
"Apa kabar?"tanya pria itu berbinar-binar.
"Ba-baik."jawab Anna gugup.
Pria yang bernama Hansen itu menatap perut buncit Anna.
"Anna..kau.."Hansen sungguh terkejut melihat perut Anna.
"Kenapa kau bisa ke sini?"tanya Anna mengalihkan pembicaraan.
"Aku mencari mu.Kau kemana saja?!"Hansen menatap sendu wanita hamil itu.
"Tentunya aku ke kehidupan ku sendiri.Tidak mungkin aku selalu memberitahu sahabat ku ini apa saja yang aku lakukan."Anna berusaha tenang.
'Sahabat?kau bahkan tidak bisa menempatkan aku di hatimu.'batin Hansen.
"Kau hamil?"tanya Hansen penuh tanya.
"Ya seperti kelihatannya ini.Kau ingin masuk dulu?"tawar Anna.
'Dia sungguh hamil?siapa suaminya?'batin Hansen.
"Sejak kapan kau menikah?kenapa kau tidak memberitahuku?"Hansen kecewa.
"Maafkan aku.Aku menikah secara privat.Kapan-kapan aku akan ajak kau bertemu dengan suami ku."Anna beralasan.
"Siapa suami mu?kenapa kau tidak pernah cerita sedikit pun?"Hansen sedikit marah.Namanya juga ia merasa kecewa karena sudah bersabar menunggu Anna, selalu menunggu Anna membuka hati padanya.
"Maafkan aku..."lirih Anna menundukkan kepalanya.Anna berusaha untuk tidak menangis di hadapan Hansen.
Ia kembali menatap Hansen penuh ketegaran.
"Mari masuk dulu!"ajak Anna.
'Aku perlu membicarakan ini dengan Anna.Tapi aku rasa aku belum siap menerima bahwa dia sudah bersuami.'batin Hansen risau.
"Aku teringat sesuatu.Aku ada meeting dengan klien beberapa jam lagi.Kurasa lain kali aku mampir."ucap Hansen beralasan ingin pergi.
"Baiklah.Aku tidak akan menahan."sahut Anna.
"Aku pergi dulu."pamit Hansen.
Anna tersenyum menyahut Hansen.
Hansen pun pergi dari pandangan Anna.
"Huh.."Anna merasa lega.
Anna mengayunkan kakinya masuk ke dalam toko kuenya.
Anna serta para pekerjanya sibuk dengan tugas masing-masing.Semua berjalan lancar di hari itu, hingga pada malam harinya...
Cheryl dan Aileen sudah pulang menggunakan taksi karena masih ingin pulang ke rumah masing-masing mengambil barang yang akan di bawa ke apartemen baru mereka.
Sedangkan Kylie bersama Anna di karenakan Anna tidak mungkin menyetir di keadaan hamil besar seperti ini.
Tapi ketika sekilas memandang bangunan di depan tokonya, Anna menangkap sosok Shaun sedang memapah Kriss memasuki mobil.
"Kriss?"lirih Anna.
"Ada apa nona?"menatap bingung Anna yang belum juga masuk ke dalam.
"Ah...tidak ada.Ayo!"Anna pun masuk ke dalam mobilnya.
Mereka pun pergi meninggalkan halaman toko kue itu.
Anna melihat sebuah resto yang menyediakan sup iga.Ia tergiur dan meminta Kylie mampir.
Anna turun sendiri dan Kylie menunggu di mobil.
Saat pesanan Anna sudah selesai di bungkus ia segera membayar ke kasir, setelah itu menuju pintu keluar.Tapi ketika hendak keluar ia berhadapan dengan Shaun.
"Nona Anna!"sapa Shaun sedikit terkejut.
"Shaun.."lirih Anna.
"Ini sangat kebetulan.Nona di negara ini juga ternyata.Apa kabar?"tanya Shaun ramah.
