ATABUAN

ATABUAN
Taruhan ( episode 8) ~ Atabuan.



Selesainya Atan dengan teman-temanya meladeni musuh mereka The Black, mereka memilih pergi ke Club Fandi untuk bersantai. Sekaligus melihat cewek cantik di sana. Atan yang suasana hatinya lagi buruk, melampiaskan kekecewaanya pada gadis-gadis yang ada di Club.


" Cewe dj itu seksi juga, lo berani tidak dekatin dia. "


"Gue rasa lo gak mungkin di sukai sama dia, " goda Chiko saat melihat gadis seksi, mengenakan celana pendek, bajunya yang sedikit terbuka di bagian dadanya, Dia adalah gadis dj yang ada di Club Fandi.


" Lo mau taruhan sama gue? jangankan dapat hatinya, sekali kenalan gue bisa dapat ciumannya, " ucap Atan saat ketiga temanya yang tertawa meremehkan Atan.


" Kalo lo bisa dapat ciumanya, lo bakal gue traktir sepuasnya, " ucap Fandi.


Sambil menuangkan minuman bir ke dalam, tiga gelas kaca tinggi lalu menyodorkan pada Atan, Chiko dan Rio dengan senyuman tipis di bibirnya.


" Boleh juga, tapi gue tidak mau dapat traktiran, gue mau dapat gratisan untuk satu malam di sini, " pinta Atan.


Atan yang berucap dengan meminum, minuman dari Fandi dan menatap si cantik dj yang lagi goyang pinggul dan goyangan tangan mengikuti alunan musik dj, yang di mainkanya dengan senyuman dari bibir merahnya.


" Gue sih ikutan saja, seandainya di sini ada si katak dan pinky pasti lebih seru lagi, " seru Chiko dengan meminum bir yang sudah disiapkan oleh Fandi sedari tadi.


" Gimana Lo setuju tidak cicak?" panggil Rio pada Chiko.


" We muka tempat nasi, apa perlu gue jelasin nama gue C-hi-ko bukan cicak, " kesal Chiko karena selalu diledek oleh Rio.


Rio memonyongkan bibirnya ke depan lalu, mengarahkan ke Fandi, dan Atan yang hanya tersenyum dengan tingkah laku kedua sahabatnya itu.


" Kalo gue sih setuju banget, " tambah Fandi.


" Kalo begitu diil... ok, " ucapan serentak keempat sahabat ini. Sambil melakukan aksi kumpulan tangan dari masing-masing membentuk cengkraman untuk saling bertemu satu sama lain.


Atan mulai melangkah mendekati sang dj, cantik itu dengan gaya kasualnya yang selalu membuat para cewek-cewek terpesona.


"Hai!" Sapa Atan pada si dj cantik. Dengan menebarkan pesona ketampananya, yang membuat gadis-gadis satu Club terpesona sama kegantengan Atan.


" Kenalkan gue Atan, beribu gadis yang gue temui tak seorang pun secantik diri lo, " Rayuan gombalan maut Atan sambil, melangkah santai mendekati wanita itu dengan tatapan yang penuh karisma dan sangat menawan.


" Cika, terimakasih, " seru Cika sengaja mencueki Atan.


Bukan Atan kalo Ia tidak bisa dapat apa yang dia mau. Atan mulai menjahili Cika dengan tanganya mengengam tangan Cika sangat lembut membuat seluruh tubuh Cika merinding dan aliran darah, serta jantungnya mengalir dan berdetak tidak menentu lagi . Apa lagi saat tatapan Atan yang membuat gadis yang menatap matanya itu langsung terpikat padanya.


Gadis siapa yang tidak mau sama seorang Atan, pria tampan anak dari keluarga seorang Ceka Rayanin. Yang terkenal dengan perusahaan terbanyak di indonesia dan tersebar di beberapa negara-negara eropa dan Asia seperti Amerika, Belanda , Brajil, India, China, Taiwan, Malysia, Singapura , Korea , Vietnam dan Indonesia.


Perkenalan terjadi dan terlihat sang dj cantik terpesona sama ketampanan Atan, dengan aksi jailnya Atan meminta tukaran nomor telpon. Si cantik dj mengatakan kalo dia akan, memberikan nomornya jika Atan memberikan satu kecupan ciuman padanya di depan semua orang. Sebagai bukti kalo Atan benar-benar menyukainya.


" Gila si kerong, tanpa di minta sesuai dugaan kita, eh malah ditawari sama gadis itu, " tepukan tangan dari Rio sambil melihat aksi Atan yang di luar dugaan mereka.


sedangkan Fandi dan Chiko hanya tersenyum miring. Dan meminum minuman bir yang ada di hadapan mereka, Chiko kembali bersuara.


" Bukan Atan kalo Dia tidak dapat apa yang diinginkan. "


" Sependapat sekali kera, " sahut Fandi sambil menunjuk jari ke wajah Chiko.


" Siapa yang kera? wajah tampan gini dibilang Kera. Dasar manusia elien, " ledek balik Chiko pada Fandi lalu kembali fokus sama pertunjukkan Atan.


