
Malam telah tiba seperti biasanya salah satu klub favorit Atan dan gengnya sudah di huni oleh pelanggan setia Klub. Disana bukan hanya para anggota-anggota geng Atan saja tapi semua yang berlangganan dengan Atan kebanyakan dari anak luar, salah satunya adalah dari geng motor.
Atan, Fandi, Rio, Chiko, Willem, dan Fandi serta Kara sudah duduk di kursi yang mengelilingi meja bundar di kafe tersebut. Sesuai pesanan Atan, banyak dari pelanggan membawa pasangan mereka masing-masing. Yang membuat Klub semakin ramai karena pengunjung gadis-gadis cantik.
Tujuan Atan dan teman-temanya ke klub cuma satu yaitu, mencari suasana baru. Meriferesingkan otak mereka selama sehari mereka sekolah. Kebiasaan ini mereka lakukan sejak terbentuknya The Whaite.
Yang aneh bagi teman-teman Atan dan satu studio adalah, Atan membawa seorang gadis yaitu Kara entah apa tujuanya. Yang jelas para sahabatnya itu tidak mau lebih jauh mengikuti keperibadian Atan. Walau ini pertama kali bagi seorang Atan menjak gadis ke klub favoritnya.
Kara seperti biasanya Ia mengenakan stelan sederhana kemeja hitam berbalut jaket jeans hitamnya dari luar, dengan rambut hitam berombak panjangnya yang dibiarkan terurai, Celan jeans biru, hanya sedikit polesan bedak wardah di wajah mulusnya itu, tapi itu tidak mengurangi kecantikan Kara sedikit pun.
Ini pertama kali Kara ke luar rumah, pada hal biasanya gadis cantik itu ke luar rumah tapi itu hanya membantu bibinya berdagang ikan di pasar. Palingan jika bibinya meminta ia pergi membantu kerja harian di dua rumah yang menjadi pekerjaan bibinya sebagai pembantu rumah tangga. Salah satunya adalah rumah Sanya.
Karena hal ini baru bagi Kara jadi Ia selalu duduk diam, dan hanya melihat suasana yang terasa baru dilihat olehnya.
Sedangkan Atan bersetelan, kemeja putih polos, jaket hitam bermerek jas dari luar, rambut depanya di naikan sedikit ke atas, dengan anting hitam dari telinga kananya, membuat Ia begitu terlihat tampan. Kara dan Atan duduk bersampingan.
Fandi bangkit berdiri memesan minuman di kasir klub. Sedangkan Atan mulai membuka suara setelah beberapa menit Ia dengan teman-temanya menikmati alunan musik dj alan waker terbaru yang baru di putar di klub. Lampu disko klub menyala di mana-mana, hingga Atan menemukan sekelompok sosok yang kelihatan tidak asing baginya, yang dimaksud kelompok geng motor Bio, Atau teman sekolah Atan.
"Kar. Lo gantiin pelayan itu melayani tamu gue", ucap Atan pada Kara sambil menunjukan jari tunjuk ke arah lima pria geng motor yang sedang tersenyum dan mengobrol dari jarak yang tidak jauh dari mereka.
"Tan lo, yang benar saja kalo Kara lo perintah gitu", ucap Chiko yang membantah perintah Atan.
"Kerong, Lo... tahu kan tugas wanita seperti ini di klub?"
"Bisa diam tidak sih, lagian gue ajak dia ke sini tujuanya itu, nanti gue bayararin juga 'kok", seru Atan dengan nada suara yang kesal.
"Tapi lo tahukan apa yang barusan lo ucap? Yang benar saja Kara lo..."
"Ri...gue lihat dari pertama lo semangat sekali ya belain Kara? Apa tebakan gue benar kalo lo suka sama Kara?"
"Ini bukan masalah suka atau tidak Tan...".
"Lalu menurut Lo, ini apa...?"
"Gue akan lakuain perintah bos, Rio makasih untuk semuanya, tapi ku mohon kalian berdua jangan bertengkar di sini", tutur Kara sambil bangkit dari kursi sedikit membungkukkan kepalanya hormat pada Atan. Dan Melangkah Pergi sambil mengambil minuman bir botol di salah satu gadis cantik yang lagi berdiri di kelompok manusia yang si maksud oleh Atan.
"Sudah, sudah.... ngapain sih lo berdua berdebat dengan hal sepele ke gini. Lebih baik kita berpesta minuman. Selama ini kita jarang minum bersama kan?" pinta Jonggky sambil mengambil minumannya di gelas tinggi yang sudah di sediakan oleh para pelayan cantik, dari Klub yang berdiri menemani mereka masing-masing, kecuali Atan.
Lalu mereka berenam mengunpulkan semua gelas yang sudah di isi dengan bir anggur, dimasing-masing tangan. Sambil berkata bersama.
"Cerrrsss...." minuman digelas kembali di tarik dari kerumunan gelas itu, lalu mengarahkan meminuman itu ke mulut mereka masing-masing, sambil tersenyum lebar.
"Maaf ini tugasku", ucap Kara pada si cantik pelayan yang sedang memegang botol minuman, melihat ekspresi gadis yang sedikit bingung itu. Kara melihat ke arah Atan yang lagi menatap Kara dengan datar dan senyuman tipis di bibirnya. Satu kode mata dari Atan pada pelayan cantik itu langsung membungkuk hormat pada Atan, sambil melirik sebentar pada Kara lalu pergi meninggalkan Atan.
"Per...misi... Apa ada yang mau minum?" suara Kara sedikit grogi sambil berdiri di samping kursi. Salah satu pria tampan yang lagi menutup matanya, sambil bersandar lehernya di kepala kursi yang di dudukinya. Sedangkan Kara memasangkan senyuman paksa yang dibuatnya sejadi mungkin.
"Fuuui....", Siulan dari salah satu anggota tamu Atan itu, saat melihat Kara.
"Boleh nona, tapi kalo di lihat lo bukan pelayan dari kafe ini kan?"tanya pria yang satu lagi.
"Sa..ya adalah... Kara pelayan baru di kafe ini", suara Kara kembali grogi dan sedikit takut.
Saat mendengar nama Kara, pria yang duduk bersampingan dengan Kara membuka matanya, langsung memutar tubuhnya ke samping mengarah Kara.
Dia adalah Reno sahabat kecil Atan, namun itu dulu. Sekarang Dia adalah musuh terbesar Atan. Anggota Drigen Black, dalam sekejap pikiran Reno tentang Kara melintas di ingatanya. Selaku partner kerja Rani dalam misi balas dendam mereka. Reno melihat Kara yang lagi berdiri menghadap keempat temanya itu dengan senyuman paksa dari wajahnya.
Jantung Reno berdetak lebih kencang dari biasanya. Rasa penasaran Dia pada Kara sangat besar. Tapi yang anehnya Jantungnya begitu berdegup kencang, ini pertama kali Reno merasakan perasaan yang sangat berbeda dari biasanya.
Tatapan dalam Reno membuat Atan sedikit bingung. Atan berpikir kalo Reno adalah ketua geng motor Bio yaitu Fardi, pada hal bukan. Reno baru kembali dari Amerika dua minggu yang lalu. Tapi tidak diketahui oleh Atan.
"Apa ini Kara yang dimaksud oleh Rani? dari foto Dia tidak terlalu cantik. Tapi dari caranya, Dia adalah gadis yang baik. Apa ini? ada apa dengan jantungku ini? ternyata Kara lebih cantik dari yang aku pikirkan", batin Reno.
*Bersambung*.