"Kabar ku baik.Aku sedang buru-buru pulang.Aku pamit duluan."ucap Anna ingin menghindari Shaun.
"Baik nona , silahkan."sahut Shaun sopan.
Anna pun berlalu.
'Aku tidak akan buru-buru nona.Ini masih perjumpaan pertama kita lagi.Kita akan lihat perjumpaan selanjutnya,aku akan membuat kalian dekat kembali.'Shaun pun melanjutkan untuk memesan sup iga untuk bosnya yang sedang mabuk berat bersama wanita bayaran di dalam mobil.
Tapi seorang pemilik mobil di sisi mobil Kriss mengejutkan Anna karena ia ingin masuk ke dalam mobilnya.
"Maaf nona,anda sedang apa?"tanya seorang pria tua gendut.
"Aduh,maaf tuan.Perut saya agak sedikit sakit.Saya hanya sejenak."sahut Anna.
"Oh,kalau begitu menyingkir lah.Saya kesulitan masuk."ucap pria itu lagi.
"Baik tuan.Maaf sekali lagi."ucap Anna.
"Iya."sahut pria suka singkat.
Setelah Anna pergi dari sisi mobil itu Anna masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke apartemennya.
Sepanjang perjalanan tadi Anna terus terpikirkan tentang siapa wanita yang berada di dalam mobil Kriss.
Setelah selesai membersihkan tubuh dan menggunakan baju tidur berlengan panjang Anna duduk di kursi di balkon kamarnya.Ia kembali menatap bintang di langit.
"Apa yang dilakukan Kriss bersama wanita itu?"gumam Anna masih dengan pemikiran yang menghantuinya sedari tadi.
Anna menggelengkan kepalanya.
"Tidak!tidak! Kalaupun memang itu wanitanya aku tidak boleh mengharapkan seperti ini.Ada apa sih dengan ku."Anna sedikit tersenyum getir.
Karena tidak ingin duduk diam yang hanya akan membuat ia terus terpikirkan tentang Kriss Anna pun memutuskan untuk pergi keluar apartemen mencari angin.
Ia meraih ponselnya lalu turun ke lantai bawah.
Sampai di lantai bawah ia di kejutkan dengan sosok Kriss yang di papah oleh seorang wanita memasuki apartemen yang sama dengan Anna.
'Kriss?apa dia mabuk?'batin Anna.
Hatinya campur aduk melihat pria yang dulu sangat ia cintai bersama seorang wanita.
Kriss yang sedang di papah melewati Anna begitu saja.Anna mencoba menahan diri untuk tidak menatap Kriss.
Tiba-tiba...
"Hey!! berhenti!"teriak Kriss yang berhasil membuat Anna terdiam di tempatnya.
Dengan sempoyongan Kriss mendekati Anna.Anna berusaha membalikkan badannya.
Hatinya campur aduk.Sakit,marah,kesal dan juga benci melihat keadaan Kriss sekarang bersama seorang wanita dalam keadaan mabuk.
Wanita yang memapah Kriss dengan cepat mengejar Kriss.
"Maafkan pacar saya nona."ucap wanita itu sambil mengandeng tangan kiri Kriss.
"Tidak apa-apa."sahut Anna sedikit berkaca-kaca.
"Aku menemukan mu!Aku menemukan mu!"seru Kriss sambil memeluk erat Anna setelah melepaskan gandengan si wanita sebelumnya.
Anna terlihat kesulitan bernafas.
"Kriss..apa yang kau lakukan!"teriak wanita itu sambil menarik tubuh kekar Kriss.
"Jangan pergi lagi!!"ucap Kriss.
Anna memukuli dada bidangnya karena sesak pelukan erat Kriss.
Kriss melepaskan pelukannya.
Ia mengecup lama kening Anna.
Anna diam terpaku.Tapi adegan itu tidak berlangsung lama karena tarikan dari wanita yang sedari tadi berusaha menarik tubuh Kriss.
Bersambung...
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Like,
Vote,
Komen,