kriss bermalam di rumah sakit menjaga anna.Kriss tertidur di sisi ranjang anna sambil memegang tangan kanan anna.


Anna mengerjapkan mata nya.Ia menatap sekeliling yang terlihat asing.


'aku dimana?'batin anna.


Anna mendapati kriss tertidur sambil memegang tangan nya.


"Kriss..."lirih anna.


Kriss merasa tangan anna bergerak perlahan ia bangun.


"Anna..kau sudah bangun?"ucap kriss.


"Freya mana?"tanya anna.


"Dia sudah pulang.Kau merasa ada bagian yang sakit?"tanya kriss dengan tatapan khawatir.


"Tidak.Aku hanya merasa sedikit pusing."jawab anna.


"Apa yang kau lakukan disini?"tanya anna balik.


"Tentu saja menjaga mu."sahut kriss kesal dengan pertanyaan anna.


Anna mengingat perkataan mama kriss sore tadi.


"Kau pulang lah.aku bisa sendiri di sini."anna memalingkan wajahnya.


"Anna..."kriss melihat anna memalingkan wajahnya.


"Lagi pula ada dokter dan perawat yang menjaga ku.pulang lah."usir anna.


"Tidak!aku akan tetap disini."bantah kriss.


"Pulanglah."usir anna lagi.


Kriss bangkit dan duduk di atas brankar di samping anna.


Kriss meraih wajah anna dan membuat anna memandang wajah nya.


"Anna lihat aku...ingat apa pun yang terjadi lagi aku akan tetap bersamamu.Kejadian yang seperti tadi sore aku pastikan tidak akan terulang."ucap kriss.


"Apa karena ada anak mu dalam tubuh ku sekuat ini kau mempertahankan ku? Sudahlah kriss masih banyak wanita yang mau menikah dengan mu.jangan durhaka pada ibu mu."ucap anna.


"Aku mencintaimu.Aku mulai mencintai mu.Jika bayi ini juga tidak ada di sana aku tetap akan mengejar mu.aku yakin tidak salah dengan perasaan ku ini."seru kriss.


Perasaan anna campur aduk.Antara senang dan cemas bagaimana ke depan nya hubungan mereka ini.


"Tidak.Aku tidak ingin menjadi alasan kau mendurhakai ibu mu."tolak anna lagi.


"Tidak.Aku janji akan membuat hubungan antara kau dan ibu ku sebaik mungkin.Aku mohon jangan bertindak macam macam."rayu kriss lagi.


Anna terdiam.ia mulai bimbang.


"Tolong jangan egois seperti ini."lirih kriss.


Kriss menenggelamkan wajah nya di ceruk leher anna.


"Aku akan melindungi mu."lirih kriss lagi.


Anna hanya bisa diam seribu bahasa.


"Aku Anggap diam mu berarti mengerti apa yang aku katakan."ucap kriss mengangkat wajahnya kembali menatap anna.


Ia menatap sendu wajah anna.


"Aku janji akan melindungi mu."ucap kriss mengecup kening anna.


Anna merasa seperti tersengat listrik dengan kecupan kriss.


"Ini masih terlalu malam.Tidur lah lagi.Apa kau lapar?"tanya kriss.


Anna mengangguk pelan.


Kriss tersenyum.


"Aku akan membeli makanan dulu.Kau ingin apa?"tanya kriss lagi.


"Aku ingin sate kambing."jawab anna.


"Sate kambing?"kriss terheran-heran.


"Kenapa?"tanya anna juga Heran.


"Tidak apa-apa.Baiklah aku pergi dulu."pamit kriss tersenyum lebar.


Anna hanya mengangguk.


Kriss pun pergi meninggalkan anna dan mencari pesanan anna.


Anna merebahkan badahnya dan bermain dengan ponsel nya.


20 menit kemudian kriss datang membawa sate kambing pesanan anna.


Kriss masuk dan meletakkan bungkusan plastik itu.


"Makan sekarang?"tanya kriss.


"Iya."sahut anna.


Kriss membukakan bingkisan sate kambing itu untuk anna.


Kriss dengan telaten menyuapi anna walaupun anna menolak kriss tetap ngeyel.


Setelah acara makan sate kriss menyuruh anna untuk tidur kembali.


"Aku masih belum ngantuk."keluh anna.


Kriss bangkit dari duduknya.


"Bergeserlah ke sana sedikit."pinta kriss.


Anna pun menuruti nya.


Lalu kriss naik dan berbaring di atas brankar yang sempit itu untuk 2 orang.Ia menelentangkan tangan kiri nya.


"Berbaringlah!"pinta kriss.


Anna merasa gugup.


Kriss Meraih lembut tangan anna.Anna pun mulai membaringkan badan nya.Kriss membelai puncak kepala anna.


Anna terlihat sangat kaku.


"Rileks saja.Kau harus mulai membiasakan diri.Mungkin ke depan nya akan terjadi lebih dari ini."kriss tersenyum mesum.


Anna mencubit dada bidang kriss.


"Aww.."jerit kriss pelan.


"Awas saja kalau macam macam."ancam anna.


Kriss memberi kecupan di kening anna.


"Tidurlah."ucap kriss.


Anna hanya tersenyum kecil.


Mereka mulai memejamkan mata.