Rio dan Fandi membuat mulut dan tangan bergerak sendiri saat Chiko mengomel seperti emak-emak, mereka berdua tersenyum bersama lalu kembali ikut fokus pada aksi Atan juga.


" Fan. Dia buat lo saja, taruhan gue menang, " ucap Atan sambil melangkah kembali ke tempat duduknya.


" Hei lo!, " teriak gadis itu saat Atan berbalik mau melangkah pergi. Ketika tangan gadis itu hendak dilontarkan ke wajah Atan dalam sekejap di tahan oleh Atan.


" Hei nona , jangan berani mencoba tampar gue, lo pikir gadis kaya lo bisa dapatin hati seorang ATAN RAYANIN, lo BUKAN tipe gue"


" Gue lakukan itu karena ada taruhan sama teman-teman gue, " Atan menunjuk ke tiga temanya yang lagi tersenyum puas padanya.


Dengan sangat malu gadis dj itu beranjak, pergi dan menghentikan musik djnya, tapi secepatnya Fandi memerintah kreator musik untuk menggantikan posisi Chika. Dalam sekejap musik dj kembali berputar dan suasana di Club kembali rame seperti semula tapi bukan Chika melainkan dj cowok. Atan dan komplotanya mulai mengikuti alunan musik hingga Ia ikut trhanyut dalam suasana.


Karena sudah pukul 12.00, Wib. Atan berpamitan pulang lebih dulu, apa lagi Atan sudah berulang kali di hubungi Ayahnya. Kali ini bukan Atan yang membawa mobil melainkan supir pribadi yang sudah ditugaskan Ceka untuk menjemput Atan.


" Selamat berjuang bos, " seru Chiko sambil melambaikan tanganya saat Ia , Fandi dan Rio mengantar Atan ke depan pintu ke luar Club.


" Sampai ketemu besok dengan si Katak dan pingky, " suara sambung Rio tertawa lepas saat supir Atan sudah melaju mobil pergi.


🙄🙄🙄🙄🙄


" Dari mana saja kamu? di wa tidak dibalas? di telpon tidak diangkat? di sms tidak balas juga? mau kamu apa sih Atan? tanya tegas seorang pria tua botak dengan kacamata. Kelihatan dia baru pulang dari Kantor. dia adalah Ceka Rayanin, yang mulai berdiri dari sofa ruang keluarga bersama dengan Kanta saat Atan menginjak sepatunya di depan pintu utama, yang dekat dengan ruang keluarga.


" Apa pedulinya Ayah, lagian mau Aku pulang pagi ke, siang ke, apakah Ayah..." suara Atan dipotong oleh Ceka dengan nada tinggi saat Ceka melihat gaya jalan Atan yang santai memegang jaket abu-abunya dan melangkah santai hendak menaiki tangga menuju kamarnya.


" ATAN! " teriak Ceka dengan tatapan yang sangat tajam.


" Kamu tahu berapa kerugian Ayah atas ulah kamu itu? Atan kamu itu anak Rayanin, bagaimana kamu bisa melakukan hal yg memalukan ini?"


" Untungnya Ayah lebih dahulu tahu dari mata-mata Ayah, dan bisa mencegah ulah kamu dan teman-teman kamu itu. Jika tadi satpam tidak datang mungkin kamu sudah direkam oleh musuh-musuh Ayah dan menyebarkan di semua sosial media. "


" Tapi tidak masuk tv, 'kan Yah? lagian berapa sih kerugian buat seorang Ceka Rayanin?"


" Atan kamu benar-benar memalukan sekali, kamu tidak tahu atau perlu Ayah beritahu, Kamu adalah..."


"Putra, sekaligus Pewaris perusahaan RAYANIN. "


" Yang ayah pedulikan cuma kehormatan, ayah tidak bertanya apakah aku luka? Mengapa aku lakukan itu? tapi sayang ayah hanya peduli dengan kehormatan ayah sendiri"


Ceka yang mendengar perkataan Atan terdiam beberapa menit, saat Ia kembali bersuara Atan sudah mulai menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya.


" Atan berhenti....Ayah belum selesai berbicara... ATAN!" nada tinggi dari Ceka tidak menghentikan langkah kaki Atan.


" Inilah didikan manja kamu, lihat Dia, " ujar Ceka pada Kanta, lalu pergi meninggalkan Kanta di ruang keluarga dengan kekesalannya atas sikap Atan.


Kanta hanya diam karena Ia tahu saat ini, Ceka lagi dalam emosi dia akan berbicara dengan Ceka jika emosi Ceka sudah redah.


*Anak sama papanya sama saja, biar besok baru menasehati mereka berdua, setelah emosi mereka berdua redah, dengus batin Kanta. Dengan mengeleng-gelengkan kepalanya, lalu mengikuti langkah kaki suaminya menuju tangga yang satu di mana itu adalah kamar Ceka dan Kanta.


 


*BERSAMBUNG.


Â